
Tak berapa lama saat Bayu termenung.
"Ngrrengggggggggg"
Suara motor matic Pak De Arip.
"Bayu, tolong angkatin ke dalem." Kata Pak De pada Bayu setelah memarkirkan motornya.
"Abis itu sarapan, ini sudah Bu De bawain nasi." Kata Bu De pada Bayu sambil masuk rumah.
Bayu dan Pak Arip memasukan barang belanjaan ke dalam rumah.
"Anu, maaf Bu De tadi aku kesiangan bangunnya." Kata Bayu sambil membantu Bu De menyiapkan piring untuk sarapan.
"Ngak papa Bayu, jangan formal gitu ah. Kamu disini kan buat bantu Pak De jualan, urusan kepasar ya urusanya Bu De. Lagian tadi barang yang dibeli lumayan banyak, jadi Bu De sama Pak Demu yang kepasar biar cepet belanjanya." Jawab Bu De Nur.
"Iya Bayu, wes jangan dipikirin. Kamu mau bantu bantu Pak De jualan aja aku sudah seneng kok. Dah ayo makan." Kata Pak De.
"Oiya Bayu, Uswah sudah bangu belum.?" Tanya Pak De Arip.
"Nganu Pak De, aku tadi di luar ngobrol sama Novi. Jadi ngak tau Uswah sudah bangun apa belum." Jawab Bayu sambil menuang sambal di sarapanya.
"Us~" Bu De akan memanggil anaknya.
"Iya Buk, Uswah sudah siap siap buat sekolah." Kata Uswah keluar kamar setelah berganti seragam sekolah.
"Eeeee ini anak Bapak paling cantik. Ayo sarapan dulu nak." Kata Pak Arip
"Pretttt....." Jawab Uswah singkat.
"Mas Bayu. Jangan deket deket Mbak Novi lho. Nanti di hajar Mas Adit." Celetuk Uswah.
Sepertinya Uswah sudah terbiasa dengan hadirnya Bayu di rumahnya.
"Ngak kok, kan aku sama Mbak Novi juma temenan." Kata Bayu pada Uswah.
"Iya, ngak habis pikir sama Adit aku Dek. Padahal Adit sama Novi sudah lama pacaran tapi ya ngak cepet cepet lamaran atau nikah gitu." Kata Pak De pada Istrinya.
"Ya belum siap aja paling Mas, kan tau anak muda jaman sekarang, masih pengen seneng seneng dulu." Bu De menyahutinya.
"Ngak kayak jaman kita dulu ya Dek. Langsung set set set." Kata Pak De sambil menyuap nasi.
"Apa yang set set set Pak.?" Tanya Uswah.
"Wess kamu masih kecil, besok kalau sudah besar juga tau sendiri. Buruan makan, nanti keburu temen temenmu dateng." Kata Pak De pada putri tercintanya.
Percakapan antara keluarga ini membuat Bayu rindu akan rumah.
Dalam benak Bayu terus berdoa, agar Bapak, Ibu Dan Adiknya tetap dalam keadaan sehat di Desa.
Seperti biasa Uswah berangkat sekolah bersama teman temanya.
Pak De dan Bu De menyiapkan bahan dagangan, sedangakn Bayu tetap membantu Pak de dan Bu De.
__ADS_1
Setelah selesai dengan tugasnya Bayu mandi dan tidur siang.
Sore datang. Bayu bersiap untuk membantu Pak De berdagang.
Adit juga membantu mempersiapkan dagangan seperti Biasa.
Kegiatan yang monoton, tapi itulah yang membuat mereka dapat menyambung hidup di Perkotaan.
Pak De berangkat Duluan. Sedangakn Adit seperti biasa apel singkat ke Novi.
Di warung Ibunya Novi.
"Hay Aditku sayang." Sapa Novi pada Adit.
Adit merasa keheranan, sehingga memegang kening Novi.
"Ngak panas padahal. Kamu kesambet ya Nov.?" Tanya Adit.
"Dit Adit. pacaran lama manggil sayang sekali sudah kamu anggap aku kesambet." Jawab Novi kesal.
"Liat situasi lah, gak malu sama Bayu ngomong soyang sayang." Kata Adit sambil mengambil satu batang rokok
"Kalau mau ngajak anak orang nikah itu ya nabung. Jangan rokak rokok aja." Kata Novi.
"Yaa gampang udah ada kok tabungannya." Kata Adit sambil menyalakan rokok
Adit sesaat terdiam dan berfikir.
"Tunggu tunggu. kamu bilang sama Novi Yu.?" Tanya Adit sambil menatap Bayu tajam.
"Yasudah gak papa Yu. Emang sudah waktunya dia tau." Kata Adit.
"Terus gimana kamu mau ngak nikah sama aku.?" Tanya Adit pada Novi.
Wajah novi tersipu pipinya merah merona. Gadis manis dengan kulit sawo matang itu hanya tertunduk sambil senyum senyum.
"Yasudah kalau ngak mau." Kata Adit.
"Eh iya mau." Kata Novi sambil tersenyum pada Adit.
Bayu hanya keheranan melihat tingkah mereka.
"Yasudah kapan kapan kita omongin lagi, Kalau boleh sambil ngajak Bayu jalan jalan. Ini gara gara mulut lemesnya Bayu ini." Kata Adit sambil menuju dan menaiki motornya.
"Yeee nyalahin Bayu. Kamu sendiri aja yang ngak ngomong ngomong sama aku. Andai bukan karena Bayu sampe lebaran monyet kamu ngak ada pikiran buat lamar aku." Kata Novi.
"Iya iya. Yawes aku kerja dulu." Kata Adit
"ngrengggggggngeggggg"
suara motor Adit dinyalakan.
"Iya calon suamiku, ati ati." Kata Novi mengoda Adit.
__ADS_1
"Hiiiii geli aku dengernya" Adit berkata sambil menarik tuas gas motornya.
Kasian Bayu hanya jadi obat nyamuk yang di bakar.
Dijalan saat mereka membelah keramaian kota dengan sepeda motor Adit.
"Mmm nganu Dit. Maaf ya aku keceplosan ngomong sama Novi." Kata Bayu.
"Udah jangan dipikirin Yu. Ya sejujurya aku makasi sama kamu, jadi bisa ngomong tentang itu sama Novi." Kata Adit.
"Ya ternyata Aku sama Novi memang sudah saling sayang beneran." Kata Adit.
"Makasi ya Yu." Imbuh pemuda dengan rambut gondrong itu.
Hubungan yang sungguh lucu. Yang awalnya becanda jadi serius. Tapi itu lebih baik daripada awalnya serius tapi rasa sayangnya bercanda.
Malam itu seperti biasa Adit dan Bayu membantu Pak Arip berdagang. Sepertinya Bayu sudah terbiasa menggeluti profesi barunya.
Pasar Rakyat ramai seperti biasa. Dengan ramainya pengunjung pasti ramai juga pelanggan pelanggan stand kuliner di sana. Tak terkecuali stand Pak Arip.
Ternyata kesibukan baru yang Bayu geluti perlahan lahan membuat dia lupa akan Laras. Mungkin itu sebabnya mengapa saat di Desa Bayu selalu memikirkan Laras, karena di Desa kesibukan hanya ada waktu tanam.dan panen saja.
Tanpa terasa sudah mulai jam tutup. Dan kedua sahabat baru itu membereskan stand tempat mereka mencari Rupiah.
"Hahhhhh Capeknya Dit..." keluh Bayu.
"Namanya juga kerja Yu." Jawab Adit singkat.
"Enaknya cari anget angetan habis ini." Imbuh Adit.
"Cari apa Dit.?" Tanya Bayu.
"Wedannggg rondeeee." Adit berkata sambil mengangkat meja.
"Wah mantep ikut aku." Bayu berkata sambil melipat tikar.
"Ya aku mau ngajak kamu juga abis ini." Adit berkata.
"Okesip." Jawab Bayu singkat.
Adit dan Bayu izin dulu pada Pak Arip sebelum berangkat mencari wedang ronde.
Setelah selesai membereskan dagangan dan menitipkan gerobak, mereka pun berangkat mencari wedang ronde.
Wedang ronde adalah minuman berisi ronde atau adonan tepung ketan yang dibulatkan, kacang tanah goreng tanpa kulit, biasanya di tambah toping roti atau kolang kaling kemudian disiram kuah jahe pedas. Bisa juga ditambah gula bila kurang manis.
Biasanya minuman ini hanya dijual saat malam hari untuk menghangatkan badan.
saat dijalan menuju tempat penjual wedang ronde.
"Emang di Desamu ada wedang ronde juga Yu.?" Tanya Adit.
"Ya adalah Dit." Jawab Bayu singkat.
__ADS_1
Suasana malam yang dingin menyejukan hati Bayu. Seakan Bayu benar benar menikmati kehiduapan barunya tanpa bayang bayang Laras.