BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Bus Kota


__ADS_3

...Di jalanan Kota....


"Kamu berapa lama di kampung Yu.?" Tanya Adit sambil konsen mengendarai motornya.


"Ngak tau Dit, kalau Ibuku sudah bener bener sembuh aku pasti langsung balik ke sini." Jawab Bayu yang berada di boncengan Adit.


"Semoga Ibukmu lekas pulih, Amin." Doa Adit pada Ibu Bayu.


"Amin" Jawab Bayu singkat.


Jalanan mulai ramai kendaraan bahkan cendrung macet. Tapi pikiran Bayu benar benar tidak bisa lepas dari Ibunya yang sedang sakit.


"Sabar Yu ya, maklum jam jam segini emang macet macetnya." Kata Adit.


"Iya Dit, santai aja jangan buru buru." Jawab Bayu sambil memperhatikan kendaraan kendaraan di sekitarnya yang berjalan perlahan.


Ahirnya setelah sekian lama terjebak kemacetan, mereka tiba di terminal.


Bayu turun dari motor Adit dengan menenteng ranselnya.


"Makasi Dit," kata Bayu.


"Iya Yu sama sama, ati ati. Awas di bus banyak copet." Kata Adit sambil menepuk bahu Bayu.


"Sip." Jawab Bayu singkat kemudian berlalu mencari bus yang akan di tumpanginya.


"Ojek mas, mau kemana..... ? Jakrta jakarta.... Bali... Bali... lumpia lumpia. Yang haus airnya yang haus.." Kondisi terminal dengan berbagai rupa dan suaranya.


Bayu berusaha acuh dengan suasana sekitar dan segera menuju bus jurusan kota kelahiranya.


Kali ini Bayu mencari bus jurusan Jogja. Karena sudah pasti bus itu juga akan lewat Nganjuk, daerah tempat tinggal keluarga Bayu.


Bayu sampai di pintu depan bus yang dia cari.


"Biasa Mas.?" Tanya Bayu pada kernet yang berdiri di depan pintu bus.


"Biasa..... yo kosong kosong......." Kata kernet dengan nada tinggi sambil memanggil manggil penumpang.


Ada 2 jenis Bus. Biasa dan Patas. Bus biasa lebih murah tapi harus singgah beberapa lama di terminal terminal lainya. Sedangkan bus patas memiliki tarif yang agak mahal karena tidak singgah ke terminal kota kota yang dilewatinya.


Bayu kemudian naik dan duduk di bangku sebelah tengah denagn 2 deret bangku penumpang.


"Telfon Darman dulu bentar." Kata Bayu dalam hati.


"Tuttttttt tuttttttt tutttttttt." Suara nada sambung saat Bayu menelfon Darman.


Kemudian Darman mengangkat telfon Bayu.


"Giman Yu, aku kebetulan ini lagi keluar desa jadi bisa dapet sinyal." Kata Darman di balik telepon.


"Aku udah naik bis Dar di terminal Purbaya, tapi belum berangkat. Gimana kamu jadi jemput aku di terminal Nganjuk nanti.?" Kata Bayu.


"Ooo iya Yu, mungkin 3 atau 4 jaman sampek, nanti aku tunggu di terminal kalau kamu udah deket." Kata Darman.


"Yawessip. Maksi Dar.?" Ucap Bayu.


"Sama sama Yu." Jawab Darman.


Kemudian Bayu menutup sambungan teleponnya dengan Darman.

__ADS_1


Penumpang demi penumpang naik di bus itu dari pintu depan maupun pintu belakang. dan keadaan bus kini hampir penuh.


Karena Bayu duduk tepat di bagian tegah bus, kursi di sebelah Bayu satu satunya kursi yang masih kosong.


Bayu masih sedikit merenung melihat keluar cendela.


"Maaf mas, kursi ini kosong.?" Tanya seorang Wanita.


"Iya Mbak." Jawab Bayu sambil menoleh ke arah suara Wanita itu.


Bayu seperti tidak asing dengan wajah wanita beserta jaket yang dikenakannya.


"Mbaknya yang kemaren bukan.?" Tanya Bayu.


Wanita itu duduk dan menatap ke arah Bayu.


"Masnya..... emmmmm" Kata Wanita itu sambil mengingat nama Bayu.


"Bayu, aku Bayu." Ucap Bayu menyebutkan namanya.


"Iya Bayu, maaf aku lupa." Kata Wanita itu.


Ternyata Wanita itu Adalah Putri, Gadis manis yang Bayu selamatkan kemarin.


"Putri kan.?" Tanya Bayu.


"Iya, tapi kok bisa.???" Jawab Putri terheran heran bisa bertemu Bayu di atas bus itu.


"Kayak sinetron aja bisa kebetulan gini." Canda Bayu.


Mungkin Bayu tidak sadar, bahwa Semesta sudah merencanakan semua ini.


"Maaf Mas. Aku boleh duduk deket cendela.?" Kata Putri.


"Jangan panggil Mas, Bayu aja. Iya Boleh kok, bentar." Jawab Bayu sambil berdiri karena akan bertukar kursi dengan Putri.


Setelah mereka bertukar kursi.


"Kok bisa ???." Tanya Putri masih heran.


"Karena takdir, sudah itu jawaban yang paling tepat." Jawab Bayu.


"Iya paling. Oiya kamu mau kemana.?" Tanya putri.


"Aku mau pulang kampung, Ibukku lagi sakit." Jawab Bayu.


"Mmmm, semoga lekas sembuh ya Ibu kamu." Jawab Putri.


"Amin.... Kamu sendiri mau kemana.?" Tanya Bayu sambil memperhatikan Putri.


"Aku juga mau pulang kampung, ya juma pengen pulang aja bentar." Jawab Putri tanpa menatap Bayu.


"Mungkin dia ingin melupakan kejadian kemarain atau menghilangkan stresnya. Lagian wanita mana yang bisa tenang setelah hampir dilecehkan" Ucap Bayu dalam hati.


"Kampungmu di mana.?" Tanya Putri.


"Oh.. Aku di Nganjuk. Kamu sendiri.?" Tanya balik Bayu.


"Nganjuk.? Aku di Jombang. Ya deket lah juma satu jam an dari Nganjuk." Kata Putri.

__ADS_1


"Lumayan nanti aku bisa mampir." Canda Bayu.


"Iya silahkan." Jawab Putri dengan senyum manisnya.


Sudah lama Bayu tidak mengobrol dengan Wanita seintens ini.


bus pun melaju dengan beberapa penumpang yang sedang berdiri karena tidak mendapat tempat duduk.


"Oiya, maaf ini jaket kamu aku pake." Kata Putri sambil akan melepas jaket Bayu.


"Ehhh, ngak papa, pakai aja dulu. Kapan kapan bisa kamu kembaliin pas kita ketemu lagi." Ucap Bayu.


Mendengar perkataan Bayu tadi, Putri sedikit tersipu. Wanita dengan jaket hoodie abu, celana jins dan sepatu abu itu tersenyum tipis.


"Jadi maksutnya nanti biar kita bisa ketemu lagi gitu.?" Kata Putri.


"Ehhh, ya gimana ya kok aku jadi bingung. Ya maksutnya bukan gitu tapi kalau ketemu lagi ya gak papa kan.?" Kata Pemuda dengan kaos hitam celana jeans dan sepatu vans hitamnya.


"Iya gak papa, siapa yang larang." Ucap Putri.


"Tapi mungkin kalau kita ketemu lagi nanti, temen temenku pasti juga ikut. Mereka lagi posesif soalnya sama aku." Imbuh Putri.


"Oiya, itu temenmu yang tomboy, maaf, emang nyebelin gitu ya orangnya.?" Tanya Bayu.


"Yaaaa ngak juga, mungkin karena dia peduli sama aku makanya kayak gitu sama kamu kemaren. Maaf ya, tapi dia aslinya orangnya baik kok." Jawab Putri.


"Jadi kalian ngekos di sana.?" Tanya Bayu sambil mempersiapkan uang karena petugas karcis sudah mulai menarik tarif penumpang.


"Sebenernya ngontrak juma bareng Bu Kosnya juga. Kan daripada rumahnya sepi terus ada 3 kamar kosong ahirnya di jadiin kosan, tapi bayarnya langsung tahunan khusus mahasiswi dapet lah harga miring. Lumayan." kata Putri.


"Putri kontrak deket kampus tempat Laras juga, apa mungkin dia juga kulaih di sana." Kata Bayu dalam hati.


"Kamu kuliah di UNESA.?" Tanya Bayu.


"Iya, kamu juga kuliah di sana.?" Tanya Putri balik.


"Hehe ngak, aku juma pendatang yang nyari rejeki di Kota." Jawab Bayu.


"Karcis, tujuannya." Kata petugas karcis yang sudah ada di samping mereka.


"Saya Nganjuk Pak, Mbaknya ini jombang." Kata Bayu sambil memberi uang tarif Dirinya dan Putri ke petugas itu.


"Ehhh, Bayu ngak usah. Ini aja ini." Kata Putri sambil menyodorkan uang pada Bayu.


"Udah gakpapa, sekalian aja." Kata Bayu.


Setelah memberi kembalian, petugas karcis itu berlalu ke penumpang lainnya.


"Bayu, kita baru kenal jangan bayarin aku gitu lah, aku gak enak jadinya." Kata Putri.


"Yasudah kita kenalan yang lama aja, biar kamu nanti bisa gantiian bayarin aku." Kata kata spontan Bayu yang membuat Putri baper.


Putri terlihat tersipu. Sepertinya ada rasa yang mulai membibit di hati mereka.


"Jadi maksutnya kamu mau kenalan lebih lama sama aku.?" Tanya Gadis dengan senyum manis gigi kelinci itu.


Kali ini giliran Bayu yang terlihat salting dan berusaha mengalihkan pandangannya.


Dengan kondisi Bayu yang berusaha Move on dari Laras, beserta Putri yang sedang memulihkan mentalnya. Sepertinya pemuda dan pemudi itu mulai menemukan kata NYAMAN diantara mereka.

__ADS_1



__ADS_2