ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
11


__ADS_3

Kata kata keempat sekawan itu masih terngiang ngiang di telinga Arini beberapa hari ini Arini selalu memikirkannya.


Tak ada yang aneh dengan tingkah Arian dia masih dekat dengan Cantika selayaknya teman dekat biasa. Sikap Arian ke Arinipun tidak berubah, ia masih jail seperti biasa. Masih perhatian lewat senyuman senyuman manisnya.


"Kamu curiga gak kalau sebenarnya Arian dan Cantika itu pacaran? " tanya Wati. Mendadak timbul kecemasan di wajah Arini saat mendengar pertanyaan Wati


"Itu kan haknya.. " jawab Arini


"Kamu tidak cemburu?" selidik Wati


"Emang aku siapanya dia? " jawab Arini


"Ya sudah, jika memang kamu setegar itu lagi pula ini baru desas desus kl mereka jadian berdoa saja kalau ini hanya sekedar gosip tapi jika ini benar benar nyata, kamu tidak akan bisa membayangkan sakit hatimu nanti sebesar apa" kata Wati memperingatkan Arini.


Arini pun hanya diam dalam hati dia sangat percaya kalau tidak mungkin Arian jadian dengan Cantika. Dari kelas dua mereka sudah menjadi teman dekat. Lagi pula Cantika masih berpacaran dengan Deva. Tidak mungkin Arian serendah itu merebut Pacar dari temannya sendiri.


"Hooyyyy... Malah melamun" kata Wati mengagetkan Arini.


"Lagi pusing tau, ipar sepupuku mau datang dari kota. Dia rencananya mau nginep di rumahku"


"Cowok?"

__ADS_1


"Iya"


"Apa yang membuatmu pusing" tanya Wati penasaran


"Apa aku harus bilang ke Wati kalau sebenarnya ayahku dan kakak iparku berniat menikahkanku dengannya setelah aku lulus SMP nanti? Tidak, Wati mulutnya lemes dan kadang kadang suka ember bagaimana kalau teman sekelas pada tau? " kata Arini dalam hati


"Iiihhhh... Ni anak hoby banget ngelamun" kata Wati yang mulai jengkel karena di cuekin


"Ya pusinglah, aku harus mempersiapkan ini itu di rumah, aku tidak bisa merdeka lagi nanti pasti aku akan di suruh suruh untuk melayaninya" keluh Arini


"Sabar ya non" ledek Wati sambil tertawa cekikikan.


Benar saja hari ini begitu sampai di rumah Arini langsung sibuk beres beres kamar yang akan di tempati oleh adik ipar sepupunya itu.


"Entar malam bu, sekarang lebih baik ibu masak yang enak biar nanti Candra langsung makan, kasihan dia menempuh jarak jauh pasti dia akan merasa capek dan lapar" kata bapak


"Baik pak, ibu mau masak dulu" jawab ibu seraya langsung menuju dapur


"Ingat ya Rin! Jaga sikapmu nanti. Kamu harus bersikap baik pada Candra selama ia diam di sini" kata bapak Arini


"Ya pak" jawab Arini

__ADS_1


Dan benar saja sesuai perkiraan tepat jam 8 malam Candra datang sambil menggendong tas ransel di punggungnya, ayah dan ibu Arini terlihat sangat senang mereka secara bergantian memeluk Candra.


"Ayo masuk! Arini taruh tas Candra di kamarnya" perintah ayah Arini


"Baik ayah" jawab Arini datar


"Tidak usah paman, biar saya saja! Tasnya lumayan berat kasihan jika seorang gadis mengangkat beban berat" jawab Candra


"Rin antar Candra ke kamarnya! Bantu ia merapikan bajunya sementara ibu menyajikan makan malam" Perintah ayah Arini lagi


"Ayo ikut aku" ajak Arini pada Candra. Candrapun mengikuti Arini dari belakang hingga sampai di kamar.


"Ini kamarmu, kamu bisa menaruh bajumu di dalam lemari itu" kata Arini sambil menunjuk sebuah lemari di pojok kamar itu


"Kita belum berkenalan dengan resmi, namaku Candra" kata Candra sambil mengulurkan tangannya


"Aku Arini" jawab Arini sambil membalas uluran tangan Candra


"Kau tau kan untuk apa aku di sini? " tanya Candra sambil memandang lekat ke dua bola mata Arini. Arini tidak bisa menjawab, dia hanya mengangguk sambil tertunduk.


"Aku langsung suka padamu pada pandangan pertama, kau sangat manis" senyum Candra, ini pertama kalinya ada cowok yang merayu Arini. Arini pun menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"Maaf, perutku mules mules aku ke belakang dulu" kata Arini seraya langsung meninggalkan Candra. Candra hanya bisa tertawa melihat tingkah calon tunangannya itu, sangat manis dan lucu.


__ADS_2