
"Membuat Arian cemburu? Di hatinya cuma ada Cantika mana mungkin dia cemburu padaku. Yang ada dia malah cuek. Benar yang di katakan Wati aku harus memberi kak Candra kesempatan, jika aku tidak mencobanya selamanya aku akan terus terbayang bayang sama Arian" kata Arini dalam hati
Siang itu pulang dari sekolah ia duduk melamun di teras rumah, Candra yang melihatnya kemudian datang menghampirinya dan duduk di sebelah kanannya Arini
"Hayo.... Lagi mikirin apa kamu siang siang gini ngelamun" tanya Candra
"Lagi mikirin ulangan kak.... Besok aku ada ulangan matematika, aku masuk dulu ya mau belajar" kata Arini berbohong, padahal dia sebenernya tidak mau deket deket Arian karena dia tidak terbiasa di gombalin cowok
"Tunggu sebentar! Temani aku ngobrol sebentar saja, aku merasa kesepian tau tidak punya teman ngobrol sama sekali" kata Candra dengan wajah sedih
"Aduh.. Kasian juga ya dia... Setiap hari jadi tukang antar jemputku, sampai di rumah dia cuma bengong ga punya teman yang dia ajak main... Ayah ma ibu kekebun sore baru datang, adikku sibuk main sama temen temen SDnya sedangkan aku pulang sekolah langsung mengurung diri di kamar gak keluar keluar. Bagaimanapun dia tamu di rumahku dan dia juga sangat baik sama aku dan keluargaku. Harusnya aku juga baik sama dia" fikir Arini
"Ye... Kok malah melamun sih? Ya sudah kalau kamu mau belajar masuk saja sana aku juga mau pergi kekamar" kata Candra sambil berdiri dan ingin melangkahkan kakinya
"Kak Candra tunggu" kata Arini
"Ada apa? " tanya Candra
"Kakak udah tau kebunku belum?"
"Balum kenapa? "
"Ayo kita susul ayah dan ibu ke kebun, aku sebenernya merasa sangat bosan tiap hari di rumah terus" senyum Arini. Ini pertama kalinya Arini bersikap sangat manis pada Candra. Candrapun menjadi senang
"Ayo...!!! " katanya dengan penuh semangat
"Aku ganti baju dulu ya, di sana soalnya banyak nyamuk mau ganti pakek baju panjang dulu"
"Oke, kalau gitu aku tunggu di depan ya"
"Iya" kata Arini sambil melangkah menuju kamarnya. Lima menit kemudian oa pun keluar menghampiri Candra yang sudah menunggu di luar pintu pagar rumah
"Ayo kak" ajak Arini
"Pintunya udah kamu kunci? "
__ADS_1
"Udah"
"Jauh gak kebunmu? "
"Lumayan, kenapa kakak gak kuat jalan jauh ya? "
"Kuatlah... Sambil gendong kamu juga aku kuat"
"Masak? " kata Arini dengan nada sedikit meremehkan
"Mau coba? Ayo ku gendong! "
"Enggak mau! Lagian aku cuma bercandain kakak aja" senyum Arini
Sepanjang perjalanan mereka terlihat sangat akrab bercanda dan saling ledek satu sama lain. Hingga mereka sampai di kebun. Ayah dan ibu Arini sangat senang melihat perubahan pada anaknya.
"Dia sepertinya sudah bisa menerima Candra ya buk" kata Ayah
"Ya pak, Candra anak yang baik semoga anak kita bahagia nanti menikah demgannya ya pak? "
"Anak anak sudah sore ayo kita pulang! Arini kamu bawa kayu bakarnya ya" kata ibu
"Ia bu... " kata Arini sambil mengambil kayu bakar yang sudah di ikat oleh ayah
"Biar aku saja yang bawa" kata Candra
"Emangnya bisa? "
"Bisalah, mentang mentang aku anak kota jadi kamu ngeremehin aku ya? "
"Bukan begitu magsudku, jaraknya kan jauh nanti kamu capek"
"Ga apa apa aku kuat kok"
"Ya sudah ayo kita jalan pelan pelan saja" ajak Arini
__ADS_1
Mereka berempat pun segera berjalan pulang, sepanjang jalan mereka bersenda gurau sesekali mereka istirahat untuk minum air dan beristirahat sejenak karena jarak kebun dan rumah lumayan jauh. Setelah capek yang dirasa sudah agak hilang merekapun kembali melanjutkan perjalanan baru berjalan sebentar tiba tiba ada motor yang berhenti di sebelah Arini
"Dika? " katanya kaget. Dika adalah teman sekelas Arini dia memang sering pergi ke desa Arini untuk berjalan jalan dengan motornya. Tapi ini pertama kalinya Arini bertemu Dika di desanya.
"Siapa Rin? " tanya ayah
"Dika yah temen sekolahku" jawab Arini
"Ayo nak mampir ke rumah! Rumah kami dekat dari sini"
"Gak usah pak, lain kali saja terima kasih tawarannya" senyum Dika
"Ya sudah bapak sama ibu duluan ya"
"Ya pak silakan" kata Dika
"Ngapain kamu di sini? " tanya Arini
"Aku memang sering kesini jalan jalan"
"Gak punya kerjaan kamu"
"Ada jalan jalan kerjaanku"
"Ihhhh dasar" kata Arini jengkel
"Ternyata romantis juga kamu ya Rin" bisik Dika dengan nada yang sedikit menggoda sambil melirik Candra
"Dasar brengsek kamu, awas ya jangan bikin gosip yang aneh aneh kamu" ancam Arini
"Hahahaha... Aku pulang dulu"
"Brengsek" kata Arini jengkel
"Ayo kak duluan" pamit Dika pada Candra
__ADS_1
"Ya.. Hati hati" balas Candra. Dika pun pergi dengan motor kesayangannya. Meninggalkan Arini dan Candra yang masih harus berjalan menuju rumah.