
Sore hari, di belakang sebuah super martket yg ternama di kota Denpasar terlihat seorang peria yg sedang duduk di atas motor honda Variao 125 warna hitam miliknya. Peria 30 tahun itu terus menatap pintu keluar kusus karyawan supermartket M sambil sesekali pandangannya melirik jam tangan hitam yg di kenakannya.
Tidak ada raut cemas at kesal sedikitpun di muka peria itu padahal waktu sudah menunjukkan pukul 16.45 wita. Sudah 30 menit dia menunggu istri yg di cintainya tapi belum terlihat tanda2 kehadiran ibu satu anak itu. Peria penyabar itu tampak santai dan menikmati waktu yg sudah ia lewati. Yap... Ini adalah rutinitas peria yg bernama Rama setiap pagi dia rutin mengantar dan menjemput istrinya pulang pergi dari super martket M. Karena istrinya tidak bisa naik motor sendiri.
Tepat pukul 16.50 wita wanita yg sangat ia cintaipun keluar dari pintu belakang super martket ketika tatapan mereka bertemu bibir wanita itu pun melebar karena senyuman manisnya dan akhirnya lesung pipi di pipi kananya terlihat dengan jelas menambah kesan ayu dan manisnya wanita itu. Dia terlihat sangat bahagia melihat suaminya. Dengan berlari kecil dia meraih leher Rama dan mengalungkan ke dua tangannya di sana.
"Mmmmuuuaaaccchhh" sebuah kecupan ringan dan singkat di layangkan oleh Arini di bibir Rama. Peria itupun tersenyum sambil kedua tangannya memeluk pinggang ramping Arini.
" Sudah lama pa??? " tanya Arini sambil menjauhkan dirinya dari peria itu.
" Tidak terlalu lama, kamu lagi banyak kerjaan ya?" tanya Rama sambil kembali melirik jam tanganya tidak biasanya sang istri molor sapai 40 menit.
" Ya nih pa... " jawab Arini dengan muka yang sedikit di tekuk
__ADS_1
"Kasihan istriku, ayo naik kita pulang!! Biar kamu bisa cepat istirahat. " kata Rama sambil memencet hidung Arini karena saking gemasnya
"Iiiiiiiihhhhhhh" ucap Arini sambil matanya sedikit srdikit mendelik dan dengan reflek tangan kanannya mengusap hidungnya yang memang terasa sedikit sakit.
Rama hanya bisa cekikikan melihat expresi istrinya itu.
Jarak super martket M dan rumah kostan mereka hanya 1km membutuhkan waktu kurang lebih hanya 3 menit saja jika menggunakan sepeda motor, tp lumayan menguras keringat jika ini di lakukan dengan berjalan kaki.
Kostan mereka tidaklah terlalu besar hanya berukuran 4x4 meter persegi, tapi kostan ini terasa sangat nyaman dan asri ada pohon palem dan berbagai tanaman bunga di sebelah kiri kanan jalan gang menuju kostan mereka. Hanya ada dua rumah di gang itu dan kostan mereka berada paling pojok.
"Aku langsung berangkat kerja ya? " pamit Rama pada istrinya. Rama bekerja di sebuah hotel di daerah Kuta, hotel yg tidak terlalu besar tp lumayan membuat karyawan hotel itu sibuk saat memasuki musim liburan.
"Hati hati ya pa" jawab Arini sambil mencium tangan Rama. Rama kemudian menatap mata istrinya
__ADS_1
"Tak terasa sudah sepuluh tahun pernikahan kit, apa kamu bahagia ma" tiba tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Rama dan sontak saja membuat Arini menjadi kaget.
" Tentu pa, aku sangat bahagia" senyum Arini tp entah mengapa jauh dalam hati kecilnya dia merasa sedih dan kesepian. Dia merasa sakit kehilangan seseorang yang benar benar ia cintai di masa lalunya.
"Yeee... di tanya malah melamun" celetuk Rama yg seketika membuyarkan lamunan Arini.
"Siapa yang melamun??? Sana berangkat!! " kata Arini sambil sedikit mendorong tubuh Rama.
"Iya.. Iya galak sekali istriku ini" celetuk Rama sambil melangkah keluar kamar kostan
"Hati hati di jalan pa" kata Arini sambil melambaikan tangan kanannya.
Setelah sang suami tidak lagi terlihat dia segera menuju kamar dan menutup pintunya.
__ADS_1
"Sudah lima belas tahun, bagaimana kabarmu?? Apa yg sedang kau lakukan saat ini?? Andai waktu bisa di ulang... " Arini tiba tiba menangis sesegukan di kamarnya mengingat cinta pertama yang sangat ia cintai.