
Rayden hanya menanggapi perkataan dokter itu dengan senyuman tipis, sehingga terjadi keheningan diruangan itu untuk beberapa saat.
Sang dokter sedang serius mengobati luka pada lengan kiri Rayden dan beberapa luka lebam diwajah dan bagian tertentu pada tubuhnya.
Sementara Rayden sedang terus memikirkan kondisi Zhia dan juga si kembar yang tengah diperiksa dan belum selesai juga sampai sekarang.
Kondisi Luca yang sangat membuat Rayden sangat khawatir, karena tanpa sengaja telah membunuh Evan demi menyelamatkan Zhia dan juga dirinya.
Bagaimana pun Luca masih anak kecil, Rayden sangat takut kalau psikologi putranya itu akan terguncang karena kejadian hari ini.
Putrinya pun begitu, tidak seharunya Lucia melihat bagaimana Levi menggila tepat didepan mata gadis kecil yang masih sangat polos itu.
“Sudah selesai! Bukankah tidak membutuhkan waktu yang lama?” ujar sang Dokter yang menyadarkan Rayden dari lamunannya itu.
“Terima kasih, Dok!” ucap Rayden dengan singkat.
“Pastikan anda mengganti perbannya sehari sekali, dan minum dengan teratur obat yang sudah saya resepkan. Upayakan jangan sampai lukanya terkena air sekitar satu minggu kedepan agar cepat mongering!”
Pesan sang dokter sembari menuliskan resep obat untuk Rayden.
“Baiklah, kalau begitu aku permisi sekarang!” sahut Rayden lagi.
Terlihat jelas bahwa Rayden tidak mendengarkan pesan dokter sama sekali, dia pun langsung meraih resep obat yang diberikan sang dokter dengan malasnya.
Setelah itu, Rayden pun langsung keluar dari ruang perawatannya dan didepan pint sudah ada beberapa pengawal dan juga Noland yang sepertinya sudah berganti pakaian.
“Kau sudah selesai? Bagaimana, lukamu tidak terlalu parah bukan?” ujar Noland yang menatap penuh tanya pada putra semata wayang itu.
“Luka tembakkannya memang cukup dalam, tidak menurut dokter tidak terlalu berbahaya untukku!” jelas Rayden sambil menyerahkan resep obatnya kepada salah satu pengawal yang ada disana untuk ditukarkan ke apotik dirumah sakit itu.
“Syukurlah, kalau tidak ada luka serius padamu! Ini, segera ganti pakaianmu! Kita harus menemui Dr. Ian dan Dokter yang menangani Zhia sekarang juga!” ujar Noland sambil melemparkan satu setel jas berwarna biru laut yang langsung ditangkap Rayden dengan tepat.
“Kita tidak melihat Zhia dan si kembar terlebih dahulu?” tanya Rayden yang sebenarnya ingin berlari saat itu juga untuk melihat Zhia dan kedua anak kembarnya.
“Tidak, kita harus mendengar penjelasan dari hasil pemeriksaan mereka terlebih dahulu! Papah juga sudah meminta pihak rumah sakit untuk membiat Zhia dan Si kembar berada didalam satu ruang saja agar memudahkan kita menjaga mereka. Apalagi mamahmu juga sedang dirawat dirumah sakit ini juga!”
Noland pun menjelaskan dengan sangat mendetail. Sebelum menemui Rayden, Noland juga sudah menengok Julia yang tengah terbaring lemah seperti menantunya.
Noland juga meminta pihak ruma sakit untuk memindahkan kamar rawat Julia agar berdekatan dengan kamar rawat Zhia dan Si kembar.
__ADS_1
“Papah memang yang terbaik! Tunggu sebentar, Pah! Cano ganti dulu.”
Rayden pun langsung menatap kagum pada sang papah yang sangat memikirkan secara mendetail apa yang harus dilakukan disaat pikirannya dia sedang sangat kacau sekarang.
“Cepatlah! Papah akan menunggumu disini!” ujar Noland yang menyuruh Rayden untuk bergegas, tentunya agar sebelum Luca, Lucia atau Zhia sadar dari pingsannya mereka sudah selesai mendengar dari dokter.
Dengan sangat cepat Rayden pun mengganti pakaiannya dan sedikit menata rambutnya dengan menggunakan air, hingga ketampanan wajahnya semakin terpancar.
Noland dan Rayden pun langsu menuju keruangan pribadi sanga Direktur utama rumah sakit sesuai janji temu mereka.
Benar saja, begitu Noland dan Rayden masuk keruangan itu. Disana sudah ada Dr. Ian juga yang sedang menunggu kedatangan mereka.
Dari melihat ekspresi Dr. Ian yang terlihat sangat jelas bahwa dia sedang menahan amarahnya pada Rayden dan juga Noland.
Sehingga membuat suasana yang cukup canggung dan sedikit mencekam diantara mereka.
“Silahkan duduk!”
Sang direktur utama pun langsung mempersilahkan Rayden dan Cano untuk duduk disofa yang memang suddah tersedia disana. Sementara Dr. Ian masih melontarkan tatapan kemarahannya terutama pada Rayden.
“B-Bagaimana keadaan istri dan anak-anak saya, Dok?” tanya Rayden yang sedikit terbata saat matanya bertemu dengan tatapan mata Dr. Ian yang sangat tajam dan mengintimidasinya.
Mungkin karena ini terjadi karena kesalahannya, sehingga Rayden cukup terganggu dengan maksud tatapan yang dilontarkan Dr. Ian kepadanya.
Dr. Ian pun langsung saja mempersilahkan sang Direktur utama untuk menjelaskan kondisi Zhia terlebih dahulu, bahkan ada beberapa kosa kata yang sangat di tekankan oleh Dr. Ian dalam pengucapannya.
“Baiklah! Kalau begitu saya akan menjelaskan kondisi Nyonya Zhia terlebih dahulu.”
Sang Direktur utama hanya bisa menggeleng kepalanya dengan pelan melihat sikap berani Dr. Ian kepada dua Tuan Xavier itu dan sepertinya dia memang yang harus menjelaskan keadaan Zhia terlebih dahulu.
“File-file ini adalah hasih dari pemeriksaan terhadap kondisi Nyonya Zhia yang baru saja saya dapatkan. Dari hasil pemeriksaan sepertinya Nyonya Zhia mengalami kekerasan fisik dan juga sedikit kekurangan gizi, sehingga mengakibatkan tubuhnya sangat lemah. Ada kemungkinan hal itu yang menyebabkan Nyonya Zhia tiba-tiba tidak sadarkan diri dan bisa dipicu karena mengalami shock berat juga.”
Sang Direktur utama pun menunjukkan semua hasil pemeriksaan Lab Zhia dan menjelaskan dengan sangat mendetail.
Perasaan lega sedikit dirasakan oleh Noland dan Rayden, karena tidak ada sesuatu yang sangat serius dengan keselamatan Zhia seperti yang mereka duga selama perjalanan.
“Kekerasan Fisik? Maksudnya yang seperti apa yang ‘yah, Dok? Apakah itu sangat berbahaya untuk istri saya sekarang?” ujar Rayden yang sudah membayangkan yang tidak-tidak didalam otaknya.
“Disini terlihat bahwa Nyonya Zhia mengalami kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, ditampar dan yang lainnya. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual dan akibat benturan benda tumpul. Bisa dipastikan kalau kondisi Nyonya Zhia tidak terlalu parah, tapi mungkin akan sedikit membutuhkan waktu untuk pulih seperti sebelumnya.”
__ADS_1
Jelasnya lagi yang membuat Noland dan Rayden semakin merasa lega mendengarnya, meskipun membutuhkan sedikit waktu untuk bisa pulih seperti sedia kala tapi itu tidak masalah untuk mereka selama nyawanya tidak berada dalam bahaya.
“Haaah,…Syukurlah! Tidak terjadi sesuatu yang bruk pada Zhia.” ucap Rayden dan Noland tanpa sadar mereka mengatakannya secara bersamaan.
“Untuk luka-lukanya sudah saya obati, mungkin hanya itu saja yang saya sampaikan! Saya pasti akan selalu memberitahu anda berdua jika ada perkembangan baik dari kondisi Nyonya Zhia untuk kedepannya.”
Sang Direktur utama pun menyudahi penjelasannya, karena memang hanya itu yang bisa dia sampaikan mengenai kondisi Zhia sekarang.
Memang ada beberapa luka serius, tapi setelah mendapat perawatan tidak akan menjadi masalah untuk kedepannya.
“Terima kasih banyak, Dok!” ucap Noland dan Rayden yang lagi-lagi secara serentak.
“Hay, kalian berdua jangan senang dulu! Mungkin istri dan anak kembarmu itu tidak mengalami luka luar yang serius, tapi bagaimana dengan psikologi mereka. Terutama dua bocah kembar itu, mereka sangat ketakutan dan mungkin mereka akan mengalami trauma yang cukup besar karena harus menyaksikan atau mengalami hal yang seharusnya tidak mereka alami diusia mereka yang sekarang.”
Dr. Ian pun segera menyela dengan nada ketusnya, hingga membuat Rayden dan Noland seketika tersentak kaget begitu mendengarnya.
Sebenarnya Dr. Ian tidak ingin bersikap ketus pada Noland maupun Rayden, tetapi melihat hasil pemeriksaan gelombang otak mereka membuatnya tidak dapat menahan emosinya lagi.
“Apa maksudmu? Katakan dengan jelas, Ian!” seru Noland yang meminta penjelasan lebih dari Dr. Ian, bahkan Noland tanpa sadar seperti sedang berbicara dengan temannya sendiri.
Perasaan Rayden pun kembali memburuk, dia tidak ingin apa yang dia khawatirkan menjadi kenyataan.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚