
Sepertinya tetes hujan berhenti menghujam bumi.
"Sepertinya hujan sudah reda Put. Aku pulang ya.?" Tanya Bayu.
"Iya, daripada keburu hujan lagi." Ucap Putri sambil berdiri dari kursi.
"Sekali lagi maaf ya Yu atas tingkah Ita tadi.?" Imbuh Putri.
"Iya ngak papa Put." Jawab Bayu sambil berdiri dan mengambil kunci motornya dari tas selempang.
Kemudian Bayu memakai sandalnya dan menaiki motornya.
"Ngrengggggg." Suara motor dinyalakan.
"Aku pulang ya. Dahhh." Ucap Bayu.
"Iya, makasi Yu. Ati ati." Kat Putri sambil melambi mesra pada Bayu.
Kemudian Bayu segera memutar tuas gas motornya dan keluar dari halaman kos kosan Putri menuju pulang.
...Di jalan....
Di jalanan yang basah itu Bayu melaju. Dengan imajinasinya, Pemuda gondrong itu membayangkan jalan dengan Putri esok.
Senyum terukur di bibir Bayu.
"Sepertinya aku jatuh cinta." Ucap Bayu dalam hati.
Bayu merasa nyaman dekat dengen Putri, perasaan yang lama tak Bayu rasakan lagi.
"Senyum itu. Aku sama sekali tak mampu melupakan senyum manisnya." kata Bayu dalam hati.
Rasanya dunia Bayu begitu indah saat ini. Tak dihiraukannya kemacetan kota, yang dia ingat hanya Putri untuk saat ini.
...Tak berapa lama....
Bayu sampai di rumah Pak Arip dan langsung mandi.
Selesai mandi Bayu ke warung Novi hanya untuk sekedar mengobrol dengan Adit.
...Saat malam....
Bayu rebahan di kasur berisap untuk tidur.
"Rrrrrrrrrrtttt rrrrrrtttttt" Suara getar HP Bayu.
Bayu kemudian meraih HPnya dan melihat pesan itu.
"Putri." Kata Bayu dalam hati.
"Besok jangan lupa ya.? Agak sore aja jam 3 kita jalannya. Selamat mimpi indah Bayu." Bunyi pesan Putri.
"Iya, selamat tidur Putri." Bayu menjawab pesan masuk Putri.
Kemudain Bayu meletakkan HPnya dan segera memejamkan matanya.
Imajinasinya terus membayangkan tentang Putri. Tak berapa lama Bayu terlelap.
...Keesokan Harinya....
Bayu bangun agak siang. Karena hari ini Pak Arip masih libur, Bayu memilih agak bermalas malasan sejenak.
Tak berapa lama setelah Bayu bangun dari rebahanya, pemuda itu mandi kemudian sarapan dan dilanjutkan dengan mencuci pakaian kotornya.
__ADS_1
Siang Hari Bayu pergi ke warung Novi hanya untuk mengobrol dengan Adit.
...Jam 2 siang....
"Dit, aku balik dulu ya.?" Ucap Bayu sambil melihat jam dinding di warung Novi.
Kali ini Adit yang menjaga warung, sedangkan Novi istirahat di kamar. Kandungan yang mulai membesar membuat Novi gampang lelah dan membutuhan jam istirahat ekstra.
"Kok buru buru Yu.?" Tanya Adit.
"Iya ada urusan abis ini." Ucap Bayu dan bangkit dari duduk lesehanya.
"Aaaaa, mau jalan sama Putri pasti kamu.?" Adit berkata sambil ikut bangkit dari duduknya.
"Hehehe." Bayu hanya tertawa sambil mengenakan sandalnya.
"Yawes sukses ya." Ucap Adit sambil melihat Bayu berlalu.
Bayu segera masuk rumah kemudian menuju kamar, Bayu memilih pakaian apa yang dia pakai hari ini untuk jalan dengan Putri.
Setelah selesai memilih, Bayu keluar rumah dan melihat jemurannya, menatanya kembali agar kering sempurna.
"Bayu....." Teriak Bu De Nur dari dalam Rumah.
"Iya Bu De." Jawab Bayu kemudian masuk rumah dari pintu samping.
Bayu bertemu Bu De di ruang tengah.
"Itu ada yang nyari." Bu De berkata sambil senyum.
"Siapa.? Tumben ada yang nyari aku.? " Ucap Bayu dalam hati sambil menuju ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu.
"Hay, kamu kok belum siap siap.?" Ternyata Putri yang mencari Bayu.
"Udah kamu mandi dulu. Aku tungguin." Ucap Putri yang duduk di kursi dekat cendela.
"Ohh, iya iya. Bentar Ya." Kemudian Bayu segera masuk.
"Siapa Yu.?" Tanya Bu De sambil nonton TV.
"Mmm temen Bu De." Jawab Bayu kemudian masuk kamar.
Bayu segera mengambil anduk dan mandi.
Tak berselang lama setlah mandi dan berganti pakaian. Bayu menemui Putri.
"Ayok sekarang." Ucap pemuda yang memakai kaos bertuliskan Avenged Sevenfold pemberian Adit itu.
Kemudian Putri beranjak dari duduknya.
"Pamit dulu sama Bu Demu." Ucap Putri.
"Owh, yudah ayok." Ucap Bayu sambil masuk rumah diikuti Putri.
"Bu De, Bayu keuar dulu ya.?" Tanya Bayu kemudian mencium tangan Bu Denya.
"Bu de." Ucap Putri sambil mencium tangan Bu De Nur juga.
"Iya ati ati." Jawab Bu De Nur.
Kemudian Bayu dan Putri keluar rumah dari pintu depan.
__ADS_1
Di depan Rumah sudah terparkir motor matic Putri.
Bayu memakai sepatu vans abunya. Dengan paduan jeans menjadikan Bayu terlihat lebih casual.
Putri juga memakai Sepatunya.
Setelah siap mereka kemudian memakai helem dan menaiki motor Putri.
"Pegangan." Ucap Bayu
"Iya....." Jawab Putri.
Kemudian mereka berangkat.
Di perjalanan.
Putri memeluk Bayu erat.
Bayu sudah tidak merasa berdebar lagi, yang ia rasakan kini justru senang bukan kepalang.
"Kamu kok bisa tau rumah Pak Deku." Ucap Bayu sambil mengonceng Putri.
"Kamu ngak inget.? Awal kamu anter aku malem malem, terus kamu debat sama Ita, kamu ngasi tau alamat kamu tinggal." Kata Putri sambil memeluk Bayu.
"Ooo iya.. tapi kamu kok langsung tau Rumah Pak De Ku. Padahal kan di gang itu banyak rumah rumah yang ngak isi nomer." Tanya Bayu lagi.
"Aku tanya di warung deket sana. Kemudian mas masnya ngasi tau Rumah Pak Arip." Jawab Putri.
"Pasti Adit." Ucap Bayu dalam hati.
"Hebat kan aku.?" Imbuh Putri.
"Bukan hebat, tapi nekat. Aku ngak nyangka kamu akan dateng, pikirku aku yang jemput kamu." Kata Bayu sambil berhenti di lampu merah.
"Hehe. Jadinya kemana kita ini.?" Tanya Bayu.
"Ke mall royal aja. Kita nonton." Kata gadis yang sedang berseri seri itu.
Kemudian roda motor menuntun kedua sejoli itu menuju ke tempat kencan pertama mereka.
Sesampainya mereka di parkiran basement.
Putri turun dari motor diikuti Bayu, kemudian mereka melepas helem.
Bayu mengikat rambut gondrongnya sebelum jalan masuk ke mall.
"Kamu kelihatan keren saat ngiket rambut." Ucap Putri.
"Pret.... Harusnya aku yang gombalin kamu, bukan kamu yang gombalin aku." Ucap Bayu sambil mengikat rambutnya.
"Lah, emang keren kok. Sayang bukan pacarku." Ucap Putri sambil menatap Bayu.
"Yaudah jadiin aku pacarmu aja." Kata Bayu sambil mulai jalan menuju pintu masuk Mall.
Putri yang berjalan di sebelah Bayu berkata. "Oke, kita pacaran mulai sekarang." Kemudian Putri mengandeng tangan Bayu.
Hubungan yang terjalin tanpa drama. sepertinya Bayu mulai menjadi pribadi yang berbeda dibanding Bayu yang masih di kampung dulu.
Bayu sekarang lebih percaya diri dan lebih bersosialisasi. tak ada yang menyangka perubahan Bayu saat ini.
"Kemana kita ?" Tanya Bayu.
"Nyari tiket dulu kemudian kita makan....." Ucap Putri yang kelihatan ceria.
__ADS_1
Bayu hanya terdiam dan mengikuti arah putri kemanapun berjalan, karena telapak tangan mereka saling menggenggam satu sama lain.