
Bayu hanya tersenyum kemudian bangkit dari duduknya.
"Aku kira kamu bakal ninggalin aku." Kata bayu sambil menghampiri putri.
"Gimana bisa aku ningalin kamu, kunci motornya kamu bawa." Ucap Putri.
"Oooo, jadi karena kunci, bukan karena aku. Okelah kalau begitu aku kasi kuncinya ke kamu." Kata Bayu sambil pura pura mengambil kunci.
"Ihh nyebelin. Ayo!!!." Putri berkata kemudian mengandeng tangan Bayu.
Bayu hanya tersenyum mengikuti langkah Putri.
Tiba di basement.
Bayu mengeluarkan kunci motor Putri.
"Kamu sayang aku kan.?" Tanya Putri tiba tiba.
"Haa, kenapa kok tiba bilang gitu.?" Kata Bayu sambil menancapkan kunci di lubang kunci motor.
"Tinggal jawab aja, aku lagi sebel sama kamu, aku ngak mau bawa perasaan ini pulang." Ucap Putri yang melihat Bayu mengambil helemnya.
Bayu akan memakaikan helem pada Putri, tepat saat helem itu akan mendarat ke kepala Putri wajah bayu mendekat ke arah wajah Putri, gadis yang sedang ngambek itupun paham akan situasinya dan memejamkan matanya.
"Cupp." Ciuman singkat itu mendarat di bibir Putri.
Kemudain Bayu memakaikan helem Putri dan menguncinya.
Putri hanya terdiam. Sedangkan Bayu memakai helemnya sendiri.
"Itu Ciuman pertamaku, tolong dijaga." Kata Bayu kemudian menaiki motor.
Walau Bayu sudah tampil Glow Up dan keren. Bayu tetaplah Bayu, seorang pemuda desa polos yang belum bisa mencium wanita secara mesra.
Kali ini Putri benar benar mabuk kepayang. Hingga saat Bayu sudah menaiki motor itu dan menyalakan mesinya, Putri justru masih terpaku dangan pipi merah dan senyum merekah.
"Woe Putri...... ctik ctik ctik, jadi Pulang ngak.?" Ucap Bayu sambil menjentikan jarinya di hadapan Putri.
"Ohhh, ho oh ho oh." Kata Putri baru sadar dari lamunannya kemudin naik di goncengan Bayu.
"Ngrengggggg"suara motor melaju.
Kemudian Bayu melaju menunju tempat pembayaran karcis parkir. Dan segera keluar dari Mall.
...Saat akan memasuki jalan raya....
"Aku ngapain tadi, aduh..... Putri marah ngak ya. Kok bisa bisanya aku tiba tiba cium Putri. Pakai bilang ciuman pertamaku lagi." Gerutu Bayu dalam hati sembari menggigit gigit bibirnya.
Kemudian Bayu melaju lagi. Melewati palang kereta api, menikmati suasana malam hari, dengan perasaan warna warni.
__ADS_1
Putri kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Bayu.
Gadis yang sedang dimabuk kepayang itu sangat erat memeluk Bayu.
"Makasi Bayu. Aku sayang kamu." Ucap Putri lirih.
"Hemmmm apa, maaf aku ngak denger, berisik suara angin." Kata Bayu yang seperti mendengar Putri bicara.
"Ohh, gak. Kita mampir di dagang martabak dulu." Ucap Putri.
"Oowhh... iya iya, kasi tau aja tempatnya." Jawab Bayu
"Oke." Ucap Putri.
Setelah melewati beberapa lampu merah, tikungan, jembatan dan menjatuhkan remah remah cinta mereka di sepanjang jalan. Pasangan kekasih itu sampai di dagang martabak langganan Putri.
Merekat turun dari motor dan menaruh helem mereka di spion.
"Eh Embak. Lho..... kok tumben ngak sama temen temennya." Tanya Pak Prapto Pedagang Martabak.
"Ngak Pak, mereka lagi di rumah." Jawab Putri.
"Wooo yo jelas, orang datengnya sama pacar baru." Celetuk Pedagang Martabak.
"Bukan pacar pak, calon suami...." Ucap Putri lantang.
Bayu yang mendengar parcakapan itu sedikit tercengang.
"Hahahah, amin semoga cepet set set set." Kata Dagang Martabak.
"Jadi pesen apa ini.?" Imbuh Pedangang Martabak sambil mencuci tangannya.
"Biasanya Pak, tapi pesen dua ya, plastikinnya di sendiriin juga" Ucap Putri kemudian duduk di samping Bayu dengan kursi plastik.
"Okesip, di tunggu." Kata pedagang martabak kemudian membuat pesanan Putri.
Putri memandangi Bayu, sekarang giliran pemuda gondrong itu yang merasa salah tingkah.
Bayu memperhatikan ramainya jalanan. Beserta kelap kelip lampu kota.
"Kamu belum pernah ciuman ya.?" Tanya Putri.
"Deg." Jantung Bayu kaget seakan mau copot.
"Maaf, aku ngak sengaja tiba tiba aja aku pengen cium bibir kamu." Ungkap Bayu.
"Haha, aku tanyanya apa kamu jawabnya apa.?" Kata Putri sambil tertawa terbahak bahak.
"Iya tah.? Hehe." Ucap Bayu sambil tertawa malu.
__ADS_1
"Iya ngak papa. Aku justru seneng kamu cium aku tadi, aku jadi lebih paham isi hatimu sebenarnya. Dan ciumanmu itu terasa tidak ada nafsu sama sekali malah aku merasakan rasa sayangmu yang tulus." Ujar Putri.
"Maaf aku tidak ahli dalam hal seperti itu." Kata Bayu sembari melihat ke arah jalan raya.
"Hey, tatap mata aku Bayu." Kata Putri sambil mengenggam tangan kiri Bayu.
"Its oke. Ngak papa. Jangan terusan minta maaf, aku seneng karena ciuman pertamamu adalah aku. Aku ngak nyangka aja kamu masih sepolos itu, tapi itu yang membuat aku semakin cinta kamu. Jadi tolong jangan minta maaf terus ya." Ucap Putri.
Bayu tersenyum ke arah Putri.
Kemudian Putri berbisik ke telinga kiri Bayu
"Mau aku ajarin ciuman.?" Tanya Putri.
Mata Bayu terbelalak, jantungnya berdebar kencang, keringat dingin mulai menetes.
"Wah, udah ngak bener ini." Kata Bayu dalam hati.
"Ngak Put, mmmm lagian ciuman tadi bukan sesuatu yang disengaja. Aku hanya refleks murni digerakan hatiku, bukanya aku yang ingin melakukannya" Ujar Bayu.
"Yaudah Oke. Maka aku tunggu hatimu menggerakan bibirmu lagi untuk mencium aku, dan saat itu terjadi akan aku tunjukan bagaimana cara yang benar." Kata Putri dengan mesra.
Bayu hanya terdiam sambil terbelalak.
"Semoga itu tidak terjadi Put. Aku takut hatiku jadi tak terkontrol dan malah menodai kamu. Bagaimanapun aku juga lelaki normal yang juga memiliki nafsu." Kata Bayu lirih pada Putri.
Putri tersenyum pada Bayu.
"Sudah ku duga pasti kamu menolak, Itulah alasan mengapa aku begitu cepat jatuh cinta padamu Bayu. Sangat jarang ada cowok yang ingin menjaga kehormatan ceweknya dan tidak menuruti nafsunya. Bahkan saat awal ketemu kamu juga menyelamatkan kehormatanku." Ucap Putri sambil tersenyum.
"Nikah yuk Yu.?" Kata Putri tiba tiba.
Bayu kaget sembari mengerutkan dahinya.
"Kamu bercada kan.?" Kata Bayu.
"Aku serius." Ucap Putri dengan melemparkan senyum pada Bayu.
"Tunggu tunggu, itu terlalu cepat, lagian nikah sepertinya tidak sesimple itu." Kata Bayu yang terus mengeluarkan keringat dingin..
"Yasudah kita buat simple aja. Gak perlu mewah mewah." Ucap Putri
"Put, kita harus lalui hubungan ini tahap demi tahap, mulai dari mengenal pribadi kita masing masing, kemudian aku mengenal keluargamu begitupun sebaliknya, dan terahir saling mengenalkan keluarga kira, prosesnya sungguh masih panjang. Bukanya kamu juga ingin lihat aku berjuang, Jadi sabar ya.?" Kata Bayu.
"Iya......" Putri berkata sambil tersenyum pada Bayu.
" Mbak, pesenannya sudah siap." Kata Pak Prapto Pedagang Martabak sambil membawa 2 kresek martabak.
"Owh, iya Pak." Kata Putri sambil berdiri dan mengambil uang di tas cangklongnya.
__ADS_1