ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
Part 26


__ADS_3

" Kita pulang malam ini juga." kata Reyhan.


" Malam ini juga? Tapi KTP- ku hilang, tinggal paspor saja di dalam tas." sahut Syifa.


" Tidak masalah, kau bisa naik ke punggungku. Kita akan terbang bersama - sama diatas awan."


" Reyhaannn! Aku serius. Sekarang aku tidak punya apa - apa lagi."


" Tidak usah bersedih, kau masih punya diriku. Selamanya aku akan menjadi milikmu."


" Ish... lebay!" cibir Syifa.


Syifa menoleh ke kanan dan ke kiri sedang mencari sesuatu namun tak ditemukan juga.


" Kamu cari apa, Fa? Jangan berniat kabur lagi dariku." seru Reyhan.


" Ish... aku mau ke toilet, udah nggak tahan. Dimana pintu rumahmu?" rengek Syifa kesal.


" Ayo masuk, kenapa nggak bilang dari tadi?" sahut Reyhan seraya tersenyum.


Syifa menarik lengan Reyhan agar jalannya lebih cepat lagi membuat para pelayan itu terkejut karena ini pertama kalinya sang majikan membawa seorang wanita selain Catherine.


Reyhan membawa Syifa ke kamarnya yang ada di lantai paling atas. Lantai tiga yang hanya ada tiga ruangan disana, kamar pribadi Reyhan, kamar yang masih kosong dan ruang kerja. Tidak sembarang orang boleh naik ke lantai atas. Hanya pelayan yang sudah ditunjuk oleh Reyhan yang boleh menginjakkan kaki disana.


" Rey, memangnya di lantai bawah tidak ada?" rengek Syifa.


" Di kamarku saja, sekalian aku mau mandi." jawab Reyhan santai.


Sampai di kamar Reyhan, Syifa langsung berlari ke kamar mandi setelah melemparkan tasnya asal di sembarang tempat.


" Hati - hati nanti jatuh!" peringat Reyhan.


" Mandi sekalian, di dalam masih ada handuk kan?" teriak Reyhan lagi.


" Ya...!" sahut Syifa dari dalam.


Reyhan menunggu Syifa mandi sambil memainkan ponselnya. Tiba - tiba ia teringat sudah meninggalkan Sony dan yang lainnya di panti. Reyhan segera mengirimkan pesan kepada Steven bahwa ia sudah meninggalkan panti.


" Stev, saya pulang duluan sama Syifa. Setelah acara selesai, siapkan privat jet. Saya akan pulang malam ini juga. Sekarang saya sudah di rumah." pesan Reyhan.


Tak lama, Steven membalas pesan Reyhan karena sedari tadi ia memang mencari - cari keberadaan boss nya itu.


" Syifa sudah ketemu, Boss? Dimana? Baiklah, saya akan urus untuk keberangkatan nanti malam." jawab Steven.


Reyhan menunggu Syifa mandi sambil rebahan di tempat tidurnya. Lima belas menit berlalu hingga suara gadis itu merengek di pintu kamar mandi.


" Rey_..." panggil Syifa.


" Sudah selesai? Keluarlah, gantian mandinya." sahut Reyhan datar.


Reyhan sebenarnya tahu gadis itu hanya memakai handuk saja karena tadi terburu - buru dan tidak membawa baju ganti.

__ADS_1


" Rey, keluarlah dulu! Aku mau ganti baju," rengek Syifa.


" Keluar saja, aku juga pernah melihatnya kan?" goda Reyhan.


" Ayolah, Rey. Jangan bercanda,"


" Mau aku ambilkan bajunya?"


" Tidak, bawa saja tasnya kesini. Biar aku ambil saja sendiri!"


" Jarang loh aku baik sama perempuan? Cuma sama kamu saja aku rela jadi pelayan."


" Rey! Cepat keluarlah atau aku tidak akan mau lagi bicara padamu!"


" Begini saja, sayang. Kau keluar, aku masuk ke kamar mandi. Gimana?"


" Tapi janji jangan mengintip,"


" Iya, tuh ruang ganti ada disana. Aku janji tidak akan macam - macam padamu."


Dengan sangat terpaksa Syifa keluar dari kamar mandi hanya memaksi handuk yang melilitnya sampai ke paha. Reyhan terdiam sejenak melihat bahu mulus di hadapannya yang terbuka hingga diatas dada.


" Shitt! Dia sungguh menggoda imanku!" umpat Reyhan dalam hati.


" Kenapa masih disitu? Cepat masuk!" seru Syifa yang merasa risih ditatap Reyhan seperti itu.


Reyhan menelan ludahnya melihat pemandangan indah di depan matanya. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.


" Ish... sepertinya aku tidak akan bisa menahan diri jika terlalu lama berduaan dengannya." gumam Reyhan.


Reyhan mempercepat mandinya agar Syifa tidak terlalu lama menunggunya. Dia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


" Huft... baru ditinggal sebentar sudah tidur." gumam Reyhan.


Setelah berganti pakaian dengan memakai kaos tanpa lengan dan celana pendek, Reyhan ikut berbaring di samping Syifa. Keduanya tidur dengan nyenyak saling membelakangi. Reyhan tidak mau khilaf lagi dengan memanfaatkan Syifa yang tengah tertidur.


Hampir tiga jam mereka tidur dengan sangat lelap. Reyhan terbangun lebih dulu karena ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya dengan kaki yang juga menindih kakinya.


Reyhan yang awalnya ingin bangun, mengurungkan niatnya karena takut mengganggu tidur Syifa yang terasa nyaman. Gadis itu pasti malu jika ketahuan sedang memeluk dirinya seperti ini.


Reyhan mengambil ponsel yang ada di samping bantalnya lalu mengambil gambar mereka berdua. Gadis itu sangat imut saat sedang tidur.


Melihat ada sedikit pergerakan dari Syifa, Reyhan langsung meletakkan kembali ponselnya dan berpura - pura tidur agar gadis itu tak merasa malu.


" Astaghfirullah, kenapa aku memeluknya?" pekik Syifa dalam hati.


Syifa mengintip Reyhan sejenak untuk melihat apakah pria di sampingnya sudah bangun atau belum. Jantung Syifa berdebar - debar tak karuan. Ada desiran aneh saat ia berdekatan seperti ini dengan Reyhan. Sungguh dirinya sangat malu kali ini.


Saat Syifa ingin bangun, tiba - tiba Reyhan berbalik badan lalu memeluknya dengan mata yang masih terpejam. ( Modus 😂 ). Reyhan berpura - pura tidur ingin melihat ekspresi Syifa.


Syifa yang merasa malu berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Reyhan. Dengan perlahan Syifa mengangkat tangan Reyhan yang melingkar di perutnya namun ternyata tangan itu sangatlah kuat.

__ADS_1


" Rey, bangun. Sudah jam berapa sekarang," ucap Syifa pelan.


" Sebentar lagi, aku masih ngantuk." sahut Reyhan tetap memejamkan matanya.


" Rey, kita belum sholat dhuhur."


Reyhan membuka matanya lalu tersenyum. Tangannya masih setia melingkar di pinggang Syifa.


" Ya udah, kamu ambil air wudhu duluan. Aku ambil sajadah dulu."


Reyhan beranjak ke kamar ganti mengambil sajadah lalu merekapun sholat berjamaah. Baru kali ini Reyhan merasakan ketenangan dalam hatinya. Bebannya seakan hilang saat bersama dengan Syifa.


Usai sholat, Reyhan mengajak Syifa turun ke bawah untuk makan siang. Sebelum tidur tadi, Reyhan mengirim pesan kepada pelayan untuk menyiapkan makan siang.


" Rey, kenapa mereka menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilanku." bisik Syifa.


" Bukan aneh, tapi mereka mengagumi kecantikanmu. Lihatlah dirimu, seperti bidadari dari kayangan." sahut Reyhan dengan senyum jahilnya.


Saat mereka hendak duduk untuk makan siang, Sony keluar dari kamar tamu.


" Syifa...!" panggil Sony.


" Kakak_...!" teriak Syifa girang.


Syifa beranjak dari tempat duduknya sedikit berlari menghampiri Sony. Gadis itu memeluk Sony dengan sangat erat seraya menitikkan air mata.


" Ish... kenapa menangis? Bukannya habis bersenang - senang diatas?" goda Sony.


" Apaan sih? Siapa yang bersenang - senang," sungut Syifa.


Syifa mencubit pinggang Sony cukup keras sehingga dokter muda itu meringis kesakitan.


" Auwww...! Hentikan tanganmu itu!" pekik Sony.


Reyhan merasa tidak senang dengan kedekatan Syifa dan Sony. Bagaimanapun juga, mereka berdua tidak memiliki hubungan darah.


" Kalian mau terus disitu atau makan?" seru Reyhan yang merasa diabaikan.


" Hahahaa... tidak perlu cemburu, aku bukanlah orang yang suka mengambil hak orang lain." sahut Sony dengan tawanya yang khas.


" Ayo makan, aku sudah sangat lapar." ucap Syifa.


Mereka bertiga makan dengan lahap. Hanya suara piring dan sendok yang saling beradu memecahkan keheningan. Selesai makan, Reyhan mengajak mereka bersantai di ruang keluarga sekalian membahas kepulangan mereka nanti malam.


.


.


TBC


.

__ADS_1


.


__ADS_2