ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
10


__ADS_3

"Rin, pinjem PR Sejarahmu entar ya" rengek Wira saat mereka mencuci tangan sehabis membersihkan lapangan


"Iya. PRku di bawa Arian minta ke dia saja" jawab Arini sambil memandang Arian


"Gak boleh" jawab Arian ketus, kedua matanya sedikit mendelik.


"Tumben dia seseram itu" bisik Wira pada Arini,


Arini dan yang lainnya hanya bisa memandang heran kearah Arian.


"We cepet... Udah mau jam apa kalian tidak mau masuk kelas" kata Arian


"Iya... Iya... " jawab yang lain kompak


"Padahal itu PRmu tapi kenapa Arian yang pelit saat hendak di pinjam?" bisik Arian


"Entahlah aku juga bingung" jawab Arini


Mereka pun kembali menuju ruang kelas, sampai di kelas suasananya terlihat sangat gaduh, Anti pun kedapatan menangis tersedu sedu.


"Kamu kenapa?" tanya Arini yang langsung mendekati Anti dan mengelus ngelus punggungnya, ini pertama kalinya Arini terlihat perduli dengan seseorang.

__ADS_1


"Dia berantem sama Cantika" jawab Sandra teman sebangku Anti.


"Ada masalah apa kenapa kalian bisa berantem?? " tanya Arini sambil terus mengelus punggung dan rambut Anti.


"Salahku, aku yang bodoh jadi orang, tidak sepintar kalian kalau kalian tidak mau meminjamkanku PR, tolong jangan hina aku, aku juga manusia seperti kalian. Apa karena aku jelek dan bodoh makanya kalian suka menghinaku? " kata Anti


Apa yang di alami Anti hampir sama persis dengan yang di alami Arini bedanya Arini lebih kuat dan galak, Arini pasti akan melawan jika ia di rendahkan. Arinipun merasa iba pada Anti.


"Siapa yang menghinamu? " tanya Arini kesal


"Cantika" jawab Anti


Tapi sekarang saat melihat Anti menangis tersedu sedu akibat ulah Cantika, Arinipun menjadi geram dia tidak perduli lagi dengan tanggapan Arian. Kali ini dia harus melakukan hal benar.


"Berhentilah menangis!! Berhenti menjadi orang lemah, ini PRku kau bisa meminjamnya bahkan lain kalipun kau boleh meminjam dan bertanya padaku. Tapi ingat PRku tidak boleh jatuh ketangan Cantika. Mulai saat ini kalian tidak boleh meminjamkan barangku padanya, dia sudah terlalu pintar sehingga tidak perlu lagi meminjam PR orang lain. Kalau ada yang berani meminjamkan PRku padanya aku tidak akan meminjamkan PRku lagi pada kalian" kata Arini sambil melirik Arian


"Makasi ya Rin" kata Anti sambil memeluk Arini


"Katanya PRmu di pinjam Arian?? " keluh Wira


"Aku selalu doble membuatnya, di buku LKS sama di buku latihan. Yang Arian pinjam itu buku latihanku, ini kamu kerjakan sama Anti di sini" kata Arini sambil menyerahkan buku LKSnya.

__ADS_1


"Benarkan dia itu sudah berubah? " bisik Yudha pada Arian


"Berubah apa? Dia memang seperti itu, dia selalu membela orang2 yang tertindas dan teraniaya" kata Aria


"Sekarang bagaimana denganmu? Arini dan Cantika sudah menjadi musuh, melihat watak Arini akan sangat sulit baginya untuk berbaikan dengan Cantika" bisik Yudha lagi


"Magsudmu apa? " Arian merasa sedikit bingung dengan perkataan temannya itu


"Magsud Yudha kamu pilih siapa di antara ke dua gadis itu? " tanya Artha yang duduk di depan meja Arian


"Ya. Kamu pilih Cantika apa Arini? Kalau Cantika udah pasti cantik tapi kalau Arini dia pintar apalagi sejarah sama matematika" tanya Wahyu teman sebangku Arta


"Pilih Cantika saja dia cantik" jawab Yudha


"Tapi dia masih pacaran sama Deva, pilih Arini saja dia pintar" kata Wahyu


"Walau Cantika punya pacar, sikat saja masak kamu kalah dari Deva? Bisik Artha


Tanpa mereka ketahui samar samar ternyata Arini mendengar pembicaraan mereka


"Apa yang mereka bicarakan? Kenapa Arian harus memulih antara aku dan Cantika? Kata Arini dalam hati

__ADS_1


__ADS_2