Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Keberadaan Liam


__ADS_3

Disisi lain, Levi dan beberapa anak buahnya sedang melaksanakan perintah Tuannya yaitu mencari tahu keberadaan Grace dan juga pria yang bernama Liam.


Sementara untuk menangkap mata-mata didalam klan, Levi telah memasang sebuah umpan. Hanya tinggal menunggu orang itu memakan umpannya, maka sudah bisa diketahui siapa mata-mata diantara mereka.


Sedangkan untuk mencari tahu keberadaan Grace ternyata sangat sulit, kemungkinan karena ada campur tangan dari klan Tiger Dark sehingga persembunyian wanita itu sangat sulit untuk dicari jejaknya.


Berbeda dengan Liam yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan klan Tiger Dark, dia hanya bisa bersembunyi dari gorong-gorong ketempat tidak berpenghuni yang lainnya.


Bisa dikatakan Liam sudah bagaikan hantu yang hanya akan ada di tempat-tempat gelap dan jauh dari keramaian.


Karena Liam pada dasarnya hanya melampiaskan amarahnya atas kehancuran dirinya sendiri kepada Zhia.


Liam ingin membunuh Zhia hanya karena dia tidak terima kalau Zhia sekarang sudah menjadai wanita yang sangat berbeda dari yang dulu sewaktu dia menolak menolaknya dengan kasar didepan semua orang.


Bahkan sekarang Zhia menjadi Nyonya muda Xavier, posisi yang sangat di impikan oleh semua wanita. Sedangkan hidup Liam hancur tanpa tersisa sedikitpun.


Levi beserta anak buahnya sekarang sedang berada di area pabrik tua yang kosong. Karena menurut informasi dari hasil pencarian anak buahnya, Liam terlihat disekitar area itu.


“Apa kalian yakin dia ada disini?” tanya Levi pada anak buahnya yang tadi memberikan laporan tentang keberadaan Liam.


“Benar, Boss! Aku sudah mengamati area ini sejak pagi dan melihat ada seseorang didalam bangunan itu.” Sang anak buah pun melaporkan semuanya yang dia lihat.


“Baiklah! Ayo, kita pastikan sekarang!” ujar Levi pada seluruh anak buah yang dibawanya.


“Kalian segera kepung bangunan itu dan cari orang itu sampai ketemu!”


Levi pun segera memerintahkan anak buahnya untuk berpencar dai segala arah untuk mencari keberadaan Liam yang terlihat di pabrik tua itu.


“Baik, Boss!” sahut seluruh anak buahnya yang langsung saja bergerak sesuai arahan yang ditunjukan oleh Levi.


“Jika kau memang berada disini! Akan aku pastikan kau tidak bisa lolos dari cengkramanku!” gumam Levi dengan aura membunuhnya yang sudah mulai keluar.


Levi pun ikut mencari sendiri keberadaan Liam didalam bangunan tua yang sudah hampir roboh itu. Didalam gelapnya malam sorot lampu senter terus terlihat di area bangunan kosong itu.


“Sial! Mereka semua pasti orang-orangnya suruhan si Ceo gila itu. Bagaimana kalau mereka sampai menemukan aku disini.” gumam Liam yang ternyata sudah terjebak didalam bangunan tua itu.


Saat ini Liam tengah bersembunyi didalam lubang kecil yang berada dibawah meja kerja. Beruntung juga nasib Liam pada saat itu, karena tanpa sengaja menemukan sebuah lubang yang bisa dikatakan tempat yang akan digunakan sebagai ruang bawah yang tidak selesai pengerjaaannya.


“Cari dengan benar! Pastikan kalian mencarinya disetiap sudut bangunan ini. Apapun yang terjadi kalian harus menemukannya!” Jelas terdengar bahwa itu suara Levi yang sudah berada didalam bangunan itu.


“Baik, Boss!” sahut semua anak buahnya yang mendengarnya.


“Sialan kau, Zhia! Aku pasti akan membunuhmu dan kedua anak kembarmu itu. Jika pun aku mati, aku harus membawa kalian semua ke neraka!” batin Liam yang semakin dipenuhi dengan dendam pada Zhia.


Cukup lama Levi dan anak buahnya memeriksa setiap sudut bangunan itu. Akan tetapi, mereka tidak menemukan keberadaan Liam yang sedang bersembunyi disana.


Mereka yang sudah berulang kali memeriksa bangunan itu tapi tidak menemukan apapun, akhirnya berkumpul dan melaporkannya pada Levi. Mereka berkumpul tepat diruangan dimana Liam sedang bersembunyi sekarang.

__ADS_1


“Boss, kami sudah memeriksa setiap sudut bangunan ini tetapi kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan orang itu disini!” Lapor salah satu anak buah Levi mewakili teman-temannya yang lain.


“Kalian yakin tidak menemukan petunjuk apapun disini?” ujar Levi memastikan.


“Iya, Boss! Kami sudah berulang kali memeriksanya tapi tidak menemukannya.” sahut anak buah yang lainnya.


“Apa kalian juga sudah memastikan tidak ada ruang rahasia di dalam bangunan ini?”


Meskipun Levi juga sudah memeriksanya sendiri, tetapi hatinya masih merasa ada yang janggal.


“Kami sudah memeriksa secara keseluruhan pada bangunan ini dan tidak menemukan adanya ruang rahasia disini!” sahut anak buahnya lagi.


“Bagaimana dengan didalam lemari, dibawah meja dan di dalam loker? Sudah kalian periksa dengan benar?”


Benar-benar seorang Levi sangat teliti dalam melaksanakan tugasnya. Apalagi dia telah melakukan kesalahan, karena menyepelekan hal yang paling mendasar sampai dia tidak menyadari ada mata-mata didalam klan.


Karena itulah, Levi belajar untuk menjadi lebih teliti lagi dalam melakukan tugasnya agar tidak melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya.


“Kami sudah memeriksanya, Boss!” sahut anak buahnya.


“Boss! Boss, saya menemukan jejak kaki pria di pintu belakang! Sepertinya orangnya telah kabur sebelum kita sampai disini! Karena dilihat dari jejaknya, itu mengarah keluar Boss!”


Salah satu anak buah Levi yang baru saja datang langsung melapor.


“Pantas saja, kita tidak menemukan apapun disini!” gumam Levi pada dirinya sendiri.


Perintah Levi pada anak buahnya, karena sepertinya percuma saja mereka terus melanjutkan pencariannya disana.


“Baik, Boss!”


Satu persatu anak buah Levi pun meninggalkan bangunan tua itu, sementara Levi masih berada disana sesekali memeriksa lagi.


“Benar! Pergi saja kalian, karena sampai kapan pun kalian tidak akan berhasil menemukan diriku yang bersembunyi disini!” batin Liam yang merasa lega begitu mendengar suara langkah kaki orang-orang itu semakin menjauh dari tempat persembunyiannya.


“Astaga!” pekik Liam lirih saat cahaya senter mengarah pada tempat persembunyiannya.


Ternyata cahaya senter itu berasal dari senter yang dipegang oleh Levi. Terdengar suara langkah kaki Levi semakin mendekat kearah persembunyian Liam sekarang.


“Aaahhh,….Ternyata hanya seekor tikus!” gumam Levi yang hanya menemukan seekor tikus yang tiba-tiba muncul dari laci meja kerja yang sudah dipenuhi debu itu.


“Sudahlah, lebih baik aku ikut kembali juga! Sebelum ada setan yang tiba-tiba muncul disini. Iiihhh,…..Serem kali!”


Bulu kuduk Levi langsung berdiri , hal yang paling dibenci oleh Levi hanya dua yaitu Cinta dan Hantu. Levi yang pikirannya sudah dipenuhi tentang kata ‘Hantu’ segera mengambil langkah seribu untuk meninggalkan tempat itu.


“Syukurlah, mereka tidak menemukanku disini!”


Akhirnya, Liam bisa bernafas dengan lega juga setelah tadi jantunganya hampir berhenti berdetak oleh kedatangan Levi.

__ADS_1


Dengan susah Liam berhasil memindahkan meja yang tadi menutupi tempat persembunyiannya tadi. Liam pun menatap kepergian Levi beserta para anak buahnya melalui celah jendela kaca bangunan itu.


“Kali ini aku beruntung bisa menghindari mereka! Karena itulah aku harus segera menghancurkan Zhia!” Liam berbicara pada dirinya sendiri.


Brukkk,…………


“Astaga!?!”


Sebuah suara dari benda jatuh terdengar sangat keras dan jelas tepat dibelakang Liam, hingga membuat dia langsung melompat karena saking kagetnya.


“Apa itu barusan?”


Liam terus bergumam pada dirinya sendiri, karena memang tidak ada orang lain selain dirinya disana.


“Apa benar disini ada hantunya?”


Begitu kata hantu terucap dari mulutnya, seketika itu juga bulu kuduk Liam langsung berdiri. Pikirannya sudah dipenuhi dengan gambaran sosok hantu yang sangat menyeramkan seperti yang pernah lihat di film.


Brukk,….Brukkk,……


Suara benda berjatuhan kembali terdengar hingga Liam semakin merasa ketakutan, bahkan keringat dinginnya sudah mulai keluar dari tubuhnya.


“Pe-permisi, Tuan hantu dan Nyonya hantu! Sa-saya numpang tidur disini ‘yah, Tuan dan Nyonya hantu! Kasihanilah saya yang sudah tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Saya janji tidak akan mengganggu Tuan dan Nyonya hantu! Kita jadi teman ‘yah, Tuan dan Nyonya hantu!”


Liam terus memohon bahkan sampai bersujud pada sesuatu yang tidak terlihat dan tidak berwujud itu.


Padahal benda-benda yang tadi jatuh hanya karena memang sudah termakan usia dan terkena terpaan angin saja. Akan tetapi, sudah berhasil membuat Liam ketakutan setengah mati.


Bersambung.....................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌

__ADS_1


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2