BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Anak Singkong


__ADS_3

Putri menghampiri Bayu dengan senyum manisnya.


Bayu masih diam terpaku karena terpana kecantikan yang natural dari Putri.


Saat Putri di hadapan Bayu.


"Emmm anu mmmm." Kata Bayu kikuk.


Putri memperhatikan Bayu keheranan.


"Kamu kenapa Bayu.? Ucap Putri smbil terus memperhatikan wajah Bayu yang mulai memerah.


"Emm ayo langsung pulang keburu ujan." Jawab Bayu sambil merogoh rogoh kantong celananya mencari kunci motor.


Putri memperhatikan Bayu yang seperti kebingungan.


"Kunci motornya." Ucap Bayu sambil terus merogoh sampai kantong kantong jaketnya.


"Mungkin di tas selempang kamu." Kata Putri yang seperti bahagia melihat Bayu kikuk.


Dan benar kunci motor itu ada di tas selempang Bayu.


Kemudian Bayu segera menyalakan motornya sambil memberikan helem pada Putri.


Bayu belum menyuruh putri naik. Tapi tiba tiba Gadis manis itu naik di boncengan Bayu.


"Ayo, katanya keburu hujan." Kata Putri sambil mengenakan helemnya.


"Owh iya." Jawab Bayu kemudian menarik tuas gasnya.


Suasana mendung syahdu memayungi mereka, bahkan bisingnya kendaraan kota bagai lagu cinta di telinga Bayu.


"Kamu tadi lama ya nunggunya.?" Tanya Putri sambil memperhatikan jalanan.


"Ngak, ngak kok." Ucap Bayu.


"Bohonggg..... Lama Kan.?" Kata Putri.


"Ngak kok Sumpah." Jawab Bayu sambil memperhatikan langit yang berselimut mendung tebal.


"Sumpah demi apa.?" Ucap Putri terus menggoda Bayu.


"Demi apa aja." Kata Bayu singkat.


Bayu tidak menyangka Putri bisa seceria ini. Mungkin dia telah benar benar menenangkan pikirannya saat pulang kampung.


"Makasi ya udah jemput aku.?" Ujar Putri.


"Iya sama sama." Jawab Bayu.


Kemudian Putri melingkarkan tangannya di pinggang Bayu.


Jantung Bayu berdegup dengan kencang.


Selama perjalanan itu Bayu hanya mampu terdiam sambil mengikuti arahan dari Putri, mencari jalan tikus untuk menghindari macet di jalur utama.


Selama hidupnya ada 2 gadis yang pernah Bayu gonceng, yaitu Laras dan Putri. Tapi harusnya saat Bayu mengonceng Putri tidak akan segrogi itu, tapi itu salah, karena Bayu tetaplah Bayu seorang Pemuda Lugu

__ADS_1


Putri pun juga seperti menikmati perjalanan itu dengan tetesan hujan yang mulai turun.


"Mau hujan Put, berhenti dulu ya.?" Ucap Bayu.


"Nangung, bentar lagi sampai kok." Ucap Putri sambil memperhatikan langit mendung.


Tak lama kemudian Bayu dan Putri sampai di kos kosan Putri.


Putri turun dari motor dan akan memasuki rumah.


"Mampir dulu Bayu." Kata Putri sambil melepas sepatunya dan meletakan di rak sepatu samping pintu.


"Aku langsung aja Put, keburu hujan." Jawab Bayu sambil tergesa gesa memutar motornya.


Tepat saat Bayu akan memutar tuas gasnya.


"Lapppp DUWARRRRRR." Suara kilat menyambar.


"Bressssssssssss." Hujan langsung turun dengan derasnya.


Bayu mencabut kunci dan segera berlari berteduh di halaman depan kosan Putri.


"Kan sudah aku bilang MAMPIR DULU BAYU." Ucap putri dengan nada yang ditnggikan.


"Hehehe. Iya." Kata Bayu sambil cengar cengir.


"Yaudah duduk dulu. Aku ke dalam bentar." Ucap Putri sambil membua pintu yang terkunci itu.


Bayu hanya mengangguk dan segera duduk di kursi depan cendela.


Sepertinya Bayu memang ingin mampir, tapi dia tak ingin menunjukan niatnya itu pada Putri. Hingga ahirnya semesta memaksanya.


...Tak berapa lama kemudian....


"Ibu Kos sepertinya sedang tidak di rumah. Dan temen temenku mungkin lagi di kampus." Ujar Putriyang baru keluar rumah.


"Jadi sepi donk." Kata Bayu.


"Iya, emang kalau sepi kenapa.?" Kata Putri sambil berfikir yang aneh aneh tentang Bayu.


"Yaaa ngak ada yang bisa diajak main karambol..." Canda Bayu.


"Hahh.?????" Putri kebingungan dengan candaan Bayu.


"Ya kalau sepi ya kita di luar aja. Ngak enak kedalem berduaan." Ucap Bayu.


"Nanti yang ketiga setan kan.?" Tanya Novi.


"Bukan nanti yang ketiga pak RT sama puluhan warga di belakangnya yang ngerebek kita." Canda Bayu.


"Hahahahaha." Tawa Putri yang terpaksa karena mendengar candaan garing Bayu.


"Oiya kamu mau minum apa. Teh mau.?" Tanya Putri.


"Ngak usah, aku minum Air putih anget aja. Terus di isi gula dan teh celup." Ujar Bayu.


"Ya itu namanya Teh anget, dodol." Kata Putri sambil akan masuk ke rumah.

__ADS_1


...Sesaat setelah Putri masuk....


"Astaga, aku ngelawak apa aja tadi. Kendalikan dirimu Bayu. Jangan bikin Putri ilfeel." Ucap Bayu dalam hati.


Hujan sepertinya akan lama turun. Karena awan mendung rata menjajah angkasa.


...Tak berapa lama....


"Ini tehnya Bayu." Ucap Putri sambil keluar dari rumah dan menaruh gelas teh di meja samping kiri bayu.


"Iya makasi." Jawab Bayu.


Kemudian Putri duduk di kursi samping kanan Bayu.


Mereka sama sama terdiam beberapa lama. Dan Bayu sedang memutar otak untuk mengawali percakapan.


"Emmm. Kamu kemaren pas pulang turun di Pasar ya. Apa rumah kamu deket sana Put.?" Tanta Bayu.


"Owhh, ngak sih. Rumahku masih jauh masuk ke jalanan kampung. Ya aku mampir aja ke toko." Ujar Putri.


"Toko.?" Ucap Bayu sambil mengambil gelas tehnya.


"Iya, jadi Bapak punya toko Bangunan dan Masku juga ikut bantu Bapak jaga tokonya." Kata Putri sambil memandangi hujan.


"Jadi minder aku." Ucap Bayu dalam hati.


"Ooooo, emang kamu berapa saudara.?" Tanya Bayu.


"Aku paling kecil. Ada Mas umurnya kira kira 4 tahunan lebih tua. Dan ada Mbak yang jadi PNS dan tugas di Blitar sekarang." Ucap Putri sambil masih memandangi hujan.


"Nyerah ajalah aku. Malah jadi minder beneran." Ucap Bayu dalam hati.


"Emmm terus Ibu di rumah.?" Tanya Bayu.


"Ibu meninggal sekitar 6 tahuan lalu." Kata Putri sambil mengkespresikan raut wajah sedih.


"Eh. Maaf, aku ngak tau." Ucap Bayu merasa bersalah.


"Ngak papa kok. Terus sekarang gantian kamu. Kamu berapa bersaudara.?" Tanya Putri.


"Aku.? Aku juma punya satu Adik yang baru mau masuk SMA. Terus Bapak dan Ibu biasa kerja di sawah. Aku dulu sebelum kerja ke sini kan bantu bantu Bapak di sawah juga." Kata Bayu kemudian meminum teh yang sedikit panas itu.


"Owww, Bapak juga punya sawah, tapi yang ngerjain orang lain." Ucap Putri.


"Udahlah nyerah beneran aku. Tak kira Putri anak orang biasa, taunya anak juragan. Dari situ aja udah kayak ngak mungkin aku deketin Putri." Ucap Bayi dalam hati yang kali ini bener benar merasa minder.


"Hujanya lama ya.?" Kata Bayu basa basi.


"Ya gak papa lama, aku suka saat saat hujan seprti ini. Bikin tenang hati." Ucap Putri sambil memandang Bayu.


Bayu sepertinya mulai tidak nyaman dan ingin segera pulang. Bukan karena apa, tapi Bayu sudah terlanjur minder mendengar cerita Putri.


Bayu sadar dia hanya anak singkong, dan kalau boleh memilih dia ingin di jodohkan oleh semesta dengan gadis yang sederhana.


Awal pertemuan Bayu merasa Putri sama seperti dia, lahir dari keluarga sederhana. Tapi apa mau dikata. Penampilan Putri yang sederhana ternyata berbanding terbalik dengan strata sosialnya yang sebenarnya anak juragan


__ADS_1


__ADS_2