Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Fitting Gaun Pengantin


__ADS_3

“Hahahaa,…..Habisnya kamu gemesin baget ‘sih, Luci!” ujar Luca yang malah menertawakan adiknya yang sedang merasa sedikit bimbang itu.


“Kak Luca ‘yah masih saja bercandain Luci seperti ini!”seru Lucia dengan raut wajah cemberutnya.


“Hay, Luca dan Luci lagi ngapain sepertinya sedang asyik sekali! Sedang membicarakan apa?”


Sebuah suara yang ternyata itu berasal dari Bu Meetha yang datang menghampiri mereka berdua.


“Eeeh,…..Bu guru!” sahut Luca dan Lucia yang sedikit merasa terkejut dengan kehadiran Bu Meetha itu.


“Kalian berdua sedang apa?” tanya Bu Meetha lagi karena pertanyaan sebelumnya belum juga dijawab oleh si kembar.


“Ehmm,….Kami sedang membicarakan tentang baju yang seperti Barbie yang akan mamah gunakan nanti. Mamah Luci pasti akan sangat terlihat seperti boneka Barbie ‘kan, Bu guru?” sahut Lucia dengan cepat mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan gurunya itu.


“Iya, papah pasti juga akan terlihat seperti raja yang paling tampan didunia! Terima kasih Bu guru, sekarang Luca dan Luci sudah mempunyai papah yang hebat!” ucapan Luca membuat Bu Meetha merasa sangat terharu dengan apa yang dia lakukan sendiri.


“Tidak perlu berterima kasih pada Bu guru. Seharusnya Bu guru yang berterima kasih pada kalian! Berkat bertemu dengan kalian sekarang Bu guru punya rumah sendiri dan pekerjaan yang tetap. Terima kasih ‘yah, sayang! Kalian berdua sudah bagaikan malaikat kembar yang di utus Tuhan untuk mengubah hidup Ibu guru.” ucap Bu Meetha dengan deraian airmata yang perlahan jatuh membasahi wajahnya.


Meskipun Tuan Rayden tidak mengatakannya secara langsung. Tapi Bu Meetha sangat yakin bahwa orang yang memberikan sebuah rumah yang cukup mewah, pendidikan gratis sampai gelar paling tinggi dan juga pekerjaan tetap disekolah semua diberikan oleh keluarga Xavier.


Dan hanya ada satu alasan mengapa dia mendapatkan semua keberuntungan itu, karena keberaniannya mengungkap identitas si kembar Luca dan Lucia pada dunia maya.


Meskipun Bu Meetha sangat tahu apa akibatnya, jika kedua murid kembarnya itu bukan anak kandung dari Rayden Cano Xavier yaitu antara masuk penjara atau disiksa sampai mati.


“Heheee,…..Papah memang sepertin itu. Iya ‘kan Luci?” sahut Luca sambil tersenyum manis pada gurunya.


“Iya, Bu guru! Nanti Bu guru akan datang ‘kan?” Tanya Lucia yang juga tersenyum manis pada gurunnya seakan sedang menghiburnya.


“Pasti Bu guru akan datang, sayang! Terima kasih ‘yah!’ ujar Bu Meetha yang juga membalas senyuman manis kedua bocah kembar itu.


“Sama-sama, Bu guru!” sahut Luca dan Lucia secara serentak.


Setelah pembicaraan singkat antara guru dan murid itu, mereka pun kembali melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.


Bu Meetha benar-benar sudah jatuh cinta kepada kedua bocah kembar yang sangat menggemaskan itu.


Bukan hanya telah mengubah kehidupannya menjadi jauh lebih baik, si kembar juga sangat cerdas dalam setiap pelajaran yang mereka ikuti.


Sehingga membuat semua guru merasa takjub dan kagum dengan Luca dan Lucia.


Sementara di perusahaan BLOUSHZE Group, Rayden telah menyelesaikan rapatnya dengan peserta program IT.


Sesuai dengan rencana, Rayden kemudian mengajak Zhia menuju ke butik untuk melakukan Fitting baju pengantin yang akan mereka kenakan saat pesta resepsi pernikahan mereka.

__ADS_1


Saat ini Rayden dan Zhia sudah berada didalam butik yang dimaksud oleh Julia dan tentu saja dengan didampingi oleh pengawalnya masing-masing yaitu Will, Eva dan Alea.


“Hallo, Mah! Zhi dan Ray sekarang sudah berada di butik yang mamah maksud. Sekarang mamah dimana?” Tanya Zhia melalui sambungan teleponnya.


“Iya, Zhi! Mamah sedang berada diperjalanan untuk menjemput Luca dan Lucia disekolahnya, nanti papah dan mamah berserta akan segera menyusul kesana!” sahut Julia yang memang sedang dalam perjalanan untuk menjemput si kembar bersama dengan suaminya Noland.


“Kalau begitu Zhi dan Ray akan menunggu sampai kalian datang saja!” ujar Zhia yang berniat untuk menunggu mencoba gaunnya sampai kedua anak kembarnya datang.


“Tidak perlu, Zhi! Kalian berdua mencoba saja gaunnya dulu, sebab Cano itu sangat pemilih. Apalagi jika ini menyangkut hari besar untuk kalian berdua dalam seumur hidup!” sahut Julia yang melarang keras Zhia yang berniat menunggu kedatangannya dan si kembar.


Karena Julia tahu persis bahwa Rayden mempunyai sifat yang sangat pemilih dalam menentukan apapun yang akan menjadi masa depannya kelak seperti dia memilih Zhia sebagai istri serta ibu dari anak-anaknya.


“Tapi, Mah! Lucia ingin sekali melihatku mengenakan gaun pengantin, apakah dia masih sempat melihatnya. Jika Zhi mulai mencobanya sekarang?”


Zhia yang tidak ingin kedua anak kembarnya melewatkan saat untuk melihatnya menjadi wanita tercantik dengan balutan gaun pengantinnya itu.


“Tidak apa! Mamah yakin semua masih sempat, kalau begitu sudah dulu ‘yah Zhi! Mamah dan papah sudah hampir sampai disekolah si kembar ini.” ujar Julia yang memberitahu Zhia untuk memutuskan sambungan teleponnya terlebih dahulu.


“Iya, Mah!” sahut Zhia. Setelah itu Julia langsung saja menutup sambungan teleponnya secara sepihak.


“Ada apa, Zhi?” tanya Rayden yang menyadari bahwa Zhia sedang memikirkan sesuatu.


“Tidak ada! Mamah bilang kita mulai saja mencoba gaun pengantinnya. Mereka sedang dalam perjalanan menjemput si kembar sekarang!” ujar Zhia yang memberitahu Rayden apa yang dikatakan mamah Julia melalui telepon tadi.


Kemudian dia pun beranjak dari posisi duduknya berjalan menghampiri deretan gaun pengantin yang terpajang dengan indah disana. Zhia hanya bias menatap heran dengan tingkah suaminya itu.


“Tuan Xavier, bagaimana dengan gaun penganti yang ini! Ini merupakan gaun pengantin yang paling populer saat ini, menampilkan bentuk tubuh dan bagian bahu sang mempelai wanita. Sehingga semakin terlihat menawan didepan semua tamu undangan!”


Sang pemilik butik itu sendiri yang melayani keluarga paling terpandang itu yaitu keluarga Xavier.


Tanpa ragu dan penuh rasa bangga pemilik butik itu merekomendasikan sebuah gaun yang cukup terbuka terutama dibagian depannya, sehingga bisa menampilkan belahan dada sang pemakainnya.


“Kau sudah gila ‘yah? Kau pikir aku ingin memamerkan bentuk tubuh istriku dihadapan pria lain. Didepan wanita saja aku tidak akan pernah membiarkannya.” sahut Rayden yang terlihat jelas bahwa dia tidak suka dengan gaun pengantin yang direkomendasikan oleh sang pemilik butik tersebut.


"Ma-maaf, Tuan!" Hanya kata itu yang kelaur dari mulut sang pemilik butik


“Bagaimana dengan gaun pengantin yang ini, Tuan? Bagian depannya sangat tertutup dan sepertinya terlihat sangat cocok untuk Nyonya muda!”


Meskipun sedikit merasa takut atas reaksi Rayden barusan, sang pemilik butik masih saja berusaha merekomendasikan gaun pengantin yang lainnya.


Kali ini bagian depan dan bahu gaun pengantin tersebut memang tidak terbuka, tapi bagian belakangnya sangat mengekspos punggung pemakainya dengan sempurna.


“Kau ingin Zhia-ku memakai gaun seperti ini di pesta resepsinya?”

__ADS_1


Rayden benar-benar merasa geram dengan semua gaun rekomendasi dari sang pemilik toko yang jauh dari standart yang diinginkan oleh Rayden.


“Maafkan saya, Tuan! Saya sudah lancang dengan tidak bias memahami apa yang menjadi keinginan anda dan Nyonya muda!”


Pemilik butik itu segera membungkukkan tubuhnya sembari meminta maaf pada Rayden dan juga Zhia.


“Pilihkan semua gaun yang tertutup dan yang paling mewah di butik ini! Aku akan memilihnya sendiri!” perintah Rayden dengan ekspresi dinginnya yang terlihat menakutkan dimata semua orang yang berada disana.


“Ba-baik, Tuan!” sahut sang pemilik butik itu.


Dengan langkah cepat sang pemilik butik pun segera menyuruh anak buahnya untuk mengambilkan gaun pengantin seperti yang diminta oleh Rayden.


“Ray, kenapa kau pemilih sekali? Bukankah gaun pengantia yang mereka rekomendasikan sangat bagus, tapi kenapa kau tidak menyukainya?” tanya Zhia yang menatap suaminya dengan tatapan bingung.


Sepertinya apa yang dikatakan oleh mamah Julia memang benar, Rayden sangat pemilih dan juga cukup posesif.


“Tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku akan memilih dirimu dari sekian banyaknya wanita cantik yang berada disekelilingku!” ujar Rayden dengan penuh percaya diri.


“Kau tadi sedang memuji diriku ‘kan, Ray?” ujar Zhia memastikan, karena sepertinya dia sedang salah mengartikan perkataan Rayden yangb barusan.


“Tentu saja, sayang! Kalua bukan kamu siapa lagi yang menjadi istriku disini!” sahut Rayden yang segera menghampiri Zhia dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Zhia yang duduk santai di sofa.


“Tapi kenapa aku lebih merasa kau sedang menyindirku, bukan memujiku?” ujar Zhia dengan tatapan penuh menyelidik pada Rayden.


Bersambung...........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌

__ADS_1


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2