ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA
Part 66


__ADS_3

" Target sudah ada di tangan kami, tinggal eksekusi." kata pria itu datar.


Setelah menutup telfonnya, pria itu menutup mata Syifa dengan rapat. Tidak ada celah sedikitpun untuk Syifa bisa bergerak.


" Sial...! Siapa yang berani menculikku!" umpat Syifa dalam hati.


" Tunggu...! Aroma parfum ini seperti familiar sekali, tapi siapa?" batin Syifa.


Syifa terus berusaha mengingat, namun kali ini pikirannya sungguh sangat kacau. Dia tidak berpikir secara logika, ada rasa takut di dalam hatinya. Ingin rasanya ia menangis namun percuma saja karena penculik itu tidak mungkin mengasihinya.


Pria di samping Syifa itu sesekali mengusap pelan kepalanya membuat Syifa merasa semakin takut. Dia ingin menggeser tubuhnya namun percuma saja karena di sisi lainnya juga ada penjahat yang sedang duduk santai.


" Mmmhhhppp...!!!" Syifa mulai memberontak namun segera ditahan dengan rangkulan erat dari pria itu.


" Ya Allah, selamatkanlah aku dari para penjahat ini." batin Syifa.


Hampir satu jam dalam perjalanan, akhirnya mobil berhenti entah dimana Syifa tidak tahu. Para penjahat itu menggiring Syifa masuk ke dalam sebuah rumah sederhana.


" Kenapa kalian menyiksanya!" geram seorang pria dari dalam rumah.


" Kami hanya tidak ingin dia kabur, mau ditaruh dimana?" bisik pria yang satunya.


" Masukkan ke dalam kamar." kata pria yang berbeda.


Syifa di tuntun ke dalam sebuah kamar yang di dalamnya sudah ada seorang pria yang menunggunya. Setelah sampai di kamar, terdengar suara pintu tertutup dengan keras.


" Kau sangat cantik..." bisik pria itu dengan mengusap pipi Syifa dengan lembut.


Syifa ingin mundur dan menghindar dari sentuhan pria yang tak dikenalnya itu, namun tubuhnya malah ditarik dengan kencang hingga menabrak dada bidang pria itu.


" Mmmmpphhh...!"


" Tenanglah, aku akan melepaskan ikatanmu." bisik pria itu.


Lagi - lagi Syifa seperti mengenali aroma parfum di tubuh penjahat itu. Aromanya berbeda dengan dua pria yang ada di mobil tadi.


Setelah semuanya siap, ikatan yang membungkam mulut Syifa dibuka. Syifa merasa bisa bernafas lebih lancar sekarang. Namun dia sangat terkejut saat penjahat itu dengan kurang ajarnya mencium bibirnya yang sialnya sangat lembut.


" Apa yang kau lakukan!" teriak Syifa.


Pria itu tertawa kecil lalu melepas ikatan tangan Syifa. Kamar itu gelap sekali karena lampu dimatikan. Setelah ikatan tangan dibuka, kain yang menutupi matanya juga dibuka.


Syifa mengerjapkan matanya berkali - kali namun ruangan itu nampak gelap. Seorang pria memeluknya dari belakang setelah menyalakan lampu kecil - kecil yang menghiasi dinding kamar dengan remote control.


" Selamat ulang tahun, sayangku." bisik pria itu yang ternyata adalah Reyhan.


Syifa kaget melihat namanya terukir indah di dinding sebuah kamar. Gadis itu membalikkan tubuhnya menghadap pria yang memeluknya erat.


" Mas Reyhan?" ucap Syifa pelan.


" Iya, sayang. Ini beneran aku..." kata Reyhan lembut.


" Ini kamar siapa? Bukannya tadi Syifa_..."


" Ssttt... maaf ya? Kejutannya terlalu kejam, ini semua ulah Ardan dan Sony."


" Astaga... pantas saja Syifa seperti mengenal aroma parfum yang dipakai para penculik itu. Kalian keterlaluan, Syifa takut beneran."


" Maaf, sayangku. Apa kamu tidak ingat ini ruangan apa?"


" Memangnya Syifa pernah kesini, Mas?"


" Kalau mau tahu, lepas dulu pelukannya biar Mas nyalakan lampu." ucap Reyhan dengan mencium lembut pipi kekasihnya.

__ADS_1


" Ihh... jangan cium - cium lagi! Tadi udah cium bibir aku." sungut Syifa.


" Kapan lagi punya kesempatan bisa cium bibir manis ini."


" Dasar mesum!"


Reyhan menyalakan lampu ruangan itu dan sekarang terlihat jelas setiap sudut ruangan itu.


" Mas Rey... inikan... ini kamar Syifa dulu. Jadi sekarang... kita..." ucap Syifa tak percaya.


Syifa menangis haru, setelah bertahun - tahun pergi akhirnya bisa kembali menginjakkan kakinya di rumah peninggalan orangtuanya.


" Iya, sayang. Ini adalah rumahmu, rumah yang telah mengukir kenangan indah dalam hidupmu."


" Tapi, Mas... bukankah rumah ini sudah dijual oleh pamanku?"


Reyhan menarik Syifa ke dalam pelukannya seakan tak ingin melepaskan gadis itu dari dekapannya.


" Rumah ini sekarang sudah sah menjadi milikmu, hadiah ulang tahun untuk kekasihku tercinta."


" Benarkah? Terimakasih, Mas."


Karena terlalu senang, Syifa mencium pipi Reyhan berkali - kali tanpa henti hingga pintu kamar itu terbuka lebar.


" Haish... kukira kalian tak berpakaian." cibir Ardan.


" Pikiranmu perlu di cuci sepertinya," sahut Reyhan.


Reyhan mengajak Syifa keluar dari kamar. Gadis itu sekarang lebih terkejut lagi karena banyak sekali orang yang berkumpul disana. Papa dan mamanya Reyhan, Deni, Rendi, Bella, Ardan, Sony dan semua warga setempat hadir juga di rumahnya.


" Selamat ulang tahun, Syifaaa...!" teriak semua orang.


Syifa hanya bisa menangis haru dengan kejutan luar biasa yang diberikan oleh Reyhan. Pantas saja kekasihnya itu dari kemarin bilang sibuk dengan pekerjaannya, ternyata dia sudah pulang ke Indonesia.


Syifa terus saja menempel di lengan Reyhan. Mungkin rasa kesal dan juga rindu bercampur menjadi satu.


" Sudah, tidak boleh menangis di hari bahagia ini." kata Reyhan sambil menyeka airmata yang membasahi wajah kekasihnya.


" Ayo tiup lilinnya, semua orang sudah menunggu dari tadi." kata mama Salma.


" Iya, Ma." ucap Syifa.


Setelah acara tiup lilin selesai semua orang bisa makan sepuasnya. Semua warga sangat senang menikmati makanan mewah yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya. Reyhan memang sengaja memesan makanan dari restoran bintang lima dan juga ada beberapa jenis makanan yang berasal dari luar negeri.


Kini Syifa duduk bersama mama Salma dan papa Hendra. Gadis itu nampak begitu manja dalam pelukan ibu angkatnya sambil menatap foto kedua orangtuanya yang tergantung di dinding ruang tamu.


" Sayang, kamu mau makan apa? Biar nanti Mas ambilkan." kata Reyhan.


" Terserah Mas aja, jangan lupa ambilin buat mama dan papa juga." pinta Syifa.


" Ya udah, tunggu sebentar." ujar Reyhan.


Reyhan kembali ke teras untuk mengambil makanan untuk keluarganya. Di bantu oleh Sony, Reyhan membawa makanan dan minuman untuk mereka.


" Sayang, Mas suapin ya?" kata Reyhan.


" Tidak usah, Mas. Syifa bisa makan sendiri." tolak Syifa.


" Yakin? Tak ada kesempatan kedua loh?"goda Reyhan.


" Nggak mau, sama Mama aja!" ketus Syifa.


Pesta kecil - kecilan terlihat sangat meriah. Semua warga sangat antusias bahkan banyak kado yang mereka bawa sehingga memenuhi ruang tengah. Syifa juga sangat senang karena ini adalah pertama kalinya merayakan ulang tahun dengan sangat meriah. Biasanya sang ibu hanya membuatkannya kue tart kecil dan hanya dirayakan bertiga di rumah.

__ADS_1


Syifa kembali merindukan orangtuanya yang sudah lama pergi. Seandainya saat ini mereka masih ada, mungkin ini hari yang sangat membahagiakan. Syifa rindu pelukan hangat ayah dan ibunya.


" Hei... kenapa melamun? Mas tahu apa yang kamu rasakan, Mas juga merindukan ayah dan ibu." kata Reyhan.


" Seandainya mereka masih ada, mungkin Syifa tidak akan pernah meninggalkan rumah ini."


Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu, sementara yang lain diluar berbaur dengan warga sekitar.


" Jangan bicara begitu, semua ini sudah takdir. Seandainya ayah dan ibu masih ada... mana mungkin Mas berani mencium bibir ini." goda Reyhan.


" Ish... Mas menyebalkan!"


" Mas_..."


" Apa sayangku?"


" Rumah ini beneran untuk Syifa?"


" Iya, sebenarnya Mas pengen beli rumah yang mewah di pusat kota. Tapi setelah dipikir lagi, rumah ini adalah kenangan kita bersama ayah dan ibu. Jadi Mas pengen bisa mengenang kasih sayang mereka dengan menempati rumah ini."


" Jadi, mulai sekarang Syifa tinggal disini?"


" Tidak boleh! Kamu hanya boleh menginap disini bersama Mas."


" Tapi, Mas_..."


" Sayang, rumah ini hanya untuk persinggahan jika kita mengunjungi ayah dan ibu. Untuk tempat tinggal, kita tetap di rumah papa sampai_..." Reyhan menggantungkan ucapannya.


" Sampai kapan, Mas?"


" Sampai kita punya anak banyak dan tidak muat lagi di tampung di rumah papa."


" Ish... Dikira anak ayam sekali menetas langsung sepuluh." sungut Syifa.


" Maka dari itu, kita buat sekarang biar bisa melebihi anak ayam." kata Reyhan dengan senyum jahilnya.


" Buat saja sana sama ayamnya pak RT!" ketus Syifa.


Reyhan tertawa melihat mimik wajah Syifa yang sedang marah namun terlihat cantik dan menggemaskan. Dirangkulnya gadis itu dalam dekapannya seraya menciumi puncak kepalanya berkali - kali.


" Ish... mataku ternoda dengan adegan ++ kalian!" seloroh Sony dengan menepuk kepala Reyhan.


" Hah... kau mengganggu kesenangan orang saja!" ketus Reyhan.


" Fa, ada seorang wanita mencarimu diluar. Dia memaksa untuk bertemu denganmu." kata Sony.


" Siapa, kak? Apa dia warga sini?"


" Tidak tahu juga, Fa. Dia hanya memaksa ingin bertemu denganmu sambil menangis."


Syifa langsung melepaskan rangkulan Reyhan dan fokus dengan Sony. Syifa berpikir tentang siapa wanita itu. Namun dia terkejut saat wanita yang dikatakan Sony tadi berhasil masuk ke dalam rumah.


" Syifa, tolong aku...!"


.


.


TBC


.


.

__ADS_1


__ADS_2