Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Klarifikasi Dari Pihak Rayden


__ADS_3

Pagi harinya, para pelayan disibukkan dengan tugas mereka masing-masing. Ada yang menyiapkan sarapan, membantu Zhia berdandan, membantu Luca dan Lucia bersiap belum lagi dengan Julia yang sedikit sensitive terhadap fashion jika ada acara khusus seperti itu.


Hanya Rayden dan Noland sajayang tidak terlalu sibuk dalam persiapan diri mereka. Akan tetapi, mereka disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing.


Rayden sibuk mengurusi urusan kantor dan juga klan mafianya, sementara papah Noland sibuk memeriksa persiapan konferensi persnya.


Disini Will ‘lah orang yang paling disibukkan, dia harus sibuk bolak balik antara Rayden dan Noland yang duduk berseberangan untuk melaporkan apa yang diminta oleh kedua Tuan besarnya itu.


“Will, bagaimana dengan tempatnya? Kau sudah mengamankannya, bukan?” tanya Noland yang membuat Will langsung menghampirinya untuk melapor.


“Iya, Tuan! Saya sudah menempatkan keamanan yang berlapis disana.” Will pun menjawabnya sesuai apa yang sudah dia pastikan.


“Will, kemarilah!” ujar Rayden yang memanggil nama Will tanpa menoleh sedikitpun.


“Iya, Tuan!” sahut Will yang kini beralih menghampiri Rayden.


“Apakah laporan ini sudah kamu kerjakan? Besok ada meeting yang sangat penting, tapi sepertinya aku belum memeriksa laporan yang ini.” Ujar Rayden sembari menunjukkan laporan yang dimaksud.


“Will, apa kau sudah pastikan wartawan mana saja yang diundang!”


Will bahkan belum menjawab pertanyaan dari Rayden, tetapi Noland sudah memanggilnya.


Begitulah yang dialami Will, sesaat sebelum konferensi pers itu akan dimulai.


“Papah! Kami berdua sudah siap!” seru Luca dan Lucia secara serentak.


Mereka terlihat begitu menggemaskan saat mengenakan pakaian yang warnanya senada dengan pakaian yang Rayden dan Noland kenakan sekarang yaitu berwarna Navi.


“Papah! Grandpa, Luci terlihat cantik tidak pakai gaun ini?” tanya Lucia dengan senyuman secerah matahari, dia memamerkan dressnya dengan manisnya.


“Tentu saja!” sahut Rayden dan Noland, tanpa sengaja mereka mengatakannya secara serentak.


“Dimana mamah dan Grandma?” tanya Rayden pada Lucia dan juga Luca yang baru saja turun itu.


“Itu mereka!”


Luca menunjuk kearah tangga, dimana dua bidadari cantik sedang turun dari khayangan yang membuat Rayden dan Noland terpesona begitu melihatnya.


“Uang memang segalanya, Pah! Lihatlah betapa cantiknya Zhia sekarang!” gumam Rayden tanpa sadar.


“Kau benar, Cano! Tapi maaf, istri papah sudah sangat cantik dari dulu!” sahut Noland yang seketika membuat Rayden langsung menatap kearahnya dengan kesal.


“Ray! Ada apa?”


Zhia memanggil Rayden dengan suara lembutnya.

__ADS_1


“Tidak, kau terlihat sangat cantik hari ini.”


Puji Rayden disertai senyuman manis diwajahnya.


“Makasih! Ayo, kita pergi sekarang.” Ujar Zhia yang menjadi tersipu malu karena pujian yang dilontarkan Rayden padanya.


Mereka semua pun langsung menuju ketempat konferensi pers dengan mobil masing-masing.


Sesampainya ditempat konferensi pers, mereka semua langsung disoroti oleh banyak kamera terutama pada Zhia dan si kembar.


Zhia dan si kembar hampir terkena serangan panik, jika saja Rayden, Papah Noland dan juga Mamah Julia tidak menggenggam tangan mereka dengan eratnya.


Mereka pun berjalan menuju ketempat yang sudah disediakan, cahaya kamera terus saja berkilatan bagaikan sambaran petir.


Ternyata Levi dan beberapa anak buahnya juga sudah berada disitu, mereka terus berjaga jika ada musuh yang berusaha menyerang secara terang-terangan didepan umum.


“Selamat pagi untuk semua rekan wartawan yang telah berkenan hadir dalam acara konferensi pers yang saya adakan ini.”


Noland membuka konferensi pers itu dengan menyapa semua wartawan yang hadir.


“Kalian semua pasti sudah dapat menebak untuk apa acara konferensi pers ini diadakan. Benar, kami mengadakan konferensi pers ini untuk mengklarifikasi perkataan dari Nona Grace Adenthe.”


Noland pun langsung memberi isyarat pada Rayden untuk melanjutkannya, dia menyerahkan semuanya pada Rayden untuk membereskannya.


“Perkenalkan saya Rayden Cano Xavier, Ceo BLOUSHZE Group! Pertama, saya ingin memperkenalkan putra dan putri kandungku. Luca Cano Xavier dan Lucia Cano Xavier, mereka adalah anak kandungku. Artinya semua berita yang sempat viral belakangan ini adalah benar.”


Rayden pun menepati semua janjinya pada Zhia, dia memperkenalkan Luca dan Lucia kepada seluruh orang yang ada didunia.


Zhia tampak berkaca-kaca melihat betapa kerennya Rayden saat memberitahu dunia tentang keberadaan anak mereka.


Noland, Julia bahkan sampai Will serta Levi, akhirnya bisa bernafas lega karena Rayden sudah memberikan status yang jelas pada Luca dan Lucia.


Kini mereka hanya tinggal menunggu bagaimana cara Rayden memberikan status untuk Zhia.


Berbeda dengan para wartawan yang langsung sibuk merekam dan mengambil gambar Keluarga besar Xavier itu dengan sudut yang bagus.


Cahaya dari lampu kamera bagaikan cahaya bintang yang menyinari mereka semua.


“Akan tetapi, apa yang dikatakan oleh mantan tunangan saya Grace Adenthe tentang mereka saat konferensi pers kemarin. Hanyalah sebuah kebohongan belaka. Baik itu mengenai dia yang mau menerima kedua anak kembarku ataupun mengenai ibu dari anakku yang berusaha mengancam diriku melalui kedua anak kembar ini. Semua itu adalah kebohongan besar.”


Rayden pun kembali melanjutkan apa yang sudah seharusnya dia katakan dalam konferensi pers ini.


Dia menatap Zhia dan juga kedua anak kembarnya, kemudian melemparkan senyum termanisnya.


Noland pun memberikan acungan jempol pada putranya yang terlihat sangat keren itu, sedangkan Julia hanya hanya tersenyum bangga karena kini putranya benar-benar sudah dewasa sekarang.

__ADS_1


“Karena itulah, saya ingin memperkenalkan wanita cantik yang duduk disampingku ini.”


Rayden menatap Zhia penuh cinta, meraih tangannya dan menggenggam dengan lembut.


“Arzhia Maverick! Dialah Wanita pertama dalam hidupku, Cinta pertamaku dan juga ibu dari anak-anakku!” ujar Rayden lagi dengan sepenuh hatinya.


Hingga semua orang yang menyaksikan kejadian itu langsung merasa tersentuh dengan perkataannya itu. Termasuk Zhia dan kedua orang tuanya.


“Kami sudah menjalan hubungan semenjak lama dan pada 7 Tahun yang lalu, dia tiba-tiba saja meninggalkan diriku tanpa memberi alasan apapun. Dia pergi hanya dengan meninggalkan sepucuk surat saja yang mengatakan bahwa dia tidak mau bertemu denganku lagi.”


Namun, sedetik berikutnya rasa terharu Zhia hilang seketika itu juga.


Zhia benar-benar tidak habis pikir dengan Rayden, bagaimana bisa pria dingin itu bisa mengarang cerita dengan begitu sempurna.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Zhia yang sedang mabuk, lalu salah mengira Rayden sebagai seorang gigolo.


Zhia memang pergi secara diam-diam, tapi bukan hanya meninggalkan sepucuk surat saja. Zhia juga meninggalkan uang sebesar $100 sebagai upah atas pelayanan yang Rayden berikan malam itu.


“Zhi, maafkan aku! Seharusnya aku segera mencari keberadaanmu waktu itu. Jika aku langsung mencarimu, mungkin kau tidak akan menderita seorang diri selama ini! Aku yang telah menghancurkan hidupmu waktu itu, tapi aku malah membiarkan dirimu pergi dengan mudahnya. Maafkan aku, Zhi! Aku sangat bersalah padamu!”


Tanpa disangka oleh semua orang, seorang Rayden kini meneteskan airmata dan meminta maaf dihadapan Zhia.


Kata-katanya begitu tulus, seakan itu memang ungkapan isi hatinya yang paling dalam.


Bersambung................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2