BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Kecupan


__ADS_3

Bayu selesai makan, ternyata pemuda itu sangat lapar juga.


Sedangkan Putri masih makan sambil kepedesan.


"Huuuhhhhh" Deru Putri sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan mulut.


"Kepedesan kan.?, habisnya kamu nuang sambel ngak kira kira." Kata Bayu sambil membuka botol air mineral.


"Emmm, haaahhh. Tak pikir sambelnya gak pedes, ternyata pedes banget." Ucap Putri setelah minum air mineral yang diberikan Bayu.


"Dari jaman firaun disko sambel ya pedes Put." Ucap Bayu.


"Ya, bukan..... maksutku kan biasanya ada sambel warung yang banyak tomatnya terus banyak airnya jadi ngak terlalu pedes, kalau Ini kayaknya cabe asli semua." Putri berkata kemudian minum lagi.


"Pedes tapi dimakan terus." Ucap Bayu keheranan.


Putri melanjutkan makannya, sepertinya mie ayam itu tinggal beberapa suap lagi.


"Ya abisnya enak pedes." Kata Putri sambil terus makan.


Sepertinya itu suapan terahir Putri.


Bayu masih memperhatikan kekasihnya makan.


"Udah.??" Tanya Bayu.


"Iya, huuuhhh. Kapan kapan aku kesini lagi. Cocok sama lidahku." Ujar Putri sambil minum air mineral itu sampai habis.


"Lain kali jangan pedes pedes makanya, kasian lambung kamu nanti. Kalau kamu sakit siapa yang repot.?" Bayu berusaha menasehati Putri.


"Kamu yang repot.." Ucap Putri.


"Ya Dokterlah. Kok aku." Canda Bayu.


"Icchhh Bayu nyebelin." Kata Putri sambil cemberut.


Bayu hanya tersenyum.


"Hmm andai ada yang jual pentol bakar." Kata Bayu.


"Kamu suka pentol bakar.?" Tanya Putri.


"Iya, kenapa emangnya.?" Tanya Bayu balik.


"Ya aku juga suka jajan pentol bakar.?:" ungkap Putri.


"Emang di Jombang ada pentol Bakar.?" Tanya Bayu sambil memperhatikan Putri.


"Ya adalah sayang....., Nganjuk Jombang kan tetanggaan." Ucap Putri.


"Ya maaf, aku kan dulu anak kampung jadi ngak tau kemana mana." Bayu berkata kemudian minum es jeruknya.


"Pentol bakar ya........" Ucap Putri sambil memikirkan sesuatu.


"Kenapa Put.?" Tanya Bayu.


"Jadi gini, kira kira Bulan depan akan ada Bazzar di kampus. Aku, Ita dan Astri bingung enaknya jualan apa. Karena kami sewa lapak yang murah jadi pengennya jualan jajanan yang simple2 aja." Ujar Putri.


"Owwww. Terus.?" Kata Bayu singkat sambil mendengar cerita Putri.


"Ya itu, aku jadi kepikiran buat jualan pentol bakar. Nanti kamu yang bagian bakar bakar." Ucap Putri.

__ADS_1


"Uhuk." Bayu tersedak saat minum karena mendengar Ucapan putri.


"Aku..? Kok aku yang di bawa bawa." Kata Bayu sambil menepuk dadanya.


"Hehe, tolong ya plisss....." Kata Putri sambil melakukan gestur tangan memohon.


"Iya iya, tapi aku ngak janji. Kan kamu tau sendiri aku kerja sampe malem." Kata Bayu.


"Ya izin sama Pak Demu, atau ngak Pak Demu suruh libur pas acara bazzar." Kata Putri seraya memohon.


"Buset, gampang banget ya kalau ngatur ngatur orang. Kaya lampu merah di prapatan." Canda Bayu.


"Huft, kalau ngak mau yaudah." Kata Putri ngambek sambil melingkarkan tangannya di dada.


"Mau kok tapi gak janji ya." Bayu berkata sambil mengusap usap kepala Putri.


"Di usahain tapi......" Kata Putri sambil manyun.


"Iya pasti diusahain." Ucap Bayu.


"Udah jangan lama lama manyunnya, nanti bibirmu jadi panjang sampe satu meter." Imbuh Bagu.


Putri tersenyum pada Bayu.


"Jadi nonton ngak.?" Kata Bayu sambil melihat jam pada HPnya.


"Eh, kok aku lupa." Ucap Putri sambil melihat jam di HPnya juga.


"Untung, ternyata kurang 15 menitan, apa sekarang aja kita ke lobby bioskop, nunggu bubaran.?" Kata Putri pada Bayu.


"Yaudah ayok." Ucap Bayu sambil beranjak dari duduknya.


Putri juga berdiri. Setelah memasukan HP ke tas cangklongnya, kemudian cewek dengan rambut panjang bergelombang itu berjalan menuju lobby bioskop bersama Bayu.


Mereka sampai di lobby bioskop. Kondisi sudah lumayan ramai karena sebentar lagi pintu teater akan dibuka.


Dulu Bayu merasa iri melihat banyak pasangan kekasih menonton film bersama. Sedangakn Bayu hanya menemani Adit dan Novi seakan jadi pengawal mereka.


Tapi sekarang, seakan banyak mata memandang, memperhatilan Bayu dan Putri.


Bayu yang sudah mulai glow up dengan rambut gondrong yang diikat, membuat beberapa mata manja para wanita disana memperhatikannya. Begitupun Putri, dengan penampilan sexy kasual membuat mata lelaki jelalatan memandangnya.


Tapi semua itu hanya tampilan luar, tak ada yang tau sebearnya mereka adalah pasangan normal yang berusaha tampil maksimal saat kencan pertama mereka.


"Pintu teater satu segera dibuka, para penonton yang telah memiliki karcis, dipersilahkan untuk memasuki ruang teater." Terdengar pengumuman dari lospeker.


"Ahirnya bisa nonton sama pacar sendiri." Celetuk Bayu.


Putri hanya tersenyum memandang bayu ketika mendengar celetukan Pemuda gondrong itu.


Dengan bergandengan mereka masuk ke teater bioskop, suasana masih remang remang dengan lampu redupnya.


Bayu yang mengandeng keksihnya mencari kursi mereka.


Tak berapa lama mereka menemukam tempat duduk itu.


"Sialahkan tuan putri." Kata Bayu mempersilahkan Putri duduk.


"Trimakasi pangeran berkudaku." Jawab Putri.


Kemudian mereka tertawa sembari duduk. Putri di kanan sedangkan Bayu di kiri menghadap Layar.

__ADS_1


"Tumben aku nonton bisa setegang ini." Ucap Putri.


"Apa karena filmnya horror banget ya.?" Sahut Bayu.


"Bukan, karena aku nontonnya di samping orang yang aku sayang." Jawab Putri sambil menatap Bayu.


Lampu perlahan meredup


"Cupppppp" Bayu tiba tiba mencium kening Putri.


Di ruangan redup itu terlihat samar senyum bahagia putri. Dan putri bersandar di bahu kanan Bayu. Dan Pemuda yang kasmaran merangkul hangat Wanita pujaanya itu.


Film pun dimulai.


Suasana tegang mulai terasa karena merekai dan penonton lainya menyaksikan film horror.


...30 menit setelah itu....


"Aaaaaaaaaaa" Teriak Putri dan beberapa penonton lain.


"Setanya udah ilang Yu.?" Tanya Putri sambil meringkuk di bahu kanan Bayu.


"Udah kok." Jawab Bayu.


Kemudian Putri kembali menatap layar.


"Aaaaaaaaaaa" Teriak Putri.


"Katanya udah pergi setanya, hiihhh dasar bohong." Ucap Putri ketakutan.


"Hahahaha" Bayu tertawa terkekeh melihat Putri dengan iringan suara jerit penonton lain.


Putri yang kesal mencubit perut Bayu.


"Waaaaaaa aduhh sakit Put." Teriak Bayu.


"Rasain salah sendiri Bohongin aku." Ucap Putri kesal.


"Habisnya kamu aneh, nonton film horror tapi ngak berani nonton" Ujar Bayu.


"Ammm Bayu........ setanya masih.?" Kata Putri masih tidak berani melihat layar Bioskop.


"Ngak, Udah ngak ada." Ucap Bayu.


"Awas Bohong, tak potong tititmu." Putri berkata sambil mengancam.


"Lah, terus buat kamu nanti apa pas kita udah nikah.?" Kata Bayu.


"Bodo amat, aku kaget beneran tauk" Putri berkata sambil perlahan lahan melihat layar.


"gak ada kan,?" Kata Bayu sembil memeluk Putri.


Putri justru semakin menikmati dekapan hangat Bayu, karena memang Bioskop saat itu terasa sangat dingin.


Bayu memperhatikan raut wajah Putri yang tegang ketakutan.


"makasi Put, aku sayang kamu." Kata Bayu dalam hati.


"Cup." Kemudian Bayu mengecup kening Putri lagi.


Putri yang kaget memandang Bayu dengan senyum.

__ADS_1


Kemudian Putri bersandar di dada kanan Bayu.



__ADS_2