
Noland, Rayden dan Will pun kembali keruang istirah dimana Julia, Zhia serta si kembar sedang menunggunya disana.
Begitu sampai diruangan itu Rayden dan Noland langsung saja menghampiri dan memeluk istrinya masing-masing, lagi-lagi Will yang harus menahan sakitnya sebagai seorang jomblo disana.
Wajah Will terlihat bingung dan merasa sangat kesepian, karena disaat kedua Tuannya itu memeluk pasangan masing-masing.
Will hanya bisa berdiri dengan tatapan mata sedihnya tanpa ada seseorang yang mau memelukknya.
“Paman Will! Sini biar Luci saja yang peluk paman Will. Jangan sedih lagi yang!” ujar Lucia yang berjalan menghampiri Will dan langsung memeluknya, semua orang pun langsung menatap kearah Will.
Luca berlari kecil dan langsung saja memeluk Will seperti yang dilakukan adik kembarnya sembari berkata “Paman Will! Kami juga sudah di abaikan oleh papah dan Grandpa, jadi kami peluk paman Will saja!”
“Terima kasih Tuan dan Nona kecil! Apapun alasannya saya sangat berterima kasih karena Tuan dan Nona kecil mau memeluk saya seperti ini!”
Will merasa sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan kedua bocah kembar itu, dia pun membalas pelukkan Luca dan Lucia dengan eratnya.
Luca dan Lucia berusaha menghibur Will dengan cara menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.
“Paman Will sudah besar! Jadi jangan menangis.” ujar Lucia dengan polosnya.
“Iya, apalagi paman Will seorang pria harus kuat seperti Luca!” sahut Luca yang terdengar seperti pria dewasa sedang menghibur pria dewasa lainnya.
“Sayang, apa aku terlihat mengabaikan anak-anakku?” tanya Rayden pada Zhia yang tersenyum melihat perlakuan manis kedua anak kembarnya pada Will.
“Tentu, harusnya kau menyapa mereka dulu baru menghampiriku. Sebab selama kalian pergi mereka terus saja membicarajkan dirimu!” ujar Zhia yang membenarkan apa yang barusan dikatakan oleh Luca.
“Benarkah begitu, sayang!” ujar Noland yang tadi juga disebutkan oleh si kembar bahwa dia mengabaikan cucunya.
“Iya, kau harus membujuk mereka dengan baik setelah ini!” sahut Julia yang juga memberikan yang sama dengan Zhia.
Setelah cukup lama dipeluk si kembar, Will pun teringat dengan jadwal penerbangan mereka yang tinggal beberapa jam lagi.
Will pun segera mengingatkan Rayden dan Zhia untuk segera bersiap, “ Tuan, sudah tidak banyak waktu lagi! Kita harus bergegas kebandara sekarang! Kapten pasti sudah menunggu.”
“Ouhya,…Ayo kita bersiap sekarang, Zhi!” ujar Rayden yang langsung teringat mengenai penerbangannya itu.
“Hah? Bersiap kemana?” sahut Zhia yang terlihat kebingungan. Tapi tidak ada yang mau menjelaskannya, karena nanti Zhia juga akan tahu sendiri.
Setelah hampir setengah jam melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai juga dibandara International Negara A.
Zhia sudah mengganti gaun pengantinnya dengan gaun biasa sebelum dia meninggalkan hotel tadi, sedangkan Rayden masih mengenakan setelan jas penganntinya tadi hanya bunganya saja yang dia buang.
Will sedang mengurusi koper dan segala surat menyurat untuk penerbangan dengan menggunakan pesawat pribadi yang berlogo Xavier Airplane.
__ADS_1
Will juga harus memastikan keamanan pesawat dan juga para krunya agar tidak terjadi hal tidak terduga saat mereka sudah berada ditengah perjalanan.
“Papah dan Mamah mau kemana? Luci mau ikut?” ujar Lucia dengan raut wajah memelas karena dia takut ditinggalkan oleh mamah dan papahnya.
“Iya, Luca juga mau ikut, Mah! Pah!”
Luca pun menimpali permintaan adik kembarnya, dia bahkan memegangterus tangan Zhia tanpa berniat ingin melepasnya.
“Sayang, mamah dann papah kalian hanya akan pergi sebentar! Ada urusan yang harus mereka lakukan berdua saja disana!” ujar Julia yang berusaha menjelaskan padan si kembar agar bisa melepas Zhia dan Rayden sementara waktu.
“Papah dan Mamah akan pergi bekerja?” tanya Lucia dengan wajah polosnya dan matanya yang sudah berkaca-kaca.
“Iya, sayang! Papah dan mamah kalian harus bekerja ditempat lain!” sahut Noland yang membantu Julia menjelaskan pada cucu kembarnya.
“Tapi mamah pasti akan selalu membawa kami berdua kemanapun mamah pergi bekerja, tapi kenapa sekarang tidak lagi, Mah?”
Airmata Luca sudah mulai berjatuhan, hingga membuat Zhia tidak tega untuk meninggalkan kedua anak kembarnya.
“Ray, aku tidak tega meninggalkan mereka seperti ini! Kita batalkan saja dulu atau mereka ikut saja dengan kita?” ujar Zhia yang membuat Rayden harus diantara kedua pilihan buruk yang akan merugikan dirinya nantinya.
“Sayangnya papah! Kemarilah, papah akan memberitahu kalian sesuatu!” pinta Rayden yang meminta kedua anak kembarnya itu untuk mendekat agar dia bisa membisikkan sesuatu.
Luca dan Lucia pun menuruti permintaan papahnya, mereka mulai berjalan mendekati papahnya yang sudah berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan si kembar.
Rayden pun mulai membisikkan sesuatu kepada kedua anak kembarnya. Dan anehnya Luca dan Lucia seketika berubah ceria lagi setelah mendapat bisikkan oleh papahnya itu.
“Papah sudah janji ‘loh?” Luca kembali menegaskan.
“Iya, sayang!” sahut Rayden dengan penuh percaya diri.
“Kalau begitu kami ijinkan papah dan mamah pergi berdua!” ujar Luca dan Lucia dengan serentak.
Baik Noland, Julia bahkan Zhia pun bingung dengan apa yang dibisikkan Rayden sampai bisa membujuk si kembar semudah itu.
Rayden tidak memperdulikan pandangan semua orang yang seakan meminta penjelasan darinya.
“Itu baru anaknya papah dan mamah! Kalau begitu papah dan mamah pergi dulu ‘yah, sayang!” pamit Rayden sembari mencium pipi kedua anak kembarnya itu.
“Mamah cium juga!” ujar Lucia yang melihat mamahnya hanya diam saja tanpa mengecup pipi mereka terlebih dahulu sebelum pergi.
Mendengar perkataan putrinya, Zhia pun tersadar dari pikirannya sendiri. Zhia pun mencium kedua ank kembarnya bergantian seperti yang dilakukan Rayden.
“Pah! Mah, kami pergi dulu!” pamit Rayden pada Noland dan Julia.
__ADS_1
“Jaga Zhia dengan baik selama disana!” pesan Julia pada putranya itu.
“Tentu saja, Mah!” sahut Rayden.
Setelah berpamitan pada Noland, Julia dan juga anak kembarnya. Rayden dan Zhia pun mulai berjalan menuju landasan dimana pesawat mereka sudah siap terbang untuk terbang disana. Dalam penerbangan kali ini hanya ada Rayden, Zhia dan Will saja sebagai penumpangnya disana.
Pesawat pribadi yang sangat mewah dengan para kru pesawat yang sudah sangat berpengalaman membuat Zhia sadar bahwa sekarang dirinya bukanlah Zhia yang dulu lagi.
Arzhia Maverick yang miskin dan hina oleh semua orang, melainkan Arzhia Mave Xavier Nyonya muda yang kaya raya dan selalu dihormati oleh setiap orang yang ditemuinya.
Saat ini mereka masih didalam pesawat. Tiba-tiba saja Zhia teringat yang membuatnya sangat penasaran yaitu apa yang dibisikan oleh Rayden pada kedua anak kembarnya sehingga bisa dengan mudah membujuknya.
“Ray, apa yang kau bisikkan pada Lucca dan Lucia? Kenapa mereka langsung menyetujui kepergian kita berdua saja kali ini?” tanya Zhia yang tidak tahan dengan rasa penasarannya.
“Itu rahasia diantara papah dan anak kembarnya!” sahut Rayden dengan santainya, dia tersenyum melihat raut wajah Zhia yang sangat ingin tahu itu.
“Ouh,…Jadi begitu! Baiklah, nanti ketika sampai di hotel kita pesan kamar yang berbeda saja” ujar Zhia yang mengancam Rayden secara tidak langsung.
“Sayang, aku tadi hanya bercanda! Kau yakin ingin mengetahuinya, tapi jangan terkejut ‘yah?”
Rayden berusaha membujuk Zhia agar tidak ngambek lagi, tapi perkataannya malah membuat Zhia merasa semakin kesal dan penasaran.
“Bercandamu enggak lucu tahu! Cepat katakan apa yang kau bisikkan kepada anak-anakku tadi?”
Zhia pun semakin tidak sabaran. Dengan nada juteknya Zhia ingin Rayden segera mengatakannya tanpa berbasa-basi lagi.
Bersambung............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚