
Bayu menghidangkan dulu dua piring nasi goreng itu di meja para gadis.
"Silahkan nyonya." Ucap Bayu sambil menyajikan dua piring nasi goreng.
"Makasi Bayu." Ucap Astri.
"Thanks." Kata Ita singkat.
Pandangan Ita tajam ke Bayu, gadis tomboy itu seperti masih tidak mempercayai Bayu.
"Aku.......?" Tanya Putri manja.
"Iya tungu bentar ya tuan Putri." Jawab Bayu sambil tersenyum.
Kemudian Bayu balik badan dan menuju tungku masaknya lagi.
Bayu kini memasak pesanan Putri, satu porsi mie jawa rebus.
Seperti biasa Bayu memperisiapkan pengorengan di atas tungku dengan bara arang.
Setelah penggorengan panas, dituangkannya minyak goreng secukupnya.
"Krak" suara cangkang telur pecah.
"Srenggggg" isi telur lumer dalam minyak panas.
Bayu mengorak arik telur itu, sesaat kemudian bayu memasukan kol dan sawi ijo, kemudian bayu memasukan bumbu kaldu resep rahasia dan ditambah air kaldu, tidak lupa juga Bayu memasukan suiran ayam kampung, garam, merica dan penyedap rasa secukupnya.
Setelah air kuah mendidih, Bayu memasukan mie basah, di aduk aduk sejenak dan dibiarkan bumbu meresap dalam mie.
Satu menit berlalu.
Bayu mengaduk mie itu sebentar.
Mie Jawa siap disajikan.
Piring disiapkan. Mie dituang ke atas piring kemudia di siram kuah rebusan mie barusan. Tak lupa Bayu menaruh acar dan taburan bawang goreng.
Sepertinya hidangan itu sangat istimewa.
Bayu mengangkat piring saji itu dan melangkah membawa hidangan special itu ke meja Putri.
"Silahkan tuan Putri." Ucap Bayu sambil menghidangkan Mie Jawa rebus special di hadapan Putri.
"Hemmmmmmm, makasi cinta." Ucap Putri pada Bayu sembari mencium aroma mie rebus pesanannya.
"Sama sama cinta." Kata Pemuda rambut gondrong yang diikat kebelakang itu pada kekasihnya.
"Silahkan menikmati." Ucap Bayu sambil akan berbalik meninggalkan tiga gadis itu.
"Mau kemana Yu, sini aja." Kata Putri sambil mencicipi kuah mie itu.
"Gak papa.?" Tanya Bayu.
"Gak papa Mas Bayu." Ujar Astri.
"Yasudah." Bayu berkata sambil duduk di samping Putri.
"Kamu udah makan Belom.?" Tanya Putri sambil meniup satu sendok Mie rebus panas itu.
"Hmm, belum sempet Put. soalnya dari tadi ramai pengunjung, jadi ~~" Bayu belum sempat menyelesaikan kata katanya.
" ak." Kata Putri sambil menyodorkan satu sendok mie ke arah Bayu.
Bayu hanya tersenyum dan melahap mie itu.
"Iya iya, yang serasa dunia milik berdua, kita kita juma ngembel." Kata Astri.
__ADS_1
"Makan sendiri Yu, jangan kayak bocah minta di suapin." Ucap Ita sinis.
Bayu tersenyum.
"Iya iya maaf." Kata Bayu.
"Jadi ada acara apa ini kok kalian tiba tiba rombongan kesini.?" Imbuh Bayu.
"Oiya, anu Yu, ini tentang bazzar kampus nanti." Putri berkata.
"Kamu punya kenalan atau tau tempat persewaan gerobak gitu.?" Tanya Putri.
"Kayakny ada gerobak, tapi gerobak cilok. Emang rencana kalian mau jual apa.?" Tanya Bayu.
"Ya berdasarkan idenya tuan Putri. jual Pentol bakar." Ucap Astri.
"Wahh cocok." Kata Bayu sambil memperhatikan tiga gadis itu makan.
"Gerobak cilok, jadi kurang panggangan." Ita berkata kemudain meminum es tehnya.
"Dan nanti kamu juga ikut bantu jualan." Imbuh Ita.
"Ya....aku gak janji. Kalian tau sendiri aku jualan malem." Kata Bayu.
"Libur aja dulu, apa susahnya." Kata Ita yang sedari tadi sinis dengan Bayu.
"Kenapa ini cewek, dari tadi... hm bukan, bahkan dari dulu kata katanya ngk pernah ngenakin dikupingku." Ucap Bayu dalam hati.
"Ya ngak semudah itu Ta." Kata Putri pada Ita.
"Ya kalau ngak kita nanti yang minta izin ke Pak Denya Bayu." Imbuh Putri.
"Ini cewek cewek pisikopat semua atau bagaimana, ngomongnya renyah banget tanpa dipikir." Ucap Bayu dalam hati.
"Iya udah, aku ushain ya. Sebelum hari H aku kabarin." Kata Bayu.
"Jadinya kan yang bakar bakar dan bau asap nanti bukan cewek cewek" Ucap Astri polos.
"Bener kan feeling aku, pasti di kasi tugas yang ngak mau mereka lakukan." Kata Bayu dalam hati.
"Astriii !!!!!" Kata Putri dan Ita spontan.
"Eh maaf, keceplosan." Astri berkata sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Hehe, ngak papa kok. Kasian nanti kalian bau asap. Biar yang Laki aja yang kebauan." Ucap Bayu dengan nada menyindir.
"Woe Yu, jadi kapan kamu bisa ngabarin dapat gerobaknya atau ngak.?" Kata Ita sambil makan nasi gorengnya.
"Ya belum tau, emang harus buru buru.?" Tanya Bayu.
Dua orang yang sama sama Batu.
Kemudian Putri berusaha meluruskan.
"Mmmm cinta, jadi gini. Yang buka lapak bukan hanya kita, masih banyak lagi. Andai ngak di persiapkan dari sekarang, takutnya nanti ngak kebagian atau susah dapetnya karena udah diambil buat lapak lain." Kara Putri menjelaskan.
"Kita juma sewa lapak yang murah aja, ya tau sendiri sewa lapak buat bazzar harus bayar juga." Imbuh Putri.
"Sayangnya lapak murah jauh dari panggung. Jadi ngak bisa liha sheila on 7 dari deket deh." Ucap Astri yang dari tadi hanya makan.
"Sheila On 7.?" Tanya Bayu terkaget.
"Iya, kampus juga ngundang bamd Sheila On 7." Ucap Putri sambil makan.
"Ngak ngomong dari tadi, aku pastii dateng nanti, tenang aja." Ucap Bayu.
"Dari tadi kek.!!" Kata Ita.
__ADS_1
Mereka hanyut dalam obrolan, sembari berencana tentang bazzar yang akan datang.
"Ayo Put, udah malem. Liat tu mas masnya udah rapi rapi." Kata Astri pada putri sambil memperhatikan Adit mulai membersihkan peralatan kerja.
"Hmmmm, waktunya kok cepet sekali sih." Ungkap putri.
"Besok besok kan masih bisa ketemu." Ucap Bayu sambil beranjak dari duduknya.
Bayu mengelus ngelus ubun ubun Putri.
"Aku rapi rapi dulu ya, mau tutup." Imbuh Bayu kemudian berjalan menuju gerobak.
Ketiga gadis dengan beda latar belakang itupun berdiri.
"Udah gak usah jadi bucin gitu, ayo pulang." Seru Ita pada Putri yang agak cemberut.
Kemudian Putri menghampiri Pak Arip yang sedang menghangatkan kaldu.
"Berapa Pak.?" Tanya Putri.
"Makannya apa aja tadi Mbak e cantik.?" Tanya Pak Arip.
"Nasi goreng dua, Mie rebus satu, teh tiga kerupuk lima. Udah." Ucap Putri menghitung pesananya tadi.
"Dua belas kali tiga, tiga enam tambah dua belas empat lapan, tambah lima. Mmm." Gumam Pak Arip.
"Lima puluh tiga ya jadinya." Celetuk Putri sambil mengeluarkan dompet dari tasnya.
"Lima puluh aja Mbak e cantik. Pelanggan terahir hari ini tak kasih diskon." Ucap Pak Arip.
"Wahh.... kalau gitu aku mau jadi pelanggan terahir terus tiap hari. Hehe." Canda Putri sambil menyerahkan uang lima puluh ribuan pada Pak Arip.
"Monggo Mbak e, mmm ngomong ngomong Mbak cantik ini pacar e Mas Bayu yo.?" Tanya Pak Arip.
Putri tersipu malu sambil tersenyum tipis.
"Hmmm Iya Pak." Jawab Putri malu malu.
"Tak doain, semoga nanti Mbak e bisa jadi keponakanku juga." Kata Pak Arip penuh doa.
"Amin..........." Ucap Putri lantang sambil membasuh mukanya dengan kedua telapak tangan.
"Yawes, saya duluan Pak, mari...." Kata Putri.
"Iya Mbak e, trimakasi banyak." Pak Arip berkata sambil membersihkan buffet gerobaknya.
Bayu yang sedari tadi jongkok di samping gerobak mencuci peralatan kotor dengan jelas mendengar percakapan itu.
"Aku duluan cinta." Kata Putri di samping Bayu.
"Iya. Sampai rumah langsung istirahat. Ati ati dijalan, kalau sam~" Bayu belum menyelesaikan kalimatnya saat dia fokus mencuci piring.
"Cup." Sebuah kecupan di pipi Bayu.
Terlihat Putri sudah jongkok di samping Bayu.
"Iya cerewet, aku duluan." Ucap Putri dengan mesra.
Bayu tak mampu berkata kata, dia hanya bisa mengangguk sambil melempar senyum pada gadis pujaanya itu yang segera berdiri.
"Dahhhh." Putri berlalu sambil melambai pada Bayu.
Bayu hanya mampu tersenyum dan memperhatikanya, kemudian Bayu kembali fokus mencuci peralatan makan yang kotor.
"Bahkan tanpa ragu dia menciumku saat aku sedang seperti ini. Dia seakan tak malu punya kekasih seperti aku yang hanya seorang pelayan di warung PKL. Sebenarnya seberapa besar cintamu buat aku Put, kamu begitu tulus dan aku malu belum bisa membalas ketulusanmu itu." Ucap Bayu dalam hati sambil terus mencuci peralatan masak di samping gerobak.
Bayu terus tersenyum, dirinya seakan tak menyangka, dicintai oleh gadis seperti Putri.
__ADS_1