
Syifa yang malam ini tidak bisa tidur karena Reyhan dari tadi nomornya tidak bisa dihubungi berniat cari angin di teras rumah. Dengan langkah tak bersemangat, ia membuka pintu utama untuk keluar rumah. Namun betapa terkejutnya ia saat pintu terbuka, di hadapannya muncul orang yang sedang dia pikirkan saat ini sedang menggandeng wanita asing.
" Sayang...!" ucap Reyhan terkejut.
Syifa tak bersuara, hanya tatapan tajam yang ia berikan pada lelaki di hadapannya yang tak jua melepaskan wanita di sebelahnya. Reyhan yang segera menyadari tatapan tajam kekasihnya itu langsung melepas dengan kasar tangan Cathy.
" Auwww! Rey, what are you doing?!" pekik Cathy.
Reyhan tak menghiraukan ucapan Cathy langsung mengejar Syifa yang kembali masuk ke dalam rumah dengan marah.
" Sayang, tunggu dulu...!" teriak Reyhan seraya mengikuti langkah Syifa yang menaiki tangga.
" Lepas...!" pekik Syifa saat Reyhan meraih tangannya.
" Sayang, kamu kenapa sih? Jangan marah seperti ini dong?"
" Lepas! Urus saja pacar kamu diluar itu!"
Reyhan melepaskan Syifa saat teringat jika Cathy masih diluar. Reyhan sadar jika kekasihnya sedang cemburu saat melihat Cathy menggandengnya tadi.
" Kamu tunggu sebentar ya? Mas mau urus Cathy sebentar." ucap Reyhan seraya tersenyum lalu kembali ke bawah untuk menemui wanita yang dibawanya dari New York.
" Bener - bener keterlaluan kamu, Mas!" geram Syifa lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya.
Reyhan turun ke bawah dan mendapati Cathy duduk di ruang tamu meskipun belum dipersilahkan oleh yang punya rumah.
" Sorry tadi tinggalin kamu sebentar," ucap Reyhan.
" Bukannya itu tadi Syifa, Rey?" tanya Cathy.
" Iya, sepertinya dia marah karena sedari tadi kau menggandeng lenganku." sungut Reyhan.
" Sorry, soalnya aku takut pegawai di depan tadi menatapku aneh."
" Hah...! Niatnya pengen bikin kejutan malah dia ngambek sekarang." keluh Reyhan.
Lima tahun mengenal Reyhan, Cathy dan Steven bisa berbahasa Indonesia walaupun tak terlalu lancar. Jadi Cathy sangat senang saat Reyhan mengijinkannya ikut ke Indonesia.
" Nanti biar aku yang bujuk Syifa, Rey."
" Dia itu keras kepala, susah untuk dibujuk."
" Oh iya, aku lelah. Apa ada kamar untukku?"
" Hadewh... kamar tamu pasti belum dibersihkan, tadinya kamu aku suruh tidur sama Syifa tapi dia lagi marah. Istirahatlah di kamarku biar aku bersihkan kamar tamu dulu."
" Ok, terimakasih boss!"
Reyhan mengantar Cathy ke kamarnya lalu dia kembali turun setelah mengetuk beberapa kali kamar Syifa tidak dibuka juga. Reyhan lebih memilih tidur di sofa ruang keluarga karena malas untuk membersihkan kamar tamu.
# # #
Pagi hari, Mama Salma keluar kamar setelah sholat Shubuh bersama papa Hendra. Dia terbiasa membantu pelayan membuat sarapan setiap hari.
" Tumben Syifa jam segini belum turun?" gumam mama Salma.
Takut putri angkatnya sakit atau apa, mama Salma bergegas naik ke kamarnya untuk mengecek keadaan gadis itu. Saat masuk ke dalam kamar, mama tidak mendapati keberadaan Syifa. Mama berpikir mungkin Syifa berada di kamar Reyhan karena gadis itu memang sering menempati kamar putranya saat sang pemilik sedang tidak ada di rumah.
__ADS_1
Saat membuka pintu, betapa terkejutnya mama Salma mendapati ada gadis asing yang tidur di kamar putranya. Hampir saja ia terkena serangan jantung saat melihat putranya keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.
" Reyhaannn!" teriak mama Salma.
" Mama...?"
Reyhan kaget melihat ibunya masuk ke dalam kamarnya sepagi ini. Melihat amarah mamanya, Reyhan mengerti jika pasti terjadi kesalahpahaman nantinya karena ada Cathy yang masih tertidur pulas di ranjangnya.
" Kau keterlaluan, Rey! Bisa - bisanya kau membawa perempuan ke kamarmu!" hardik mama Salma.
" Ma, Reyhan bisa jelaskan tentang ini. Dia itu_..."
" Sudah! Mama kecewa sama kamu!"
Mama Salma keluar dari kamar Reyhan dengan emosi yang memuncak hingga tanpa sadar menyambar vas bunga itu dengan geram hingga jatuh ke lantai.
Pyaarrr!
Vas itu hancur berserakan di lantai dan membuat para pelayan berhamburan naik ke atas untuk melihatnya termasuk papa Hendra.
Reyhan yang sudah ambil wudlu untuk sholat shubuh segera sholat sebelum matahari semakin naik.
" Ada apa ini? Suara apa itu tadi?" tanya papa Hendra kepada pelayan.
" Tidak tahu, Tuan. Sepertinya sumber suara dari lantai atas." jawab pelayan.
" Ya sudah, ayo kita periksa."
Saat hendak naik ke lantai atas, papa Hendra dan beberapa pelayan menghentikan langkahnya ketika mama Salma turun dengan wajah penuh amarah.
" Mama... ada apa?" tanya paoa Hendra heran.
" Apa maksud mama? Bicara yang jelas?"
" Kau tahu sekarang putramu sedang apa? Dia berduaan dengan seorang wanita di kamarnya!"
" Di kamar? Memangnya Reyhan sudah pulang dari Amerika? Apa dia bersama Syifa?"
" Papa lihat saja sendiri!"
Dengan kesal mama pergi ke kamarnya dengan membanting pintu sekeras - kerasnya. Dadanya begitu sesak saat ini, ada rasa sakit du hatinya yang tak bisa diungkapkan. Di sela tangis kekecewaannya, mama Salma kembali teringat dengan Syifa.
" Astaghfirullah... apa Syifa sudah tahu semuanya? Jangan - jangan dia pergi dari rumah?" gumam mama Salma.
Sementara itu, papa Hendra langsung naik ke atas dan mengetuk dengan keras pintu kamar Reyhan. Seorang wanita asing membukanya dengan menundukkan kepalanya.
" Siapa kamu!" teriak papa Hendra.
" Maaf, Tuan_..." ucap Cathy pelan.
" Pa, Reyhan akan menjelaskan semuanya." kata Reyhan yang baru selesai sholat shubuh.
" Apanya yang mau kau jelaskan? Sudah jelas kau bersamanya disini. Kalian harus menikah sekarang juga!"
" Pa! Ini hanya salah paham, Cathy ini_..." ucap Reyhan mencoba menjelaskan.
" Diam! Kau tidak pernah memikirkan perasaan Syifa!" bentak papa Hendra.
__ADS_1
Papa Hendra keluar dari kamar diikuti Reyhan dan Cathy. Sampai di bawah, mama Salma menangis di ruang keluarga.
" Ma... Mama kenapa menangis?" tanya papa.
" Syifa, pa. Syifa pergi tadi pagi - pagi sekali. Dia tidak ada di kamarnya." ucap mama sambil menangis.
Reyhan ikut terkejut dengan ucapan mamanya. Lagi dan lagi, gadis itu pergi meninggalkannya. Reyhan segera berlari ke atas mencari Syifa.
" Sayang, kau di dalam?" teriak Reyhan mengetuk kamar Syifa.
Tak ada sahutan dari dalam, Reyhan langsung masuk ke dalam kamar kekasihnya. Tak ada tanda - tanda bahwa Syifa ada disana. Reyhan mengecek semua barang milik Syifa, semuanya masih tersimpan rapi disana. Pakaian, ponsel, tas yang selalu ia bawa kemana - mana, semuanya masih ada ditempatnya.
" Sayang, kau pergi kemana?" gumam Reyhan.
Sementara itu di bawah, mama sedang menginterogasi Cathy dengan wajah penuh amarah.
" Siapa kamu sebenarnya? Apa hubunganmu dengan Reyhan?" cecar mama Salma.
" Maaf, Nyonya. Saya sekretarisnya Reyhan di New York." ucap Cathy pelan.
" Sekretaris Reyhan? Kau jangan menipuku!"
" Sabar, Ma." bisik papa.
Reyhan yang baru turun dari lantai atas langsung menghampiri ibunya yang tengah emosi.
" Ma, sabar dulu. Reyhan bakal jelaskan semuanya." bujuk Reyhan.
" Iya, Ma. Beri Reyhan kesempatan untuk menjelaskan." ujar papa lembut.
" Begini, Ma. Jadi semalam itu Reyhan pulang semua sudah tidur. Hanya Syifa yang masih diluar, membukakan pintu untuk kami. Mungkin dia juga salah paham soal ini. Wanita ini, dia adalah sekretarisku di kantor. Jika diluar, dia adalah temanku. Namanya Catherine, dia ingin berlibur di Indonesia selama beberapa hari. Sony juga mengenal dia kok, kalau tidak percaya boleh bertanya padanya."
" Kenapa dia tidur sekamar denganmu? Syifa pasti melihatnya,"
" Kami tidak tidur sekamar, semalam Reyhan tidur disini karena Syifa tak mau membuka pintu kamarnya. Tadinya Reyhan ingin Cathy tidur bersama Syifa karena kamar tamu belum dibersihkan."
" Maaf, Tuan... Nyonya... saya sudah membuat kekacauan disini. Saya akan segera pergi dari sini." ucap Cathy merasa bersalah.
" Kau disini saja, saya mau mencari Syifa dulu." titah Reyhan.
" Tapi, Rey... lebih baik jika saya menginap saja di hotel." uvap Cathy tak ingin menambah masalah.
" Nanti biar Sony yang menjemputmu." kata Reyhan.
Syifa tidak membawa mobil sehingga Reyhan tidak bisa melacaknya. Reyhan mencari di tempat - tempat biasa namun tak juga menemukan kekasihnya. Harapan terakhirnya adalah tempat pemakaman orangtuanya. Reyhan berharap Syifa ada di tempat itu.
Walaupun tubuhnya terasa sangat lelah, namun Reyhan tak ingin membuat kekasihnya semakin salah paham padanya. Sampai di pemakaman, Reyhan tak mendapati Syifa disana. Hanya taburan bunga yang masih baru berada diatas dua makam orangtua Syifa.
" Dia baru saja dari sini, kemana lagi dia?"
.
.
TBC
.
__ADS_1
.