BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Rencana Semesta


__ADS_3

Sayup sayup suara angin masuk ke sela sela helem Bayu. Bayu masih takjub dengan suasana malam kota dengan jutaan cahaya lampu saat melewati flyover.


Sebenarnya sepeda motor sangat dilarang naik flyover, tapi karena kondisi jalanan sepi dan malam hari Adit sengaja mengajak Bayu jalan jalan sebentar dan menikmati suasana Kota yang sunyi.


Bayu melihat gedung Mall dan rel kereta api di bawah flyover.


"Besok besok aku ajak kamu ke Mall ini." Kata Adit saat melewati gedung Mall.


Bayu hanya terdiam melongo melihat gedung besar itu.


Beruntung Bayu bertemu orang yang baik seperti Adit. Kebaikanya mengingatkan pemuda itu akan sahabatnya Darmanto di Desa.


Ternyata Semesta masih menyayangi Bayu dengan mengirimkan orang orang baik di sekitarnya walau dimanapun dia berada.


Kemudian.


Adit dan Bayu sampai di rumah Pak Arip.


Bayu turun dari motor.


"Aku duluan Yu." Kata Adit tanpa turun dari motor.


"Kamu langsung pulang,? Ngak ketemuan dulu sama Novi." Kata Bayu.


"Udah malem ini Yu, dia paling juga sudah tidur." Kata pemuda berambut gondrong itu.


"Ooo iyawes ati ati Dit." Ucap Bayu.


"Okesip, kapan kapan tak ajak main ke rumahku." Kata Adit.


"Sipppp makasi Dit." jawab Bayu singkat.


Kemudian Adit pun berlalu dengan sepeda motornya.


Bayu akan masuk ke rumah dari pintu samping.


Terlihat Bu De mencuci peralatan untuk berdagang yang tidak sempat dicuci tadi.


"Biar Bayu bantu Bu De.?" Ucap Bayu.


"Udah ngak usah Bayu, kamu pasti capek bantu Pak De tadi. Mending kamu istirahat ya."kata Bu De.


"Iya Bu De." Jawab Bayu singkat sambil masuk rumah.


Bayu merasa badanya sangat lelah, tapi dia ingin mandi dulu sebelum tidur.


Setelah selesai mandi Bayu kini di kamar. Dia termenung memikirkan sesuatu sambil rebahan.


"Setelah aku pikir pikir beruntungnya aku ini. Baru ke kota dapet kerja dapet temen baik, terus apa yang ku sedihkan." Kata Bayu dalam hati.


"Apa ini artinya aku harus mulai melupakan Laras dan memulai hidup baru.... paling tidak aku ingin bertemu dengan Laras untuk sekali saja, tapi apa mungkin.?. Kota Surabaya begitu luas pasti tidak akan mungkin bertemu Laras di sini." Bayu masih bergumam dalam hati.


Kemudian pemuda yang terlihat lelah itu memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama Bayu masuk ke mode lelapnya.


"Kukuuuruuyuuukkkkkk."

__ADS_1


Suara kokok ayam Pak Arip.


Bayu membuka matanya. "asem. sudah jam barapa sekarang ?" Kata Bayu dalam hati.


Dia melihat jam dinding. Ternyata sudah pukul 6.


Bayu kemudian keluar kamar dan mencuci mukanya.


"Apa Bu De sudah pergi ke pasar.?" Kata Bayu dalam hati.


Terlihat motor matic Pak De tidak ada di rumah. Bahkan diluar pun tidak ada.


"Mungkin Bu De ke pasar dengan Pak De Arip." Imbuh Bayu dalam hati.


Bayu keluar rumah, terlihat langit mulai terang kebiruan.


Kemudian Bayu berjalan jalan ke arah gang.


"Woee Bayu, iya Bayu kan.?" Suara perempuan memanggilnya.


Ternyata itu Novi sedang akan menyapu depan rumahnya dengan sapu lidi.


Bayu melihat ke arah Novi. Sekilas Bayu merasa fatamorgana dan melihat Novi adalah Laras.


"Laras.?" Kata Bayu sambil mendekati Novi.


"Laras....?" Kata Novi pada Bayu.


"Eh maaf maaf. Mmm kenpa manggil aku Nov,?" kata Bayu sedikit salah tingkah.


"Emmmm, Adit ada cerita apa aja ke kamu tentang aku.?" Tanya Laras sambil menyapu.


"Adit....... dia bilang mau nikahin kamu." Kata Bayu dengan polosnya.


"Hahhhhhh." Novi kaget sambil menatap Bayu tajam.


"Ehh maaf maaf kalau aku salah ngomong." Kata Bayu.


"Kamu kebanyakan maaf, bukan lagi lebaran kali........" Kata Novi sambil melanjutkan menyapunya.


Terlihat Novi senyum senyum sendiri.


"Oiya kamu Tadi bilang Laras. Siapa Laras.?" Kata Novi.


Pertanyaan Novi membuat luka lama Bayu terbuka kembali.


"Oh bukan siapa siapa." Jawab Bayu.


"Hmmmm tau aku, itu mantan pacarmu ya." Kata Novi.


Bayu tidak bisa mengelak lagi dengan kata kata Novi.


"Iya, paling." Ucap Bayu singkat.


"Kok ada Palingnya.?" Tanya Novi lagi sambil terus menyapu.

__ADS_1


"Yaaa ngak pernah ngajak pacaran tapi ada hubungan kayak pacaran." Kata Bayu.


"HTS." Kata Novi singkat.


"Maksutnya.?" Tanya Bayu.


"Yaaa itu Hubungan Tanpa Status." Novi berkata sambil mengumpulkan daun daun kering dengan serok dan membuangnya ke tempat sampah.


"Maaf sebelumnya, apa hubunganmu dengan dia berahir karena dia selingkuh.?" Imbuh Novi.


"Kok kamu tau Nov.?" Bayu sedikit tercengang.


"Ya kebanyakan Hubungan Tanpa Status berahir seperti itu. Kalaupun dia punya cowok lain sebenarnya hitungannya bukan sedang selingkuh. Karena kamu dan dia tidak ada status yang mengikat." Kata Novi panjang lebar.


"Masuk akal, apa itu alasan Laras berpacaran dengan Laki Laki lain di sini. Dan bila seperti itu mungkin perpisahan ini salahku juga." kata Bayu dalam hati.


"Ya gak papa Yu. Sepertinya kamu tipe Laki Laki baik, pasti kamu juga akan mendapat Wanita yang baik." Kata Novi menyemangati Bayu.


Bayu hanya tersenyum kecut.


"Oiya Laras dimana sekarang.?" Tanya Novi sambil duduk setelah selesai menyapu.


"Di Surabaya dia kuliah di sini. Tapi aku ngak tau dia dimana." Kata Bayu.


"Ooooo aku paham.... kamu kesini alasan cari kerja tapi sebenarnya pengen nyari dia." Kata Novi.


"Bahaya sekali cewek ini. Bisa tau pikiranku. Apa dia punya indra ke enam.?" Tanya Bayu dalam hati.


"Ehhh ngak, aku kesini pengen cari kerja, karena bosen bertani di Desa." Kata Bayu.


"Ya yaa ya.........." kata Novi singkat.


"Eh Nov, kamu tau letak Kampus yang deket rel kereta api." Bayu bertanya pada Novi dari petunjuk yang diceritakan Laras saat mengobrol di rumah Pak Kades dulu.


"Emmm kalau deket rel kereta banyak. Tapi kalau Kampus besar deket rel kereta ya UNESA. Banyak kos kosan mahasisawa yang juga deket rel kereta di sana." Kata Novi.


"Apa itu.? Ya benar Laras pernah bilang kos kosanya dekat rel kereta juga." Kata Bayu dalam hati.


"Apa Laras itu kuliah Di UNESA.?" Tanya Novi.


"Ngak tau Nov, aku ngak sempet tanya. Lagian aku juma pemuda Desa ngak paham kampus kampusan atau tentang kuliah." Jawab Bayu.


"Kalau bener dia di Kampus itu. Bisa bisa kamu ngak lama secara ngak sengaja ketemu dia di jalan. Karena Kampus itu juga dekat dengan tempat dagang Pak De Arip."ucap Novi.


"Apa mungkin.? Apa semesta sudah merencanakan ini.? Apa aku akan bertemu Laras di jalan seperti kata kata Novi.?" Bayu berkata dalam hati.


"Novvvv. Novii....." suara Ibu Novi dari dalam rumah.


"Iya Buk......." jawab Novi.


"Aku masuk dulu Yu." Kata Novi.


Bayu hanya mengangguk.


Bayu kemudian ke lahan kosong sambing rumah Pak Arip. Pemuda itu duduk sambil memikirkan kata kata Novi tadi.

__ADS_1



__ADS_2