Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Kerusuhan Keluarga Xavier


__ADS_3

“Putri mamah memang yang paling cantik!”


Puji Julia yang menatap takjub dengan penampilan Zhia yang sekarang.


“Cano, kenapa kau juga tidak mencoba jasnya?” tanya Noland ketika melihat Rayden masih mengenakan setelan jas kerjanya, sementara Zhia sudah terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya.


“Ouh,….Kalian sudah datang rupanya?” ujar Rayden dengan santainnyabahkan terlihat enggan.


“Dasar bocah ini! Papah dan mamahnya dating malah begini caramu menyambut orang tuamu sendiri!” seru Noland sembari menepuk bahu putranya itu dengan keras.


“Apaan ‘sih, Pah!” seru Rayden yang menatap papahnya dengan kesal.


“Sudah Cano! Sana kamu ganti pakaian kamu juga, nanti kita ambil beberapa gambar untuk kalian berdua dengan menggunakan baju pengantin itu!”


Julia pun harus menengahi pertengkaran antara ayah dan anak itu, kalua tidak samapi kapanpun juga tidak akan selesai.


“Kalian ambilkan setelan jas yang sepasang dengan gaun pengantin ini!”


Perintah Noland pada salah seorang karyawan yang berada dekat dengannya.


“Tidak! Jangan gaun yang ini!” seru Julia yang segera menghentikan karyawan butik itu.


“Zhi, coba kau pakai gaun yang ini saja. Pastiakan terlihat sangat cantik!”


Julia menunjuk sebuah gaun pengantian dengan model yang cukup terbuka untuk memperlihatkan beberapa bagian tubuh Zhia.


“Mah, gaun ini terlalu terbuka untuk dikenakan oleh Zhia! Cano tidak mau semua tamu undangan memperhatikan tubuh istriku, hanya aku saja yang boleh melihatnya!” seru Rayden yang langsung menentang Zhia untuk memakainya.


“Siapa bilang gaun ini akan dikenakan saat resepsi kalian? Mamah hanya ingin mengambil beberapa gambar kalian berdua disini!” sahut Julia yang menjelasakan maksud tujuannya menyuruh mereka menggunakan gaun itu.


“Wahhh,…..bajunya sangat cantik! Ayo, mamah segera mencobanya!” seru Lucia yang merasa tidak sabra ingin melihat mamahnya memakai gaun yang dipilihkan Grandmanya.


“Tuh anakmu juga tidak sudah sabar ingin melihat mamahnya mengenakan gaun ini! Sudah sana kalian berdua ganti pakaian sekarang!” ujar Julia pada Rayden dan juga Zhia.


“Kalian bantu mereka mencoba gaunnya!” Perintah Noland pada beberapa karyawan san sang pemilik butik itu.


“Cano bisa sendiri!” sahut Rayden wajah kesalnya.


“Silahkan, Tuan!”


Sang pemilik butik pun memberikan setelan jas yang memang sudah menjadi pasangan gaun pengantin yang dipilih oleh Julia.


Rayden pun meraih setelan jas itu masih dengan raut wajah kesalnya, dia kemudian pergi keruang ganti khusus pria yang berada di butik itu.


“Maaf, Nyonya! Kami akan membantu Nyonya muda mengganti gaunnya dulu!” ujar sang pemilik butik yang berniat ingin menutup tirainya lagi.


“Silahkan!” sahut Julia yang tentu saja sangat mempersilahkannya.


Tirai pun kembali ditutup dan seperti sebelumnya, mereka membantu Zhia mengganti gaun dan sedikit merias berbeda dengan yang sebelumnya.

__ADS_1


“Grandma! Mana baju untuk Luca?” tanya Luca yang sudah tidak sabar ingin mencobanya.


“Iya, mana gaun untuk Luci juga? Luci ingin gaun seperti mamah!” seru Lucia yang juga merasakan hal yang sama dengan sang kakak kembarnya.


“Nanti, sayang! Grandma sudah menyiapkan gaun dan setelan jas yang sangat indah untuk kalian berdua!” ujar Julia sembari tersenyum pada kedua cucu kembarnya itu.


“Yahhh,….. padahal Luci sudah tidak sabar ingin mencobanya seperti mamah!” ujar Lucia yang tampak kecewa.


“Iya, Luca juga!” sahut Luca yang sama cembertutnya dengan Lucia.


“Nyonya besar, bagaimana dengan setelan jas untukku?”


Will pun tidak mau kalah dengan tampang tidak tahu malunya dia juga meminta setelan jas yang akan dia kenakan untuk acara resepsi pernikahan dari Tuannya itu.


“Tenang saja, Will! Setelan jas untukmu, Levi dan yang lainnya sudah aku sediakan. Setelan jas untuk pengawal tentunya. Hahahaa,…..” ujar Noland yang entah kenapa dia merasa senang saat mengatakan itu pada Will.


“Woahh,….Benarkah saya mendapatkan setelan jas baru, Tuan besar?”


Hidung dan telinga Levi sudah seperti anjing saja begitu menyangkut mengenai baju baru yang gratis.


Levi yang awalnya berjaga diluar, seketika masuk kedalam butik itu untuk memastikan sendiri mengenai baju barunya itu.


“Cepat sekali ‘yah reaksimu begitu mendengar tentang baju baru, tapi mencari serangga kecil saja kau tidak becus!” ujar Noland yang secara langsung menyindir Levi yang belum bisa menangkap Liam dan Grace.


“Tuan besar, jangan sama ‘kan hal ini dengan satu itu ‘dong!” sahut Levi dengan enggan untuk membahasnya.


“Tenang saja, semuanya sudah disiapkan termasuk untuk kalian semua !” ujar Julia yang kembali harus menengahi.


“Siap, Tuan! Saya sudah menyiapkan sebuah lagu sebagai kadonya!” sahut Levi dengan penuh percaya diri.


“Hahahaa,….Kau mau bernyanyi di pernikahan Tuanmu?” tanya Noland yang kembali menertawakan perkataan Levi.


“Tentu saja! Kalau uang atau barang mewah bukankah Tuan dan Nyonya muda sudah mempunyai banyak sekali. Jadi aku Zaen Levi memutuskan untuk bernyanyi sebagai kadonya. Sangat bagus, bukan?” ujar Levi yang tidak memperdulikan Noland yang terus meremehkannya.


“Idemu sangat bagus, Lev! Ayo, kita berduet saja!”sahut Will yang akhirnya mendapatkan sebuah ide untuk memberikan kado pernikahan untuk Tuan dann Nyonya mudanya.


“Hay, apa yang kalian bicarakan ‘sih? Berisik sekali!” ujar Ryden yang baru saja keluar dari ruang gantinya.


“Wahh,….Tuan tampan sekali!” seru Will dan Levi yang terlihat takjub dengan penampilan Tuannya.


“Nyonya muda sudah siap!” ujar Sang pemilikbutik pun bersiap untuk membuka tirainya.


Perlahan tirainya mulai terbuka menampilkan sosok Zhia yang dengan balutan gaun pengantin yang dipilih oleh Julia. Cantik sekali, itulah kata yang tepat untuk menjelaskan betapa cantiknya Zhia.


Semua orang berada disana bahkan menatap Zhia tanpa berkedip sedikitpun. Rayden bahkan beberapa kali menelan salvinanya dengan kasar saat melihat penampilan Zhia.


“Wahhh, mamah cantik sekali!” seru Lucia dengan mata berbinarnya, dia segera menghampiri mamahnya dan langsung memeluknya dengan erat.


“Benarkah, sayang?” Zhia pun membalas pelukan putri kecilnya itu.

__ADS_1


“Mamah! Mamah, lihatlah! Papah juga terlihat sangat tampan seperti Luca!” seru Luca yang memuji papahnya didepan mamahnya.


Wajah Rayden dan Zhia seketika pun menjadi merona, mata mereka saling bertemu dan terpana satu sama lain.


“Wahh,…..Kalian berdua memang sungguh pasangan yang sangat serasi! Sudah sana Cano, kami akan mengambil gambarmu dan Zhia!”


Julia segera mendorong putranya itu untuk mendekat pada Zhia.


“Grandma, Luca juga ingin beerfoto dengan mamah dan papah!” ujar Luca yang tidak mau kalah dengan papahnya itu.


“Luci juga, Grandma!” sahut Lucia dengan penuh antusias.


“Nanti dulu ‘yah, sayang! Kita ambil foto mamah dan papah kalian berdua dulu. Baru setelah itu kita semua berfoto bersama!” ujar Julia berusaha membuat kedua cucu kembarnya itu mengerti.


“Yeaahh,….Baiklah, Grandma!” seru Luca dan Lucia serentak dan penuh semangat.


Setelah selesai berdiskusi dengan Luca dan Lucia, Julia pun segera menyiapkan kamera yang baru di belinya untuk mengabadikan setiap moment pernikahan putra satu-satunya itu.


Julia mulai mengambil beberapa gambar Rayden dan Zhia dalam beberapa pose sederhana, karena mungkin baik Zhia maupun Rayden masih merasa sedikit canggung.


Tapi lama kelamaan Rayden dan Zhia mulai kebanyakan gaya, hingga pose mereka bukannya terlihat keran dan indah tapi malah terlihat sangat kocak.


Sehingga menggundang banyak orang yang berada didalam butik itu, Julia dan Noland mulai menyadari bahwa putra dingin mereka kini sudah mulai banyak tertawa dan tersenyum. Dan semua itu berkat kehadiran Zhia dan si kembar kedalam kehidupan mereka.


Cukup banyak Julia mengambil gambar Zhia dan Rayden berdua saja, sekarang giliran mereka ikut berfota bersama kedua pengantin baru ini.


Bahkan Will, Levi, Alea dan juga Eva juga ikut berebut untuk mengambil foto bersama keluarga Xavier itu. Keluarga Xavier memang keluarga yang sangat kaya raya dan terpandang.


Akan tetapi, keluarga Xavier berbeda dengan keluarga kaya pada umumnya yang bersikap sombong dan berkuasa.


Keluarga Xavier lebih menjunjung tinggi nilai kebaikan antar manusia tanpa memandang status dan latar belakang orang itu, selama orang itu bersikap baik pada mereka. Maka mereka akan membalas kebaikan orang itu berkali-kali lipatnya.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2