
Mobil Ardi baru saja berhenti didepan rumah Atiqah, bersamaan dengan pak Bondan yang pulang kerja berboncengan dengan istrinya. Atiqah keluar sudah bersiap memakai baju berwarna merah sesuai permintaan Ardi dan tas hitam tersampir di bahu kanannya.
"Mau kemana Mba?" tanya bu Asri sambil melepaskan helm lalu mengangkat wadah bening besar.
"Mau ke Mall bu" jawab Atiqah berdiri dibawah gawang pintu.
"Sore pak, bu. Ardi mau ajak Atiqah keluar sebentar. Apa boleh?" Ardi sudah di sebelah pak Bondan, di tengah-tengah antara pak Bondan dan bu Asri.
"Pulang jangan malam-malam, istirahat. Besok berangkat ke Jogja jam berapa?" tanya pak Bondan, melepaskan jaketnya.
"Pesawat jam tiga sore pak" jawab Ardi lalu menatap Atiqah.
"Lala ikut juga kan?" tanya pak Bondan lagi. Memastikan bahwa putrinya tidak berduaan saja ke Jogja.
"Iya pak. Besok sehabis saya jemput Atiqah, kami jemput Lala" pak Bondan manggut-manggut.
"Yowes, berangkat sekarang. Nanti kemaleman. Jangan malem-malem pulangnya mba" ucap bu Asri.
"Iya bu"
Atiqah dan Ardi masuk ke dalam mobil menuju Mall yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Cukup 15 menit waktu tempuh untuk sampai di salah satu Mall terbesar di ibu kota.
"Mau makan apa?" tanya Ardi memecah keheningan dalam perjalanan.
"Terserah" jawab Atiqah singkat.
"Jawabnya kok gitu banget sih? udah bosen sama aku?" Ardi menoleh sebentar lalu kembali fokus menatap depan.
"Gak papa. Perasaanmu aja" Atiqah memilih melihat keluar jendela.
Mereka kembali diam, sampai mobil memasuki parkir basement. Ardi fokus memakirkan mobil.
"Yang..." Ardi meraih tangan Atiqah setelah melepaskan seatbelt.
"Apa?" Atiqah menjaga jarak, ia benar-benar takut jika hanya berduaan bersama Ardi.
"Aku kangen Yang" Ardi mencondongkan tubuhnya ke arah Atiqah. Atiqah reflek mundur. "Kok mundur sih? kamu gak kangen aku?" Ardi kecewa.
"Emm...kita turun. Aku udah laper" Atiqah tersenyum kaku, mencari alasan.
"Oke...kita makan" Ardi mundur, keluar dari mobil. Lalu mengulurkan tangannya pada Atiqah. Menggenggamnya, sesekali menciumi punggung tangan sambil berjalan masuk ke dalam Mall.
Atiqah dan Ardi masuk ke restoran korea di lantai 3. "Habis makan mau nonton gak?" tanya Ardi setelah selesai memesan beberapa menu.
"Nonton apa?" meletakkan ponsel ke atas meja.
"Terserah kamu. Kamu sukanya genre apa? horor, thriller, komedi, romance atau action?" Ardi antusias. Ini pertama kalinya mereka nonton berdua.
"Apa aja aku suka" jawab Atiqah sembari memperhatikan pelayan meletakkan beberapa side dish ke atas meja.
"Oke...kita liat aja nanti, ada film bagus apa" Ardi menerima pesanannya, satu mangkuk ukuran jumbo dolsot bibimbap. Salah satu makanan khas korea.
Dolsot yang berarti periuk batu, bibimbap (nasi campur) teridiri dari nasi putih dengan lauk diatasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur dan saus pedas gochujang. Dan selalu tak lupa beberapa side dish (kimchi, edamame, danmuji-acar lobak kuning).
__ADS_1
"Makan duluan aja" Atiqah masih menunggu pesanannya.
"Enggak ah, makan bareng lebih enak. Aku tunggu" menampilkan lesung pipinya, kesan manis wajah Ardi.
"Lebih enak dimakan waktu masih panas" mengangkat sendok, memberikannya pada Ardi.
"Gak papa. Bentar lagi pesanan kamu pasti dateng" menerima sendok lalu meletakkannya lagi.
"Silahkan" pelayan meletakkan satu porsi jjamppong dan 2 gelas minuman ke atas meja.
Jjamppong (mie kuah pedas yang dicampur makanan laut dan gochugaru-bubuk lada merah)
"Mau cobain punya aku?" Ardi menyodorkan satu suapan bibimbap pada Atiqah.
"Emm...oke" Atiqah membuka mulutnya, menerima suapan Ardi.
"Enak? suka gak?" Atiqah mengunyah sambil mengangguk.
"Kamu mau coba ini juga?" Atiqah sudah mengapit mie yang diatasnya ia beri potongan udang.
"Kesini lagi. Kurang deket Yang" Ardi menarik tangan Atiqah agar lebih dekat lagi.
Slurrrpppp...suara Ardi menyeruput mie.
"Kenapa? pedes? nih minum...minum. Pelan-pelan" Atiqah menyodorkan satu gelas minuman dingin rasa peach.
"Enak, aku suka. Seger, bikin melek" Atiqah justru senang dan semakin bersemangat menghabiskan satu mangkok dihadapannya.
"Tapi pelan-pelan aja makannya. Entar keselek Yang. Bikin tenggorokan kamu panas" mulutnya penuh, Atiqah menjawab dengan anggukan kepala. Ardi kembali menikmati makanannya sambil terus menatap Atiqah yang begitu senang.
Keluar dari restoran korea, mereka berdua mengantri di bagian ticketing bioskop.
"Mau film yang mana?" tanya Ardi menengadah ke atas menatap layar, terdapat beberapa judul film yang diputar pada hari itu.
"Yang itu kayaknya bagus. Gak terlalu lama buat nunggu" menunjuk satu film action dengan jam tayang 30 menit lagi.
"Oke...Mba yang itu aja deh. Dua ya?! disini aja" menunjuk nomor kursi di barisan belakang pada layar bagian ticketing.
"Baik kak. Semua totalnya 200 ribu" Ardi mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah.
"Silahkan" memberikan dua tiket dengan keterangan studio 3, judul film, waktu dan juga nomor kursi.
"Terimakasih" ucap Atiqah. Ardi menarik tangan Atiqah, menempatkan di lengannya.
"Kita beli popcorn sama minuman dulu" berjalan ke arah mini cafe, masih berada di area bioskop.
Satu popcorn dan dua cola sudah digenggaman. Tepat studio 3 telah dibuka. Ardi dan Atiqah masuk dengan memberika 2 tiket terlebih dulu dibagian depan pintu studio.
Cahaya studio masih terang benderang karena film belum waktunya dimulai.
__ADS_1
"Gak kejauhan kita duduknya?" tanya Atiqah saat baru saja mendaratkan bokongnya ke kursi yang sesuai dengan tiket miliknya.
"Kalo didepan atau tengah bikin sakit mata Yang. Ini kan film action. Duduk di sini udah paling pas" Ardi meletakkan cola di cup holder lalu menyodorkan popcorn.
10 menit berlalu, kini lampu bioskop mulai meredup dan gelap. Hanya layar besar yang menyala terang didepan sana. Kursi-kursipun sudah ada beberapa yang terisi.
"Udah dimulai" bisik Ardi. Dan keduanya larut dalam keseruan film yang diputar sambil menikmati popcorn dan cola.
Saat adegan action, Atiqah selalu meremas tangan Ardi dan menutup wajahnya karena seram melihat sebilah samurai yang menusuk juga membelah tubuh musuh.
"Katanya suka film action. Tapi dari tadi tutup mata terus. By the way tangan aku sakit diremes-remes" bisik Ardi, hanya Atiqah disampingnya yang mampu mendengar.
"Maaf --melepaskan remasan tangan-- aku cuma serem aja ngeliatnya" Atiqah duduk lebih dekat lagi pada Ardi.
"Yaudah gak usah diliat. Liat kesini aja?!" menarik dagu Atiqah, memiringkan kepala lalu mendaratkan bibirnya ke atas bibir Atiqah. Menyesap kemudian membelitkan lidah mengabsen setiap gigi yang berjajar rapih beraroma popcorn dan cola.
"Manis gurih Yang" Ardi berbisik setelah melepaskan ciuman. Atiqah terkekeh.
"Perpaduan popcorn juga cola" ucap Atiqah. Keduanya tertawa lirih sambil menutup mulut. Jangan sampai penonton lain merasa terganggu oleh ulah mereka berdua.
"Mau kemana lagi?" tanya Atiqah saat keluar bersama dari pintu exit.
"Mau parfum?" Ardi menjawab dengan kembali bertanya.
"Buat aku?" Ardi mengangguk lalu menarik kekasihnya itu masuk ke dalam outlet parfum berwarna pink, merk terkenal.
"Yang sini deh" Ardi memanggil Atiqah yang sedang memilih parfum mana yang ia suka.
"Apa sih?" belum Ardi menjawab, Atiqah sudah menggelengkan kepala lalu memutar badan kembali ke deretan parfum tadi.
"Kok malah balik sih. Ini bagus kalo kamu pake besok di Jogja Yang" mengangkat satu set pakaian dalam seksi berwarna merah menyala.
"Sinting!!" maki Atiqah lirih. Ia malu karena outlet sedang ramai pengunjung.
"Yang mana parfumnya?" Ardi memeluk Atiqah dari belakang, berbicara tepat di telinganya.
"Ardi...lepas! banyak orang" melepaskan paksa tangan Ardi yang melingkar di atas perutnya.
"Aku lepasin tapi pakai baju ini ya pas di Jogja besok. Aku pengen liat. Kamu pasti cantik banget"
"Kamu pikir besok kita ke Jogja mau bulan madu? kita masih SMA. Gak usah aneh-aneh deh. Nih, aku pilih parfum ini aja" memberikannya pada Ardi.
"Pokoknya aku beli ini. Dan disana kamu harus pake. Titik!" Ardi berlalu ke arah kasir. Membayar parfum, juga dua set pakaian dalam seksi berwarna merah terang dan putih.
"Tukang maksa!!" gerutu Atiqah kesal menunggu di depan outlet.
Bersambung...
*****
Jadi inget dulu ngedate sama mas pacar alias suami 😁 kecuali adegan kiss kiss_nya 🙅♀️
Gak pernah lupa kan rate bintang 5nya? biar makin eksis si Atiqah 😁. Like, komen sama giftnya juga jangan ketinggalan ya...
__ADS_1
Peluk Cium sini 😚🤗