
“Rahasia ‘dong, kak! Ayo, kita ke arena panahan sekarang!” ujar Lucia yang kembali seperti gadis kecil yang sangat polos dan menggemaskan.
Lucia pun mengajak untuk melakukan uji coba babak yang selanjutnya. Kerena sudah berjanji Eva dan Alea pun mengikutinya. Ternyata hasilnya sama persis seperti pada saat Lucia menantang Grandpanya beberapa hari yang lalu.
Eva dan Alea pun semakin dibuat takjub dengan kemampuan Lucia. Mereka jadi berpikir, jika Lucia mempunya kemampuan seluar bias aini.
Maka tidak menutup kemungkinan bahwa saudara kembarnya juga mempunyai kemampuan yang luar biasa juga.
Akan tetapi, Luca lebih terkesan pendiam jika berhadapan dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Tidak seperti Lucia yang cepat akrab pada siapapun yang ditemuinya, bahkan sampai penjahat pun kalau bisa dia ajak berteman.
Karena selama dua babak Eva dan Alea kalah secara berturut-turut, maka sekarang tinggal tersisa satu babak lagi yang tadi belum dijelaskan oleh Lucia.
“Maaf, Nona! Kami berdua telah mengakui kekalahan kami selama dua babak ini. Jadi apa selanjutnya?” tanya Alea yang sudah tidak sabar lagi ingin melihat kemapuan luar biasa dari gadis kecil menggemaskan itu.
“Hmmm,…...Kakak sudah menemukannya?”
Bukannya menjawab, Lucia malah terlihat sekan sedang mengabaikannya dan malah bertanya pada kakak kembarnya.
“Iya, semuanya tidak ada masalah!” sahut Luca dengan singkat.
“Makasih, kak Luca! Kakak memang yang terbaik.” ujar Lucia yang memeluk Luca dengan gemasnya bahkan tanpa segan menempelkan pipi chubbynya pada pipi chubby kakaknya.
“Benar-benar anak yang menggemaskan!” gumam Eva yang sebenarnya sudah tidak tahan ingin mencubit pipi Chubby kedua bocah kembar yang ada didepannya itu.
“Iya, bolehkah aku karungin dibawa pulang! Menggemaskan sekali mereka berdua.” Sahut Alea yang merasakan hal yang sama dengan rekan kerjanya yang bernama Eva itu.
“Untuk selanjutnya, kakak cantik hanya perlu merahasiakan tentang pertarungan kita tadi dari semua orang terutama dari papah. Okay, kakak cantik?” ujar Lucia dengan wajah polosnya yang memelas.
“Baiklah, Nona kecil! Kami pasti akan merahasiakannya.” sahut Eva dengan cepat menyetujuinya, daripada dia harus terus melawan gadis kecil itu dan menghancurkan harga dirinya sebagai pengawal.
“Saya akan merahasiakannya, tapi bolehkah saya mencium Tuan dan Nona kecil satu kali saja!”
Alea tidak bisa menahannya lagi, dia ingin mencium pipi chubby kedua bocah kembar yang sangat menggemaskan itu.
“Kalau itu saya juga mau! Tolong ijinkan saya juga?”
Eva tidak mau kalah, kini dia juga memohon untuk bisa mencium pipi chubby itu walau hanya satu kali dalam seumur hidupnya.
Luca dan Lucia pun terkejut begitu mendengar permintaan konyol dari kedua pengawal baru mamahnya itu.
Akan tetapi, mereka juga sadar bahwa wajah mereka memang terlalu menggemaskan dimata semua orang bahkan dimata mereka sendiri.
Setelah cukup lama saling melempar pandangan, Luca pun menganggukan kepalanya menandakan bahwa dia mengijinkannya.
__ADS_1
Lucia pun tersenyum dan kemudian berkata “Baiklah, kakak cantik! Kalian berdua boleh mencium kami tapi,_........”
Mmuaachh,…….Muachhh,……
Belum selesai Lucia berbicara kedua pengawal itu langsung saja mencium pipi chubby si kembar Luca dan Lucia dengan gemasnya. Betapa bahagianya Eva dan Alea yang akhirnya dapat mencium pipi chubby si kembar.
Selesai melakukan uji coba pada pengawal baru mamahnya, Luca dan Lucia kemudian mengajak kedua orang itu berkeliling manshion milik papahnya sangat luas itu.
...****************...
Sementara diruang tamu, Noland, Julia dan Zhia sedang membicarakan mengenai Resepsi pernikahan yang ingin mereka tunda sampai luka yang diderita Zhia sembuh sepenuhnya.
Namun, disaat yang bersamaan pihak Gedung, dekorasi, cetak undangan memberitahu bahwa semuanya sudah siap.
Bahkan seorang desainer yang sudah dipesan menghubungi Julia dan memberitahu bahwa koleksi baju pengantinnya sudah siap, tinggal menunggu kapan mereka bisa datang untuk melakukan fitting bajunya.
“Zhi, kami memintamu datang kesini untuk membicarakan mengenai rencana penundaan resepsi pernikahanmu dengan Cano. Tapi bukan berarti tidak ada resepsi, hanya ada penundaan tanggal samapi lukamu sembuh sepenuhnya.” ujar Julia yang membuka percapakan terlebih dahulu.
“Iya, Zhi! Papah sudah bicarakan mengenai hal ini dengan Cano! Dan Cano bilang tidak masalah, asalkan lukamu sembuh sepenuhnya.” sahut Noland membantu istrinya berbicara.
“Tidak apa-apa, Mah! Pah! Zhi, tidak masalah untuk resepsinya.”
Dari awal Zhia memang tidak terlalu memperdulikan tentang resepsi pernikahn yang mewah. Bersama dengan orang-orang yang diacintai dan mencintainya saja sudah sangat membuatnya bersyukur saat ini.
“Kau boleh pergi sekarang!” ujar Noland setelah menerima semua suratnya.
Noland pun membaca semua surat itu satu persatu, raut wajahnya seketika berubah setelah membaca semua surat itu.
Julia dan Zhia pun menatap dengan penuh tanya sebenarnya apa yang tertlis didalam surat itu, hingga membuat papah Noland langsung berubah ekspresinya.
“Ada apa, Pah? Apakah terjadi sesuatu yang buruk?” tanya Julia yang sudah tidak tahan ingin segera mengetahui sebenarnya apa yang tertulis dalam surat itu.
“Mah, apa yang yang harus kita lakukan sekarang?” ujar Noland raut wajahnya tampak terlihat kebingungan saat itu.
“Memang apa yang terjadi, sayang?”
Julia pun semakin merasa khawatir taku hal buruk menimpa keluarganya lagi. Sementara Zhia yang bisa diam sembari memperhatikan dengan perasaan cemasnya.
“Ternyata undangan pesta resepsinya sebagian telah selesai dibagikan pada tamu yang ada dalam daftar yang pernah kita berikan. Dan disana tertulis bahwa pestanya akan dilaksanakan 3 hari lagi. Bagaiamana ini, sayang?” ujar Noland yang menatap Julia dan juga Zhia secara bergantian.
“Aduh, mamah lupa memberitahu mereka bahwa acara resepsinya akan ditunda!”
Julia mengakui kesalahan, berbagai kejadian mengerikan yang dialami oleh menantu kesayangannya membuatnya selalu kepikiran bahkan sampai melupakan ha-hal penting seperti ini.
__ADS_1
Keluarga Xavier memang sengaja tidak menutupi kejadian penyerangan yang dialami Zhia. Karena mereka tidak ingin menantu kesayangannya itu terlalu terekspos dimedia sosial.
Bahkan polisi yang menangani kejadian penyerangan itu dibuat tutup mulut dan melepas campur tangannya untuk sementara.
“Ya sudah, Mah! Kita lakukan saja acara resepsinya sesuai dengan rencana awal.” ujar Zhia yang tidak tega membuat kedua orang tua yang sangat menyayanginya itu merasa kebingungan seperti sekarang.
“Tapi, Zhi! Lukamu masih belum sembuh sepenuhnya.” sahut Noland dan Julia serentak, karena Kesehatan menantu kesayangannya lebih penting dibandingkan apapun.
“Zhi, tidak apa-apa, Mah! Pah! Ini hanya luka kecil saja ‘kok!” ujar Zhia yang berusaha menyakinkan pada Papah dan mamah mertuanya itu bahwa sekarang dia sudah baik-baik saja dan bisa melakukan acara resepsi pernikahannya dengan baik.
“Tapi, Zhi,_......”
“Sungguh, Mah! Zhi sudah baik-baik saja sekarang. Zhi bisa ‘kok melakukan acara resepsi pernikahan itu.”
Sebelum Julia berniat menghentikan pendapatnya, Zhia segera memotong perkataannya dan Kembali berusaha menyakinkannya.
“Baiklah, kalau kau memang tidak masalah melakukan acara pesta resepsinya sesuai dengan rencana awal. Tapi bagaimana dengan Cano? Papah sangat yakin dia tidak akan pernah menyetujuinya.” ujar Noland yang sedikit mengerti tentang perasaan putranya yang tidak menginginkan wanita yang dicintainya melakukan sesuatu yang berat disaat dia sedang terluka seperti sekarang.
“Nanti Zhi yang akan berbicara dengannya! Papah dan mamah tenang saja! Zhi, pasti akan membuat Ray untuk menyetujuinya.” sahut Zhia yang akan membujuk Rayden untuk menyetujuinya apapun yang terjadi.
“Kalau memang kau tidak masalah dan Cano juga sudah menyetujuinya, maka besok datanglah ke butik untuk melakukan fitting baju pengantin kalian. Nanti papah dan mamah akan menyusul bersama si kembar!” ujar Julia yang merasa sedikit ragu bahwa Rayden akan menyetujuinya dengan begitu mudahnya. Mengingat luka Zhia yang belum mongering dengan sempurna.
“Iya, Zhi! Jika kau memang tidak sanggup melakukan acara resepsi pernikahannya sampai selesai, maka jangan pernah memaksakan diri ‘yah! Karena kesehatanmu lebih penting daripada acara ini!” pesan Noland yang tidak ingin Zhia memaksakan diri hanya karena merasa tidak enak pada mereka.
Bersambung.....................
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚