ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
16


__ADS_3

Keesokan harinya suasana kelas di buat riuh oleh Dika dan Wati mereka bergosip tentang kedekatan Arini dan Candra mumpung Arini belum datang jadi mereka bebas membicarakannya bahkan Wati sengaja melebih lebihkannya ini sengaja ia lakukan hanya untuk memanas manasi Arian.


Wati agak tidak suka pada cowok itu karena gara gara dia Arini yang sekarang sudah menjadi sangat lemah tidak seperti dulu dia sering protes kalau ada ketidak adilan di dalam kelas.


Contohnya sekarang Arian selaku wakil ketua kelas dia tidak tegas dan pilih kasih pada Cantika, berulang kali Cantika ribut dan berlaku seenaknya di dalam kelas bukannya di tegur oleh Arian taunya malah di biarin begitu saja.


Arini yang biasanya suka protes malah diam saja tidak bicara sepatahpun, dia terkesan tutup mata dan tutup telinga. Mungkin karena rasa cintanya pada Arian jadi dia tidak mau mengkritik lelaki pujaannya.


Selain alasan itu hal paling utama kenapa Wati tidak menyukai Arian adalah karena Arini sangat menyukainya padahal Arian sama sekali tidak mempunyai prasaan yang sama. Wati ingin supaya Arini bisa menerima Chandra yang jelas jelas sangat baik dan perhatian terhadapnya dari pada menunggu Arian yang tak jelas itu.


Tak lama kemudian Arinipun datang dan saat itu pula Dika langsung berteriak


"Ini dia pengantin baru kita yang romantis, kemana mana selalu berdua" kata Dika. Muka Arinipun brubah merah di sorakin oleh teman satu kelas


"Coba kalian perhatikan, dulu bukankah dia sangat dekil dan kucel? Lihat sekarang dia tambah bersih, rapi juga wangi" imbuh Wahyu sambil mengendus area sekitar leher Arini


"Tidak cuma itu perhatikan juga dong wajahnya yang semakin bersinar. perubahan ini biasanya hanya di alami oleh wanita yang lagi jatuh cinta saja" imbuh Wati. Yang lainpun tambah bersorak di buatnya


"Kalian ngomong apa sih? Jangan menyebarkan gosip yang tidak tidak ya! Aku dan kak Candra itu tidak ada hu...... aaaaaooowww" tiba tiba Arini menjerit karena kakinya di injak oleh Wati, Watipun memberi isyarat pada Arini dengan mendeliknya. Arinipun mengerti yang di magsud Wati


"Lagi pula apa salahnya jika aku pacaran dengan kak Candra? Dia baik, lembut dan sangat perhatian yang terpenting dia jomblo akupun jomlo. Kami tidak menyakiti siapapun kan? " kata Arini dengan sangat lembut, ini pertama kalinya gadis kasar ini bicara dengan nada yang sangat lembut sekali membuat teman temannya heran


"Singa kita sudah berubah menjadi anak kucing" kata Yudha pada Arian. Tapi Arian malah diam dan tidak menjawab perkataan Yudha

__ADS_1


"Ye diajak bicara malah ngelamun" protes Yudha karena merasa di cuekin oleh teman karibnya itu


"Ngomong apaan sih? " tanya Arian


"Tuh Arini" jawab Yudha


"Oh... " jawab Arian pendek


"Ohh? Hanya ohh? " tanya Yudha jengkel


"Terus aku harus jawab apa? " Arian balik bertanya


"Apa kek masak coma Oh doang? "


"Ia sih, ah.... Jadi bingung aku" kata Yudha


Jam pelajaran pun di mulai jam pelajaran pertama Sejarah guru memberi ulangan latihan di LkS ( lembar kerja siswa). Anak anak panik karena belum belajar. Tiba tiba Arini pun mengangkat tangannya.


"Ya kenapa? " tanya pak guru


"Kerjakan di buku latihan apa di buku LKS pak? " tanya Arini


"Di buku LKS" jawab pak guru

__ADS_1


"Kalau sudah selesai pak? "


"Kumpul sini, dan langsung boleh keluar" kata pak guru


Arini kemudian bangkit dari duduknya sambil membawa buku LKSnya ke hadapan pak guru


"Saya sudah selesai pak" kata Arini


"Belum lima menit saya menyuruh anak ini sudah selesai, jangan jangan ini hasil dia menyontek di kelas lain" fikir pak guru


"Salin ke buku latihan saja, supaya kalian bisa belajar nanti di rumah kalau bukunya di kumpul kan kalian ga bisa belajar" kata pak guru


Arinipun kembali ke tempat duduknya. Saat Arini melewati bangku Cantika yang tepat ada di depan meja guru terlihat anak itu tersenyum dengan jahatnya ketika Arini di suruh menyalin jawaban ke buku latihan dia tersenyum dengan puas. Tapi ternyata Arini hanya berada beberapa detik saja di bangkunya kemudian dia kembali lagi ke meja guru dan menyerahkan buku latihannya.


"Saya sudah selesai pak" jawab Arini. Gurupun mengambil buku latihan Arini


"Mana LKSmu sini bawa! " kata pak guru, Arini kemudian menyerahkan buku LKS yang ada di tangannya. Pak gurupun mulai memeriksa buku LKS dan buku latihan Arini. Dia mendapat nilai yang sempurna bahkan Arini sudah mengerjakan semua soal latihan sampai Semester terahir. Pak guru tersenyum melihat hasil kerja anak didiknya itu


"Kamu silakan tunggu di luar, kamu bebas mau ke kantin atau mau apapun di luar sambil menunggu teman temanmu yang lain menyelesaikan ulangan" perintah pak guru


"Terimakasih pak" kata Arini sambil keluar kelas


"Itu baru anak yang benar benar belajar, kalian juga harusnya menirunya. Anak itu sebenarnya pintar jika bersungguh sungguh belajar. Coba dia bersungguh sungguh mungkin dia dapat pringkat lima besar di kelas" kata pak guru setelah kepergian Arini

__ADS_1


__ADS_2