BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Tangis Dalam Tanya


__ADS_3

Bayu buang air kecil kemudian membasuh muka, nafasnya berat pikiranya masih kemana mana tentang Laras.


Setelah sejenak dia mulai bisa mengendalikan dirinya, Bayu kembali ke ruang tamu.


"Udah Yu.?" tanya Laras sambil menyiapkan cemilan


"Iya udah. rumah kamu kok sepi Ras, Pak Kades sama Ibumu ke mana.?" Bayu bertanya sambil akan duduk.


"Bapak sama Ibuk ada kondangan saudara, berangkat baru aja sebelum kamu dateng Yu." Laras menjawab sambil duduk dan makan cemilan yang harusnya untuk Bayu.


"Diminum dulu tehnya." imbuh Laras


"Iya." Bayu kemudian duduk di samping kiri Laras dan mengangkat cangkir teh kemudian meminumnya.


"Kamu kangen aku ngak Yu.?" Laras berkata dengan tersenyum.


"Uhukkk,"


Bayu tersedak dan memukul mukul dadanya.


"Ehh kamu ngak papa.?, Makanya kalau minum yang pelan." Laras sambil menepuk nepuk punggung bayu.


"Iya Ras, maaf" Bayu menjawab sambil membersihkan tumpahan teh di bajunya dengan tisu yang ada di atas meja.


"Kamu gimana di surabaya, betah.?" Bayu bertanya hanya untuk mengalihkan pembicaraan sambil masih membersihkan tumpahan teh.


"Surabaya puanasssss yu, apalagi aku ngekos pas di pinggiran rel kereta, jadi pas kereta lewat berisikkk buangget. Kos kosan juga kayak goyang." Laras bercerita heboh sambil sesekali memandang bayu di sampingnya.


"Awal awal aku gak betah, bener bener beda kayak di kampung suasananya. Tapi mau ngak mau ya harus tetep tinggal di sana, soalnya kos kosan yang lain penuh semua, lagian kos aku deket dari kampus jadi gak perlu keluar biaya transport kalau jalan kaki masih bisalah tapi ya lumayan jauh." Laras masih bercerita panjang lebar.


pemuda dengan baju kotak kotak itu selesai membersihkan tumpahan teh di bajunya dan memperhatikan Laras sembari mendengarkan ceritanya.


"Tapi untungnya aku dapet temen kos yang baik dan enak diajak ngobrol jadinya lama kelamaan betah betah aja. jadi tempatnya itu kayak rumah tapi dalemnya isi 8 kamar, 4 dilantai 1, 4 lagi di lantai 2, ada 2 kamar mandi dan dapurnya lumayan luas. Jadi kalau aku males makan di luar ya masak sama anak anak kos lain" Laras masih bercerita di hadapan bayu.


Sedangkan Bayu asik mengamati wanita pujaanya itu bercerita.


"Kamu kok diem aja Yu" Laras tiba tiba berhenti bercerita.


"Aku kan dengerin kamu cerita" jawab Bayu.


Laras tersenyum di hadapan Bayu dan berkata "hehe iya, terus gimana kamu di sini Yu.?"


"Ya gitu wes, kegiatan di sini ya bertani berladang, gembala kambing ya gitu gitu lah, namanya juga anak desa" Bayu menjawab sambil menikmati cemilan yang disiapkan laras.


"Kamu ngak kangen aku Yu.?" Laras bertanya hal yang sama yang belum dijawab Bayu tadi.


Bayu terdiam sejenak, meminum tehnya dan kemudian menggenggam tangan kiri laras.

__ADS_1


"Ngak ada sedetikpun kamu hilang dari ingatanku" Bayu berkata.


"Maaf Yu, andai aku membuat kamu khawatir, maaf untuk semuanya" Laras berkata tapi tak memandang bayu, gadis cantik itu tertunduk hingga beberapa helai rambut menutupi wajahnya.


"Maaf untuk apa laras. kamu ngak salah kok, keadaan yang salah." Bayu melepas genggamannya kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Laras dan mengaitkanya di belakang telinga laras.


Terlihat Laras seperti bersedih.


"Kamu kenapa.?" Bayu sambil memperhatikan wajah laras.


Laras kemudian memandang bayu.


"Eh. Ngak kok yu, ngak papa." Laras berkata sambil memaksa senyumannya.


"Yakin, apa kamu sakit.?" Bayu bertanya khawatir.


"Yakin Bayuuu, suwer" jawab Laras sambil minum tehnya.


Bayu hanya mangut mangut.


"Kamu ngak tanya aku rindu kamu apa ngak.?" Tanya Laras sambil meletakan cangkir teh.


"Ya kalau itu kan gak usah ditanya. Pasti kamu rindu aku juga kan.?" Bayu menjawab sambil menikmati cemilannya.


"Kalau aku ngak rindu.?" Laras menatap Bayu seperti serius mengatakannya.


"Kalau kamu ngak rindu aku, berarti kamu merindukan orang lain" Bayu sedikit terpancing emosi dan tak bisa memandang laras.


Bayu berhenti sejenak, camilan yang dia pegang di tauhnya kembali.


Bayu menatap laras


"Apa itu benar Laras, apa kata katamu itu benar dan bukan candaan.?" Mata Bayu menyorot laras tajam.


"Apa kamu sayang aku.?" Laras balik bertanya.


"Jawab dulu pertanyaa~~~" belum sempat bayu lanjut berkata, laras memotong pembicaraan bayu.


"Kamu sayang sama aku atau tidak.!!!" Laras sedikit emosi.


Suasana tiba tiba berubah menjadi mencekam. Kedua insan sedang dirasuki ke egoisan.


"Iya aku sayang kamu. Aku cinta kamu makanya aku tersiksa menunggu kamu selama ini" Bayu berkata sambil meninggikan nada bicaranya.


Laras terdiam, dia tertunduk. Sepetinya jiwanya sedikit terguncang.


"Bila kamu tersiksa sebaiknya kamu jangan menunggu aku lagi Yu" Laras berbicara sambil tertunduk di hadapan Bayu, tangannya meremas roknya erat.

__ADS_1


"Bukan seperti itu maksut aku Laras, tolong jangan salah paham" Bayu menurunkan nada bicaranya setelah melihat Laras menjadi sedih.


Bayu menggengam tangan Laras yang sedang memeras roknya. Tangan Bayu yang lain menyingkirkan rambut Laras yang menutupi wajahnya.


wanita yang sedang bimbang itu mengusap air matanya. Sembari bertanya pada bayu "andai tuhan tidak mengizinkan kita bersama, apa kamu masih mencintaiku Bayu.?"


Bayu mengangkat dagu Laras dan menatap mata gadis pujaannya itu dengan tajam. "Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun. Kamu akan selalu ada di hatiku Laras, tidak peduli bagaimana kisah kita nanti apakah tuhan menjodohkan kita ataupun tidak"


"Janji.?" Laras bertanya sekali lagi sembari menatap Bayu.


"Janji" Bayu menjawab singkat.


Kemudian Laras memejamkan matanya. Memajukan wajahnya ke Bayu perlahan. Bayu melakukan hal yang sama.


Jantung Bayu berdebar nafasnya berat, beberapa saat lagi mungkin pemuda desa itu akan mendapat ciuman pertamanya.


tapi, belum sempat bibir itu sampai tujuanya Bayu membuka mata. Bayu melihat pipi Laras yang berlinang air mata.


"Laras ~~~"


Belum sempat bayu melanjutkan kata katanya. Laras tiba tiba memeluk Bayu erat. Tangisanya tak terbendung lagi. Bayu sedikit kaget kemudian mengusap usap rambut Laras. Sejuta tanya kini berada di benak Bayu.


"Hikssss aku sayang kamu Yu, sampai kapanpun aku akan slalu sayang kamu hiksss" kata kata Laras sambil menagis dan memeluk erat Bayu.


Walau di benak Bayu tersirat tanda tanya besar apa arti tangisan Laras, tapi Bayu seperti tak mampu berkata ataupun melakuakan apa apa. Dia hanya bisa memeluk erat Lsras juga. Sekan inilah saat terahir mereka bertemu.


Tak berselang lama.


Laras melepas pelukannya. Mengusap air matanya dengan tisu. Dengan masih senggukan karena selesai menangis.


Bayu tak berani bertanya lagi. pemuda yang sedang kebingungan itu takut membuat Laras sedih kembali.


"Kamu istirahat ya, tenangkan diri kamu, aku pamit pulang dulu." kata Bayu sambil mengusap pipi laras.


Laras hanya terdiam dan mengangguk.


Kemudian Bayu dan Laras beranjak dari tempat duduknya.


"Istirahat ya.?" Bayu berkata sekai lagi.


"Iyaaaa cerewet" jawab Laras dengan mata masih basah oleh air mata sambil melempar senyum tipis ke Bayu.


Bayu keluar dari pintu rumah Laras. Sedangkan gadis manis dengan tisu di tangan itu mengikuti kemudian berdiri di samping pintu.


pemuda yang sedang bimbang itupun menaiki sepeda kumbangnya dan melambai pada Laras. Laras membalas lambaian tangan Bayu sambil tersenyum.


Kemudain Bayu mulai mengowes sepedanya pulang.

__ADS_1


Sedangkan Laras masih memperhatikan lelaki yang selalu tertambat di hatinya dari kejauhan.



__ADS_2