ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
Part 22


__ADS_3

" Rey, Syifa mana?" tanya mama Salma.


" Syifa? Kok mama tanya sama Reyhan sih?" jawab Reyhan bingung.


" Rey, kamu tidak pulang bersama Syifa?" tanya papa Hendra.


" Maksud papa dan mama apa sih? Reyhan bingung kenapa Syifa harus pulang sama Reyhan?"


" Jadi kamu tidak bertemu Syifa di Amerika?" tanya mama Salma.


Wanita paruh baya itu menatap Reyhan dengan mata berkaca - kaca. Perasaannya semakin tidak tenang karena pada kenyataannya Syifa malah tidak bersama putranya.


" Syifa ke Amerika? Untuk apa, Ma?"


" Mama menyuruh Syifa untuk menjemputmu pulang." mama Salma terlihat sangat sedih.


" Rey, kamu yakin tidak bertemu dengan Syifa disana? Ponselnya juga tidak bisa dihubungi." kata papa Hendra.


Reyhan jadi teringat dengan kata - kata Cathy kemarin. Mungkinkah yang dilihat Cathy kemarin benar - benar Syifa?


" Ya sudah, papa dan mama tidak usah khawatir. Reyhan akan mencari Syifa."


Mama Salma langsung pergi meninggalkan anak dan suaminya lalu berlari menuju kamarnya mengunci diri. Wanita paruh baya itu menangis sejadi - jadinya menyesali perbuatannya.


" Maafin mama, Fa. Harusnya mama tidak memintamu mencari Reyhan."


" Ma, buka pintunya! Reyhan pasti cari Syifa, mama jangan menangis lagi." teriak Reyhan dari luar kamar.


" Sudah, Rey. Kamu pasti lelah, istirahatlah dulu biar papa yang bicara pada mama." ujar papa.


" Reyhan akan suruh orang untuk mencari Syifa, Pa. Reyhan janji akan mencari Syifa sampai dapat."


Reyhan masuk ke dalam kamarnya lalu tiduran untuk melepas lelah. Di kamar ini, aroma parfum milik Syifa tercium dengan jelas.


" Apa mungkin selama ini Syifa selalu tidur di kamar ini? Apa aku salah telah meninggalkannya?" gumam Reyhan.


Reyhan mengirimkan pesan kepada Ardan dan Sony untuk segera bertemu secepatnya. Dia segera mengganti pakaiannya setelah mandi lalu bergegas ke garasi.


" Kemana mobil Syifa?" gumam Reyhan.


Reyhan kembali masuk ke dalam rumah mencari papanya. Dia melihat papanya duduk di ruang keluarga sendirian.


" Pa, mobil Syifa kok tidak ada di garasi?"


" Kata Deni dipinjam sama temennya yang bekerja sebagai OB di kantor."


" OB? Syifa berteman dengan OB?"


" Papa tidak tahu, tanyakan saja pada Deni."


" Rey pinjam mobil papa ya? Mau ketemu Ardan dan Sony."


" Hati - hati, Rey."


# # #


Jam sepuluh pagi, Rey sedang berada di rumah sakit tempat Sony bekerja. Sony tidak libur hari ini namun karena hari ini sabtu, jadi tidak ada pasien rawat jalan.


" Rey, kapan kau pulang? Kami bisa menjemputmu?" tanya Ardan.


" Tadi pagi baru sampai." jawab Reyhan.


" Kau akan menetap disini kan? Kasihan tante Salma sampai menyuruh Syifa menjemputmu." kata Sony.

__ADS_1


" Oh iya, Syifa tidak ikut kesini?" tanya Ardan.


" Itu yang ingin aku bicarakan dengan kalian, aku tidak bertemu Syifa disana."


" Apaa? Kau tidak bercanda kan Rey?"


" Untuk apa aku bercanda, aku baru tahu dari papa tadi."


" Masya Allah, Fa. Kenapa nasib buruk selalu menghampirimu." gumam Sony.


Berulang kali Sony menghubungi ponsel Syifa namun tidak aktif. Gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya nasibnya memang tidak pernah baik.


" Rey, kau yakin tidak melihat Syifa di kantormu?"


" Tidak, tapi sekretarisku bilang dia melihat Syifa disana. Tapi mana bisa aku percaya sedangkan sekretarisku belum pernah melihatnya langsung."


" Kau harus segera pergi mencari Syifa, Rey." kata Ardan.


" Iya, Rey. Bagaimana Ardan bisa menikah tanpa adanya Syifa." timpal Sony.


" Kau akan menikah?" tanya Reyhan kepada Ardan.


" Tentu saja, aku akan menikah minggu depan. Jadi, kau harus bisa menemukan Syifa sebelum hari pernikahanku tiba." jawab Ardan.


Reyhan sangat sedih dan kecewa karena sebentar lagi Ardan akan menikahi gadis yang sudah bersemayam di dalam hatinya. Batinnya benar - benar kacau saat ini, antara mencari Syifa atau membiarkannya saja agar pernikahan itu gagal.


" Makanya Rey, kamu itu jangan mematikan ponselmu! Kalau sudah begini susah jadinya. Bagaimana jika Syifa menghubungimu disana?"


" Ponselku sudah aktif lagi sekarang. Aku juga sudah menyuruh orang untuk mencari Syifa."


Tak lama, Reyhan menerima pesan dari Steven tentang rekaman cctv di gerbang gedung S.A Properties. Hatinya begitu sesak saat melihat Syifa dalam rekaman itu.


" Maafkan aku, Fa. Seharusnya aku percaya dengan ucapan Cathy kemarin." batin Reyhan.


" Sebentar ya, aku mau telfon temenku dulu di Amerika." kata Reyhan.


Reyhan keluar dari ruangan Sony dan bersandar dinding lorong. Dia segera menghubungi Steven untuk informasi terbaru.


" Hallo, Stev..."


[ " Hallo, Boss. Apa yang harus saya lakukan sekarang?" ]


" Kau sudah bertanya pada pihak keamanan tentang Syifa?"


[ " Sudah, Boss. Syifa datang saat kita keluar kantor kemarin. Kata Security, Syifa tidak membawa kartu identitas apapun karena dia jadi korban perampokan di depan gedung S.A Properties. Security tidak membiarkannya masuk gedung untuk orang yang tidak dikenal dan tanpa identitas yang jelas." ]


" Telusuri seluruh jalanan kota, temukan Syifa secepatnya!"


[ " Baik, Boss. Saya sudah sebar anak buah kita di seluruh kota." ]


" Terus laporkan hasil pencarian kalian, saya akan kembali kesana secepatnya."


[ " Baik, Boss." ]


Reyhan menutup telfonnya lalu kembali masuk ke ruangan Sony. Wajahnya terlihat tampak lesu dan tak ada semangat sama sekali.


" Apa sudah ada kabar, Rey?" tanya Ardan.


" Belum, tapi orangku sudah mencarinya di seluruh kota." jawab Reyhan.


" Rey, mungkinkah Syifa sengaja pergi?" ucap Sony.


" Maksudnya?" tanya Reyhan tidak mengerti.

__ADS_1


" Sebelum berangkat ke Amerika, Syifa sempat bicara padaku untuk menjauh dari keluarga Aditama setelah kau kembali. Keinginan terbesar Syifa adalah melihatmu bahagia hidup bersama kedua orangtuamu."


" Bagaimana dengan pernikahan Ardan?"


" Pikirkan saja Syifa, tidak perlu mencemaskan pernikahanku."


" Aku akan berangkat ke Amerika nanti malam. Semoga Syifa cepat ditemukan, ini semua salahku."


" Di kota sebesar itu pasti sangat sulit mencarinya, Rey. Syifa juga mematikan ponselnya sejak sampai disana." kata Ardan.


Reyhan ragu untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Syifa di Amerika. Mereka pasti khawatir jika tahu keadaan Syifa yang sebenarnya disana.


Reyhan semakin merasa bersalah sudah membuat hidup Syifa menderita karena dirinya. Selama ini Syifa sudah sangat baik padanya, orangtuanya juga. Demi menuruti permintaan mamanya, Syifa rela pergi ke negeri orang tanpa tempat tujuan yang jelas.


" Rey, aku akan ikut denganmu mencari Syifa. Aku bisa cuti sampai hari pernikahan Ardan." kata Sony.


" Bukannya kau baru enam bulan kerja disini?" tanya Reyhan.


Plaakkk!


Sony menepuk jidak Reyhan dengan map di tangannya. Dia heran dengan Reyhan yang tiba - tiba menjadi bodoh.


" Auwww!" ringis Reyhan.


" Rumah sakit ini milikku, aku bebas pergi kapanpun juga."


" Oh iya, sorry lupa."


" Rey, kau harus bisa mendapatkan Syifa sebelum pernikahan." ucap Ardan sendu.


" Insya Allah, aku pasti dapatkan Syifa." sahut Reyhan yakin.


# # #


Di tempat lain, Syifa sedang duduk di kursi dekat jendela kamar yang menghadap ke taman. Tubuhnya masih sedikit lemah karena tidak makan dan minum kemarin. Dia mengalami dehidrasi dan tak sadarkan diri selama beberapa jam.


" Nona, Anda sudah bangun? Makanlah dulu biar tenagamu kembali pulih." kata seorang wanita paruh baya dengan tersenyum.


" Terimakasih,nyonya."


" Nama saya Theresia, pengurus panti asuhan disini."


" Saya Syifa, terimakasih sudah menolong saya, nyonya."


" Dari mana asalmu dan tujuannya mau kemana?"


Syifa menghela nafas dengan pelan lalu menatap nyonya Theresia dengan tersenyum.


" Saya dari Indonesia, ingin mencari seseorang yang telah lama meninggalkan rumah. Saya ingin membawanya kembali ke dalam rumah itu agar beban hidupku tidak semakin berat."


" Siapa orang yang kau cari? Mungkin saya mengenalnya."


" Dia_..."


.


.


TBC


.


.

__ADS_1


__ADS_2