
“Kak! Bukankah ini paman Evan?” seru Lucia sembari menunjuk sosok Evan yang berada direkaman cctv dengan menggunakan tangan mungilnya.
“Iya, benar! Itu paman Evan.” sahut Luca yang sama terkejutnya dengan sang adik. Karena dalam cctv itu terlihat jelas bahwa Evan mengetahui mamah mereka sedang dikepung orang-orang jahat.
Akan tetapi, Evan malah hanya diam sembari menikmati pemandangan itu dengan santainya.
Luca mencoba memperjelas semuanya, dia menggabungkan rekaman cctv itu dengan rekaman cctv yang sebelumnya.
Benar saja, Evan memang berada sangat dekat dengan Zhia tapi Evan tetap diam saat melihat orang-orang itu semakin memojokkan Zhia disana.
Meskipun pada akhirnya, Evan menolang Zhia yang sudah hampir terbunuh oleh orang yang mengenakan jaket berhoodie itu.
“Kenapa paman diam saja melihat mamah yang dikelilingi oleh penjahat, Kak?”
Lucia pun tidak habis pikir saat melihat isi rekaman itu. Sedangkan Luca masih terdiam seakan sedang memikirkan sesuatu.
“Kak, kenapa paman Evan tidak langsung menolong mamah?”
Lucia meminta penjelasan pada sang kakak yang juga tidak mengetahui alasannya.
“Kak Luca juga tidak tahu, Luci!” sahut Luca dengan kesal, karena Lucia terus saja bertanya hingga mengganggu konsentrasinya.
“Apa karena ini papah jadi menyelidiki tentang Paman Evan dan Paman Jay?” seru Lucia yang teringat dengan beberapa berkas yang sempat dibaca tadi pagi.
“Kau benar, Luci! Tapi apa papah menemukan sesuatu didalam semua berkas itu?” ujar Luca yang teringat bahwa Lucia berhasil membaca semua isi berkas yan ada didalam ruang rahasia milik papahnya.
Namun, Lucia segera menggelengkan kepalanya pertanda tidak ada data yang terlihat mencurigakan tentang paman Evan dan paman Jay. Luca dan Lucia pun menjadi bingung sendiri.
Disisi lain, mereka masih percaya bahwa Evan adalah pria yang baik. Semua yang dilakukan Evan pada mamahnya dan juga mereka selama ini benar-benar sangat tulus.
Namun, disatu sisi yang lain. Si kembar juga mulai merasa keraguan pada sosok paman Evan yang mulai terlihat berubah.
Contohnya, pada rekaman cctv itu. Jika dia masih paman Evan yang dulu, maka sebelum mamahnya terluka Evan akan segera berlari untuk menyelamatkannya.
Akan tetapi, paman Evan yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu. Tatapan matanya berbeda, bahkan terlihat seperti orang lain dimata mereka.
Luca dan Lucia sejenak salin terdiam, mereka hanya saling melempar pandangan satu sama lain. Hingga Lucia menyuarakan sebuah ide “Kak! Bagaimana kalau kak Luca coba meretas data milik paman Evan lagi atau perusahaanya seperti biasanya?”
“Papah sudah pernah meretasnya dan hasilnya tidak ada! Lalu bagaimana bisa aku menemukannya, kalau papah saja juga gagal!” sahut Luca yang sudah dapat menebak hasilnya sebelum memulai.
“Yahhhh,…..Berarti tidak ada jalan lain ‘dong! Padahal Luci ingin bantu papah menangkap orang berniat menyakiti mamah!”
Lucia merasa kecewa karena pada akhirnya mereka juga menemukan sebuah kendala didalam penyelidikan mereka sendiri.
“Tapi,….!”
Luca terlihat sedikit ragu untuk mengatakannya.
“Tapi apa, kak? Apakah masih ada cara lain untuk kita memastikan tentang paman Evan dan paman Jay? Karena aku masih yakin paman Evan dan paman Jay adalah orang baik.” ujar Lucia yang melihat secercah harapan pada perkataan kakak kembarnya itu.
“Iyaa,…Sepertinya ada satu cara lagi yang bisa kita coba!” sahut Luca yang masih tidak yakin dengan apa yang sedang dipikirkannya saat ini.
__ADS_1
“Apa itu, kak?” tanya Lucia yang kembali berantusias.
“Caranya sama seperti saat kita mengunjungi perusahaan papah, tetapi cara itu lebih memerlukan waktu lama. Jadi kakak hanya bisa menggunakan cara ini! Menanamkan virus pada computer yang sering digunakan paman Evan.”
Luca pun menjelaskan apa yang sedang muncul diotaknya saat ini. Namun, Lucia masih tidak bisa mengerti maksud dari penjelasan kakaknya itu.
Mungkin karena dunia IT bukan hobi kesukaannya, makanya dia masih tidak bisa mengerti yang dimaksud oleh kakaknya.
“Memangnya Virus bisa ditaman ‘yah, kak? Apakah setelah ditaman akan tumbuh bunga dan buah, kak? Buahnya manis tidak, kak? Luci, jadi ingin mencoba menanamnya.” ujar Lucia dengan polosnya, saking polosnya membuat Luca sampai menepuk jidatnya sendiri menghadapi adik kembarnya itu.
“Astaga, Luci!” ujar Luca yang tidak mampu berkata apapun lagi menghadapi kepolosan adiknya yang satu ini.
“Hehehee,…. Luci hanya bercanda, kak!”
Lucia tak mampu menahan tawanya lagi. Mana mungkin seorang Lucia tidak mngerti mengenai hal-hal selalu diajarkan oleh kakak terbaiknya itu.
“Isssh,…..Luciaaaa!” seru Luca dengan tatapan kesalnya, sementara tangannya mencubit pipi adiknya yang chubby itu dengan gemasnya.
“Ampun, kak! Luci janji tidak akan bercanda lagi.”
Janji Lucia pada sang kakak. Luca pun segera menghentikan aksinya mencubit pipi adik manisnya itu.
“Bagaimana sekarang?” ujar Luca yang tidak yakin dengan rencananya sendiri.
“Kita coba saja rencana Kak Luca yang tadi!” sahut Lucia menyarankan.
“Tapi bagaimana kalau rencananya gagal? Apalagi kita tidak tahu paman Evan tinggal dimana?”
“Setidaknya kita sudah pernah mencobanya, kak!” sahut Lucia dengan santainya.
“Kita tanya mamah saja dimana paman Evan tinggal disini! Aku yakin mamah pasti mengetahuinya.”
Entah dari mana tiba-tiba pemikiran itu muncul di otak Lucia.
“Iya, kau benar! Mamah pasti tahu dimana paman Evan tinggal.”
Akhirnya secercah harapan muncul juga dalam rencana penyelidikan mereka.
“Luci sangat genius, bukan?” ujar Lucia membanggakan dirinya sendiri.
“Tentu saja, siapa dulu kakaknya! Luca sang genius!”
Tidak mau kalah dengan adiknya, Luca juga membanggakan dirinya sendiri.
“Papah yang lebih genius tahu, kak!” seru Lucia yang sangat mengidolakan sosok papahnya Rayden.
“Iya, iya,….. Kakak tahu! Sudah ayo kita pergi tidur sekarang!” sahut Luca sembari mematikan computer yang tadi dia gunakan.
“Apa besok kita sudah boleh pergi kesekolah, kak?” tanya Lucia yang sepertinya sudah sangat merindukan suasana sekolahnya.
“Entahlah, besok kita tanya papah sama mamah saja! Ayo, kita pergi tidur sekarang.”
__ADS_1
Luca pun mengajak adiknya keluar dari dalam kamarnya dan pergi menuju kekamar pribadi mamah dan papahnya. Begitu sampai didalam kamar itu, Luca dan Lucia langsung saja naik keatas ranjang.
Rayden dan Zhia yang tadinya sudah tertidur dikagetkan oleh kedua anak kembarnya yang sedang berusaha mencari posisi untuk tidur.
“Kalian berdua sedang apa disini?” tanya Rayden pada kedua anak kembarnya.
“Hehehee,…. Luci mau pergi tidurlah, Pah!” sahut Lucia dengan senyuman manisnya.
“Bukannya kalian sudah memutuskan untuk tidur dikamar masing-masing?” ujar Rayden dengan raut wajah tidak suka, karena kedua anak kembarnya itu akan mengganggu waktu berduanya dengan Zhia.
“Luci masih pengin tidur dengan papah dan mamah!” ujar Lucia yang langsung saja bergelayut manja pada papahnya.
“Tidak bisa! Ayo papah antarkan kalian ke kamar masing-masing!” ujar Rayden dengan cepat.
Sebeb dirinya masih ingin tidur sambil memeluk tubuh istrinya itu.
“Mamah, Luca sangat mengantuk!”
Luca tidak menghiraukan perkataan papahnya, dia segera memeluk mamahnya dan menutup matanya.
“Ray, sudahlah! Mungkin mereka masih ingin menghabiskan waktunya denganmu.” ujar Zhia yang membuat Rayden tidak bisa berkutik atau berkata apapun lagi.
Rayden hanya bisa mengalah pada keinginan anak kembarnya yang sebenarnya mengganggu waktu berduanya dengan Zhia.
“Papah, nyanyikan sebuah lagu pengantar tidur lagi untuk Luci!” pinta Lucia dengan wajah penuh harap.
“Baiklah, kali ini papah akan mengalah lagi pada kalian.”
Untuk kedua kalinya Rayden menyanyikan lagu berjudul Twinkle Twinkle Little Star. Zhia tersenyum saat mendengar Rayden menyanyi lagu itu, suara Rayden terdengar sedang kesal tapi demi putrinya dia tetap saja menyanyikan lagu pengantar tidur itu.
Pada akhirnya, waktu berdua Rayden dan Zhia digagalkan oleh kedua anak kembar mereka sendiri. Namun, setidaknya hubungan mereka berdua sudah jauh lebih dekat dari sebelumnya.
Bersambung...............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚