
Kemudian Putri membayar martabak itu.
"Trimakasi Mbak e." Ucap Pak Prapto Pedagang Martabak.
"Iya Pak, sama sama. Mari...." Kata Putri.
"Mari Pak." Kata Bayu pamit pada Penjual martabak.
"Iya Mas, ati ati." Jawab Penjual martabak kemudian melanjutakan mengolah pesanan pelanggan lain.
Putri menunggu di samping motor, Bayu meraih helm Putri dan memakaikanya pada Gadis manis itu.
"Makasi pacarku." Ucap Putri.
"Sama sama pacarku." Jawab Bayu.
Kemudain Bayu menaiki motor itu di ikuti Putri yang naik di goncengan.
"Sini martabaknya, taruh depan aja." Kata Bayu mengambil dua bungkus martabak itu kemudian mengaitkannya di cantolan motor.
"Bisa aja kamu." Kata Putri.
"Maksutnya.?" Ucap Bayu sambil menyalakan mesin motor.
"Kalau aku pegang martabak mana bisa peluk kamu." Ucap Putri.
"Hehee. Jadi udah ketahuan ya modusku." Kata Bayu sambil tertawa kecil.
"Gak usah modus, nih aku peluk." Kata Putri sambil melingkarkan tangannya di pinggang Bayu.
Bayu tersenyum sambil menarik tuas gas.
Roda beradu dengan aspal jalanan, asmara yang membara menyatu dalam pelukan, lukisan kasih sejati tersaji dalam setiap senyuman, bintang dan bulan jadi saksi kebahagiaan kedua insan.
Seberapa pelanpun Bayu melaju tapi waktu seperti cepat berlalu.
...Tiba di depan rumah Pak Arip....
Bayu menghentikan motor dan turun.
Putri yang masih duduk di boncengan motor seakan tidak rela meninggalkan Bayu.
"Kok kaya cemberut gitu.?" Tanya Bayu.
"Ngak papa, makasi ya Yu." Ucap Putri.
"Iya sama sama. Hati hati ya, jangan lupa hubungi aku saat sampai kos." Bayu berkata sambil melepas helemnya.
Kemudian Putri melepas helemnya, gadis manis dengan gigi kelinci itu berdiri.
"Cupppp." Kecupan Putri di pipi kanan Bayu.
"Aku cinta kamu Bayu." Ucap Putri.
"Aku juga cinta kamu." Kata Bayu dengan melempar senyum untuk Putri.
Kemudain Putri meraih satu bungkusan martabak di cantolan motor.
"Ini buat orang rumah." Kata Putri sambil memberi bingkusan martabak itu pada Bayu.
"Makasi." Kata Bayu sambil menerima bungkusan martabak itu.
Bayu masih terpaku karena kecupan Putri.
Putri terlihat mengenakan helm kembali dan menaiki motornya.
"Ngrenggggg" suara mesin motor Putri.
__ADS_1
"Aku duluan Yu. Dahhhh." Kata Putri sambil melambaikan tangan.
"Dahhhh..... Ati ati, jangan Lupa hubungi aku kalau sampai." Ucap Bayu.
Kemudian Putri menarik tuas gas motornya dan berlalu.
Bayu masih memperhatikan pacarnya itu hingga menghilang di belokan gang.
Bayu masuk rumah.
"Assalamualaikum." Kata Bayu saat memasuki rumah.
"Waalaikumsalam." Jawab Uswah yang ada di ruang tamu sambil menatap Bayu tajam.
"Eh buset, aku lupa jam segini Uswah biasanya sedang belajar di ruang tamu. Apa dia lihat Putri cium pipiku barusan lewat cendela kaca.? " Kata Bayu dalam hati.
"Emm uswah lagi belajar.?" Ucap Bayu basa basi.
"Iya Mas Bayu." Jawab Uswah.
"Oiya..... Ini ada martabak, buat temen Uswah belajar" Kata Bayu sambil menaruh martabak itu di atas meja.
"Asik......." Kata Uswah mengambil dan membawa martabak itu ke dalam.
Bayu melangakah di ruang tengah, disana ada Bu De sedang menonton TV.
"Mbaknya tadi mana Yu. Kok ngak disuruh mampir.?" Tanya Bu De Nur.
"Ngak Bu De, udah malem juga jadi langsung pulang." Jawab Bayu kemudian masuk kamar.
Seprtinya Bayu malu bila diwawancara Bu De lebih lanjut.
...Di kamar....
Bayu terlentang di kasur dengan pakaian yang belum ganti. Pemuda itu memejamkan mata sembari mengingat kenangan dengan Putri barusan.
"Aku sungguh sungguh cinta kamu Putri." Bayu berkata sambil melihat langit langit kamar.
Bayu kemudian bangkit dari kasurnya dan mengambil anduknya untuk segera mandi.
...Tak berapa lama....
Bayu selesai mandi dan kembali ke kamar.
Dilihat HPnya ada satu pesan dari Putri, Bayu membuka pesan itu.
"Aku sudah sampai rumah Yu, kamu istirahat ya, besok kan harus bangun pagi. I love u." Bunyi pesan Putri.
"Iya, kamu juga cepet istirahat. I love u to." Bayu membalas pesan Putri.
Kemudian Bayu tergeletak di kasurya. Pukul menunjukan pukul 9.30 malam.
Bayu kemudian memejamkan matanya. Rasanya Bayu sangat lelah tapi dia juga begitu bahagia.
Tak berapa lama pemuda dengan rambut gondrong itu terlelap.
...Saat pagi belum menggapai mentari....
Bayu terbangun dari mimpinya, tentu dia bermimpi tentang Putri.
Bayu meraih HPnya, tidak ada pesan masuk, kemudian Bayu menulis pesan untuk Putri.
"Hay cinta, selamat Pagi. Tetap semangat mengjadapi hari ya, karena disini aku tak pernah berhenti mencintaimu." Bayu mengetik pesan dan mengirimkannya untuk Putri.
Bayu bangkit dari rebahnya dan menuju keluar kamar untuk cuci muka.
Di ruang tengah yang menghadap dapur itu telah ada Pak De dan Bu De yang akan pergi ke pasar.
__ADS_1
"Mau ke pasar Bu De.?" Tanya Bayu.
"Iya Yu. Tapi sama Pak Demu, soalnya belanjaanya bakal banyak." Ucap Bu De Nur.
"Owh, iya Bu De." Kata Bayu kemudian masuk kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah keluar kamar mandi ternyata Pak De dan Bu De telah berangkat.
Bayu menyalakan kompor untuk merebus dua panci air panas. Satu untuk membersihkan bulu ayam nanti dan satu lagi untuk membuat bumbu kaldu. Tentu Bayu hanya merebusnya saja, untuk urusan membuat bumbu kaldu hanya Bu De yang tau bahan bahan bumbunya.
Setelah itu Bayu masuk kamar dan melipat baju bajunya yang dicuci kemarin. Mungkin Bu De yang telah mengangkat dari jemuran dan membawakanya ke kamar Bayu.
Bayu sesekali melihat HPnya, tapi belum ada balasan pesan dari Putri.
Setelah melipat Pakainanya dan memasukanya ke lemari, Bayu melihat air rebusanya, dan terlihat air rebusan itu belum mendidih.
Bayu kemudian menuju samping rumah hanya untuk olahraga ringan.
Terlihat Novi yang sedang jalan jalan ringan di jalanan gang.
"Nov." Panggil Bayu.
"Iya Yu. Kamu ngak nganter Bu Nur ke pasar.?" Tanya Novi.
"Ngak, Bu De di anter Pak De Arip." Jawab Bayu sambil menghampiri Novi.
"Owalah." Jawab Novi.
"Oiya Nov aku mau tanya.? Kamu dulu pernikahan kira kira habis berapa.?" Bayu bertanya pada Novi.
Novi terlihat heran.
"Kok kamu tiba tiba tanya itu.? Hmmm jangan jangan kamu mau nikah ya.?" Tanya Novi balik.
"Ya jelas lag Nov aku mau nikah. Kalau ngak mau nikah jadi perjaka tua aku." Ucap Bayu.
"Haha, bisa aja kamu Yu. Ya mksutku, kamu punya rencana nikah, sama cewek yang kemaren nanyain alamat rumah Pak Arip.?" Novi berkata sambil mengangkat kerutan dahinya dua kali
"Pasti Adit ya yang cerita kamu ada cewek nyariin aku.?, Adit ember juga." Ujar Bayu.
"Ya abisnya dia juga penasaran, makanya cerita sama aku. Jadi cewek itu siapa.? Pacar.?" Tanya wanita yang telah hamil tua itu.
"Hehe, yaaaaa.... bisa di bilang begitu lah." Kata Bayu malu malu.
"Hebat ey Bayu, sat set udah dapet pacar baru aja." Kata Novi.
"Hehe, udah aku jangan dikecengin terus Nov. Ah kamu." Kata Bayu masih merasa malu.
"Terus gimana.? Berapa kamu ngabisin biaya nikah dulu.?" Tanya Bayu lagi.
"Ooiya. Hmmm kira kira 40 jutaan ada kayaknya." Kata Novi dengan sedikit berfikir.
Bayu kaget sampai mulutnya menganga.
"Banyak juga ya.?" Ucap Bayu.
"Ya tapi itu tergantung kamu nikahnya di mana, dekorasinya gimana, suguhanya apa aja, hiburanya apa aja. Ya masih bisa kurang kok itu Yu." Kata Novi.
"Owwwww iya iya iya. Yawes d lanjut jalan jalannya bumil, biar tetap sehat." Ujar Bayu.
"Hehe, bisa aja kamu. Yawes aku duluan" kata Novi kemudian melanjutkan jalan jalan paginya.
Bayu kembali ke tanah kosong samping rumah sambil olahraga ringan lagi.
"40 juta ya.... ya setidaknya niat dulu semoga bisa tercapai nanti." Kata Bayu dalam hati sambil melakukan gerakan squat jump.
__ADS_1