ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
4.


__ADS_3

Penderitaan Arini pun di mulai dari hari pertamanya bersekolah. Banyak hinaan dan ejekan yang ia terima karena penampilannya yang cupu dan kucel.


Padahal waktu duduk di sekolah dasar dia di perlakukan baik oleh teman temannya baik lelaki dan perempuan. Bahkan benerapa teman lelakinya sangat setia dan baik padanya.


 


Arini tidak pernah membayangkan kalau teman teman barunya ini akan sangat kejam menghinanya, mereka hanya akan bergaul dan bicara dengan anak yang memiliki wajah cantik dengan penampilan modis saja.


Arini cukup sadar diri dia yang berasal dari keluarga miskin merasa tidak pantas untuk berteman dengan siapapun. Arini tumbuh menjadi anak yang pendiam di kelasnya.


Pendiam tapi jutek dan galak saat ada seseorang yang mengganggunya. Dia akan melawan orang itu berkelahi untuk melindungi harga dirinya.


 


Banyak anak yang tidak menyukai Arini, tapi dia cuek dan tidak perduli.


"Atas dasar apa mereka boleh menghinaku seperti ini?? Aku juga manusia, jika mereka tidak suka kenapa harus menghina dan menyakitiku" tangis Arini pecah saat berada di kelas sendirian teman temannya yang lain sedang makan di kantin sebagian ada yang bersenda gurau di taman.


Arini lebih suka diam di kelas, karena dia tidak punya teman yang di ajak bercengkrama, Wati dan Tia teman sekaligus sepupu dari Arini sekarang mereka sudah sibuk dengan teman baru mereka. Walaupun mereka sekelas tapi mereka seperti orang asing.


" Hai jelek minggir sana!!! " kata Deva seraya mendorong tubuh Arini.


"Kenapa aku harus minggir? Ini tempat dudukku" kata Arini sambil mendorong balik tubuh Deva

__ADS_1


"Aku mau PDKT sama Wati, kehadiranmu di sini membuat mataku sakit saja, udah bau jelek pula.


"Ya sudah kamu duduk di lantai saja, ini bangkuku"


"Kamu berani melawanku?? Kamu tidak tau aku siapa?? " gertak Deva


"Biar kamu anak presiden aku tidak takut padamu" jawab Arini acuh tak acuh pada Deva


"Wanita gila untung kamu wanita jika peria.... " Deva tidak melanjutkan kata katanya


"Kenapa? Mau memukulku? Ayo pukul!!!!" tantang Arini


"Dasar perempuan tidak waras" umpat Deva sebelum akhirnya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan meja Arini.


Arini tidak perduli dia tetap berusaha sendiri sesuai dengan kemampuannya. Sampai akhirnya di kelas dua dia mulai menonjol berkat mata pelajaran matematika.


Entah kenapa pelajaran itu terasa gampang baginya, dia selalu menjawab pertanyaan yang di berikan guru dengan mudah bahkan sebelum pak guru menerangkannya dia sudah mengerti karena materi ini pernah ia pelajari waktu kelas enam dulu. Teman teman Arinipun mulai bersikap baik padanya. Tapi kebaikan mereka tentu ada tujuannya, dan Arini sangat tau itu.


Suatu hari saat istirahat jam pertama seperti biasa Arini lebih memilih tinggal di dalam kelas. Dia saat itu sedang bercengkrama dengan Wati, Nina dan Melly. Berkat pelajaran matematika Arini mulai di perhatikan oleh beberapa temannya.


Tiba tiba Arian anak yang paling ganteng dan pendiam di kelas di ganggu oleh Dika anak paling nakal dan kejam di kelas. Kerah baju Arian di tarik oreh Dika


"Lepaskan aku dik..!!! " kata Arian sambil memegang lehernya yang dirasa mulai sakit.

__ADS_1


"Beri aku uang baru kamu ku lepaskan" tawar Dika


"Ok aku kasi kamu uang" kata Arian, saat Arian meraih saku celananya dan akan mengeluarkan dompetnya Arini yang tidak menyukai pemandangan di depannya langsung bangkit dari tempat duduknya dia langsung menghampiri Dika dan melepaskan cengkraman Dika dari kerah baju Arian.


"Lepaskan dia!!!! Ini sekolah bukan pasar lagakmu seperti pereman pasar saja!! " bentak Arini. Dika dan Arian tercengang melihat tingkah Arini yang sepontan, gadis itu memang terkenal dengan mulutnya yang pedas dan juteknya yang tingkat akut. Tapi mereka tidak mengira kalau Arini seberani ini melawan Dika.


"Hai perempuan jangan ikut campur kamu!! " Bentak Dika sambil mengacungkan jari telunjuknya. Karena geram Arini pun menarik kerah baju Dika sontak teman teman Arini yang lain menjadi tambah kaget. Belum ada satu orangpun yang berani melawan Dika selain Arini.


"Kenapa? Apa kau mau memukulku?? Ayo pukul!! Jangan segan walaupun aku hanya seorang wanita, jangan pernah berfikir jika semua orang takut dan tunduk padamu. Kamu ketua kelas tapi kelakuanmu mencoreng nama kelas. Beberapa kali keluar masuk ruang BP, otakmu juga bodoh dalam pelajaran kamu sungguh tidak pantas jadi ketua kelas. Jika aku jadi kamu aku pasti sudah mengundurkan diri"


"Kau sungguh berani melawanku!!! " mata Dika seketika berubah merah


"Kenapa aku harus takut padamu??! " Arinipun melepaskan senyuman yang penuh dengan penghinaan pada Dika.


"Kau...... " Dika pun melayangkan kepalan tangannya dan mengarahkannya pada Arini tapi Arian kemudian menangkisnya


"Ini uangku ambilah. Dan tolong pergilah dari sini" jawab Arian, setelah menerima uang dari Arian, Dika pun pergi meninggakan ruang kelas yang di dalamnya masih di selimuti aura tegang karena kejadian tadi.


"Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu memberi dia uang??? " Arini terlihat sangat kesal dengan kelembekan peria itu.


"Aku bukan tukang pembuat onar sepertimu" jawab Arian seraya pergi meninggalkan Arini.


"Apa?" Arini tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Arian

__ADS_1


"Harusnya aku tidak membantumu. Dasar anak mama.. " umpat Arini dalam hati


__ADS_2