ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
Part 49


__ADS_3

" Sony, ada apa?" tanya Cathy yang melihat wajah bingung Sony.


" Mmm... itu, Reyhan dan Syifa sudah pergi duluan." kata Sony.


" Mereka meninggalkan kita?"


" Begitulah, saya juga harus pergi." ucap Sony ragu.


" Kalian semua mau meninggalkanku?" pekik Cathy.


" Bukan begitu, ada pasien di rumah sakit yang harus di operasi secepatnya. Saya tidak bisa mengabaikan nyawa orang."


" Baiklah, cepatlah pergi." ucap Cathy pasrah.


Sony lupa jika Cathy baru pertama kalinya ke Jakarta. Gadis itu pasti juga tidak tahu dimana alamat rumah Reyhan. Sony bergegas keluar dari rumah makan setelah membayar semua makanannya. Cathy juga ikut keluar tapi tidak tahu harus pergi kemana.


Cathy menghubungi Reyhan berkali - kali namun tak ada jawaban. Gadis itu hampir menangis meratapi nasibnya yang sial malam ini.


" Rey... kau tega padaku." isak Cathy.


Cathy terus berjalan menyusuri jalan raya berharap akan menemukan rumah Reyhan.


# # #


Kini Reyhan sedang bersama Syifa di Apartemen. Mereka menikmati pemandangan malam kota Jakarta dari lantai 15. Syifa sangat senang dan terus tersenyum menatap ke langit dari balkon.


" Kau suka disini, sayang?" ucap Reyhan memecah keheningan.


" Iya, Mas. Boleh nggak ya kalau sekali - kali Syifa menginap disini? Soalnya mama selalu khawatir kalau Syifa pergi sendiri."


" Boleh saja, tapi menginapnya sama Mas."


" Justru itu yang dilarang, Mas jangan macam - macam!"


Hampir dua jam mereka mengobrol di balkon Apartemen. Tak ada hal istimewa yang mereka bicarakan. Hanya bercerita tentang kegiatan sehari - hari dan sesekali bercanda.


" Mas, udah hampir jam sebelas. Pulang yuk?" ajak Syifa.


" Sebentar sayang, sebelum kita pulang... Mas punya hadiah buat kamu." ucap Reyhan.


" Hadiah apa?"


" Buka saja," Reyhan mengambil sebuah kotak berwarna biru dari dalam saku jaketnya.


" Apa ini, Mas?"


Syifa segera membuka kotak itu dan terkejut melihat isi di dalamnya.


" Masya Allah, Mas... ini kamu dapat darimana? Kalungnya sangat bagus." ucap Syifa berkaca - kaca.


" Ini special buat kamu sayang."


Syifa mengamati kalung itu dengan seksama. Ada ukiran nama dirinya dan juga Reyhan. Liontinnya ber-inisial AA dengan kilauan permata.


" Mas, kenapa inisialnya AA?" tanya Syifa.


" Iya, sayang. Itu nama belakang kita, Azzahra Aditama." jawab Reyhan.


" Pasti harganya sangat mahal ya? Jangan buang - buang untuk hal - hal yang tidak diperlukan."


" Bagiku, kaulah yang termahal sayang. Walaupun intan berlian di seluruh dunia terkumpul jadi satu, tapi itu semua belum cukup untuk membeli dirimu yang sangat berharga ini."


" Ish... gombal." sungut Syifa namun pipinya merona.


" Sini Mas yang pakaikan." ujar Reyhan.


Reyhan mengambil kalung dari tangan Syifa dan memakaikannya di leher gadis itu dengan tersenyum. Wajah mereka sangat dekat, pipi mereka hampir bersentuhan karena Reyhan memakaikan kalung itu dari depan seakan memeluk kekasihnya.

__ADS_1


" Udah belum, Mas?" tanya Syifa dengan menahan nafasnya.


" Kenapa? Grogi ya sedeket ini dengan pria tampan?" goda Reyhan.


Bisikannya di telinga Syifa mampu membuat jantung gadis itu hampir terloncat dari tempatnya. Walaupun ini bukan pertama kalinya mereka sedekat ini, namun kali ini suasananya sungguh berbeda. Reyhan terlihat sangat lembut dan juga mampu menghipnotis dirinya.


Cup!


Reyhan mencium pipi Syifa setelah selesai memasangkan kalung pada gadisnya.


" Kau sangat cantik, sayang." bisik Reyhan.


" Terimakasih hadiahnya, Mas. Syifa sangat menyukainya." lirih Syifa.


" Mas punya hadiah lagi buat kamu, tapi di rumah." kata Reyhan.


" Benarkah? Aku kan nggak ulang tahun, kenapa di kasih banyak hadiah?"


" Karena kamu wanita yang sangat special dalam hidupku. Kau telah mengajarkan banyak tentang cinta kepadaku. Jadi, aku berjanji akan mempersembahkan cintaku hanya untukmu selamanya."


" Aku mencintaimu, Mas." Syifa menjatuhkan tubuhnya dalam dekapan Reyhan.


Gadis itu terisak kecil karena terharu dan juga bahagia. Reyhan hanya tersenyum simpul walaupun hatinya sedang berbunga - bunga saat ini.


" Aku juga mencintaimu, sayang. Takkan ada yanng bisa meisahkan cinta kita kecuali takdir Allah."


Reyhan mendekap erat kekasihnya dan berkali - kali mengecup kening gadisnya. Malam ini tidak ada kata terpaksa dalam ucapan Syifa seperti biasa yang membuat Reyhan semmakin gemas padanya.


" Mas, sepertinya ponselmu berbunyi?" kata Syifa saat Reyhan sedang menikmati pelukannya.


" Siapa sih? Ganggu aja lagi momen romantis begini." gerutu Reyhan.


" Siapa tahu penting, Mas. Lihat dulu sana?"


" Baiklah, sayang. Ucapanmu adalah perintah bagiku." goda Reyhan sembari mencuri ciuman sekilas di bibir Syifa.


Reyhan masuk ke dalam kamar dan meraih ponsel di atas tempat tidur. Di lihatnya nama STEVEN yang tertera disana.


" Hello, Stev... Ada apa kau menghubungiku?"


[ " Sorry, Rey... apa Catherine ada bersamamu? ]


" Cathy? Dia sedang pergi, memangnya kenapa?"


[ " Rey, tolong cari Cathy, tadi dia sempat menelfonku dan katanta tersesat di jalanan." ]


" Tidak mungkin, tadi Cathy pergi sama Sony yang waktu itu bersamaku."


[ " Nomor Cathy sekarang tidak aktif, Rey tolonglah aku." ]


" Baiklah, aku akan segera mencari Cathy. Sekarang kau fokus saja dengan pekerjaanmu."


[ " Terimakasih, Rey...." ]


Reyhan memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya lalu bergegas mengajak Syifa keluar dari Apartemen.


" Ada apa, Mas?" tanya Syifa yang melihat Reyhan terburu - buru.


" Sayang, tolong hubungi Sony. Tanya dimana dia sekarang." titah Reyhan.


Syifa berkali - kali menghubungi nomor Reyhan namun tak mendapat jawaban. Syifa heran kenapa Reyhan terlihat sangat panik.


" Mas, katakan padaku ada apa?"


" Sayang, tadi Cathy menghubungiku berkali - kali namun aku tidak tahu. Barusan kakaknya menghubungi dan bilang kalau Cathy tersesat di jalanan."


" Kok bisa, bukankah dia bersama kak Sony?"

__ADS_1


" Itulah masalahnya, Sony juga tidak bisa di hubungi, kan?"


" Apa mungkin kak Sony setega itu meninggalkan Cathy di jalan?"


" Kalau sampai terjadi hal buruk pada gadis itu, akulah yang harus bertanggung jawab."


" Cathy pasti baik - baik saja, Mas. Sebaiknya kita ke tempat makan yang tadi, mulai pencarian dari sana."


" Iya, sayang. Mudah - mudahan Cathy segera ditemukan."


Reyhan dan Syifa menyusuri jalan mulai dari rumah makan hingga ke perempatan jalan. Namun gadis bule itu tak nampak batang hidungnya. Reyhan sampai frustasi dan berhenti sejenak untuk memilih jalan mana yang akan ia tempuh. Haruskah ia belok kiri, belok kanan atau lurus ke depan?


" Sayang, tolong pilih jalan yang menurutmu dilewati Cathy." ucap Reyhan sendu.


" Mana Syifa tahu, Mas. Syifa takut kita salah jalur."


" Huft... lagian kok bisa sih Sony meninggalkan dia?" keluh Reyhan.


" Tapi nggak mungkin kak Sony seperti itu, Mas kecuali_..."


" Kecuali apa, sayang?"


" Mereka ribut atau apa gitu sehingga pergi sendiri - sendiri."


" Bisa juga, Sony itukan susah dekat dengan perempuan yang baru dia kenal, sedangkan Cathy adalah gadis yang suka bergaul dan banyak bicara." kata Reyhan.


# # #


Sementara itu, Cathy yang tadi hampir tertabrak mobil di jalan raya kini berada di sebuah Apartemen milik pelaku yang hampir menabraknya. Seorang pria tampan dengan sejuta pesona itu menolongnya sebagai ungkapan permintaan maafnya.


" Nona, apa Anda sendirian di negara ini?" tanya pria itu.


" Iya, Tuan. Saya baru semalam sampai di negara ini." jawab Cathy.


Sebenarnya Cathy takut hanya berdua saja dengan pria asing di hadapannya. Namun dia tak punya pilihan lain karena memang tidak tahu alamat rumah Reyhan.


" Apa ponselmu rusak?"


" Sepertinya iya, tadi saat terjatuh di jalan. Sebenarnya saya datang bersama boss saya, tapi tadi beliau mendadak pergi dengan kekasihnya. Saya tidak tahu lagi harus kemana?"


" Kau tinggal di hotel atau_...?"


" Tidak, saya tinggal di rumah boss saya tapi tidak tahu alamatnya. Sebenarnya tadi saya bersama salah satu teman boss saya, tapi mendadak dia ada pasien darurat yang harus segera di operasi. Dia meninggalkan saya sendirian di rumah makan itu."


" Ya sudah, malam ini kau menginaplah disini. Besok pagi kita akan mencari boss kamu itu."


" Terimakasih, Tuan."


" Oh iya, siapa nama bossmu itu? Mungkin saja saya mengenalnya."


" Namanya Reyhan Aditama," ucap Cathy.


" Apaa? Kau bekerja untuk Reyhan?" tanya pria itu kaget.


" Apakah Tuan mengenal boss saya?"


Pria itu menyunggingkan senyumnya, ada sebuah ide diotaknya untuk membuat Reyhan frustasi.


" Istirahatlah, besok akan kuantarkan kau padanya." seringai pria itu.


.


.


TBC


.

__ADS_1


.


__ADS_2