
Sesampainya Bayu dan Nanang di stand pentol bakar mereka.
Terlihat Putri sedang digelitiki oleh Astri.
"Hahahahaha, ampun Tri. Bercanda hahahahahaha." Tawa pingkal Putri.
"Gak mau, pokoknya aku mau kamu ketawa sampek ngompol." Ujar Astri sambil terus mengelitiki Putri.
"Udah udah, ayo mulai dagangnya." Kata Bayu.
"Minta maaf sama Astri Put.!!! " Imbuh Bayu.
"Hahaha, iya iya maaf. Janji ngak gitu lagi." Kata Putri.
Astri melepaskan kelitikan pada tubuh Putri.
"Oke, awas kalau nanti bilang aku pendek lagi." Ujar Astri.
"Iya iya ayangnya anang." Kata Putri.
Kemudain mereka melanjutkan aktivitasnya.
...Tak berapa lama....
Sepertinya pentol bakar mereka sangat laris manis, sampai sampai pelanggan pentol bakar stand mereka mulai terus berdatangan, bahkan mantan mantan kekasih Putri pun juga datang.
"Aku beli boleh.?" Tanya salah satu pembeli pria.
"Ooo kalau buat kamu aku mahalin." Canda Putri.
"Boleh mahal asal kita besok nonton, gimana.?" Tanya pria itu lagi.
Terdengar suara pria merayu Putri, padangan Bayu langsung sinis pada pria itu.
"Hehe, ngimpi." Jawab Putri dengan seyum tipis.
"Apa kamu ngak kangen kita jalan jalan berdua lagi.?" Tanya Pria itu sembari memberikan uang 10 ribu pada Putri.
"Ngak sama sekali." Ucap Putri yang menerima uang itu kemudian menyiapkan pentol yang akan di bakar Bayu.
Kemudian Putri berbalik ke arah Bayu.
"Ini cintaku tolong di bakatrin ya." Ucap putri dengan lantang pada Bayu sambil memberikan tusukan pentol itu.
Kemudian Putri berbalik lagi ke hadapan pria tadi.
Sembari sedikit berbisik pria itu berbicara pada Putri. "Itu cowokmu.?" Tanya Pria itu.
"Iya, itu calon suamiku." Jawab Putri sembari sejenak menoleh ke arah Bayu.
"Calon suami.? Tumben. Emang mau di seriusin.?" Ucap Pria itu pada Putri.
"Yap, aku serius sama dia. Ngak akan main main lagi kayak sama kamu dan lain lainya." Ujar Putri tegas.
"Iya deh iya, pupus sudah harapanku." Kata Pria itu.
beberapa menit kemudian suasana jadi canggung bagi Putri.
Tiba tiba Bayu meletakkan beberapa tusukan pentol bakar pesanan pria itu di hadapan Putri dengan sedikit acuh.
Putri sadar kekasihnya itu mungkin sedang cemburu.
__ADS_1
Gadis yang sedang dag dig dug itu berusaha tenang sambil memasukan beberapa tusuk pentol bakar dan saus ke dalam plastik.
"Ini pesananmu, makasi ya" Putri berkata dengan ramah, mau bagaimanapun mantan Putri itu juga seorang pelanggan.
"Sip, makasi. Bro makasi." Ucap Pria itu pada Putri dan Bayu.
Bayu hanya menangkat dagunya ke arah pria itu.
Kemudian sang mantan itupun pergi berlalu.
Bayu langsung mengambil minumanya di atas meja stand dan pergi untuk duduk di tikar belakang stand.
Dimana di sana juga ada Astri dan Nanang yang sedang bersenda gurau sambil menjaga stand Petruk.
Sedangkan Petruk sedang perform dengan Bandnya di panggung hiburan, tentu Ita juga ke sana untuk menontonya.
Sepertinya hanya Putri dan Bayu yang paling niat menjaga dan menjajakan dagangan pentol bakar mereka.
"Nang, gantain. Kakiku pegel berdiri terus." Ucap Bayu pada Nanang.
"Okesip.istirahat aja dulu." Ujar Nanang yang kemudian beranjak dari duduknya dan pergi ke tempat stand.
Putri kemudian mendatangi mereka.
"Astri..... sekarang giliranmu yang jualin." Ucap Putri denagn seyum menyeringainya.
"Oke bos. Biasa aja senyumnya." Jawab Astri kemudian menyusul Nanang ke meja dagangan.
Kemudian Putri duduk di samping Bayu.
Sepertinya Bayu memang cemburu karena sikapnya dingin dalam diam.
"Cemburu.?" Tanya Putri.
Putri tersenyum dan menatap Bayu.
Bayu berusaha bersikap tenang tapi tak membalas tatapan Putri.
"Jangan cemberut gitu, malu sama rambut gondrongmu." Ucap Putri.
"Biarin, apa hubunganya rambut gondrong dengan cemberut." Ujar Bayu kemudian meminum minuman di genggamannya.
"Ya ngak ada sih." Kata Putri.
Sepetinya Putri jadi ikut gelisah, karena dia paham dengan sikap kekasihnya itu. Walau Bayu bukan orang yang posesif tapi bila dia diam sembari membawa rasa cemburu itu artinya dia memendam amarah.
"aku curiga, jangan jangan cowok cowok sebelumya yang beli pentol bakar kita itu mantan mantanmu.?" Tanya Bayu tiba tiba.
Putri terdiam sejenak.
"Iya aku jujur, memang ada beberapa mantanku tadi datang untuk beli. Tapi ya baru mantanku yang barusan yang resek." Ujar Putri.
"Maaf kalau bikin kamu sebel." Imbuh Putri.
Bayu memandang Putri yang sedang tertunduk.
"Ngak seharusnya aku bersikap kekanak kanakan begini." Ucap Bayu dalam hati.
Sembari mengelus ubun ubun Putri, Bayu berkata. "Siapa yang sebel. aku juma capek kok."
Putri memandang Bayu sejenak.
__ADS_1
"Bohong." Kata Putri singkat.
"Serius. Kok malah jadi kamu yang cemberut." Ucap Bayu.
"Habisnya aku bikin sakit hatimu." Kata Putri dengan kembali tertunduk.
Bayu menopangkan jari telunyuknya di dagu Putri, dan mengarahkannya untuk menatap Bayu.
"Liat ni aku senyum. Emmmmmm." Kata Bayu dengan senyum maksanya.
"Ah Palsu." Kata Putri singkat.
"Cuuupppp."
Satu kecupan mendarat di kening Putri.
Kali ini Bayu tersenyum dengan ikhlas.
"Ngak ada yang Palsu dariku untukmu. Bahkan rasa cintaku untukmu murni dua puluh empat karat." Kata Bayu dengan mesra.
...tiba tiba....
"Woe, belum gelap udah mau sosor sosoran aja." Kata Ita yang baru datang.
Putri terlihat kaget dan langsung memandang Ita.
"Eh mana ada, ngawur aja kamu Ta." Ucap Putri salting.
Kemudain Ita duduk di samping Putri.
"Dari mana aja kamu, nonton Petruk manggung tapi kok lama banget." Tanya Putri.
"Hehe, ada lah." Jawab Ita.
"Ita terlihat tenang, bahkan bisa senyum. Apa mungkin dia dan Petruk memang benar benar punya rasa.? Tapi.... lebih baik begitu, agar aku ngak terus terusan merasa bersalah dengan Ita." Ucap Bayu dalam Hati.
"Oiya coba tebak, Siapa Raja dan Ratu Kampus tahun ini." Tanya Ita heboh.
Astri yang tanpa sengaja mendengar percakapan itu kemudian mendekat.
"Siapa... siapa...?" Ucap Astri sambil menghampiri Ita.
"Ya siapa lagi kalau bukan Kak Boy dan Kak Laras." Kata Ita.
"Boy, Laras.? " Ucap Bayu dalam Hati.
Mendengar kata kata Ita membuat luka hati Bayu yang hampir kering robek kembali.
"Ngak heran sih, empat tahun berturut turut emang Kak Boy dan Kak Laras jadi pasangan yang fenomenal di kampus ini, kan mereka selalu terlihat romantis." Ujar Astri.
Bayu terlihat murung, sepertinya kenangan buruk di masa lalu tanpa sengaja terlintas kembali.
"Ya mau gimana lagi, wanita manapun yang jadi pacarnya Kak Boy sang anak pejabat pasti akan diperlakukan romantis, secara selain ganteng uang keluarganya kan sampek ngak ada serinya." Celetuk Putri.
"Aku ke toilet dulu." Kata Bayu kemudian segera berlalu.
"Eh, Iya." Ucap Putri sedikit kaget.
Putri memandang Bayu pergi dengan rasa heran.
Sementara Bayu berjalan berbaur dengan kerumunan.
__ADS_1
"mengapa aku masih merasakan perih ini. mengapa laraku ini tak kunjung terobati." Gumam Bayu dalam hati.