
" Dia baru saja dari sini, kemana lagi dia?" gumam Reyhan.
Reyhan jadi frustasi memikirkan gadisnya yang pergi selalu saja tak meninggalkan jejak. Sepintar itukah gadisnya bersembunyi hingga tak ada yang bisa menemukannya?
Aakkhhh!!!
Reyhan menggeram frustasi merutuki kebodohannya. Harusnya semalam ia tetap menunggu di depan kamar kekasihnya untuk minta maaf.
Reyhan menghubungi Deni, Ardan dan Sony. Mungkin saja diantara mereka bertiga ada yang bersama Syifa. Namun dari jawaban ketiganya, Reyhan hanya bisa menelan kekecewaan.
" Sayang, aku harus kemana lagi mencarimu?" batin Reyhan.
Reyhan berpikir keras untuk mengingat tempat yang biasa dikunjungi Syifa yang ia lewatkan. Biasanya Syifa ke kantor, tapi hari ini adalah hari libur tidak mungkin kekasihnya kesana. Tempat yang bisa membuat gadis itu merasa tenang selain makam kedua orangtuanya adalah... Ya! Pasti gadis itu ada disana.
Reyhan bergegas melajukan mobilnya ke tempat ia yakin kekasihnya ada disana. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat itu karena jaraknya tidak terlalu jauh dan jalanan juga lancar.
Reyhan segera memasukkan password untuk membuka pintu di hadapannya. Ya, kini dia sedang berada di Apartemennya yang ia tinggali semenjak masih sekolah dulu.
Saat membuka pintu, Reyhan mencoba untuk tenang agar bisa menghadapi amarah Syifa. Jika dugaannya benar, gadis itu pasti sedang berada di balkon kamarnya.
Reyhan membuka pintu kamar dengan sangat pelan agar ia bisa tahu apa yang dilakukan gadisnya. Benar saja, Syifa sedang berdiri di balkon menghadap keluar dengan melihat pemandangan kota yang mulai ramai.
Ada kelegaan di hati Reyhan walaupun ia tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kali ini ia akan membiarkan gadisnya meluapkan amarahnya baru ia akan menjelaskan semuanya.
" Sayang, Mas_..." ucap Reyhan ragu.
" Kenapa Mas ada disini?" Syifa memang terkejut dengan kedatangan Reyhan, namun ia berusaha bersikap biasa saja.
" Mas cari kamu, ada yang harus kita bicarakan soal gadis yang Mas bawa ke rumah semalam."
" Untuk apa? Aku tidak peduli dia siapa dan mau apa, itu bukan urusanku." ucap Syifa datar.
Reyhan terkejut dengan ucapan Syifa yang nampak tidak peduli sama sekali dengan masalah itu.
" Sayang, aku hanya ingin kamu tidak salah paham tentang dia."
" Salah paham? Untuk apa? Aku tidak peduli dengan hubungan kalian. Aku bukan siapa - siapa bagimu yang harus ikut campur urusan pribadimu. Kau berhak menentukan jalanmu sendiri, aku tidak punya hak untuk melarangmu membawa perempuan manapun ke kamarmu."
" Fa, apa maksudmu!" bentak Reyhan tidak terima dengan ucapan Syifa.
" Tidak usah dipikirkan, aku mau pulang. Tadi tidak sempat berpamitan dengan Papa dan Mama karena ada sedikit urusan mendadak diluar." kata Syifa datar.
Sikap Syifa menjadi sangat dingin dan tanpa ekspresi. Tak bisa ditebak apakah dia tidak peduli, marah atau sedih. Reyhan tak menyangka kekasihnya bisa bersikap seperti itu.
" Tunggu, maafkan aku... seharusnya aku memberitahumu jika sekretarisku ikut pulang. Aku akan menyuruhnya menginap di hotel." ucap Reyhan lembut.
" Terserah! Bukan urusanku." sahut Syifa.
" Sayang, aku merindukanmu." lirih Reyhan.
Syifa tidak sedikitpun menatap Reyhan. Walau dalam hati ia juga merindukan pria di hadapannya, namun pikirannya menolak untuk mengakuinya.
Setiap kali ada masalah, Syifa selalu merasa rendah diri di hadapan keluarga Aditama. Dia merasa tidak pantas berada di tengah - tengah mereka.
" Maaf, aku harus pergi." ucap Syifa pelan.
__ADS_1
Reyhan sangat tidak suka dengan sikap Syifa yang mengacuhkannya. Gadisnya tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia gadis yang lembut dan sedikit manja.
" Kalau mau marah, marahlah sepuasmu. Tapi jangan diam seperti itu."
Reyhan menarik tubuh Syifa ke dalam dekapannya,namun gadis itu tetap diam tak membalas pelukannya. Tak ada respon menerima atau menolak, Syifa bagaikan patung yang tak punya rasa.
Merasa gadisnya tak merespon dengan perlakuannya, Reyhan menjadi emosi dan menarik gadisnya ke tempat tidur. Reyhan mendorong tubuh gadisnya hingga ambruk ke ranjang.
Syifa tetap diam tanpa ekspresi hingga tanpa ia sadari tubuh Reyhan sudah menindihnya. Pria itu dengan geram langsung mencium bibir gadis itu dengan kasar dan mel*m*tnya dengan buas. Syifa berusaha untuk menolaknya, namun tenaganya tak cukup kuat untuk memberontak. Ini adalah ciuman pertama untuk mereka berdua. Reyhan memang sering menciumnya namun hanya di keningnya saja.
Setelah cukup lama memainkan lidahnya pada gadisnya itu, Reyhan melepaskan ciumannya karena Syifa merasa sesak kekurangan oksigen.
" Masih tidak mau bicara? Mas bisa melakukan lebih dari ini!" geram Reyhan.
" Kau jahat!" pekik Syifa mulai meneteskan airmatanya.
" Aku mencintaimu, akan kulakukan apapun untuk mendapatkanmu." seringai Reyhan.
Reyhan menjelajahi leher mulus kekasihnya dengan bibirnya yang basah membuat Syifa mendesah pelan. Gadis itu ingin memberontak namun kedua tangannya dicekal dengan kuat oleh Reyhan.
" Lepasin aku, Mas!" rintih Syifa.
Reyhan menghentikan kecupannya yang hampir turun ke bawah saat Syifa merintih.
" Apa kau percaya aku hanya mencintaimu?" tanya Reyhan.
" Iy... iya."
" Kau tidak akan marah dan mau mendengarkan penjelasanku?"
" Iya apa?"
" Iya... terpaksa." sungut Syifa.
" Ini baru gadisku." Reyhan mencium kening Syifa sekilas lalu merebahkan tubuhnya di samping gadisnya.
" Catherine adalah sekretarisku di kantor. Dia adiknya Steven, asisten pribadiku. Kamu tenang saja, dia gadis baik - baik. Selama berteman denganku, kuajarkan budaya timur padanya saat bersamaku. Dia ingin sekali berkunjung ke negara kita ini makanya Mas ajak sekalian. Mas sudah menganggap Cathy seperti adik sendiri." ujar Reyhan seraya mengusap lembut puncak kepala Syifa.
" Kenapa tidak memberitahuku kalau semalam pulang?"
" Mas pengen bikin kejutan untukmu, tapi malah kacau seperti ini. Lain kali jangan kabur - kaburan lagi, setiap masalah itu harus dihadapi."
" Syifa nggak kabur, tadi niatnya pengen olahraga pagi tapi tiba - tiba rindu dengan ayah dan ibu."
" Banyak sekali alasannya, gadisku sangat menggemaskan. Kita ulangi yang tadi yuk?" goda Reyhan.
" Ish... kau jahat! Itu ciuman pertamaku." sungut Syifa.
Reyhan tertawa dengan ekspresi wajah kekasihnya yang terlihat imut dan menggemaskan. Rasanya sudah tidak tahan untuk kembali melahap bibir mungil kekasihnya.
" Ayo pulang, Mas takut kebablasan. Bukan hanya bibir saja yang Mas perawani tapi_..."
" Aakkhhh!!! Dasar mesum, minggir sana! Jangan dekat - dekat denganku!" pekik Syifa.
" Hahahaa... habisnya kau ini sangat menggemaskan, sayang."
__ADS_1
" Kau pasti sering melakukan seperti itu dengan banyak perempuan diluar sana."
" Tidak, sayang. Ini juga pertama kalinya untukku. Kau adalah wanita satu - satunya yang aku sentuh seperti ini." ucap Reyhan serius.
Syifa menatap lekat netra kekasihnya mencari kebohongan dalam ucapannya. Namun yang ia rasakan, pria itu begitu tulus kepadanya. Tak ada keraguan di hatinya dengan ucapan kekasihnya itu.
" Percayalah, hanya kamu satu - satunya gadis yang ada dihatiku. Kau akan menjadi yang pertama dan terakhir bagiku, sayang." kata Reyhan lagi.
# # #
Reyhan membawa pulang Syifa ke rumah. Sampai di dalam rumah, Cathy langsung menyambut kedatangan Syifa dengan memeluknya erat.
" Syifa, senang bertemu denganmu. Reyhan banyak bercerita tentang dirimu. Maaf ya, kedatanganku membuat semuanya jadi salah paham." ucap Cathy.
" Tidak apa - apa, lagian dia bebas membawa siapapun kesini. Saya ini juga orang luar sama sepertimu tidak bisa melarang atau membatasi urusan pribadi orang lain." sahut Syifa sembari tersenyum.
" Sayang, jangan bicara seperti itu lagi. Aku adalah milikmu seutuhnya." ujar Reyhan.
" Benarkah? Kenapa aku tidak percaya padamu?" tukas Syifa.
" Sayang...!" keluh Reyhan.
Mama Salma dan papa Hendra segera keluar dari kamar saat mendengar suara Syifa diluar. Mereka bergegas menghampiri putri angkatnya.
" Sayang, kau darimana saja? Mama khawatir kamu pergi tidak pamit." ucap mama Salma.
" Syifa hanya cari angin sekalian jogging, Ma. Udara pagi setelah shubuh itu sangat segar. Tadi juga ketemu temen dulu jadi pulangnya lama." sahut Syifa dengan tersenyum.
" Lain kali kalau pergi itu pamit biar yang dirumah tidak khawatir." ujar papa Hendra.
" Iya, Pa. Syifa minta maaf."
" Jangan diulangi lagi, mama sampai nangis nyariin kamu."
Mama memperhatikan wajah Syifa dan terasa ada yang aneh dengan putri angkatnya itu.
" Fa, bibir kamu kenapa bengkak begitu?"
.
.
TBC
.
.
Waduhh... ketahuan gak ya kalau itu kelakuan nakal putra tunggal keluarga Aditama?😂😂😂
.
.
.
__ADS_1