ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
Part 48


__ADS_3

" Fa, bibir kamu kenapa bengkak begitu?" tanya mama Salma.


Syifa terkejut dengan ucapan mamanya lalu meligik Reyhan yang pura - pura tidak mendengarkannya.


" Itu pasti ulahmu ya?" bisik Cathy sambil menahan tawanya.


" Ish... diamlah atau ku kirim ke tempat penampungan!" ancam Reyhan dengan berbisik.


" Mmm... itu, Ma. Tadi waktu di taman kejatuhan semut jadi bibir Syifa digigit, ada yang masuk ke baju juga semutnya. Kalau gitu Syifa ke kamar dulu ya, mau mandi biar nggak gatal." jawab Syifa.


" Oh... semut," gumam Cathy yang langsung mendapat tatapan tajam Reyhan.


" Ma, Reyhan juga mau ke kamar dulu." pamit Reyhan segera berlari menyusul Syifa.


" Rey...! Tunggu aku...!" pekik Cathy.


Mama Salma dan papa Hendra hanya bisa geleng - geleng kepala dengan tingkah anak - anaknya. Apalagi ditambah bule cantik yang ternyata bisa cepat akrab dengan orang baru. Cathy bisa menempatkan diri dimana harus bersikap sopan dan ramah di hadapan orang yang lebih tua, dimana bisa ngobrol santai dan bercanda. Semua itu dipelajari sejak berteman dengan Reyhan.


" Tumben Reyhan bisa akrab dengan perempuan selain Syifa, Pa? Biasanya dia itu paling anti berdekatan dengan perempuan." ucap mama Salma.


" Mungkin benar kata Cathy, Reyhan sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri. Makanya Reyhan bisa seakrab itu dengannya." sahut papa Hendra.


Sementara itu, Reyhan mengejar Syifa sampai ke dalam kamar. Dia takkan melepaskan gadisnya yang telah menyebutnya semut.


" Mas, Syifa mau mandi kenapa malah kesini?" kata Syifa.


" Mas pengen lihat semut yang masuk ke dalam bajumu," seringai Reyhan.


" Ihh... jangan macam - macam!" sungut Syifa.


Reyhan dengan cepat mendekap tubuh gadis itu hingga tak ada jarak diantara mereka. Senyuman Reyhan membuat nyali Syifa menciut dan berusaha keras untuk melepaskan diri.


" Mau melanjutkan yang tadi? Semutnya baru menggigit bagian bibir saja belum bagian lainnya." bisik Reyhan.


" Maasss... tolong lepasin," rengek Syifa.


" Tidak, sesuai keinginanmu... Mas akan menggigit bagian yang tadi kau sebutkan di depan mama."


" Mass... jangan,"


" Siapa suruh menyamakan Mas sama semut,"


" Maaf..."


" Maaf apa?"


" Terpaksa..."


" Ish... Sayang? Nggak tahan juga lama - lama begini terus." seringai Reyhan.


" Dasar mesum!" ketus Syifa.


Reyhan terus merayu Syifa namun gadis itu tetap saja memberontak minta dilepaskan. Di waktu yang bersamaan, Cathy nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu.


" Sorry, apakah saya mengganggu?" ucap Cathy nyengir.


Melihat Cathy yang nyelonong masuk, Reyhan langsung melepas pelukannya. Tatapan tajamnya membuat Cathy bergidik ngeri.


" Cath, kemarilah! Aku butuh bantuanmu." sahut Syifa.


" Sayaannggg..." lirih Reyhan kesal.


" Ada apa? Apa yang bisa kubantu untukmu?" tanya Cathy.


" Usir dia dari sini, aku tidak suka di ganggu." kata Syifa menunjuk Reyhan.


Cathy hanya tertawa kecil lalu menyeret keluar dari kamar Syifa dan membisikkan sesuatu.


" Dasar pengganggu!" gerutu Reyhan dengan langkah gontai.


" Cepat keluar sana!" usir Cathy.

__ADS_1


Cathy sangat senang bisa mengerjai atasannya, biasanya juga dia yang selalu jadi sasaran Reyhan jika sedang usil. Dengan adanya Syifa, Reyhan tidak akan berani mengusiknya.


Reyhan masuk ke kamarnya sendiri dan merebahkan diri di tempat tidur. Dia jadi teringat dengan hadiah yang ia bawa untuk Syifa. Tapi saat ini bukan moment yang tepat untuk memberikan hadiah itu. Suasana hati gadisnya sedang buruk, Reyhan takut hadiahnya akan ditolak.


# # #


Malam harinya Sony datang ke rumah Reyhan sesuai janjinya tadi pagi. Setelah mengucap salam, ia duduk di ruang tamu bersama Tuan dan Nyonya Aditama.


" Om, Reyhan dimana ya? Dia yang menyuruh saya kemari." ucap Sony.


" Masih diatas, sebentar lagi juga turun. Tunggu saja sebentar, memangnya kalian mau pergi kemana?" tanya papa Hendra.


" Tidak tahu juga, Om. Reyhan tidak bilang apa - apa sama saya."


Tak lama, Reyhan turun bersama Syifa dan Cathy. Sony yang melihat ada sekretaris Reyhan disini sangat kaget.


" Rey, kenapa dia ada disini?" tanya Sony.


" Memangnya kenapa?" sahut Reyhan.


" Hy... Sony," sapa Cathy.


" Hmm... kau ikut pulang?" sahut Sony.


" Iya, saya pengen keliling Jakarta."


Syifa langsung duduk di samping Sony yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari sekretaris Reyhan itu.


" Fokus," bisik Syifa.


" Apa sih, Dek. Memangnya kita mau kemana?" tanya Sony.


" Kita? Kak Sony sama Cathy aja yang pergi. Jadi tour guide semalam." ucap Syifa nyengir.


" Nggak ah, kalau kamu nggak ikut kakak pulang."


" Kak, ayolah. Syifa mau pergi sama Mas Reyhan." bujuk Syifa.


Reyhan tahu jika Sony pasti menolak jika disuruh jalan berdua saja dengan Cathy. Dia langsung menengahi perdebatan mereka berdua.


" Ya udah, kita perginya berempat. Nanti juga Ardan akan menyusul." ujar Reyhan.


" Baiklah, kalau perginya ramai - ramai baru aku mau." sahut Sony.


Mereka berempat berpamitan pada orangtua Reyhan. Syifa tertawa saat melihat Cathy yang ikut - ikutan mencium punggung tangan mama Salma dan papa Hendra.


Mereka berempat berkeliling kota menikmati angin malam dengan suasana yang sangat cerah. Reyhan yang duduk di jok belakang bersama Syifa tak melepaskan genggaman tangannya pada kekasihnya.


" Sayang, pergi berdua yuk?" bisik Reyhan.


" Kemana?" sahut Syifa pelan.


" Kemana saja yang penting berdua. Mas pengen menghabiskan waktu berdua lebih banyak sama kamu."


" Tapi kita nggak bawa mobil, Mas."


" Sebentar, Mas cari mobil dulu."


Reyhan mengirimkan pesan pada sopir untuk membawakan mobil ke alamat yang akan dituju oleh Reyhan. Mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum jalan - jalan berkeliling kota.


Sampai di sebuah rumah makan mewah, mereka berempat langsung memesan makanan dan memilih privat room.


" Mas, Syifa coba makanan itu ya?" rengek Syifa menunjuk makanan di piring Reyhan.


" Mau makanan punyaku, sayang?" ujar Reyhan.


" Hmmm..."


Reyhan menyuapi kekasihnya dengan tersenyum. Dia tak menghiraukan Sony dan Cathy yang menatapnya jengah. Syifa senang sekali disuapi oleh Reyhan karena itu mengingatkan dirinya akan ayahnya yang sering sekali menyuapinya ketika ia sedang sibuk mengerjakan tugas sekolah.


" Mas, udah kenyang." kata Syifa.

__ADS_1


" Ya udah, sini makanan kamu Mas yang habisin." Reyhan mengambil piring milik Syifa.


" Tapi itukan sisa makanan Syifa, Mas."


" Tidak apa - apa, kamu juga makan punya Mas."


" Sudah itu dramanya?" ketus Sony.


" Iya, si Boss asyik sendiri tidak memikirkan orang di sekitarnya!" sahut Cathy.


" Kamu mau disuapi juga, Cath?" goda Reyhan.


" Saya bisa makan sendiri Mr. Aditama," ketus Cathy.


Reyhan hanya tersenyum simpul lalu menghabiskan makanannya sembari melihat ponselnya menunggu seseorang menghubunginya.


" Kayaknya Ardan tidak bisa nyusul. Ada klien mendadak ngajak ketemuan katanya." ucap Reyhan.


" Gimana sih, tadi katanya bisa." kata Sony.


Tak lama ponsel Reyhan berdering. Ternyata sopirnya sudah menunggu di tempat parkir. Reyhan bergegas mencari alasan yang tepat untuk bisa keluar dari sana membawa Syifa.


Reyhan mengirimkan pesan pada Syifa agar mencari alasan untuk keluar dari tempatnya sekarang.


" Kak Sony, aku keluar sebentar ya? Ada temen Syifa yang mau ketemu menunggu diluar sana." kata Syifa.


" Jangan lama - lama," ujar Sony.


" Biar aku temani, nanti kalau ada yang gangguin kamu diluar gimana." kata Reyhan.


" Iya, Mas. Soalnya temenku laki - laki, takut nanti jadi salah paham." sahut Syifa.


Reyhan segera menggandeng tangan Syifa dan membawanya cepat pergi dari hadapan Sony dan Cathy. Mereka segera menemui sopirnya di tempat parkir dan meminta kunci mobilnya.


" Pak, pulanglah dengan taksi. Saya mau pergi dengan Syifa." kata Reyhan.


" Baik, Tuan." jawab sopir.


" Ini buat ongkos pulang pak, terimakasih sudah mengantarkan mobil kesini."


" Iya, Non. Kalau begitu saya pulang dulu."


Setelah sopirnya pergi, Reyhan bergegas masuk ke dalam mobil diikuti Syifa. Mereka tidak mau Sony melihat mereka akan pergi berdua.


" Mas, nanti kak Sony dan Cathy nungguin kita gimana?"


" Tidak apa - apa, sayang. Nanti kalau kita sudah sedikit menjauh, Mas akan mengirimkan pesan pada Sony."


" Syifa hanya tidak mau membuat kak Sony yang super sabar itu jadi murka."


" Tenang saja, nanti Mas yang akan menghadapinya."


Sementara itu, Sony sangat kesal karena Syifa dan Reyhan sudah keluar sejak lima belas menit yang lalu belum kembali juga. Sony merasa canggung hanya berdua saja dengan Cathy, tidak tahu apa yang ingin dibicarakan.


Tak lama, ponsel Sony berbunyi menandaksn ada pesan masuk. Sony segera membuka pesan itu dan terlihat sangat bingung.


" Duh, gimana nih?" batin Sony.


Sony bingung harus mengatakan apa pada Cathy sekarang hingga pesan kedua masuk.


" Shittt! Keterlaluan mereka...!" geram Sony.


" Sony, ada apa...?"


.


.


TBC


.

__ADS_1


.


__ADS_2