
"Kamu udah bersihin halaman belum?? " tanya Arian saat melihat Arini duduk melamun di mejanya.
"Belum, susah sekali nyuruh cowok di reguku untuk bekerja, jawabannya selalu entar dulu, entar dulu..... Kan capek ngingetin mereka terus" jawab Arini dengan sedikit manja...
"Padahal dia bisa membentak anak anak nakal itu, tapi kenapa sekarang Arini jadi terlihat sedikit lebih lembut dari biasanya ya?? Tapi manis juga dia terlihat seperti anak kucing saat garangnya hilang" kata Arian dalam hati sambil cengar cengir tidak karuan... Tingkahnya itu membuat Arini menjadi sedikit heran. Menyadari kalau tingkahnya di perhatikan Arini, Arian kemudian buru buru pergi meninggalkan Arini.
"Dasar cowok aneh, tapi senyumnya ngegemesin banget" sekarang malah gilirannya Arini yang cengar cengir tidak jelas membayangkan senyumannya Arian.
"Weeee... Melamun aja kerjanya?? " bentak Wati mengagetkan Arini.
"Dasar gila... Bikin orang jantungan aja kamu" Murka Arini sambil mengelus elus dadanya....
"Kamu lagi ngelamunin apaan sih Rin??? ' tanya Wati penasaran..
"Tidak ada" jawab Arini singkat
"Mikirin Arian kan?? " tebak Wati dengan yakin
"Sok tau" sangkal Arini
" Tapi bener kan? Di lihat lihat akhir akhir ini kamu banyak berubah deh.... tiba2 rajin belajar dan menjadi anak yg menonjol di depan guru, penampilanmu juga sudah sedikit lebih rapi dari biasanya" kata Wati sambil memperhatikan penampilan temannya itu..
" Itu mah cuma perasaanmu saja aku tetep kok arini yang dulu.. " sangkal Arini
" Jujur saja kenapa rin kamu beneran suka kan sama Arian? " selidik Wati lagi
"Siapa yang bilang? Sok tau kamu tuh...?" Arini berusaha ngeles dari Wati
" Tingkah lakumumu sendiri yang mengatakannya, setiap kamu ketemu Arian tingkahmu selalu jinak, kamu sering senyum sering ngasi dia jawaban, sering memandang Arian secara diam diam kalu tidak cinta apa terus namanya?"
"Iiihhh... Jangan keras keras bicaranya.. Entar anak anak yang lain pada dengar" kata Arini panik
"Sebagian besar dari mereka sudah tau, tapi mereka diam karena takut padamu..."
__ADS_1
"Apa...?? Bohong kamu" Arini menggeleng seakan tak percaya, memalukan sekali jika anak anak yang lain tau perasaannya
"Siapa yang bohong?? Sikapmu ke Arian yg terlalu jujur dan tidak bisa bohong, benar benar sangat terlihat jelas dan terlalu gampang untuk di baca perasaanmu padanya" terang Wati
"Berarti dia tau dong??? " tanya Arini cemas
"Mungkin saja" jawab Wati yakin
"Aduh gawat" kini Arini mulai resah sendiri.
"Arini ambil sapu bersihkan halaman!!! " tiba tiba Arian berteriak dari depan pintu kelas
"Anak3 cowok gimana?" tanya Arini
"Mereka sudah di halaman, cept ke sini" perintah Arian
"Ia... Ia... Sekarang aku ke situ.." Arini pun bergegas ke arah Arian
"Cieeee.... Ccciiieeee.... " ledek Wati
Sementara itu di halaman Doni, Wira dan Astri sudah mualai bekerja, Arini kemudian mulai menyapu daun2 yang berserakan di halaman. Terlihat anak anak kelas lain mulai menggoda Doni dan Wira. Merekapun menjadi malu di ledekin anak anak kelas lain
"Arian, yuda lepasin kami kenapa? Biarkan anak2 cewek yang ngerjain ini" rengek Wira
"Apa???" Jawab Arini sangar membuat nyali Doni dan Wira menjadi ciut
"Ayo rin marahin mereka keluarin jurus pemungkasmu biar mereka kapok" kata Aristi kesal karena kemalasan Wira dan Doni
"Sudah sudah jangan berantem, Wira!! Doni !! Ini kewajiban namanya, kalian kan satu regu harus sama sama kerja ga boleh curang" kata Arian
"Iya bener mau kamu aku laporin sama guru bp?" tambah Yudha
"Jangan kejam gitu kenapa? Sama temen juga... Temen kalian itu aku apa Arini sih kalian malah membelanya..." omel Wira
__ADS_1
"Bukan begitu ini kan tugas dari guru harus di laksanakan dengan baik" kata Yudha
"Iya... Iya kalian menang" kata Wira jengkel
"Lagian kamu kenapa sih kok bandel banget?" tanya Yudha heran
"Takdir" jawab Wira singkat
"Takdir dari hongkong??" celetuk Arini tiba tiba membuat yang lain tertawa cekikian, Arini kemudian melanjutkan menyapu agak jauh dari Yudha, Arian, Wira dan Doni
"Lagian kenapa aku mesti satu regu kerja sama mak lampir ini sih??" Keluh Wira, buru buru mulut Wira di dekap oleh Arian, Yudha dan Doni.
Saat Arini sedang asik menyapu daun kering yang berguguran di halaman merasa ada yang aneh Arini pun menoleh ke arah keempat cowok itu
"Kalian kenapa membekap mulut wira?" tanya Arini heran
"Tidak ada" jawab ketiganya kompak sambil tersenyum manis
"Dasar aneh" gerutu Arini dan kembali melanjutkan pekerjaannya
"Kalian merasa gak kalau dia sekarang lebih jinak dari sebelumnya?? " bisik Doni
"Iya... Iya... " jawab Yudha dan Wira sambil memandang Arian
"Kenapa kalian memandangku seperti itu? " tanya Arian
"Apa kamu tau kenapa Arini berubah?? " tanya Doni
"Mana ku tau dasar aneh kalian ini" senyum Arian
" Weeee... Kerja!!!! Malah asik ngerumpi kalian itu" bentak Arini
"Iya... Iya" jawab Wira dan Doni kompak
__ADS_1
"Kayaknya dia masih galak seperti dulu, apanya yang berubah? " gerutu Wira sedangkan Yudha dan Arian hanya bisa tertawa melihat tingkah temannya itu.