
“Will dan Levi! Apakah kalian berdua tahu alasanku memerintahkan kalian semua untuk berkumpul disini?” ujar Rayden yang menatap dingin pada Will dan juga Levi seolah mereka berdua telah melakukan kesalahan yang sangat fatal.
“Tuan apakah kami berdua melakukan kesalahan?” tanya Will dengan penuh percaya diri, karena dia tahu bahwa dirinya maupun Levi tidak melakukan kesalahan apapun tapi kenapa Tuannya tiba-tiba bersikap seperti itu sekarang.
“Apakah diantara kalian semua ada yang tahu? Kalau ada maju kemari, kalau jawabannya benar akan saya berikan hadiah sebuah apartement mewah!”
Bukannya menanggapi pertanyaan Will, masih dengan sikap dinginnya Rayden malah melemparkan pertanyaan itu pada anggota klan yang lain.
Bahkan tanpa segan Rayden malah menawarkan hadiah yang sangat besar, hal itu malah membuat semua anak buahnya termasuk Will dan Levi langsung berkeringat dingin.
Bukan karena mereka tertarik dengan hadiahnya, tapi mereka takut jikalau mereka benar-benar melakukan kesalahn besar tanpa mereka sadari.
Mereka semua berpikir bahwa baik maju ataupun mundur tetap saja kena hukuman, bukannya hadiah yang menggiurkan itu.
Suasana tegang pun mulai terasa disana, tidak ada satu orang pun yang berani mengangkat kepala maupun berbicara sedikitpun.
Noland yang menyaksikan ketegangan itu tidak dapat menahan tawanya lebih lama lagi, apalagi saat melihat raut wajah Will dan Levi yang tampak kebingungan.
“Hahahaa,… Sudahlah, Cano! Katakan saja sendiri alasan pertemuan ini diadakan. Jangan bermain-main lagi, kau tidak lihat wajah mereka yang kebingungan dan takut dengan ekspresi gunung es-mu itu.” seru Noland yang menertawakan semua bawahannya terutama Will dan juga Levi.
“Papah, itu baru permulaan kenapa kau malah mengacaukannya? Padahal aku sangat puas melihat tampang Will yang sedang kebingungan itu.” ujar Rayden yang masih menaruh dendam pada Will, karena merasa diabaikan saat dirumah sakit.
Jadi, dia berniat untuk melampiaskannya sekarang dengan cara berakting seperti tadi.
“Jadi, Tuan hanya ingin mempermainkanku saja?”
Will pun memberanikan diri untuk memastikannya.
“Iya, kenapa? Ini hukuman karena telah berani mengabaikanku saat dirumah sakit!” sahut Rayden dengan raut wajah kesal.
“Kapan saya me,_...”
Seketika ingatan saat dirinya berlari begitu saja untuk mengejar Alea bermunculan satu persatu. Benar, Will tidak sengaja mengabaikan keberadaan Rayden saat berpapasan dikoridor rumah sakit.
Saat itu, dikepala Will hanya terisi oleh Alea saja. Jadi , dia tidak sadar bahwa orang yang dilewatinya adalah Tuannya sendiri.
“Sudah ingat sekarang?” ujar Rayden yang menyadarkan Will dari lamunanya.
“Maafkan saya, Tuan! Sa-saya tidak tahu bahwa orang yang saya lewati itu adalah anda. Tolong maafkan saya!” seru Will yang langsung bersujud dihadapan Rayden untuk meminta maaf.
“Hay, siapa yang menijinkanmu seperti itu? Cepat berdiri!” perintah Rayden dengan tegas.
“Ba-baik, Tuan!” sahut Will yang segera berdiri seperti tadi.
__ADS_1
Keheningan pun kembali terjadi, hingga Levi pun bersuara “ Tuan, jika ini memang kesalahan Will! Kenapa anda harus mengumpulkan semua orang seperti ini?”
“Ini bukan karena Will, tapi karena aku ingin mengangkat salah satu dari kalian berdua sebagai penggantiku!”
Sontak saja, pemberitahuan yang tidak pernah mereka duga ini membuat semua anggota klan sangat terkejut dan juga kebingungan sendiri.
Pasalnya, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya bahwa ketua klan akan menyerahkan posisi ketua kepada bawahannya, biasanya ketua klan pasti akan ditempati secara turun temurun dari generasi yang terdahulu kepada generasi yang selanjutnya.
“Tuan, jangan bercanda lagi ‘dong!” seru Levi yang yang tidak mau mengakui keseriusan dari perkataan Tuannya itu.
“Aku tidak sedang memiliki mood untuk bercanda denganmu atau kalian semua! Keputusanku sudah bulat untuk menyerahkan posisi ketua klan ini pada salah satu diantara Levi dan Will. Dan juga keputusan ini telah disetujui oleh Tuan Noland sendiri selaku mantan ketua klan sebelumnya!”
Rayden pun kembali menegaskan perkataannya, karena keputusan ini sudah lama dia pikirkan. Atau lebih tepatnya saat mengetahui kemampuan Lucia dan kecenderungan putrinya yang sangat menyukai dunia bela diri.
Ditambah lagi dengan kejadian mengerikan yang harus dia hadapi, Rayden menyadari dia akan sangat terlambat jika tidak memutuskannya sekarang.
Sebisa mungkin, Rayden akan menghentikan anak-anaknya menggikuti jejaknya yang satu ini.
Sebagai seorang ayah, Rayden tidak mau mengarahkan anak-anaknya kedalam dunia gelap yang penuh dengan bahaya dan juga musuh yang tidak bisa diketahui dari mana datangnya.
“Disini aku hanya hanya memberikan kesempatan menjadi ketua klan pada dua orang kepercayaanku ini! Antara Will dan Levi, kalian semua yang akan memilih dan memutuskannya sendiri siapa yang pantas menjadi pemimipin yang akan kalian ikuti dan juga layani! Keputusan yang sesungguhnya berada ditangan kalian. Silahkan tentukan sendiri, aku dan Tuan Noland hanya akan meresmikannya saja disini!” Lanjut Rayden yang menyerahkan hasil akhirnya kepada semua anggota klannya.
“Apakah setelah ini anda benar-benar lepas tangan dari kami semua?” ujar Levi mencoba memastikan apakah perrkiraannya benar atau tidak.
“Kalau begitu saya menolak!” sahut Levi dengan cepat.
“Saya juga menolak, Tuan!” sahut Will.
“Kami juga menolaknya, Tuan!”
Akhirnya semua anggota klan menyuarakan pendapatnya, mereka sama sekali tidak akan menyetujui untuk keputusan Rayden yang satu ini.
“Hmmm,…. Sudah aku duga akan seperti ini! Cano, sudah aku katakan kau tidak bisa lepas begitu saja dari klan! Bukan karena mereka khawatir dengan apapun, tapi karena mereka masih butuh belajar darimu,” gumam Noland yang merasa bangga dengan putranya sendiri dalam memimpin klan ataupun perusahaannya dan juga keluarganya.
“Haaah,… Kenapa kalain semua begini ‘sih?” ujar Rayden yang menghela nafas panjang dengan perasaan frustasi.
“Saya setuju jika aku hanya dijadikan ketua pengganti untuk sementara waktu saja seperti biasanya, tetapi jika menjadi ketua klan sepenuhnya tanpa bimbingan dari anda. Saya pasti akan menolaknya dengan tegas!” jelas Levi yang juga mempunyai keputusannya sendiri.
“Hmmm,… Aku juga setuju dengannya, Tuan!” sahut Will.
“Kami juga setuju, Tuan!” Anggota klan lainnya pun ikut bersuara.
“Lalu kalian ingin bagaimana sekarang? Aku tidak bisa menjadi pemimpin kalian lagi, sekarang aku telah menjadi seorang ayah. Aku tidak bisa membiarkan anak-anakku mengikuti jejakku yang satu ini, bukan karena pekerjaan seorang mafia tidak pantas untuk dibanggakan. Akan tetapi, aku sebagi seorang ayah tidak bisa membiarkan anak-anakku berada dalam bahaya. Kejadian kemarin cukup membuatku sadar dan aku harap kalian semua dapat mengerti!”
__ADS_1
Rayden pada akhirnya menceritakan apa yang menjadi kekhawatirannya saat ini sebagai orang ayah.
Dia bukannya ingin lari tanggung jawabnya sebagai ketua klan atas kejadian yang berkaitan dengan Evan yang memakan cukup banyak korban itu.
Rayden pasti akan menyelesaikan masalah tentang Evan sampai akhir, tapi dia juga harus memikirkan Luca dan Lucia yang ikut terlibat didalamnya.
Apalagi mengingat Luca yang telah berhasil membunuh Evan demi menyelamatkan dia dan Zhia.
“Kami mengerti tentang kekhawatiran anda saat ini, karena banyak juga disini yang mempunya pemikiran seperi anda! Karena itulah kami memutuskan untuk menjadikan Levi ketua klan yang baru, tapi dengan syarat anda masih harus menjadi bagian dari kami meskipun tidak seaktiv dulu lagi! Bagaimana dengan saranku yang ini, apa kalian setuju?” seru Will yang secara tidak langsung menunjuk Levi sebagi ketua klan yang baru.
“Hay, kau gila ‘yah! Kenapa harus aku? Kenapa bukan kau saja, Hah?”
Protes Levi yang tidak terima dengan perkataan Will yang menunjuknya sebagai ketua baru seenak jidatnya.
“Tentu saja kau yang lebih tepat! Bukankah kau tahu pekerjaanku diperusahaan sekarang sangat menumpuk, kau mau berada diposisiku?” ujar Will dengan santainya, karena tidak mungkin Levi mau bekerja dengan memakai otaknya yang berharga itu.
“Bagaimana kalau begini saja! Levi yang akan menjadi ketuanya mulai sekarang, sementara Will yang kan menjadi wakilnya! Baiklah, karena semuanya setuju dan aku juga setuju mengenai syaratnya. Hari ini saya nyatakan bahwa Klan BlackSky telah mempunyai ketua dan wakilnya yang baru yaitu Zaen Levi dan juga William Coopers! Ayo, semunya berikan sambutan yang meriah untuk pemimpin baru kalian.” Seru Rayden yang langsung saja mengumumkannya tanpa perlu banyak berdebat lagi.
“Hidup Tuan Levi! Hidup Tuan Will!! Hidup Klan BlackSky!!!”
Sorak sorai semua anggota klan pun mulai menggema disetiap sudut markas besar itu. Rayden pun tersenyum puas setidaknya satu masalahnya kini telah diambil alih oleh Will dan juga Levi.
Sementara Noland terus menertawakan raut wajah Levi dan Will yang tampak sangat Levi itu, dia juga menertawakan cara Rayden menempatkan dua orang kepercayaannya itu kedalam situasi yang tidak bisa berbuat apapun.
“Astaga, kenapa harus aku yang kena lagi ‘sih!” gumam Will dan Levi secara bersamaan.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1