
Setelah Bayu memasuki kamar, dia pun rebahan. Senyumnya merekah dengan mata yang terpejam.
"Sepertinya aku adalah laki laki paling bahagia di muka bumi ini, semua karena kamu Putri. Semoga hubungan ini akan selalu berjalan tanpa hambatan hingga aku mengucapkan janji suci." Batin Bayu yang mulai mengantuk karena efek obat.
Tak berapa lama pemuda yang sedang kasmaran itupun tertidur.
...2 minggu kemudian saat malam hari....
"Yu Bayu, meja ujung pesen apa tadi.?" Tanya Adit.
"Mie goreng dua Dit." Jawab Bayu sembari mempersiapkan dua gelas es jeruk.
Bayu kembali ke aktifitas sehari harinya membantu Pak De Arip jualan. Malam itu pelanggan sedang ramai ramainya, bahkan Bayu tidak sempat melihat HPnya hanya untuk mengecek pesan yang masuk.
...Tak berapa lama....
Saat akan jam tutup warung Mie Jawa Pak Arip. Hanya ada beberapa pelanggan yang masih menikmati hidangannya. Bayu duduk di depan ember cucian piring sambil melihat pesan masuk yang sedari tadi tidak sempat Bayu buka.
"Dari Putri dan Darman. Tumben Darman WA aku malam malam." Ucap Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu membuka pesan Putri dahulu.
"Jangan lupa makan, kesehatanmu itu lho." Bunyi pesan WA Putri.
"Iya bawelku. Ini baru bisa pegang HP, maaf ya. Abis ini aku makan. Kamu jangan tidur malam malam." Bayu membalas pesan Putri.
Kemudian Bayu membukan pesan WA dari Darman.
"Woe Yu, udah dapet kabar belum. Laras seminggu lagi menikah. Undanganmu udah sampai di rumahmu tadi aku anter. Sepertinya semua penduduk Desa Sehat Mulia juga di undang Pak Kades untuk menghadiri pernikahan anaknya. Nanti aku fotoin denah tempat pernikahanya." Bunyi pesan WA darman.
"Oiya. Pernikahannya Di Surabaya. Di sebuah gedung hotel. Dan Bapak Ibumu pengen mampir ke tempat Pak De Arip setelah menghadiri pernikahan Laras, nanti aku antar." Imbuh pesan WA Darman.
"Oke Bos. Trimakasi infonya." Balas Bayu.
Setelah membalas pesan WA Putri dan Darman, Bayu memasukan HPnya ke kantong celana. Pemuda dengan rambut gondrong yang diikat kebelakang itupun lanjut mencuci piring kotor.
"Laras...." Gumam Bayu sambil melamum mencuci piring kotor.
...1 minggu kemudian....
Menjelang siang. Bayu bersiap siap akan ke acara resepsi pernikahan Laras, pemuda itu sedang mengenakan pakaian yang akan ia persiapkan.
Tubuh Bayu yang proporsional karena sering olahraga bahkan mulai sering ke gym membuat kemeja putih lengan panjang yang dia singsingkan sampai siku itu terasa pas di badan Bayu, dan celana chinos cream yang Bayu kenakan membuat Pemuda Gondrong itu terlihat gagah.
Setelah pamit dengan Bu De yang sedang memasak, Bayu menuju ruang tamu dengan menenteng sepatu sneakers putih.
"Maaf lama." Kata Bayu.
"Iya gak papa kok. Lagian kan harus berpenampilan rapi dan keren buat ketemu mantan pacar." Ucap Putri yang duduk di ruang tamu.
"Mulai mulai. Yaudah aku ganti baju aja." Ucap Bayu yang berdiri terpaku di hadapan Putri.
__ADS_1
"Hehe, bercanda kok. Gitu aja ngambek." Ujar Putri yang bangkit dari duduknya.
"Aku pamit sama Bu De dulu sebentar." Imbuh Putri kemudian masuk ke ruang tengah.
Bayu duduk di salah satu kursi dekat pintu untuk memakai sepatunya.
Tak berapa lama, Putri keluar dari ruang tengah. Sedangkan Bayu sudah ada di teras.
Setelah menyerahkan kunci motor pada Bayu, Putri mengambil sepatu sneakers putih model ceweknya dan mengenakanya sambil duduk di kursi teras rumah. Sedangkan Bayu menyalakan mesin motor Putri dan menunggu kekasihnya itu.
"Ayok." Kata Putri menghampiri Bayu.
Bayu sedikit terpaku melihat kecantikan Putri yang berdiri di hadapannya. Dengan memakai sneakers cewek putih dan celana kulot cream panjang semata kaki dengan pinggang berisi tali beserta atasan Putih dipadukan long outor cardigan batik cerah membuat penampilan Putri yang simple terlihat mewah.
"Kenapa kok malah bengong.?" Tanya Putri.
"Kamu cantik." Ucap Bayu yang sudah di atas motor dan mengenakan helem.
"Oooo ya jelas, pacarnya siapa dulu dong." Kata Putri sambil mengibaskan rambut panjangnya.
Bayu tersenyum melihat kelakuan pacarnya itu.
"Udah GRnya, ini helemnya pake." Kata Bayu sambil memberikan helem Putri.
Putri mengenakan helemnya dan segera naik di boncengan Bayu.
"Udah.?" Tanya Bayu.
Bayu kali ini tak terlalu mengubris kata kata Putri dan segera menarik tuas gas motor itu.
Walau kata kata Putri bernada sindiran tapi Bayu paham cemburunya Putri terasa nyata.
Di jalan, kedua sejoli itu terlihat mencolok dengan penampilan rapinya sambil menaiki motor, tapi Bayu dan Putri seakan cuek dengan pandangan orang sekitar.
...Tiba di suatu lampu merah....
"Maaf ya Put." Kata Bayu.
"Maaf kenapa.?" Tanya Putri.
"Seandainya aku punya mobil. Pasti kamu ngak bakal kepanasan dan kena debu jalanan seperti ini." Ujar Bayu.
Putri tersenyum dan berkata. "Asal bersama kamu, beginipun aku sudah bahagia Bayu."
"Walau begitu, aku tetap merasa tak enak hati Put." Ujar Bayu dalam hati.
Lampu kembali hijau, Bayu kembali menarik tuas gas motor dengan pelukan Putri yang erat.
...Tiba di suatu parkiran hotel....
"Ini ya tempatnya.?" Tanya Putri yang sedang merapikan rambutnya sambil berkaca pada spion motor.
__ADS_1
"Iya, tu lihat banyak karangan bunga selamat menikah untuk Laras dan Boy." Ucap Bayu.
"Oooo tapi kok masih agak sepi." Ujar Putri Lagi.
"Ya menurut Darman, siang sampai sore untuk tamu undangan si pempelai wanita, sore sampai malam untuk tamu undangan mempelai pria." Kata Bayu sambil merapikan rambut gondrongnya juga di kaca spion satunya.
Setelah semua terasa rapi, mereka bersiap memasuki hotel dan menuju tempat acara resepsi.
"Oiya kamu akan bertemu Bapak Ibukku. Dan Ibuk pasti seneng ketemu kamu." Ucap Bayu yang melangkah beriringan dengan Putri.
Putri hanya terdiam kemudian mengandeng Bayu.
"Kenapa,? Tumben kamu diem tanpa komentar." Tanya Bayu.
"Ngak tau Yu, tumben juga aku degdegan. Aku harus bersikap bagaimana di depan Bapak Ibukmu." Ujar Putri sambil terus melangkah beriringan dengan Bayu.
"Serius.? Seorang Putri bisa juga jaga image. Biasanya kamu pecicilan seperti bertemu sama Bu Deku pas aku sakit dulu." Kata Bayu.
"Ichhh Bayuu.........!!!" Seru Putri sambil mecubit pinggang kekasihnya.
"Aduuhh duh duhh.. iya ampun.. hahaha." Kata Bayu yang kesakitan karena cubitan Putri seraya tertawa melihat kekasihnya yang mati gaya untuk pertama kalinya.
Pintu ballroom hotel tempat resepsi pernikahan Laras dan Boy sudah terlihat, di sana juga terlihat para penyambut tamu sudah bersiap.
"Selamat datang Tuan, Nyonya." Sapa para penyambut tamu.
Bayu dan Putri hanya mengangguk pelan dengan senyum ramahnya.
terlihat ada photobooth setelah bagian penyambutan tamu.
"sini Yu, foto bentar." ujar Putri menarik gandengan Bayu.
"Foto.?" kata Bayu sedikit heran.
Bayu dan Putri bergandengan mesra di depan kamera.
"siap ya kak. senyum ke kamera. satu, dua." aba aba dari juru kamera.
"cekrek." suara kamera dengan flash.
"trimakasih kak. mohon tunggu sebentar untuk cetak fotonya." kata Juru Foto pada pasangan kekasih itu.
Putri dan Bayu menunggu di samping pencetakan Foto.
"fotobot apaan Put.?" tanya Bayu yang masih asing dengan istilah itu.
"photobooth Bayu, itu sofenir pernikahan foto yang langsung jadi." ujar Putri.
"hehe, maklum orang desa, ngak paham gitu gituan." kata Bayu sambil sedikit nyengir.
"BAYUUUUUUU." terdengar seseorang memanggil namanya dari kejauhan.
__ADS_1
Bayu menoleh ke arah suara itu dan terlihat Darmanto di sana. kedua sahabat yang lama tak berjumpa itu ahirnya bertemu.