
" Kak Sony punya pacar? Siapa?" tanya Syifa kaget.
" Mmm... sebenarnya kakak belum siap ngomongnya, Dek." kata Sony sambil tersenyum.
" Siapa? Syifa penasaran nih,"
Sony menatap Ardan sekilas lalu berdiri mendekati Syifa. Mungkin hanya Syifa yang bisa membantunya untuk menghadapi masalah yang akan terjadi sebentar lagi.
" Kakak mau bicara berdua saja denganmu," bisik Sony.
" Kenapa harus berdua, kak?" tanya Syifa heran.
" Ini sangat penting, ayolah?" rengek Sony.
" Ada apa sih?" tanya Reyhan penasaran.
" Mmm... ini, Mas. Kak Sony mau ajak Syifa bicara berdua saja tanpa kalian." ucap Syifa.
" Apakah sangat penting sampai Mas nggak boleh tahu, sayang?"
" Nggak tahu juga."
Sony yang merasa ditatap oleh tiga orang di hadapannya itu hanya bisa pasrah jika semua rahasia yang telah ia jaga selama bertahun - tahun itu akan terbongkar. Cepat atau lambat, mereka semua memang harus tahu yang sebenarnya.
" Ayolah, Rey. Cuma sebentar saja, aku butuh Syifa sekarang." pinta Sony.
" Baiklah, tapi jangan lama - lama berduaan." kata Reyhan datar.
Syifa mengajak Sony ke balkon yang ada di kamarnya. Tempat yang nyaman untuk bicara tanpa ada gangguan walaupun pintu kamar tetap terbuka.
" Kakak mau bicara apa sama Syifa?"
" Soal gadis yang selama ini bersama kakak, Dek. Kakak ingin memberitahu kalian bertiga tapi takut."
" Takut kenapa, kak? Dia bukan istri seseorang, kan?"
" Astaghfirullah, kakak nggak mungkin melakukan itu."
" Kalau begitu bilang sama Syifa, siapa wanita yang bisa meluluhkan hati kakakku yang tampan ini?"
" Mmm... tapi kamu setuju kan dengan pilihan kakak?"
" Gimana Syifa bisa setuju jika belum pernah bertemu dengan gadis pilihan kakak."
" Kakak hanya ingin kamu dukung kakak, Dek. Siapapun gadis itu, kakak sangat mencintainya."
" Sejak kapan kakak pacaran dengannya?"
" Mmm... mungkin sekitar tujuh tahunan, sudah sangat lama."
" Hah...! Tujuh tahun? Berarti kita masih kelas dua SMA dong?" ucap Syifa tak percaya.
" Iya, Dek. Memang itulah kenyataannya."
__ADS_1
Syifa berpikir keras tentang gadis yang dekat dengan Sony waktu masih sekolah di bangku SMA dulu. Tapi seingat dia, tak ada satu gadispun yang dekat dengan Sony kecuali dirinya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama saat di sekolah.
" Kak, apa dia satu sekolah dengan kita?"
" Tidak, waktu itu dia masih SMP."
" What? Kakak pacaran dengan anak kecil?" Syifa hampir saja jatuh karena kaget.
" Ya mau gimana lagi, kami saling suka. Walaupun akhirnya kami harus berpisah jarak, tapi kami tetap berkomunikasi dengan baik. Sekarang dia juga sudah beranjak dewasa."
" Masya Allah, kak. Apa Syifa juga mengenalnya?"
Sony menceritakan semuanya tentang kekasihnya dan awal mereka menjalin hingga saat ini. Syifa tadinya sangat kaget mendengar nama kekasih Sony, namun saat dijelaskan mengapa mereka merahasiakan hubungan mereka darinya, Reyhan dan Ardan, Syifa dapat mengerti akan hal itu dan mendukung niat Sony untuk membuka rahasia yang terkubur tujuh tahun lamanya.
" Dek, tadi kata Reyhan kamu sedang marah, ya? Ada masalah apa?"
" Habisnya Syifa tidak boleh menginap di rumah peninggalan ayah. Syifa sangat merindukan rumah itu."
" Tidak boleh begitu, Dek. Reyhan pasti punya alasan untuk itu. Jangan sering ngambek, nanti keponakanku jadi angry bird... hahahaa..."
" Ihh... kakak! Tidak mungkin anakku jadi burung pemarah seperti itu. Anakku nanti pasti lucu dan menggemaskan."
" Ya sudah, kalau begitu jangan suka marah pada suami. Dia adalah imam dalam kehidupanmu, tugasmu adalah berbakti kepadanya. Buatlah seorang suami itu nyaman saat bersamamu agar tidak ada orang ketiga dalam rumah tangga."
" Iya, kak. Syifa akan minta maaf pada Mas Reyhan. Syifa tidak akan marah - marah lagi dan menurut padanya."
" Nah, kalau seperti ini baru adik kesayangan kak Sony."
# # #
" Assalamu'alaikum," ucap Ardan.
" Wa'alaikumsalam, mana kekasih abang?" sahut Syifa saat membuka pintu.
Ardan langsung menarik tangan gadis yang sedari tadi bersembunyi di belakang punggungnya. Sepertinya gadis itu masih canggung untuk menunjukkan hubungannya dengan Ardan.
" Masya Allah, Clarissa? Jadi kamu sama abang_...?" pekik Syifa kaget.
" Maaf, Fa. Aku tidak bermaksud untuk merahasiakan ini padamu." ucap Clarissa merasa bersalah.
" Tidak apa - apa, aku malah senang karena bang Ardan memilih gadis yang tepat untuk pasangan hidupnya." kata Syifa senang.
" Thank's, adikku sayang." ujar Ardan.
Syifa merangkul bahu Clarissa untuk masuk ke dalam Apartemen. Reyhan yang melihat Ardan membawa Clarissa cukup terkejut karena mereka berdua jarang terlihat bersama.
" Sayang, Sony belum datang?" tanya Reyhan.
" Belum, Mas. Mungkin sebentar lagi." jawab Syifa.
" Apa yang kalian bicarakan tadi?"
" Tidak ada, kepo deh!"
__ADS_1
" Sayang, tidak mungkin tidak ada. Kau mau main rahasia sama suamimu sendiri?"
" Nanti juga Mas tahu. Oh iya, nanti... siapapun gadis yang dibawa kesini sama kak Sony, Mas Rey dan bang Ardan harus terima dia."
" Kenapa harus begitu? Kita juga harus tahu siapa perempuan itu, aku tidak mau Sony salah pilih pasangan hidup." kata Ardan.
" Bang, kakak itu sangat mencintai dia. Syifa yakin kak Sony tidak salah pilih. Kak Sony sangat tulus sayang pada gadis itu, tolong terima hubungan mereka ya?"
" Kenapa harus begitu, sayang? Kalau Sony dan gadis itu saling mencintai ya kita tidak masalah." kata Reyhan.
" Janji ya, kalian akan setuju?"
Ardan dan Reyhan heran dengan permintaan Syifa, apa gadis pilihan Sony itu dekat dengan mereka. Selama ini tidak ada gadis yang dekat dengan Sony. Mereka berdua berpikir mungkin saja itu adalah Catherine, sekretaris Reyhan di New York. Tapi mereka baru bertemu beberapa kali.
" Sayang, kamu tahu siapa kekasih Sony?" tanya Reyhan.
" Mmm... nanti aja deh, kalian bisa melihatnya langsung saat kak Sony membawanya kesini." jawab Syifa pelan.
Clarissa hanya diam menyimak perbincangan Syifa, Ardan dan Reyhan. Dia masih canggung jika harus berkumpul seperti ini terutama dengan Reyhan. Walaupun Reyhan adalah orang yang pertama kali dikenal Clarissa, namun sikap dingin pria itu membuat Clarissa sedikit menjaga jarak.
" Fa, apa kita mengenal gadis yang menjadi kekasih Sony?" tanya Ardan.
" Mmm... iya, kita mengenalnya dengan baik. Tapi biar nanti kak Sony saja yang menjelaskan semuanya."
" Kau ini membuat kami bingung aja, Fa."
Hampir satu jam sejak kedatangan Ardan dan Clarissa, Sony dan kekasihnya belum juga muncul. Syifa bosan hanya duduk - duduk di sofa saja.
" Ris, tidur aja yuk di kamar. Lama nunggu kak Sony datang." ucap Syifa.
" Tapi, Fa_..."
" Sudah, biarkan Mas Rey dan abang disini."
Syifa mencium pipi Reyhan sekilas sebelum beranjak menuju kamar bersama Clarissa.
" Sayang, sekalian ambilkan ponsel Mas di kamar."
" Iya, Mas."
" Ayo, Rissa. Lebih baik kita tidur daripada bosan duduk terus."
Saat dua wanita itu hendak masuk ke dalam kamar, tiba - tiba bel pintu berbunyi. Syifa segera membukanya dan menyuruh Dony masuk bersama seorang gadis di belakangnya.
Reyhan dan Ardan tak melepaskan pandangannya dari pintu karena sangat penasaran dengan gadis yang dibawa Sony.
.
.
TBC
.
__ADS_1
.