Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Tamu Transparant


__ADS_3

Brukkk,…………………


Suasana seketika hening, Rayden dan Zhia segera berbalik untuk melihat siapa orang yang berhasil mendapatkan buket bunga pengantinnya.


Semua orang tampak terkejut melihat Will yang menimpa tubuh salah satu pengawal cantik Zhia yang bernama Alea.


Will mematung sesaat diatas tubuh Alea sampai wanita itu mengatakan sesuatu menyuruhnya untuk segera bangun.


“Hay, menyingkirlah! Tubuhmu sangat berat!” ujar Alea yang berusaha bersikap biasa saja.


Namun, detak jantungnya sangat cepat bahkan wajahnya merona karena malu.


“Ma-maafkan aku!”


Will pun segera bangkit dengan penuh rasa malu, tanpa sadar dia masih memegang buket bunganya dengan erat.


Semua tamu undangan pun bersorak soari menggoda Will dan Alea yang sedang tersipu malu itu.


“Wahh,…..Ray, sepertinya kau tidak perlu repot-repot untuk menjodohkan mereka berdua!” ujar Zhia pada suaminya.


“Hahaa,…. Kita lihat saja nanti kedepannya, sayang!” sahut Rayden yang terus mengembangkan senyuman manisnya.


“Ini! Bunganya untukmu saja!” ujar Will dengan wajah memerah, dia memberikan buket bunga yang sudah susah payah dia dapatkan itu.


“Tidak perlu! Kau yang menangkapnya untukmu saja!”


Wajah Alea tidak jauh berbeda dengan Will, dia sangat malu dikelilingi banyak orang seperti ini. Alea pun menolak buket bunga itu karena tidak ingin suasana semakin riuh.


“Sudahlah, terima saja! Asal kau tahu ‘yah! Will itu tampan, baik hati, rajin menabung, tidak sombong, bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Hanya saja jarang mandi dan cuci baju saja, apalagi kalua itu baju baru. Hahahaa,…..” ujar Levi yang menjadikan hal itu kesempatan untuk menggoda Will didepan semua orang.


“Sialan! Minggir sana!” umpat Will pada Levi dnegan kesalnya.


Semua orang yang dekat dengan Will, akhirnya menjodoh-jodohkannya dengan Alea. Sehingga menambah meriah pesta pernikahan itu.


Terutama Levi, dia pasti akan menjadikan kejadian hari untuk terus menggoda Will selama sisa hidupnya.


Dari banyaknya tamu undangan yang hadir pada resepsi pesta pernikahan Rayden dan Zhia ada dua orang yang terus saja memperhatikan Rayden dan Zhia dari kejauhan.


Tatapan terlihat penuh kebencian dan juga dendam yang membara. Salah satunya seorang pria yang mengenakan pakaian pelayan dan satunya lagi seorang wanita cantik yang menyamar sebagai wanita tua.


Pria yang berpakaian pelayan adalah Liam, dia memasuki aula pesta dengan mengenakan rambut palsu dan juga sebuah kumis agar tidak dikenali penjaga keamanan disana.


Sementara wanita cantik yang mengubah penampilannya sebagai wanita tua itu adalah Grace.


Berkat bantuan Evan dan Jayden, Grace bisa dengan mudahnya memasuki aula pesta pernikahan mantan tunangannya itu.


Tapi dengan syarat, Grace tidak boleh membuat keributan atau perhatian sedikitpun selama acara pestanya berlangsung.


Grace yang memiliki temperamental yang buruk harus menjaga sikapnya dengan sebaik mungkin, karena Evan telah menjanjikan dirinya sebuah rencana balas dendam yang lebih baik dibandingkan dengan rencana.

__ADS_1


Maka dari itu, selama pesta berlangsung Grace hanya bisa menyaksikan kebahagian Rayden dan Zhia dengan menahan amarahnya sebaik mungkin.


Berusaha menyakinkan dirinya sendiri bahwa sebentar lagi waktunya untuk dia melihat kehancuran Zhia dan keluarga Xavier.


“Tertawalah kalian semua! Karena setelah ini aku pastikan hanya aka nada airmata dikehidupan kalian semua.” gumam Grace dengan penuh kebencian.


Sudah semenjak kejadian dia hampir berhasil membunuh Zhia, Liam terus mengikuti dan mencari informasi mengenai Zhia layaknya hantu yang terus berkeliaran disekitar Zhia tanpa diketahui siapapun.


Begitu mendengar Rayden dan Zhia akan melaksanakan acara resepsi pernikahan berskala besar, Liam pun langsung mendaftarkan dirinya sebagai pelayan dengan menggunakan identitas palsu tentunya.


Liam berniat menghancurkan pesta itu dengan melukai salah satu antara keluarga Xavier ataupun anak kembarnya.


Liam terus berkeliling mencari tempat dan waktu yang tepat untuk melaksanakan rencananya.


Setelah cukup lama mengamati dan menimbang serta memilih target utamanya, Liam pun memutuskan untuk menjadikan gadis kecil menggemaskan bernama Lucia sebagai target pertama.


“Gadis manis, salahkan ibumu saja! Karena ibumu ‘lah, kau akan menemui malaikat maut hari ini!” gumam Liam yang menatap lekat pada Lucia terlihat sangat bahagia disana.


Sedangkan Evan dan Jayden saat ini menyesuaikan diri mereka. Jika semua tamu sedang bertepuk tangan, mereka juga ikut bertepuk tangan.


Tamu undangan tertawa, menangis bersorak sorai dan lain sebagainya, mereka juga melakukannya dengan sangat natural.


Seakan Evan dan Jayden juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan semua orang, padahlan didalm hati mereka benar-benar sangat membenci kebahagian keluarga Xavier.


Namun, berkat kemampuan acting mereka yang sangat mumpuni. Evan dan Jayden mendapat sedikit ruang, Levi beserta anak buahnya memang masih mengawasi mereka tapi tidak seketat saat mereka memasuki aula pesta.


“Jay, bagaimana dengan wanita itu?” tanya Evan dengan nada bicaranya yang lirih, tapi terlihat dari kejauhan seperti sedang mengobrol biasanya.


“Seperti yang kau perintahkan, dia hanya melihat-lihat saja disekitar sini!” ujar Jayden dengan sikap yang sama seperti yang dilakukan oleh Evan.


“Ternyata dia tidak terlalu bodoh juga!” gumam Evan dengan senyuman iblisnya yang penuh arti saat menatap sosok Grace yang sekarang benar-benar sangat patuh padanya.


“Apa kau juga akan menargetkan Zhia dan dua bocah kembar itu?” tanya Jayden yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan Evan, karena selama ini Evan yang selalu menjaga dan melindunginya dengan sangat baik.


“Jika itu perlu kenapa tidak?” sahut Evan dengan santainya seakan semua yang selama ini dia perbuatan untuk Zhia dan si kembar tidak bermakna apapun padanya sama sekali.


“Hah, aku memang suka gayamu yang satu ini!” ujar Jayden malah terlihat sangat senang begitu mendengar jawaban dari Evan.


“Jaydon dan yang lainnya sudah siap! Sekarang tinggal menunggu perintahmu saja untuk bergerak!” lanjut Jayden memberitahu Evan mengenai posisi Jaydon sekarang.


“Hmmm,…Bagus! Perintahkan mereka untuk bergerak sekarang!” ujar Evan sembari menenggak segelas anggur yang berada ditangannya.


“Okay, aku sudah memberitahunya!” sahut Jayden sambil menunjukan pesan singkat yang sudah dia kirim untuk kakanya Jaydon.


Setelah memperlihatkannya pada Evan dia langsung menghapusnya secara permanen.


“Ayo, kita beri ucapan selamat pada mereka sekarang! Biarkan saja hadiah pernikahannya nanti menyusul!”


Setelah pembicaraan mengenai rencananya pada Jayden telah selesai, Evan pun mengajaknya untuk menghampiri Zhia dan Rayden.

__ADS_1


“Haruskah kita melakukan itu?” ujar Jayden yang merasa sangat enggan untuk melakukannya.


“Bukankah kita datang ke pesta ini untuk itu!” sahut Evan, dia pun berjalan menuju kearah Zhia dan Rayden berada.


Jayden pun pada akhirnya harus mengikuti Evan menemui musuh bebuyutannya itu.


“Hay, Zhi! Selamat ‘yah atas pernikahanmu dan Tuan Xavier.” ucap Evan dengan senyuman merekah sembari mengulurkan tangannya pada Zhia.


Zhia dan Rayden pun segera menoleh kearah Evan serta Jayden. Melihat Evan yang sedang mengulurkan tangannya pada Zhia, Rayden pun segera meraihnya.


Rayden tidak ingin Zhia dan Evan bersentuhan lagi, meskipun hanya sebuah jabat tangan saja dia masih tidak rela sedikitpun.


“Terima kasih banyak, karena kalian berdua sudah berkenan untuk hadir!” ujar Rayden membalas senyuman Evan dengan manisnya.


Evan pun merasa jijik dengan senyuman yang barusan Rayden tunjukkan padanya, dia segera menarik tangannya dengan kasar


“Sepertinya sekarang tugasku untuk menjagamu dan si kembar benar-benar telah selesai! Aku harap hidup kalian semakin bahagia dibandingkan dengan sebelumnya, Zhi!” ujar Evan yang terdengar sangat tulus saat mengatakannya, tapi kenyataannya itu hanyalah kamuflasenya saja.


Didalam lubuk hatinya Evan bahkan sudah merencakan hal yang paling keji untuk membunuh Zhia dan keluarga Xavier.


Rayden terus memperhatikan Evan dan Jayden dengan intens dan tatapan menyelidik, mencoba mencari maksud lain yang terselubung melalui sorot mata dan gerak geriknya.


Namun sayangnya, acting kedua orang itu benar-benar luar biasa bahkan mungkin bisa memenangkan piala Oscar.


“Aku yakin kedua orang ini pasti telah merencanakan sesuatu!” batin Rayden yang terus saja melontarkan tatapan menyelidiknya pada Evan dan Jayden.


“Sialan! Kenapa orang ini terus saja menatapku dan Evan? Rasanya ingin sekali aku mencukil mata itu sekarang juga. Akan aku mainkan kedua bola matanya seperti aku bermain bola bekel, biar tahu rasa!” batin Jayden yang merasa terganggu dengan tatapan yang ditujukan Rayden padanya dan juga Evan.


Bersambung..............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2