
“Sebenarnya setelah mendengar perkataan Nona kecil melalui telepon waktu itu, ditambah lagi dengan perkataan sialanmu itu aku menjadi terus kepikiran sama Nona kecil. Saat makan, tidur, mandi dan bahkan saat menyerang musuh pun aku masih saja kepikiran tentang Nona kecil!” ujar Levi yang sebenarnya malu untuk menceritakannya pada Will, karena dia malah baper dengan perkataan anak kecil.
“Woww, Hahahaa,..…Kau beneran masih Levi ‘kan?” goda Will yang melihat Levi sudah mulai malu-malu dihadapanya.
“Sialan kau! Mau tahu bagaimana aku menangkapnya tidak?” seru Levi dengan wajah kesalnya, karena Will terus saja menggoda dan menertawakan dirinya.
“Hahahaa,….Iya! Iya, aku berhenti tertawa sekarang! Jadi, bagiamana kau berhasil menangkap wanita itu?”
Sekuat tenaga Will harus menahan tawanya daripada rasa penasarannya selalu menghantui pikirannya.
“Karena terus memikirkan Nona kecil, makanya pagi ini aku berniat untuk melihatnya disekolah! Tapi saat aku hampir sampai disekolah Tuan dan Nona kecil, aku melihat Grace dan beberapa pria sepertinya sedang mengintai dari kejauhan! Dan kau bisa menebak yang terjadi selanjutnya, bukan?” ujar Levi yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi secara singkat dan jelas.
“Bwuaahahaa,……”
Tawa Will pun langsung meledak, sekuat apapun dia menahan agar tidak ketawa Will tetap tidak bisa menahannya.
Tampang Levi yang sangat menggemaskan dan juga kejadian konyol saat menangkap Garce dengan mudahnya itu.
“Hahahaa,….Lev, sepertinya kau sudah terkena penyakit bucin terhadap Nona kecil ‘loh!” ujar Will masih dengan tawa lepasnya, sementara Levi hanya bisa cemberut melihat Will yang sangat puas mendengar semua curhatannya.
“Sialan kau! Semua ini gara-gara perkataanmu, andai saja kau tidak mengatakan apapun saat itu pasti au tidak kepikiran!” sahut Levi masih dengan nada kesalnya.
“Kau ini aneh ‘yah! Sejak kapan perkataanku kau pikirkan dan juga banyak wanita diluar sana yang selalu memuaskannya tapi tidak ada satu wanita pun yang bisa membuat hati tergerak. Tapi hanya perkataan gadis kecil kau langsung tidak berdaya seperti ini. Kau sungguh aneh, Lev!” ujar Will sembari berusaha menghentikan tawanya.
Levi hanya terdiam sembari memikirkan bahwa ucapan Will yang barusan ada benarnya, hati dan pikirannya terganggu hanya karena perkataan Nona kecilnya.
Karena dari itu, dia harus menata hati dan pikirannya lagi agar tidak tergerak oleh siapapun termasuk Nona kecilnya.
“Hay, kalian bertiga! Cepat urus yang ada didalam ruangan itu!”
Will pun memanggil anak buahnya untuk mengurus mayat Liam yang tentu saja sudah tidak bernyawa lagi.
...****************...
Sementara disisi lain, Rayden tengah berhadapan dengan Grace sang mantan tunangannya. Sosok Rayden yang muncul dengan dipenuhi darah dari wajah sampai kakinya membuat Grace tidak berani mendekat sedikitpun.
Sebisa mungkin Grace menjauhi Rayden yang lebih terlihat sebagai iblis itu dibandingkan sebagai manusia.
“Kenapa? Kau takut padaku sekarang?” ujar Rayden yang tersenyum bagaikan iblis neraka.
“Bukankah selama ini kau sangat ingin menjadi pasanganku? Kenapa kau malah menjauh seperti itu, Hmmm?” lanjut Rayden yang semakin mempojokkan Grace sampai tidak bnisa menghindari tatapannya lagi.
“Iya, aku memang sangat ingin menjadi pasanganmu tapi itu terjadi sebelum tahu bahwa kau sebenarnya adalah jelmaan iblis dengan mengandalkan wajah seperti malaikat!” seru Grace yang bersikap sok berani.
__ADS_1
“Aku yakin, Zhia juga tidak tahu soal ini! Jika suatu hari nanti Zhia mengetahui siapa kau sebenarnya sudah pasti dia kan kabur sejauh mungkin agar tidak melihat wajah munafikmu lagi!” sambung Grace yang semakin membuat terprovokasi untuk membunuhnya.
“Jangan pernah samakan Zhia dengan dirimu! Karena kau tidak apa-apanya dibandingkan dengan ujung kuku Zhia!” ujar Rayden dengan penuh penekanan dan tatapan yang mengintimidasi pada Grace.
“Kau salah, Cano! Semua wanita itu sama saja, apalagi Zhia yang wanita baik-baik. Dia tidak akan mungkin mau menerimamu yang dipenuhi darah manusia seperti ini!”
Grace tersenyum meremehkan pada Rayden yang sepertinya semakin terpengaruh oleh setiap kata yang dia ucapkan.
“Dasar kau wanita sialan!”
Rayden langsung saja mencekik leher Garce dengan kuat, dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa Rayden tidak peduli bahwa Garce itu seorang wanita.
Dimatanya siapapun yang berani mengusiknya, maka akan mati dengan mengenaskan.
“Aku tanya satu hal sebelum aku membunuhmu. Siapa yang telah mendukung kejahatanmu selama ini, Hah?” ujar Rayden yang semakin memperkuat cekikan pada leher Grace, sehingga wanita itu semakin kesulitan untuk bernafas.
“Hahahaa,….Selama ini dia selalu berada didekatmu dan kau tidak mengetahuinya sama sekali! Daripada mengasihani diriku karena mati ditanganmu, aku lebih keasihan padamu yang dengan mudahnya dipermainkan oleh orang-orang yang ada didekatmu!”
Padahal sudah sulit bernafas, Grace masih saja memprovokasi Rayden dengansemua ucapannya.
Brukk,……
Rayden melempar tubuh Grace kesisi lain seakan dia sedang melempar barang rongsokkan.
Setelah mengatakan itu, Rayden pun langsung keluar dari ruangan Grace disekap dengan dipenuhi amarah.
Will dan Levi segera menghampiri Tuannya itu, karena mereka sangat penasaran kenapa tidak terdengar terikan dari dalam sana seperti yang terjadi dengan Liam.
“Will, cari harimau liar yang kelaparan dipasar gelap. Masukan harimau itu dengan wanita sialan itu, karena itulah hukuman yang pantas untuk wanita hina sepertinya!”
Bulu kuduk Will dan Levi pun langsung berdiri hanya dengan mendengar dan membayangkannya saja. Bagiamana nasib Grace nantinya bersama dengan binatang buas itu.
“Ba-baik, Tuan!” sahut Will suranya hampir tercekat.
“Tuan, apa yang telah terjadi?” tanya Levi yang menjadi penasaran kenapa Tuannya sampai memberikan hukuman seberat itu pada mantan tunangannya sendiri.
“Semua kecurigaan kita selama ini benar! Wanita itu bekerja sama dengan klan musuh, dia bahkan dengan mengatakan bahwa selama ini musuh sebenarnya berada di dekat kita.” ujar Rayden tanpa bermaksud ingin mencurigai siapapun terutama Will dan Levi.
“Tuan, sebenarnya aku dan Levi pernah juga merasakan dan membahas mengenai hal itu bahwa musuh sebenarnya sangat dekat dengan kita.” sahut Will yang teringat pembicaraannya dengqan Levi beberapa hari yang lalu.
“Hay, kapan kita membahasnya? Kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali?” seru Levi yang tidak mengingat sama sekali dengan yang dimaksud oleh Will tadi.
“Isshhh,….Kau ini! Giliran mengenai Nona kecil kau selalu mengingatnya. Itu ‘loh tentang pembicaraan kita dihari keluarga Adenthe dihancurkan. Bukankah kita berdua pernah sedikit membahasnya, bahkan aku hampir menyelidiki asal usul Nyonya muda kalau saja kau tidak menghentikanku saat itu.”
__ADS_1
Will menjelaskan dengan begitu mendetail bahkan tanpa sadar dia membuka aibnya sendiri, tepat didepan orang yang bersangkutan.
“Aaahhhyaa,…Aku baru ingat sekarang! Kau benar saat itu kau bersikeras ingin menyelidiki latar belakang Nyonya muda!” sahut Levi yang langsung mengingatnya, bahkan dia menekankan pada aib Will setidaknya dia bisa sedikit membalas dendamnya.
“Kalian berdua beraninya ‘yah!” ujar Rayden yang menatap dengan geram kelakuan kedua orang kepercayaannya ini.
“Maaf, Tuan! Waktu itu saya cuma merasa sesat untuk sesaat, tapi si bocah sialan langsung menyadarkan aku. Jadi, saya tidak benar-benar menyelidiki latar belakang Nyonya muda. Sungguh, Tuan!”
Will pun mencoba menjelaskan agar Tuannya tidak salah paham padanya.
“Aku tahu, tapi bukankah sekarang bukan saatnya kalian bercanda seperti ini?” ujar Rayden dengan penuh penekanan.
Will dan Levi kalau sudah berada ditempat yang sama pasti ada saja yang mereka ributkan, tidak peduli dengan keberadaan orang lain yang berada disekitanya.
“Tuan, bagaimana kalau kita mencari sekutu untuk menangkap musuh terselebung kita ini?”
Entah Levi memang cerdas atau tiba-tiba menjadi cerdas, secara tidak langsung dia mengeluarkan sebuah ide yang sangat cemerlang.
“Benar, Tuan! Kita harus mencari sekutu terbaik, seperti Tuan dan Nona kecil!”
Will pun menambahkan pendapatnya yang sepemikiran dengan Levi, meskipun mereka sebenarnya selalu bertengkar.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1