Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Iblis Neraka Vs Dewa Kematian


__ADS_3

“Aku hanya bilang bahwa jika mereka kita pergi berdua saja, maka mereka akan mendapatkan 6 baby boy seperti yang mereka harapkan selama ini. Karena itulah Luca dan Lucia langsung menyetujuinya. Bagaimana menurutmu caraku membujuk mereka berhasil ‘kan? Hehee,…..” jelas Rayden yang tersenyum bangga dengan dirinya sendiri.


“APA!?! KAU SUDAH GILA ‘YAH?” bentak Zhia yang sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu barusan.


“Bagaimana mungkin aku bisa mengandung 6 bayi sekaligus, mengandung Luca Dan Lucia saja sudah sangat bersyukur karena aku bisa melewatinya walau harus sangat bersusah payah! Dan kau menjanjikan 6 adik laki-laki pada mereka. Waahh,…Ray, kau benar-benar ingin membunuh istrimu ini ‘yah?”cecar Zhia dengan penuh emosi pada Rayden.


“Waahh,…Sepertinya Tuan muda sedang ingin membuat masalah dengan Nyonya muda! Sudahlah lebih baik aku berdiam diri di sini daripada nanti terlibat dan menjadi sasaran pelampiasan kemarahan mereka, lebih baik tidur disini!” gumam Will yang hanya mendengarkan pertengakaran sepasangan pengantin baru itu.


“Sayang, tenanglah! Kau kita bisa menyicilnya satu persatu, nanti setelah kembali aku akan membicarakannya lagi pada Luca dan Lucia!” bujuk Rayden malah membuat Zhia semakin marah dan emosi saja.


“Nyicil kau bilang, Ray! Kau memang benar-benar ‘yah! Kau pikir mengandung dan melahirkan bayi itu sama seperti kau sedang membayar hutang yang bisa kau cicil dengan mudahnya, Hah?”


Zhia semakin dibuat berang dengan perkataan dan kelakuan Rayden. Bukannya merasa bersalah, Rayden malah menertawakan ekspresi marah Zhia yang menurutnya terlihat manis dan menggemaskan.


“Aku tahu, Zhi! Aku tadi hanya bercanda saja. Jangan khawatir, mereka memang menginginkan adik tapi kalau mamahnya belum bisa mana mungkin mereka akan tetap memaksamu, bukan?” ujar Rayden yang berusaha menenangkan Zhia yang sudah terlanjur emosi itu.


Benar saja, amarah Zhia perlahan mulai mereda mendengar setiap penuturan Rayden.


“Kau pasti lebih tahu sifat si kembar, bukan? Jadi jangan dipikirkan soal 6 baby boy tadi, mereka hanya ingin membuat dan melihat mamahnya bahagia saja!” lanjut Rayden lagi yang meraih tubuh Zhia kedalam pelukkan hangatnya.


“Jangan bercanda seperti itu lagi! Aku tidak suka!”ujar Zhia dengan lirih.


“Iya, sayang! Istirahatlah, perjalanan kita masih cukup lama hingga sampai ketempat tujuan!” pinta Rayden seraya membelai rambut Zhia dengan lembut.


Zhia pun mengerti, perlahan dia mulai memejamkan matanya seraya bersandar pada bahu kekar suaminya yang sangat tampan itu.


Sebelum ikut tertidur, Rayden mengecup kening istrinya dengan lembut. Suasana tenang dan nyaman sangat terasa didalam pesawat dengan nama Xavier Airplane itu.


...****************...


Berbeda dengan suasana yang berada di wilayah peerbatasan kekuassaan antar klan mafia.


Sesampainya Levi di wilayah perbatasan itu, beberapa bangunan sudah hancur dan juga api menyala dimana-mana.


Ada banyak mayat yang dengan di evakuasi satu persatu oleh anggota klan yang lain.


Levi segera masuk kedalam markas yang belum dikuasai oleh klan Tiger Dark, dia menemui pemimpin yang ditugaskan untuk memimpin anggota klan yang berada diwilayah perbatasan.


“Tuan Levi, anda sudah tiba rupanya?” sapa orang bernama Teo yang menjadi pemimpin anggota klan di wilayah perbatasan.


Teo segera membungkuk memberi hormat sebagai tanda penyambutan atas kedatangan Levi sang tangan kanan Boss besarnya.


“Bagaimana situasinya disini?” tanya Levi yang tidak suka berbasa-basi, apalagi setelah melihat situasi diluar yang semakin memburuk.


“Sangat kacau, Tuan! Sebagian wilayah kekuasaan di perbatasan telah dikuasai oleh klan Tiger Dark. Dan banyak anggota klan kita yang telah gugur untuk mempertahankan markas yang berada disini, Tuan!”

__ADS_1


Teo menjelaskan situasi yang telah terjadi di wilayah kepemimpinannya itu secara singkat dan padat.


“Haaahh,….Sepertinya situasinya sudah sangat rumit disini? Apa kau tahu siapa yang memimpin peneyrang dari klan musuh?”


Mendengar situasinya yang sangat kacau Levi sedikit menghela nafas dengan berat, dia pun mencoba mencari tahu siapa target utamanya dalam penyerangan kali ini.


“Itu Tuan kalau tidak salah namanya Donjay! Banyak yang mengatakan kalau si Donjay itu ketua klan mereka yang baru!” ujar Teo yang terlihat tidak yakin saat menyebutkan nama dari pemimpin musuhnya.


“Donjay?” seru Levi bingung dengan nama yang disebutkan Teo barusan.


“Tuan, bukan Donjay namanya tapi Jaydon!”


Seorang anak buah Teo memberitahukan bahwa dia telah salah menyebut nama dan memberitahu nama yang benar.


“Jaydon? Jadi dia disini, orang yang selama ini aku cari!” gumam Levi dengan seringai diwajahnya yang terlihat menakutkan.


“ Kumpulkan semua anggota kita yang tersisa! Kita akan merebut kembali wilayah yang dari awal milik kita dan juga menangkap iblis itu!” Perintah Levi pada Teo dan juga anggota klan yang lainnya.


“Tapi, Tuan! Jumlah kita kalah banyak dengan mereka, saya tidak yakin kita bisa merebut wilayah itu lagi!” ujar Teo mencoba memberitahu Levi bahwa mereka kalah jumlah dalam pasukkan.


“Hay, kau lupa siapa aku? Selama ada Zaen Levi kita pasti akan menang, ingat itu dengan baik!” ujar Levi yang menekankan bahwa mereka bisa melakukannya dengan yakin.


“Baik, Tuan! Saya akan segera menyuruh yang lainnya untuk bersiap sekarang juga.” sahut Teo yang tidak mungkin membantahnya lagi.


Sesuai yang diminta oleh Levi, Teo pun menyiapkan seluruh anggotanya yang tersisa untuk menyerang balik dibawah kepemimpinan Levi sang dewa kematian langsung.


Setelah persiapan selesai Levi pun memberikan strategi baru sebelum memulai pertarungan mereka, dia menempatkan beberapa orang sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Saat ini Levi dan pasukkannya sudah saling berhadapan dengan pasukan klan Tiger Dark yang memang benar di pimpin langsung oleh Jaydon.


Levi dan Jaydon saling menatap seakan sedang mencoba menilai kemampuan masing-masing lawannya.


“Heh, Bocah yang tidak mengenal takut! Kau pasti akan mati ditanganku malam ini, Zaen Levi!” ujar Jaydon yang menyakini bahwa pasukkannya kan menang dengan telak, setelah melihat pasukan Levi yang kalah jumlah dengan pasukkan miliknya.


“Terlihat jelas kau meremehkanku! Tapi aku tidak peduli akan hal itu, karena kini sudah waktunya berburu. Dan seorang Zaen Levi hanya khusus memburu kepalamu itu, Jaydon Carson!” ujar Levi mengeluarkan seringainya.


Jika sudah berada di medan pertempuran seperti ini, sosok manis Levi tidak akan terlihat sedikitpun.


Hanya akan menampakkan sosoknya yang menyeramkan bagaikan dewa kematian yang akan membunuh setiap musuhnya yang dia temui.


“Semuanya serang sekarang!” seru Levi pada seluruh pasukkannya.


Tapi bukannya maju menyerang, Levi dan yang lainnya malah langsung tiarap yang membuat para musuhnya menjadi kebingungan sendiri melihat aksi itu begitu juga dengan Jaydon yang berdiri di barisan paling depan.


Tak lama kemudian terdengar suara tembakan senjata api yang terdengar disegala penjuru.

__ADS_1


Satu persatu pasukan Jaydon yang berada dibarisan paling depan mulai berjatuhan, mereka terkena tembakan yang entah berasal dari mana sumbernya.


Melihat serangan yang tidak terduga itu, Jaydon dan para anak buahnya segera berlarian mencari tempat untuk berlindung.


Inilah salah satu strategi Levi dalam pertarungan kali ini, dia kembali membagi pasukan menjadi beberapa kelompok.


Kelompok pertama adalah kelompok yang berdiri di barisan pertama Bersama dengan dirinya sebagai umpan.


Kemudian, kelompok kedua yaitu kelompok penembak jitu yang sudah dia siapkan dibeberapa tempat.


Levi memberikan senjata api dengan jenis Accuracy International AS50 dan Tracking Point Guns yang merupakan salah satu senapan jarak jauh paling berbahaya, karena mampu membuat kalkulasi tembakan yang akurat serta efektif dan dapat mengenai sasaran berjarak 1.500 meter.


Strategi ini juga bisa mengamankan setiap anggota yang sedang terpojok, sehingga pihak mereka tidak akan terlalu banyak memakan korban lagi.


Begitu pasukan klan musuh terporak pondakan akibat serangan jarak jauh itu, Levi dan lainnya pun segera maju.


Sekarang giliran Levi serta yang lainnya yang menyerang langsung, tujuan utama Levi adalah Jaydon. Jadi, Levi membunuh setiap musuh yang ditemuinya dengan mudahnya seperti dia sedang membunuh seekor nyamuk.


Meskipun tangannya terluka karena menolong Lucia sebelum datang ke wilayah perbatasan, tapi hal itu tidak bisa menghambat kemampuannya sedikitpun.


“Hay, iblis neraka keluarlah! Dewa kematianmu sudah datang sekarang. Apa kau akan bersembunyi terus dariku? Hahahaa,…Dasar iblis gak guna!”


Levi terus berteriak-teriak memprovokasi Jaydon untuk menghadapainya secara langsung.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2