BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Penasaran


__ADS_3

Bayu menuju rumah Darman dengan sepeda kumbangnya.


Angin sepoi sepoi membelai mesra Bayu. Awan yang menutupi matahari menambah hawa sejuk.


Lama Bayu tidak merasakan ketenangan seperti ini. Mungkin pemuda itu juga harus memikirkan untuk sesekali pulang dan menghilangkan beban pikirannya sejenak.


Bayu sampai di rumah Darman. Terlihat sahabatnya itu makan di depan rumah.


"Enakkkkkkk." Kata Bayu sambil menyandarkan sepedahnya di sebuah pohon.


"Makan Yu, udah makan belum kamu.?" Kata Darman menawarkan makanan.


"Belum sebenernya, tapi masih belum laper" jawab bayu kemudian duduk di kursi samping Darman.


"Gimana gimana.? Pasti kamu ada perlu sesuatu." Tanya Darman sambil minum.


"Kresssss." Suara Bayu mengigit kerupuk yang dia ambil dari toles depan Darman.


"Nganu, aku mau ke kota sebentar, aku mau beliin ibuk sembako. Kalau kamu ngak sibuk bisa nganter aku, sekalian jalan jalan. Tapi kalau kamu sibuk aku pinjem motormu aja. Hehe." Kata Bayu sambil menikmati kerupuk udang itu.


"Hemmmmm, tunggu aku makan dulu nanti aku anter." Jawab Darman.


"Oke bos." Jawab Bayu singkat.


Darman masih menikmati makananya sedangkan Bayu menyemil kerupuk di toples depan Darman.


"Ehhhmmmm, Dar ngak ada minum.? Tolong ambilin Dar." Kata Bayu dengan tenggorokan yang seret.


"Ambil sendiri ke belakang sana. kayak raja aja nyuruh nyuruh." Kata Darman.


"Itu aja air minummu." Ucap Bayu sambil mengambil gelas seng bermotif putih corak hijau milik Darman.


"Ooo kampret" kata Bayu melihat gelas itu kosong.


"Hehe, sekalian ambilin minum ke belakang." Ucap Darman.


"Iyyaaawessss." Jawab Bayu sambil berdiri dan akan masuk rumah.


Bayu langsung menuju dapur. Terlihat di ruangan tengah Riski sedang menonton TV.


Sesampainya Bayu di dapur


"Eh Bayu, gimana Ibukmu Yu, sudah sehat.?" Tanya Ibunya Darman yang sedang mengambilkan makanan untuk Riski.


"Sudah mendingan Buk. Semoga besok sudah bisa jalan jalan keluar kamar." Kata Bayu sambil menuangkan air dari teko.


"Alhamdulillah kalau gitu. Makan sekalian Yu, Temenin Darman." Kata Ibunya Darman sambil akan ke ruang tengah membawa makanan untuk Riski.


"Iya Buk. makasih." Jawab Bayu singkat.


Setelah Bayu selesai mengambil air minum, dia kemudian kembali ke tempat Darman.


Bayu meletakkan 2 gelas cangkir air itu dan duduk kembali.


"Eh Dar, kamu ngak pernah liat Laras pulang.?" Tanya Bayu tiba tiba.


Walau Bayu sudah niat untuk melupakan Laras, jauh di lubuk hatinya dia masih sangat penasaran tentang kabar Laras.

__ADS_1


"Kenapa.? Kamu kangen.?" Jawab Darman ketus.


Bayu sudah menceritakan semuanya tentang Laras pada Darman lewat telepon, dan Darman seperti hilang respect terhadap Laras.


"Nanya aja Dar, iseng." Ucap Bayu.


"Ngak pernah Yu, tapi kapan hari Pak Kades sakit sampai dibawa ke Rumah Sakit." Kata Darman sambil mengambil cangkir airnya.


"Pak Kades, masuk rumah sakit.?" Tanya Bayu tersentak kaget.


"Iya Yu, kata orang orang mungkin Pak Kades stres mikirin Laras. Tau sendiri Laras jadi bahan omongan orang orang sini. Katanya karena penampilanya udah berubah, dan dia sering ngajak pulang cowoknya dari kota. Kalau disini kan masih tabu Wanita bawa pulang Laki Laki tapi ngak kunjung dinikahin." Jawab Darman panjang lebar.


"Kasian Pak Kades." Ucap Bayu sambil mengambil kerupuk di dalam toples.


"Iya kasian kamu juga." Sindir Darman.


"Ah ngak, aku biasa aja" Ucap Bayu.


"Yang sabar ya Yu, jodoh ngak akan kemana kok." Kata Darman lagi.


"Hmmmmmmm" Jawab Bayu.


Setelah percakapan itu, Darman masuk rumah.


...Tak berapa lama....


"Ayo Yu." Kata Darman saat keluar dari rumah.


"Aku balikin sepeda dulu." Kata Bayu smbil beranjak dari duduknya.


Kemudian kedua sahabat itu jalan beriringan. Bayu dengan sepedanya Darman dengan motornya.


...Setelah sampai di rumah Bayu....


"Dek. Mas keluar Dulu sama Darman. Ibu sudah bangun.?" Tanya Bayu sambil meletakkan sepeda di dalam rumah.


"Belum Mas." Jawab Raka.


"Ooo yawes, Mas keluar dulu." Pamit Bayu pada Adiknya.


...Kemudian....


Darman dan Bayu menuju super market Kota. Sepertinya Bayu memang tidak punya rasa lelah sama sekali.


Bayu melihat suasana kota kelahiranya, dibenaknya sangat berbeda dengan suasana kota Surabaya.


Tak berapa lama Bayu dan Darman sampai di super market dan masuk.


Saat Bayu memilih Barang.


"Ting ning ning ning." Suara HP Bayu bunyi.


"Putri.? Ada apa." Ucap dalam hati Bayu ketika melihat siapa yang menelponya.


Bayu mengangkat panggilan telepon itu.


"Halo, Iya Put ada apa.?" Tanya Bayu.

__ADS_1


"Ngak, kamu sudah sampai rumah.? " Tanya Putri di balik telepon.


"Iya udah donk, dari tadi malah." Kata Bayu.


Darman di sebelah bayu hanya heran, Mungkin dia penasaran, dengan siapa Bayu berbicara.


"Ooooo, iyawes." Kata Putri.


"Kenapa.? Maaf kalau aku susah di hubungi. Karena di Desaku ngak ada sinyal." Kata Bayu.


"Iya ngak papa, yawes di lanjut dulu. Maaf ganggu." Kata Putri.


"Kamu ngak nganggu kok." Jawab Bayu dengan senyum tipis.


"Iya.... dahhhh....." Ucap putri.


"Iya, Daaaa." Jawab Bayu.


Kemudian Putri langsung menutup sambungan telepon dengan Bayu. Sedangakn Bayu senyum senyum sendiri.


"Heh slamet, senyum senyum sendiri kaya orang gila." Kata Darman sambil menepuk pundak Bayu.


"Siapa.??? Gaya Bayu diem diem punya pacar." Kata Darman dengan penasaran.


"Bukan pacar, orang ketemunya aja Baru kemaren." Jawab Bayu.


"Widihhhh edannn , baru ketemu kemaren langsung di telfon. Sudah bisa jadi playboy kamu Yu walau juma beberapa bulan di kota." Ucap Darman heran.


"Ngawor aja, orang ketemunya aja kebetulan." Jawab Bayu sambil memilih milih barang belanjaan.


"Terus kok kamu ngak cerita aku, siapa namanya tadi. Put Put ?" Ucap Darman sambil mengikuti langkh Bayu.


"Putri." Jawab Bayu singkat.


"Cantik Yu.?" Ucap Darman penasaran.


"Yaaaaaa, Lumayan. Anaknya tingginya se bahu aku, rambutnya panjang bergelombang belah pinggir, dibilang gendut ngak di bilang kurus ngak juga. Senyumnya manis, punya gigi kelinci yang bikin tambah manis." Kata Bayu mendeskripsikan Putri pada Darman.


"Ininya gede.?" Ucap Darman sambil tanganya mengisyaratkan tentang buah dada.


"Ngapain aku harus jelasin sampai ke sana sana. Daras otak mesum.!!!!." Ucap Bayu yang heran dengan tingkah sahabatnya itu.


"Yaaaa kan juma nanya." Kata Darman sambil cengar cengir.


"Terus gimana kamu ketemu sama dia.? Edannnnnn....... sahabatku yang kuper ini bisa kenalan sama cewek, bener bener kemajuan pesat kamu Yu." Ucap Darman yang masih keheranan itu.


"Ya aku sendiri ngak nyangka Dar, mungkin udah takdir Yang Maha Kuasa." Ucap Bayu sambil memilih minyak goreng di hadapannya.


"Iya, terus kamu ketemunya gimana.?" Kata Darman penuh penasaran.


"Ketemunya kayak sinetron, bener bener kayak sinetron kamu tak ceritain nanti pasti juga heran." Ucap Bayu sambil berlalu menuju tempat rak sabun mandi.


Darman hanya mengikuti Bayu dari belakang sambil melihat lihat barang dagangan di supermarket itu.


Sepertinya Darman benar benar penasaran pada Bayu. dia tidak menyangka sahabatnya yang sedari kecil kurang pergaulan itu bisa di hubungi oleh seorang wanita. secara Darman tau bahwa Bayu hanya pernah menambatkan rasa pada satu wanita saja, yaitu Laras.


__ADS_1


__ADS_2