
Bayu beralih ke hadapan Laras. Tepat saat Pemuda gondrong itu akan menyalami mantan kekasihnya, Laras tiba tiba memeluk Bayu, tangisnya tumpah tak terbendung. Sejurus kemudian Bayu seakan diseret oleh kenangan kembali ke masa lalu, masa dimana Bayu selalu menghabisakn waktu bersama Laras.
...*******...
...Saat mereka baru masuk Sekolah Dasar....
"Sini uangmu," Ujar Bayu kecil berlagak preman.
"Ngak mau wekkkkk." Kata Laras kecil sambil menjulurkan lidahnya.
"Berani sama aku kamu.??" Ujar Bocah ingusan itu dengan wajah galak.
"Berani, siapa takut.?!!!." Laras menantang.
...******...
...Saat mereka kelas 3 SD....
"Awas kabur Yu.?" Ucap Laras melihat Bayu akan menangkap belalang.
"Happpppp." Bayu melompat.
"Preeppp." Suara nyaring seperti benda lembek yang terremas.
"Ichhhh.. tanganmu kena tai sapi weeckk." Ucap Laras kecil diikuti tawa pingkalnya.
...******...
...Saat Bayu dan Laras kelas 6 SD....
"Enak Yu buat rujakan nanti." Kata Laras sambil memandang mangga yang mengantung di pekarangan rumah salah satu penduduk Desa.
"Oke, nih liat lemparanku." Ujar Bayu dengan sebuah batu di genggamannya.
"Wuussssss, tarrrrrr." Suara batu melayang kemudian terkena kaca cendela sehingga pecah berkeping keping.
"Aduh.!!! mati aku." Gerutu Bayu.
Laras sudah kabur duluan meninggalkan Bayu.
...******...
...Memori saat mereka kelas 3 SMP....
"Ooo ini cewek yang suka godain cowok orang." Ucap remaja wanita judes yang di dampingi oleh beberapa temannya seakan ingin mengeroyok Laras.
"Iya Beb. aku sering digoda godain dia." Timpal seorang remaja pria.
"Ngak Yu, justru cowok itu yang sering godain aku." Ucap Laras ketakutan sembari memegangi lengan Bayu erat dengan kedua tangannya.
"Tenang Ras, aku percaya kamu."kata Bayu menenangkan Gadis di sampingnya.
"Kamu ngak usah ikut campur ya, memangnya kamu siapanya cewek ganjen ini." Ucap remaja wanita judes.
__ADS_1
"Ganjen, cowokmu itu ganjen. Udah ganjen, mesum lagi." Ujar Bayu menantang.
"B*jingan kamu. Ribut aja yok." Ucap remaja pria dengan menunjuk nunjuk Bayu.
"Yok lah. kebetulan semalem belajar jurus baru di pedepokan." Kata Bayu yang melangkah maju tanpa gentar karena jiwa remaja Bayu yang masih membara.
...*****...
...Kelas 3 SMA saat pulang sekolah....
"Hati hati Yu, jalannya becek." Kata Laras yang berada di bonceng Bayu dengan menaiki sepeda kumbangnya.
"Iya. Ini juga sudah hati hati." Ujar Bayu sambil fokus mengendarai sepedanya.
"Emmm Yu. Kamu yakin ngak mau kuliah sehabis kita lulus nanti.?" Tanya Laras yang duduk menyamping di goncengan Bayu.
"Pengen sebenernya Ras, tapi..... aku ngak mau ngerepotin orang tuaku lagi. Mungkin abis ini aku juga bakal bantu bantu Bapak aja di sawah." Kata Bayu.
Keadaan hening sesaat di diringi suara deru roda di jalan yang berlumpur. Laras terlihat bimbang karena mungkin nanti akan berpisah dengan Bayu untuk sementara waktu.
"Udah jangan pikirin aku. Bagi aku, yang penting kamu bisa meraih mimpimu untuk kuliah. Ya kita tau sendiri Ras, jarang ada anak kuliahan di Desa kita ini. Mentok mentoknya paling nglamar jadi buruh pabrik setelah tamat SMA." Ujar Bayu.
Laras sepertinya masih murung.
"Oiya, sepedamu besok sudah selesai diperbaiki apa belom.?" Tanya Bayu untuk mengalihkan pembicaraan.
"Belum tau Yu. Kenapa emangnya.?" Ujar Laras.
"Semoga besok sepedamu belum selesai diperbaiki, biar aku bisa ngonceng kamu lagi ke sekolah." Kata Bayu.
...********...
...Hari keberangkatan Laras ke Surabaya....
...Bayu dan Laras sedang duduk di pinggir jalan Desa dengan menatap pemandangan persawahan....
"Sampai kapan kita diem dieman kayak gini.?" Bayu bertanya.
"Aku juma pengen liat pemandangan aja. Karena nanti agak sorean aku udah berangkat ke Surabaya." Laras menjawab dengan termenung.
"Ooooo. Ya hati hati di jalan" Bayu menjawabnya singkat.
"Udah gitu aja. Kamu ngak merasa khawatir gitu, atau takut gimana aku ntar di kota orang sendirian." Laras memandang Bayu, dia sedikit kesal dengan Pujaan Hatinya yang tidak peka.
"Mulai wes." Batin Bayu.
"Aku jelas sangat khawair, aku jelas sangat takut, aku takut kamu kenapa kenapa, tapi aku bingung harus bagaimana ngomongnya ~" Bayu menjawab dengan pendangan ke persawahan.
"Lah itu barusan ngomong" Laras memotong pembicaraan Bayu.
Bayu kemudian menatap Laras dan berkata "Nah ini. Coba kamu pikir, kapan kita pernah ngomong serius dengan suasana romantis dan syahdu, ngak pernah kan ?. Dari kecil hingga sebesar ini kita malah sering ejek ejekan dari pada ngomong dari hati ke hati"
"Kok kamu nyolot Yu ?" Laras ikut terbawa emosi
__ADS_1
"Yawes lah aku balik dulu." Tepat saat Gadis Desa itu akan berdiri, Bayu mencegahnya dengan memegang tangan Laras.
"Duduk sebentar. " Kata Bayu.
Laras kembali duduk.
"Apa lagi...!!" Ucap Laras dengan emosi.
"Iya tunggu dulu...... selama ini memang kita ngak pernah berbicara serius ataupun romantis, tapi aku dan kamu tau, kita punya perasaan yang sama, aku dan kamu tau, kita takut kehilangan takut akan Semesta yang tak menjodohkan kita. Asal kamu tau aku selalu menyelipkan doa di setiap sujutku, menyebut namamu di gerbang mimpiku, dan mengingatmu dari awal aku membuka mata, aku yakin kamu juga begitu. Perasaan kita bagai angin yang berhembus, tak terlihat tapi bisa dirasakan" Bayu berkata panjang lebar sembari menatap kekasihnya itu.
"Iya Yu.!!!, aku hanya takut kehilangan perhatianmu aku takut perasaan kita terpendam percuma. Aku dan kamu sadar kita tak pernah sepakat untuk mulai hubungan ini tapi perasaan kita saling berhubungan" Laras berkata dengan emosi yang mulai mereda.
"Jadi aku mohon tunggu aku. Aku pasti akan kembali" Imbuh Laras sambil menatap Bayu.
"Pasti laras. Aku pasti menunggu kamu. aku janji." Bayu menjawab singkat sembari mengenggam kedua tanggan Laras.
...*******...
...Masa Kini....
"Bayu." Panggilan Laras yang masih menangis di pelukan Bayu membuat pemuda itu seketika tersadar dari perjalanan waktunya.
"Iya Ras." Ucap Pemuda gondrong itu.
"Maaf." Kata Laras singkat.
Bayu berusaha melepaskan pelukan Laras. Karena bagaimanapun Lapas kini sudah milik Laki Laki lain. Laras mulai melepaskan pelukannya.
"Kamu ngak salah. Aku yang salah." Ujar Bayu.
"Aku mohon bahagialah, jadilah istri yang patuh pada suamimu, dan Ibu yang penyayang pada anak anakmu nanti. Biarlah yang lalu seperti dedaunan yang gugur, mulailah lagi dengan kuncup yang baru." Imbuh Bayu sambil mengusap lengan Laras kemudian Berlalu.
Laras memaksa tersenyum di balik tangisnya dan hanya mampu mengangguk pelan sambil tertunduk.
Semua mata tertuju pada drama yang barusan terjadi, namun para penduduk Desa Sehat Mulai tak begitu heran dengan Laras yang tiba tiba memeluk Bayu, karena penduduk Desa juga menjadi saksi betapa terikatnya kedua insan manusia itu ketika di Desa, baik saat mereka masih kecil hingga beranjak remaja.
Giliran Putri yang menyalami Laras.
"Selamat ya kak, semoga selalu langgeng hingga kakek nenek." Ucap Putri.
"Iya, trimakasi Put. Maaf,aku peluk pacar kamu barusan." Kata Laras sembari mengusap air matanya dengan tisu.
"Ngak papa kok kak. Bayu kelihatan seneng seneng aja." Ujar Putri dengan tatapan tajam ke Bayu.
"Mati aku." Batin Bayu yang mendengar percakapan Laras dan Putri.
"Kalian memang cocok. Semoga segera meyusul ke pelaminan ya." Laras berkata dengan senyum tipisnya.
"Amin." Jawab Putri singkat dengan mengusap kedua telapak tanganya ke wajah.
Bayu kemudian beralih ke Boy untuk menyalaminya.
"Selamat ya Boy. Semoga langeng hingga maut memisahkan." Ucap Bayu
__ADS_1
"Okesip." Kata Boy singkat.