
...Di perjalanan....
"Kita mau kemana.?" Tanya Bayu.
"Aaaaaa, apa.?" Ucap Putri dengan nada tinggi.
Deru angin dan bising kendaraan di jalanan membuat Putri tidak mendengar kata kata Bayu dengan jelas.
...Kemudian saat lampu merah....
"Kita mau kemana.?" Tanya Bayu lagi.
"Owh, kan cari makan." Ucap Putri yang memeluk Bayu.
"Cari makan dimana.?" Tanya Bayu lagi sambil mengelus elus betis kaki kiri Putri dengan tangan kiri.
"Ya pokok ikutin arahanku aja." Ucap Putri.
Mereka masih menunggu lampu lalu lintas menyala hijau.
"Makan di tempat biasa biasa aja, pasti kamu mau ngajak aku ke tempat makan yang mahal mahal." Kata Bayu sambil sedikit menoleh ke kiri.
Wajah Putri bersandar di bahu kiri Bayu.
"Hahaha, ya ngak lah Bayu, masak makan ke tempat mahal pakai kolor." Ujar Putri sembari tertawa lantang hingga menarik perhatian pengendara lain di lampu merah itu.
Bayu celingak celinguk melihat sekitar.
"Sttttttt, ketawanya di kontrol." Ucap Bayu merasa malu dengan puluhan sorot mata tajam yang mengarah ke mereka berdua.
"Kamu sih, ngelawak ngak lihat tempat." Kata Putri sambil menebar senyumnya di belakang Bayu.
"Udah ijo tu." Imbuh Putri sambil mencubit pelan perut Bayu.
Bayu kembali menarik tuas gas motor itu.
Hawa panas tak sebanding dengan asmara Bayu dan Putri yang sedang membara. Walau hanya menaiki motor matic, kemesraan mereka terkadang mengundang rasa iri setiap sorot mata yang memandangnya.
...Tak berapa lama....
Putri mengarahkan Bayu masuk ke komplek rumah susun.
Sebenarnya tempat itu tak telalu jauh dari daerah kampus Putri, hanya saja Bayu yang tak ingin menarik tuas gas motor itu terlalu kencang membuat perjalanan terasa sangat lama.
...Setelah mereka parkir di bawah salah satu pohon rindang....
Putri turun duluan, melepas helmnya dan menaruhnya di spion kiri.
Kemudain Putri sedikit merapikan rambutnya.
"Disini.? yakin.?." Tanya Bayu yang berdiri di sebelah motor sambil melepas helm.
"Iya, yuk." Ucap Putri sambil mengandeng Bayu.
Dari kejauhan terlihat sebuah warung sederhana yang cukup ramai dengan beberapa pembeli.
Putri masih mengandeng Bayu menuju warung itu. sedangkan Bayu memperhatikan sekitar.
Mereka sampai di warung itu, dan Bayu sedang mengikat rambut gondrongnya.
__ADS_1
Warung itu terlihat sangat sederhana, di depan rumah hanya ada etalase dengan panjang sekitar 1 meter, etalase itu berisi hidangan urap, tahu tempe kering, mie goreng dan sambal di bagian etalase bawah. Beberapa lauk pauk sepeti ayam goreng, telur dan ati ampela bumbu merah di bagian etalase atas, serta beberapa kerupuk yang tergantung di sebelah etalase.
"Eh Mbak Putri, lho Mbak Ita sama Mbak Astri mana.? Tumben ngak barengan." Kata Bu Tum.
Ibu penjual itu bernama Ibu Tumini biasa di panggil Bu Tum.
"Iya Buk, mereka lagi ada kegiatan kampus." Jawab Putri sambil melihat lihat menu hari ini.
"Bu nasi 2 ya." Imbuh Putri.
" Iya Mbak, senbentar ya." Ucap Bu Tum sambil mengambil piring.
Bu Tum masih menyiapkan pesanan Putri. Walau sepertinya tidak bayak pilihan lauk dan sayur, sebenarnya warung Bu Tum selalu ganti menu setiap hari.
...Kemudian....
"Maksi Bu Tum." Ucap Putri sambil menerima satu piring hidangan nasi campur.
"Makasi Bu." Kata Bayu juga sambil menerima satu piring nasi campurnya.
"Pak Adi, es teh dua ya." Kata Putri pada Pak Adi, suami Bu Tum.
"Iya Mbak Putri, sebentar ya." Ucap Pak Adi yang keluar rumah dengan membawa tiga gelas es teh.
Putri sejenak celingak celinguk mencari meja kosong.
Di depan etalase ada meja kecil yang sudah terisi pelanggan yang sedang makan. Di dalam rumah juga ada meja tapi penuh juga.
Terlihat hanya ada satu meja panjang di halaman rumah yang sedikit ada ruang kosong. Meja itu berada di bawah pohon yang rindang.
Putri menuju meja itu diikuti Bayu.
Pemuda itu menoleh ke arah Putri.
"Lho kamu Put." Ucap pemuda itu.
"Woalah kamu truk.!!" Ucap Putri.
"Geser geser." Imbuh Putri pada pemuda itu.
Pemuda itu mempunyai nama panggilan Petruk, dia teman satu kampus Putri, Ita dan Astri.
"Geser bro geser." Ucap Petruk pada teman teman di hadapannya.
Putri kemudian duduk di samping Petruk dan Bayu duduk di hadapannya.
"Kenapa mereka terlihat akrab.? " Ucap Bayu dalam hati dengan sedikit rasa cemburu.
"Mana gengmu, tumben ngak sama mereka.?" Tanya Petruk pada Putri.
"Ada di kos. Males keluar katanya." Jawab Putri pada Petruk.
"T**adi katanya ke kampus, kenapa sekarang bilang di kos.? " Tanya Bayu dalam hati.
"Baru Put.?" Tanya Petruk sambil melirik ke arah Bayu.
"Iya dong..... tapi yang ini tak awetin." Ucap Putri dengan candanya.
"Kaya formalin aja diawetin." Jawab Petruk.
__ADS_1
Petruk menjulurkan tangannya ke Bayu untuk salaman.
"Petruk, temen kampusnya Putri." Ucap pemuda kurus itu.
Bayu menyambut jabat tangan itu.
"Bayu." Kata Bayu singkat.
"Jangan cemburu Mas, saya juma temenan sama Putri." Ucap Petruk.
"Iya Mas. Santai aja." Jawab Bayu singkat dengan senyum kecut.
"Lanjut lanjut Truk, malah ngobrol." Kata Putri.
Kemudian mereka menikmati hidangan nasi campur itu.
"Tehnya Mbak Putri." Ucap Pak Adi sambil meletakkan dua gelas es teh di hadapan Putri.
"Emmmm, Makasi Pak." Jawab Putri dengan mulut penuh makanan.
Bayu hanya tersenyum memandang putri.
"Duluan Put." Kata Petruk yang beranjak dari tempat duduknya.
"Udah kamu, tumben abis makan langsung pergi." Kata Putri sambil memegang gelas es teh.
"Ya takut ganggu aja, katanya diawetin.?" Ucap Petruk memandang Putri dan mengangkat kerutan dahinya dua kali.
"Oke oke, makasi pengertiannya." Jawab Putri kemudian meminum es teh itu.
Kemudian Putri dan petruk menunjukan salam tos di hadapan Bayu.
"Yok Mas, duluan." Ucap Petruk pada Bayu.
Bayu hanya mengangkat dagunya.
"Kenapa,? Cemburu.?" Tanya Putri sambil memandang Bayu yang sedang memasang muka masam.
"Ngak." Jawab Bayu singkat dan melanjutkan makannya.
"Kalau aku bergaul dengan temen temen cowok membuat kamu cemburu, aku janji mulai sekarang ngak akan temenan sama cowok cowok lagi." Ucap Putri sambil meletakknan sendoknya.
Bayu memandang Putri dan minum dua teguk es teh itu.
"Jangan seperti itu, jujur aku sedikit cemburu melihat keakraban kalian, tapi aku percaya kamu. Maaf aku sempat bersikap acuh tak acuh sama temenmu tadi." Kata Bayu sambil memandang Putri.
Putri menghela nafas panjang.
"Maaf juga, mungkin aku sedikit tebawa emosi." Ucap Putri terlihat sedih sambil memandang es tehnya.
"Emosi kenapa.?" Bayu berkata.
"Hey Put, lihat aku." Kata Bayu lagi pada Putri.
Putri memandang Bayu dengan tatapan sedih.
"Emosi kenapa,? coba kamu cerita ke aku." Tanya Bayu sambil menggenggam punggung tangan kiri Putri dengan tangan kanan Bayu.
"Ita." Ucap Putri.
__ADS_1