ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
Part 23


__ADS_3

" Siapa yang kau cari? Mungkin saya mengenalnya." tanya nyonya Theresia.


" Dia... dia putra kandung dari orangtua angkat saya." jawab Syifa.


" Apa hubungan kalian buruk?"


" Tidak, kami adalah sahabat yang sangat dekat. Dia selalu menjaga dan melindungiku. Lima tahun kami berpisah, baru bertemu enam bulan yang lalu. Kami sempat bertengkar sebelum akhirnya dia pergi tanpa pamit bahkan kepada orangtuanya."


" Saya mengerti, beristirahatlah beberapa hari sampai keadaanmu pulih baru kau cari dia lagi."


" Terimakasih nyonya Theresia."


" Sama - sama, kalau begitu saya mau mengecek anak - anak dulu."


Syifa beruntung bisa tinggal di panti asuhan ini. Orang - orang disana sangat baik kepadanya. Syifa jadi berpikir bahwa mungkin lebih baik jika dirinya berada di tempat itu. Tempat yang cocok untuk anak yatim piatu.


Syifa menghela panjang lalu memikirkan bagaimana caranya ia bisa bertemu dengan Reyhan. Jika harus kembali ke kantornya, rasanya tidak mungkin. Syarat masuk ke gedung S.A Properties adalah menunjukkan kartu identitas diri.


" Arrrgh! Bagaimana aku bisa menemukan Reyhan, bahkan uangpun aku tak punya untuk mencari Reyhan." keluh Syifa.


# # #


Sudah tiga hari Syifa tinggal di panti asuhan. Sebelum mencari Reyhan, dia akan membantu para pengurus panti untuk menyiapkan acara untuk para donatur yang akan berkumpul satu tahun sekali.


" Fa, terimakasih kamu sudah membantu kami menyiapkan acara penyambutan para donatur besok. Ini adalah acara yang diadakan rutin setiap tahun." kata nyonya Theresia.


" Syifa yang harusnya berterimakasih karena sudah diijinkan untuk tinggal disini." ucap Syifa.


" Kapanpun kau mau, kau bisa tinggal disini."


" Terimakasih, nyonya. Saya sangat senang bisa di terima disini."


" Ya sudah, sebaiknya kita bantu anak - anak untuk menyiapkan dekorasi dan juga persiapan lainnya."


" Baik, nyonya."


Syifa mendekorasi aula menjadi tempat yang sangat indah. Dia juga membuat sendiri tulisan - tulisan untuk menyambut para donatur dengan kertas warna yang ia tempelkan di dinding bersama dengan anak - anak.


Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat anak - anak yang tertawa bahagia walaupun tak pernah mendapatkan kasih sayang dari orangtua kandungnya.


Tanpa sadar, Syifa tersenyum melihat tingkah anak - anak yang sedang bermain dan bercanda berlarian kesana kemari. Ingin rasanya ia kembali ke masa lalu seperti saat kedua orangtuanya masih ada. Syifa sangat merindukan pelukan hangat ayah dan ibunya.


" Mereka anak - anak terlantar yang dibuang keluarganya. Entah kenapa, ada yang tega membuang darah dagingnya sendiri padahal banyak sekali orang yang tidak bisa memiliki seorang anak melakukan berbagai cara walaulun harus membayar mahal." ucap nyonya Theresia menatap sendu anak - anak asuhnya.


" Tega sekali mereka melakukan itu." sahut Syifa.


" Apa semuanya sudah siap, Fa?"


" Sudah, nyonya. Untuk urusan tempat, semuanya sudah siap. Bagaimana dengan makanannya?"


" Semuanya sudah siap, besok pagi kita tinggal ambil saja."


# # #

__ADS_1


Reyhan turun tangan sendiri untuk mencari Syifa bersama dengan Sony dan Steven. Sementara Cathy harus mengurus seluruh pekerjaan kantor.


" Rey, kita sudah beberapa hari ini berkeliling kota tapi Syifa belum ditemukan juga." kata Sony.


" Sulit sekali hanya menemukan satu gadis saja, kenapa dia hobby sekali bersembunyi dari kita," keluh Reyhan.


" Boss, orang - orang kita sudah mencari mereka di seluruh hotel di kota ini tapi Syifa belum juga ditemukan." ucap Steven.


" Kau punya teman di club malam? Suruh orangmu mencari di setiap club, saya takut Syifa jadi korban penculikan." perintah Reyhan.


" Baik, Boss."


" Rey, seharusnya dulu kau tidak pergi seperti ini. Sebenarnya sudah dari dulu Syifa ingin menyusulmu kesini tapi aku cegah. Tidak ada yang tahu kau tinggal dimana, kerja apa dan dia juga belum pernah pergi jauh sendirian."


" Untuk apa dia mencariku? Bukankah dia lebih senang jika aku tak ada lagi di hadapannya?"


" Rey, kau ini sama keras kepalanya dengan Syifa!"


" Huft... fokus saja cari dia, kita tidak akan berhenti sampai Syifa ditemukan."


" Maaf, Boss. Besok ada acara tahunan di panti asuhan untuk para donatur. Apakah kita akan menghadirinya?" tanya Steven.


" Tidak tahu, Stev. Kita lihat saja nanti, tapi suruh Cathy menghadirinya."


" Baik, Boss."


Mereka melanjutkan perjalanan mengelilingi seluruh kota. Mungkin saja Syifa sekarang terlantar di jalanan. Tidak mungkin dia bisa menyewa kamar hotel karena semua barang - barangnya telah hilang.


Reyhan selalu saja memikirkan Syifa walaupun otaknya menolak namun hatinya tak bisa berbohong jika ia sangat mencemaskan gadis itu.


Hingga malam hari mereka tak putus asa untuk mencari keberadaan Syifa. Reyhan sudah terlihat lelah namun tak juga menyerah.


" Rey, sebaiknya kita pulang dulu. Kau terlihat sangat lelah, besok kita lanjutkan lagi pencarian." kata Sony.


" Huft... baiklah, Stev... langsung saja ke rumahmu. Kasihan Helena sendirian di rumah." kata Reyhan datar.


" Baik, Boss." jawab Steven singkat.


# # #


Pagi - pagi sekali Syifa sudah sibuk dengan persiapan untuk acara nanti siang. Dia mengurus anak - anak untuk merapikan penampilan dan pakaian mereka. Syifa juga mengecek ulang tempat diadakannya acara nanti.


" Kenapa perasaanku aneh seperti ini ya? Kenapa aku merasakan kehadiran Reyhan? Ya Allah, pertanda apa semua ini? Jantungku berdetak sangat kencang, hatiku sangat gelisah," gumam Syifa.


" Fa, apa semuanya sudah siap?" tanya nyonya Theresia.


Syifa yang tengah melamun terlonjak kaget mendengar ada suara lain di ruangan itu.


" Eh, nyonya... maaf, saya melamun tadi," ucap Syifa salah tingkah.


" Apa yang kau pikirkan? Apa tentang pria yang kau cari itu?"


" Nyonya bisa saja menebaknya, tapi memang benar jika saat ini saya sedang memikirkannya."

__ADS_1


" Semoga kau segera bertemu dengannya, Fa. Kau pasti juga ingin cepat - cepat pulang ke negaramu walaupun sebenarnya saya sangat senang ada kamu disini."


" Jika nanti saya masih punya kesempatan lagi ke negeri ini, saya pasti akan berkunjung kesini." ucap Syifa.


" Bagaimana persiapannya? Sudah beres semuanya?"


" Sudah, nyonya. Tempatnya sudah siap, anak - anak juga sudah rapi semua. Mereka sangat bersemangat sekali menyambut acara ini."


" Ya sudah, sekarang kamu juga bersiap - siap, dandan yang cantik."


" Kenapa saya harus bersiap juga, saya nanti di belakang saja,"


" Tidak, kau yang harus mendampingi anak - anak."


" Baiklah, kalau begitu saya mandi dulu."


# # #


Sementara itu, Reyhan sudah bersiap - siap untuk pergi ke kantor. Kemarin dia sudah menyuruh Cathy untuk membeli banyak hadiah yang akan ia bawa ke panti.


Tidak tahu mengapa, Reyhan sangat ingin menghadiri acara itu walaupun pekerjaannya sangat banyak. Dia mematut diri di depan cermin. Berkali - kali ia berganti pakaian namun tidak ada yang cocok menurutnya.


" Aish... apa yang kulakukan! Kenapa aku merasa semua pakaian itu tidak cocok aku pakai hari hari ini, biasanya juva asal ambil saja." gerutu Reyhan.


Reyhan segera mengambil pakaian asal lalu memakainya dan segera keluar dari kamar. Penampilannya yang selalu rapi membuat pesonanya sangat luar biasa.


Dia selalu mematahkan hati wanita yang ingin mendekatinya dengan wajah dingin dan arogannya. Dalam kamus Reyhan, hanya ada satu wanita yang boleh masuk dalam kehidupannya yaitu Syifa.


" Rey, sudah siap ke kantor?" tanya Sony.


" Iya, mau cek pekerjaan sebentar terus ke panti untuk acara tahunan para donatur." jawab Reyhan.


" Aku ikut ya? Bosan hanya di rumah saja sendirian."


" Terserah, asal kau tidak mengganggu pekerjaanku."


" Ish... kau pikir aku anak kecil apa!"


Mereka berdua tertawa bersama lalu berjalan menuju ruang makan untuk sarapan. Menu kali ini adalah nasi goreng kesukaan Reyhan. Makanan itu selalu mengingatkannya akan sosok Syifa yang sering memasakkan nasi goreng sewaktu sekolah dulu.


" Son, kenapa perasaanku aneh ya pagi ini. Aku merasakan kehadiran Syifa dihatiku. Apskah dia cukup dekat denganku sekarang?" ucap Reyhan.


" Itu karena kau terlalu memikirkannya, Rey. Aku tahu kau sangat mencintai Syifa." sahut Sony.


" Sudahlah, Son. Yang terpenting bagiku saat ini adalah membuat Syifa bahagia dengan pilihannya sendiri."


" Maksudnya apa, Rey?"


.


.


TBC

__ADS_1


.


.


__ADS_2