Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Piknik!


__ADS_3

Akhir pekan yang ditunggu-tunggu oleh Will pun akhirnya datang juga. Semenjak dini hari, Will sudah sangat sibuk mempersiapkan semua yang dia butuhkan untuk kencan perdananya dengan Alea.


Meskipun Alea mungkin tidak berpikir bahwa ini bukan sebuah kencan, tapi Will tidak memperdulikan hal itu.


Will bahkan mengeluarkan semua isi didalam lemarinya hanya untuk memastikan penampilannya bisa sedikit terasa berbeda dari sebelumnya, setidaknya Will ingin Alea sedikit terpikat dengan melihat sisinya yang lain.


Will juga menyiapkan berbagai bekal, camilan dan minuman buatannya sendiri khusus untuk Alea.


Will sudah membayangkan sebuah piknik yang sangat romantis, bahkan kalau waktunya tepat dia juga ingin menyatakan perasaan pada saat itu juga pada Alea.


Setelah persiapan yang begitu heboh selesai Will kerjakan, dia pun segera menjemput Alea dirumahnya.


Penampilan Will terlihat sangat berbeda dari biasanya, Will tidak lagi memakai setelan jas kerjanya tapi dia memilih pakaian yang lebih kasual dan juga nyaman tanpa mengurangi ketampanannya.


Tok,…Tokk,….Tokkk,….


Will pun mengetuk pintu rumah Alea dengan hati yang terus berdebar tak menentu. Namun, tidak ada satu pun jawaban dari dalam sana.


Hingga Will berniat ingin mengetuknya kembali, wanita pujaannya tiba-tiba muncul dari balik pintu itu dengn senyuman manisnya.


Will seketika terkesima melihat penampilan Alea yang terlihat sangat cantik khusus hari ini.


Alea mengenakan sebuah dress panjang selutut berwarna merah muda dengan motif bunga-bunga kecil membuatnya terlihat bagaikan bidadari.


Apalagi rambut panjangnya di urai dan make up-nya begitu natural menambah kesan kecantikan dari seorang Alea.


“Maaf, anda sudah menunggu lama ‘yah?”


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Alea bahkan tidak masuk kedalam telinga Will, dia masih saja mematung menatap wanita pujaannya.


“Tuan Will?”


Suara panggilan dari Alea yang terdengar cukup keras, kini dapat menyadarkan Will dari rasa terkesima dan terpesonanya pada Alea.


“Hah? Apa yang kau katakan tadi?” seru Will dengan tampang bodohnya yang malah membuat Alea tertawa lepas.


“Hahahaaa,… Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi. Kita pergi sekarang?” tanya Alea yang mengalaihkan pembicaraan, sebab dia tidak sadar akan tertawa seperti saat melihat Will.


“Ouh,… Ayo, silahkan masuk ke mobil,” sahut Will yang dengan cepat langsung menuju kemobilnya dan membukakan pintu untuk Alea.


Jangan baper dulu, ini cuma kebiasaan Will saja yang selalu membukakan mobil untuk Tuannya saat sedang bekerja ataupun berpergian.


“Manisnya!” gumam Alea seraya terus tersenyum.


Mereka pun langsung saja menuju ketempat yang dimaksud oleh Will. Selama perjalanan mereka saling bercerita mengenai pekerjaan masing-masing yang kemudian berlanjut menjadi kisah hidup mereka yang paling berkesan selama ini.

__ADS_1


Perjalanan cukup jauh, dilihat dari banyaknya mereka bercerita sepanjang jalan. Hingga akhirnya kini mereka telah sampai disebuah padang bunga yang sangat indah.


Betapa bahagianya Alea mengetahui bahwa tempat tujuan mereka adalah sebuah taman bunga yang begitu indah, bahkan dia tidak menyangka kalau Will sudah menyiapkan semuanya dengan begitu sempurna.


Sebuah piknik yang indah untuk awal hubungan mereka yang tidak pernah diduga. Mungkin jika dipikirkan lagi, hubungan antara Will dan Alea memang berasal dari buket bunga pengantin dipernikahan Zhia dan Rayden.


Ngomong-ngomong mengenai Zhia dan Rayden, mereka juga tengah melakukan sebuah piknik ditepi pantai dengan ssi kembar kesayangan mereka.


Luca dan Lucia tengah asyik bermain istana pasir dan sesekali berlarian mengejar ombak yang berada ditepi pantai.


Pada akhirnya Luca bisa mengatasi trauma terbesarnya dnegan bantuan orang-orang yang mencintainya.


Kini Luca bahkan terlihat lebih bahagia, sehingga Zhia dan Rayden pun juga ikut bahagia.


Terlihat Rayden sangat menikmati liburannya saat ini, tidak ada pekerjaan kantor yang menumpuk, masalah klan atau pun hal-hal yang membuatnya sibuk sepanjang hari.


Sekarang hanya ada hari, dimana dia tiduran santai dipangkuan Zhia.


“Ray, kapan kita akan kembali?” tanya Zhia sembari membelai lembut rambut Rayden.


“Kenapa kau tidak suka berada disini?” Bukannya menjawabnya, Rayden malah bertanya balik.


“Bukan begitu, Ray! Aku suka berada disini, dimana aku dan kamu mempunyai banyak bersama-sama dengan anak-anak kita. Tapi kita tidak bisa egois, kau masih punya banyak tanggung jawab, bukan? Dan aku juga ingin Luca dan Lucia bisa merayakan ulang tahunnya bersama dengan yang lainnya.”


Selama ini Luca dan Lucia hanya merayakan ulang tahun bertiga saja dengannya, sesekali ada Evan dan Jayden yang datang untuk memberi hadiah dan sekalian merayakan bersama.


Tapi kini semuanya telah berbeda, karena itulah Zhia ingin merubah semuanya sehingga Luca tidak mengingat kenangan buruknya lagi.


Rayden pun seketika terdiam, Luca dan Lucia memang anak kandungnya. Akan tetapi, sampai sekarang dia tidak tahu kapan kedua anak kembarnya itu lahir dan bagaimana mereka merayakan ulang tahunnya tanpa seorang ayah.


“Kapan kau melahirkan mereka? Tidak, maksudku kapan tanggal ulang tahun Luca dan Lucia?” tanya Rayden dengan tatapan sedihnya.


“14 Desember 2014, aku melahirkan mereka! Kau tidak perlu merasa bersalah lagi, saat itu kau dan aku tidak tahu satu sama lain. Jadi, jangan merasa bersalah karena tidak tahu apapun tentang mereka. Mulai sekarang kau akan tahu segala dan melihat mereka tumbuh semakin besar setiap harinya,” ujar Zhia yang menyadari bahwa Rayden menyalahkan dirinya lagi.


“Kita akan kembali sebelum tanggal itu! Aku juga akan meminta mamah, papah serta Will dan yang lainnya untuk menyiapkan sebuah pesta ulang tahun yang tidak akan pernah mereka lupakan.”


Benar yang dikatakan Zhia, tidak ada gunanya dia terus menyesali yang telah terjadi dengan menyalahkan dirinya sendiri.


Sekarang waktunya Rayden memberikan segalanya yang dulu tidak bisa dia berikan kepada anak-anaknya, dia harus memperbaiki semuanya secara perlahan.


“Tentu saja, kau memang papah yang terbaik! Kau sudah mengetahui masing-masing kesukaan mereka, bukan? Kau pasti bisa melakukannya, karena aku percaya padamu!”


Zhia tersenyum bahagia melihat betapa semangatnya Rayden.


“Lalu bagaimana dengan hadiahku? Apa kau tidak tahu bahwa aku juga lahir ditanggal yang sama dengan mereka?”

__ADS_1


Pernyataan yang dilontarkan Rayden membuat kedua bola mata Zhia seketika membulat dengan sempurna.


Benar saja, Zhia juga tidak tahu apapun mengenai pria yang sudah berstatus suaminya ini. Bahkan tanggal lahirnya pun dia tidak tahu sama sekali.


“Kau yakin hari ulang tahunmu sama dengan Luca dan Luci?”


Zhia mencoba memastikan berharap bahwa Rayden hanya ingin bercanda dan menggodanya saja.


“Tentu saja, kalau tidak percaya lihat sendiri kartu identitasku ini.”


Rayden pun mengambil kartu identitasnya dari dompetnya dan memberikannya pada Zhia untuk memastikannya sendiri.


Dan benar saja, disana memang tertulis tanggal dan bulan yang sama dengan si kembar hanya saja tahunnya yang berbeda.


“Ini benarkah? Kau tidak memalsukannya?”


Zhia masih saja tidak mempercayainya sama sekali.


“Papah, cepat kemari!” seru Luca yang mengajak papahnya untuk membantunya membangun istana pasir.


“Iya, sayang! Sebentar papah akan kesana,” sahut Rayden dengan senyuman manisnya.


“CEPATLAH, PAH!” Luca pun berseru kembali, karena merasa tidak sabaran.


“Kau harus menyiapkan hadiah yang special dihari ulang tahunku ‘loh, sayang!” bisik Rayden pada Zhia, sebelum berlari menghampiri kedua anak kembarnya yang sudah tidak sabaran itu.


“Hah? Bagaimana mungkin ini terjadi? Kenapa anak-anakku semuanya mirip dengan papahnya? Wajahnya, otaknya, kemampuannya bahkan sampai tanggal lahirnya. Lalu apa yang tersisa untukku?” gumam Zhia yang tidak mempercayainya, dia terus menatap kartu identitas milik Rayden yang masih berada ditangannya.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2