BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Jam Sibuk


__ADS_3

...****************...


...Bahkan kata cantik dan anggun pun tak cukup untuk mengambarkan betapa indahnya kamu di mataku....


...****************...


...Tak berapa lama....


Mobil Pickup Nanang masuk ke halaman kontrakan Putri. Terlihat di teras telah menunggu tiga wanita cantik.


Nanang parkir mundur.


Setelah mobil itu berhenti, kedua pemuda itipun keluar dari mobil Pickup.


"Buakk buakkk" suara pintu mobil tertutup.


Nanang dan Bayu menghampiri para gadis.


"Mana aja yang mau dibawa ini Bos.?" Tanya Bayu pada para gadis.


"Bakaran, arang, pentol dalam panci yang udah ditiusuk tusuk. Bumbu saus semua. Kipas angin....." Ucap Putri sambil melihat catatnya.


Bayu dan Nanang dengan sigap membawa semua benda itu ke atas bak belakang pickup.


...Tak berapa lama...


"Sip. Beres." Kata Bayu setelah meletakkan benda terahir di atas bak pickup.


"Ummm. Astri sama Ita bareng Nanang naik mobil. Aku sama Bayu naik motor, buat jaga jaga motornya nanti buat ambil pentol sisanya." Kata Putri.


"Okesip, yasudah aku duluan. Yu cepet nyusul sama Putri, inget dia ketua panitia kita." Kata Ita sedikit sinis.


"Iya iya, beres." Jawab Bayu.


Mungkin orang orang di sana tidak menyadari, bahwa kata kata Ita tersirat rasa cemburu.


Kemudain Nanang masuk mobil dari pintu kemudi. Astri masuk duluan dari pintu penumpang diikuti Ita.


"Buakk." Suara pintu pickup yang semakin nyaring.


"Ngrungggggg." Suara mesin mobil pickup.


Perlahan mobil pickup itu melaju keluar gerbang.


"Aku ambil kunci motor bentar ya." Kata Putri kemudian berlalu masuk kontrakan.


Bayu hanya mengangguk.


Tak berapa lama. Putri keluar dari pintu kontrakan berjalan menuju ke arah Bayu.


Mata Bayu terbelalak memandang Putri, bibirnya kaku tak mampu berkata dengan detak jantung yang tak beraturan.


"Ayok." Kata Putri sambil meletakkan HP ke dalam tas selempang dengan tali panjangnya.


Bayu masih terdiam memandang Putri dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Putri yang sadar sedang di perhatikan Bayu dengan seksama menyilangkan tangannya di depan dada dengan senyum.


"Puas belum liatain aku." Tanya Putri.


"Eh.. maaf, kamu cantik banget hari ini." Ucap Bayu.

__ADS_1


"Ow, jadi kemaren kemaren aku ngak cantik.?" Tanya Putri dengan sedikit cemberut.


"Ngak bukan, ngak gitu maksutku. Anu~~~~." Belum sempat Bayu menyelesaikan kata katanya.


"Cupp...." sebuah kecupan mendarat di pipi kanan Bayu.


"Kamu juga ganteng." Ucap Putri setelah berjinjit sedikit untuk mencium pipi Bayu.


Bayu hanya tersenyum.


"Ntah kamu bidadari atau malaikat, yang pasti aku belum pernah bertemu dengan wanita secantik dirimu Put." Ucap Bayu dalam hati.


Putri, dengan sepatu sport putihnya, rok panjang bermotif batik warna warni, kaos putih yang dimasukan bergambar karakter chopper dalam anime One Piece yang semakin memamcarkan aura imut, Serta jaket denim wanita dan rambut panjang bergelombang yang terurai, membuat Bayu sangat terpesona lagi dan lagi dengan penampilan Putri saat ini.


"Aku juga suka penampilanmu. Gak nyangka pacarku sekeren ini." Kata Putri.


Bayu, dengan sepatu sneakers abu, celana panjang hitam. Kaos abu polos dan jaket denim dengan rambut gondrong yang diikat membuat Bayu terlihat macho.


"Ah kamu bisa aja." Kata Bayu dengan senyum nyengir.


"Jadi berangkat ngak ini.? Atau kamu mau liatin aku aja.?" Tanya Putri.


"Ya beragkat lah, kalau ngak dihajar Ita aku nanti." Kata Bayu.


"Nah itu paham." Ucap Putri.


Kemudian Putri meminjam helm Ita yang diletakkan di meja depan untuk Bayu.


"Ngrenggggg." Bayu sudah diatas motor Putri dan menyalakan mesinnya.


"Nih pakai dulu." Kata Putri sambil memberikan Helm Ita pada Bayu.


Putri juga mengenakan helmnya dan kemudian naik di boncengan motor dengan gaya samping.


"Udah siap.?" Tanya Bayu.


"Sudah cintaku....." Ucap Putri.


Kemudian motor itupun melaju dengan tangan kanan Putri berpegangan pada kaos Bayu.


Hari yang terik di Kota Surabaya pada saat itu, sepertinya musim hujan telah berlalu dan berganti dengan musim asmara.


Jalanan seperti biasa selalu padat merayap. Tapi jelas, kedua sejoli itu tak memperdulikannya. Karena waktu berduaan akan semakin lama walau hanya diatas roda dua.


...Kemudian. ...


Saat Bayu dan Putri sampai di parkiran lapangan tempat bazaar.


Putri turun dari motor diikuti Bayu, setelah helm mereka di letakka Kedua sejoli itu kompak mengikat rambut bersama.


Putri mengikat rambut model ikatan Hight Ponytile, model ikatan kuncir kuda dengan beberapa helai rambut disisakan di bagian depan dan pelipis kanan kiri. Sedangakn Bayu merapikan ikatan rambutnya lagi mengunakan model ikatan Man Bun, model ikatan menggumpal di belakang.


"Panas ya cin....." Kata Bayu mengikat rambut dengan suara kewanita wanitaan.


"Hahahahaha, sumpah jijik aku Yu dengernya." Kata Putri ngakak setelah selesai mengikat rambutnya juga.


"Ayok ah, udah ditunggin yang lain." Ucap Putri sambil menarik tangan Bayu yang masih mengikat rambut.


"Eh eh ntar dikit lagi." Bayu berkata dengan berjalan sempoyongan.


Bayu dan Putri mencari letak stand mereka dengan mencocokan nomor yang mereka Bawa.

__ADS_1


Putri bejalan dengan mengalungkan tali kartu peserta Bazaar, dan ahirnya sampailah mereka di stand yang mereka sewa.


Disana ada Astri dan Ita. Tapi hanya terlihat meja saja.


"Nanang mana.?" Tanya Putri.


"Ngambil barang barang di mobil." Kata Astri.


"Oe Bayu, lama. Cepet bantuin Nanang, di sana dia parkir mobilnya." Kata Ita sembari menunjuk arah parkir mobil Nanang.


"Sendiko gusti ratu." Jawab Bayu dengan menempelkan kedua telapak tangannya. Dalam bahasa indonesia bisa di artikan, saya patuh kepada Ibu Ratu.


Kemudian Bayu berjalan menuju arah yang ditunjuk Ita.


Di tengan perjalanan Bayu bertemu Nanang.


"Masih Banyak Nang.?" Kata Bayu.


"Hahaha, semua belum keangkat Yu." Ujar Nanang berpapasan dengan Bayu sambil membawa kipas dan plastik arang.


Bayu buru buru lari kecil ke arah mobil terparkir.


Bukan hanya Bayu dan kawan kawannya, semua yang disana sedang sibuk mempersiapkan stand masing masing.


Bayu dan Nanang bolak balik beberapa kali hanya untuk mengambil barang.


Saat Bayu dan Nanang kembali ke stand dengan membawa barang terahir yaitu panci berisi pentol, Bayu tanpa sengaja melihat Putri mengobrol akrab dengan seorang Pria.


Kemudian Bayu berusaha menguping sambil mempersiapkan arang bakaran.


"Ya sebenernya ada lah.... kong kalikong dikit sama panitia, biar standku dan standmu deketan." Ucap Pria itu.


"Oooo ya bagus kalau gitu." Jawab Putri.


"Terus kamu ngak sama cowokmu sekarang.?" Tanya Pria itu lagi.


"Lah itu yang lagi nyalin api." Kata Putri sambil menoleh ke arah Bayu.


"Hay Bro." Sapa Pria itu ke arah Bayu sambil melambaikan tangan.


"Hey iya." Kata Bayu sambil mengangkat dagunya ke arah Pria itu.


"Sukses ya." Kata Putri pada pria itu. Kemudain Putri menghampiri Bayu.


"Kamu kok kaya cuek gitu disapa Petruk, apa kamu masih marah sama dia.?" Ucap Putri.


"Petruk..?? iya aku ingat sekarang, dia temenya Putri yang ketemu di warung Bu Tum dulu." Kata Bayu dalam hati.


"Ngak kok. Kan aku lagi nyalain api, lagi gak fokus aja pas di panggil." Jawab Bayu.


"Owhhhhh kirain." Kata Putri.


Hampir saja Bayu salah paham, tapi Bayu masih penasaran dengan kata kata Petruk tadi yang sengaja cari stand berdekatan dengan stand milik Putri. Apa maksut dari kata katanya itu.?




***Hay kak, semoga kalian sehat selalu. Saya Author Bayu : Kemana Angin Membawa Rindu, Mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankannya. semoga dimomen bulan puasa ini semakin membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik hingga hari kemenangan datang nanti***.


***Terimakasi juga untuk kakak yang masih setia mengikuti cerita halu saya. semoga kakak semua selalu diberi kesehatan dan berlimpah rejeki. Amin***.

__ADS_1


__ADS_2