ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
12


__ADS_3

Pagi harinya Arini di antar oleh Chandra, ini pertama kalinya ia berboncengan dengan seorang peria. Ada rasa cemas juga di hati Arini dia takut jika ada salah satu temannya melihat dia.


"Sampai di sini saja kak" kata Arini saat sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah


"Selamat belajar ya.... Entar sore aku jemput kamu" senyum Chandra


"Iya... Trimakasih kak, aku kedalam dulu" kata Arini sambil berjalan masuk ke dalam sekolah. Sampai di kelas suasana sudah riuh. Terlihat Wahyu sedang berlari sambil menggenggam sebuah kertas berwarna pink di tangan kanannya. Sedangkan Arian berusaha mengejarnya dari belakang.


"Ada apa dengan mereka Ti ? " tanya Arini sambil duduk di mejanya. Tapi bukannya menjawab Wati malah diam sambil memandang Arini


"Kamu kenapa? " tanya Arini lagi. Tapi tetap saja Wati masih terdiam tak menyahut sepatah kata pun.


"Teman teman ada pengumuman penting... Mulai kemarin sore Arian dan Chantika resmi pacaran. Dan mereka sudah tukar cincin" kata Wahyu sambil menunjukkan cincin yang terpasang di jari manis sebelah kirinya Arian.


Benar benar seperti petir di siang bolong, betapa kagetnya Arini saat itu. Perasaanya benar benar hancur seketika. Dia merasakan sakit yang benar benar sakit. Sampai tidak bisa berkata kata lagi.


Dan yang paling merasa terpukul adalah deva. Dia langsung ke depan kelas dan meraih kerah baju Arian, saat hendak memukul Arian segera ia di tarik dan di pisahkan oleh Wahyu.


"*** kamu!!! Sudah tau itu pacarku masih juga kamu dekati inikah caramu berteman diam diam kau menusukku dari belakang!! " teriak Deva. Arian tidak mampu untuk berkata kata sekilas ia melirik ke arah Arini tapi gadis itu malah memalingkan mukanya.


"Dasar wanita pelacur, penghianat baru kemarin sore kita putus kamu sudah jadian dengan teman dekatku kemarin sore juga" kata Deva sambil mengguncang guncangkan tubuh Chantika.


"Va jangan kasar, dia wanita" pekik Arian


"Biarkan saja biar dia puas, ya aku mutusin kamu biar aku bisa jadian sama Arian memangnya kenapa?" teriak Cantika


"Plak" sebuah tamparan yang lumayan keras mendarat di pipi Cantika. Membuat seisi kelas menjadi kaget dan tercengang.

__ADS_1


"Berengsek kamu" teriak Cantika sambil memegangi pipi kanannya yang terasa perih dan sakit


"Itu memang pantas didapatkan oleh wanita brengsek sepertimu, sakit itu belum ada apa apanya di bandingkan dengan sakit hati yang ku alami, dan Arian, mulai saat ini kau bukan teman baikku lagi. Persahabatan kita putus sampai di sini. Ambil sudah wanita murahan ini untukmu aku rela dan iklas. Tapi ingat saat ini dia menghianatiku karena kamu besok dia juga akan berhianat karena peria lain" kata Deva, beberapa tesan air mata jatuh dari matanya. Dengan lunglai Deva kemudian menuju tempat duduknya.


"Kamu tidak apa apa? " tanya Arian pada Cantika


"Tidak" jawab chantika


"Rin kenapa kamu diam tak bicara sepatah katapun??" tanya Wati


"Apa yang harus ku bilang?! Semuaa yang di katakan Deva benar adanya" kata Arini


"Tak pernah ku sangka kalau Arian se jahat ini, Arian yang baik aku sudah tak mengenalnya lagi" kata Arini dalam hati


"Ayo kembali ke tempat duduk guru sebentar lagi datang, jangan ribut ribut lagi" kata Yudha "Arian kembali ke tempat dudukmu" perintahnya lagi. Arian pun segera kembali ke tempat duduknya meninggalkan Chantika yang masih sibuk memegangi pipinya yang tampak merah seperti kepiting rebus


"Tidak" jawab Arini singkat


"Kamu tidak marah? " tanya Wati lagi


"Apa hakku marah dia bukan siapa siapanya aku terserah dia mau pacaran dengan siapapun, sudah jangan bahas dia lagi! " kata Arini


Sepanjang jam pelajaran Arini sama sekali tidak bisa berkonsentrasi fikirannya di penuhi oleh Arian dia masih tidak percaya kalau Arian akan setega itu pada Deva itupun hanya demi Chantika cewek songong yang Arini benci. Akhirnya bel pulangpun berbunyi, Arini dan yang lainnya langsung berhamburan meninggalkan kelas di depan pintu gerbang sekolah terlihat Chandra sedang duduk di atas motornya menunggu Arini


"Wah... Siapa cowok ganteng itu? " teriak Wati


"Mana? " tanya Sandra kepo

__ADS_1


"Ya ampun gantengnya di lihat dari penampilannya sepertinya dia cowok dari kota" kata Asti


"Kelas kita yang pulang paling akhir, mungkin cowok itu menjemput salah satu dari cewek cewek di sini atau mungkin masih ada anak dari kelas lain yang masih ada di dalam gedung sekolah" kata Wahyu


Arini yang berjalan paling depan sudah tak perduli lagi dengan kata teman temannya.


"Sudah lama menunggu? " tanya Arini pada Chandra. Teman teman Arinipun menjadi kaget mereka langsung menghentikan langkahnya tepat di belakangnya Arini termasuk Arian dan Wati mereka terlihat sangat kaget dan penasaran


"Tidak, pakai ini!! Kamu serampangan sih panas panas gini gak pakai jaket pantes hitam" kata Chandra sambil menyerahkan jaketnya.


"Tapi kamu manis dan lucu" kata Chandra lagi sambil menyentuh hidung Arini dengan jari telunjuk tangan kanannya. Arinipun memakai jaket Chandra dan dan segera naik ke atas motornya.


"Duluan ya adik adik! " senyum Chandra dengan ramah,


"Ia kakak" jawab teman teman arini kompak seperti seseorang yang terkena hipnotis


"Itu sepupunya Arini ya? " tanya Asti kepo


"Bukan, sepupunya itu aku dan aku baru pertama kali ini melihat cowok itu" jawab Wati


"Apa pacarnya? " tanya Wahyu


"Tidak mungkin" jawab Wira


"Mungkin saja kenapa tidak? " jawab Wati


"Sudah sudah ayo pulang perutku sudah lapar ini" teriak Yudha

__ADS_1


Merekapun akhirnya bubar dan pulang ke rumah masing masing


__ADS_2