ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
6


__ADS_3

 


"Sebesar apapun kamu membenci seseorang, suatu saat sebesar itu pula rasa cintamu" entah kenapa Arini selalu memikirkan kata kata dari Wati.


 


" Benar juga yang di bilang Wati, Arian cowok yang baik, belum pernah ia menghinaku seperti yang cowok cowok lain lakukan. Jika dia jahat dan mau menjatuhkanku harusnya dia bilang pada teman teman yang lain kalau aku suka menggodanya tapi kenapa dia hanya diam dan malah menikmatinya? Apa dia juga suka padaku??" fikir Arini. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi Arini masih juga terjaga.


"Tidak mungkin, dia tidak mungkin suka padaku. Dia ibarat pangeran, wajahnya tampan, kaya, pintar dan terkenal di kalangan cewek. Sedangkan aku?? Aku jelek, kumuh, kucel, miskin, pinterpun cuma kadang kadang". Fikirnya lagi


"Tidak boleh... Aku tidak boleh suka padanya. Apa kata teman teman nanti? Mereka pasti akan tambah menghinaku, tambah menjatuhkanku apalagi kalau sampai Wati tau dia pasti akan meledekku" kata Arini mengingatkan dirinya sendiri


Akhirnya malam itu Arini baru bisa tidur jam dua dini hari, padahal dia sudah berusaha untuk memejamkan matanya tapi bayang bayang wajah Arian terus saja menggodanya.


Alhasil waktu jam pelajaran berlangsung dia harus menahan kantuk yang sangat luar biasa. Untung saja jam pelajaran terakhir kosong. Karena Bu Susi guru Sejarah tidak masuk, anak anak hanya di suruh mengerjakan tugas latihan sambil menunggu bel pulang. Tapi bukannya mengerjakan tukas mereka malah sibuk bercanda.


Kelas Arini memang terkenal paling bandel dan susah di atur, kelas yang paling ribut dan sering menggangu kelas yang lain. Terutama ketua kelasnya yaitu Dika, dia paling sering berkelahi, tidak cuma dengan teman sekelasnya tapi juga teman lain kelasnya.


Sangat bertolak belakang dengan Arini yang suka dengan suasana sepi dan tenang. Siang itu Arini benar benar tidak bisa menahan emosinya apalagi ternyata Wati, Asti dan Vivian ikut menambah riuh suasana di siang itu. Ke tiga temannya itu ternyata ikut tertawa terbahak bahak bercanda dengan Dika, Arya dan Ivan. Walau sudah di peringatkan ke tiga cewek itu sama sekali tidak menghiraukan peringatan Arini dan akhirnya kesabaran Arini pun habis.

__ADS_1


"Diaaaaaammmmm.....!!!!!" reriak Arini sambil memukul mejanya. Sontak saja teman temannya yang lain menjadi kaget dan suasana kelaspun seketika menjadi hening.


"Asti...!!! Balik ketempat dudukmu... Kalau mau ribut jangan duduk di barisan tempat dudukku... " bentak Arini. Sontak saja membuat Asti kaget, takut dan juga malu. Baru pertama kali dia di bentak oleh temannya dan itupun karena kesalahannya sendiri dengan berurai air mata Astipun mengambil bukunya dan membawanya kembali ke tempat duduknya yang ada di bangku depan barisan ke dua dari timur.


"Berani sekali kamu berteriak.... Aku laporin kamu ke guru BP baru tau rasa" kata Dika tiba tiba


"Kenapa aku mesti takut?? Emang situ siapa?? " lawan Arini.


"Aku ketua kelas, aku akan mencatat namamu akan ku serahkan pada guru BP" ancam Dika


"Oh ya? Udah bisa baca tulis belum? Katanya mau mencatat namaku? Baca tulis aja belum becus sok mau mencatat namaku. Masih inget kamu jadi ketua kelas hheehh...?? Ketua kelas kok ngasi contoh yang buruk, suka ribut, suka berantem termasuk malakin orang. Heran dimana otaknya dulu anak anak yang milih orang kayak gini jadi ketua kelas??" hina Arini.


Tak ada satupun yang berani menjawab Arini karena semua kata kata pedas yang ia ucapkan memang benar adanya.Termasuk Dika sekarang ia hanya bisa duduk berdiam diri sambil menahan malunya.


"Serem sekali" bisik Hendra pada Arian.


"Kamu tidak tau betapa manisnya dia saat ia tersenyum" kata Arian dalam hati


"Diajak ngomong malah melamun" kata Hendra sambil menyenggol siku kanan Arian

__ADS_1


"Aduh.... Sakit tau" bisik Arian, Arini yang diam diam memperhatikan ke dua sahabat itupun ikut tersenyum di buatnya meskipun dia tidak tau dengan jeles apa yang sebenarnya ke dua cwok itu bicarakan.


Wati yang melihat gelagat Arini pun tidak menahan lagi rasa penasarannya. Dia pun menulis sesuatu di bukunya dan menyuruh Arini membacanya biar tidak menimbulkan suasana riuh.


"Jangan jangan kamu udah mulai suka pada Arian" tulis Wati


"Mustahil" balas Arini


" Dasar keras kepala, beneran suka baru tau rasa" tulis Wati lagi


"Gak akan mungkin" balas Arini lagi. Membuat Wati menjadi sangat kesal dengan kepedean gadis itu.


"Cinta itu datang tanpa kamu tau dan kamu tidak akan bisa mencegah kehadirannya. Meskipun mulutmu terus menyangkalnya tapi tidak dengan hatimu. Kamu harus tau kalau jatuh cinta itu sangat indah merasakan jantung yang berdebar lebih kencang dari biasanya saat kamu bertemu dengannya, merasa gelisah saat kamu tidak bertemu dengannya dan yang paling seru pas ngerasain cemburu...... "


"Kalau memang cemburu itu menyemangkan kenapa kamu berantem sama Wirya dan minta putus darinya?? Kenapa tidak nikmatin aja rasa cemburumu dan balikan lagi dengannya" Arini langsung memotong kata kata Wati. Membuat gadis itu jengkel mendengar ucapan pedas yang keluar dari mulut Arini.


 


"Dasar gadis ini... Ya aku berdoa supaya kamu beneran tidak jatuh cinta pada Arian kasihan dia nanti harus menerima mulut pedasmu setiap hari" bisik Wati saking kesalnya

__ADS_1


 


"Sialan kamu.. " umpat Arini seraya tersenyum. Arini pun memandang lembut wajah wati Karena merasa bersalah dlm hatinya "Maafkan aku Wati, aku tidak bisa berkata jujur padamu, saat ini aku memang sudah mulai menyukai Arian. Dan entah sejak kapan rasa suka itu tumbuh. Andai aku tau aku mungkin sudah memangkasnya dari awal karena aku cukup tau diri aku siapa? Dan dia siapa? "Kata Arini dalam hati. Sejenak ia melirik ke arah Arian seperti biasa cowok itu membalasnya dengan senyuman ramahnya. Membuat jantung Arini kembali berpacu dengan sangat kencang.


__ADS_2