
...Malam di kamar, di rumah Pak Arip....
Setelah malam ini begitu lelah bekerja, Bayu hanya bisa terlentang di kamarnya sambil memperhatikan langit langit kamar.
Matanya terlihat berbinar dan senyum merekah terlukis di wajahnya.
"Putri...... seandainya dari dulu aku bertemu kamu, apakah aku tidak akan merasakan sakit hati karena Laras.? " Kata Bayu dalam hati.
"Hanya kamu yang dapat membuat hati ini luluh lagi, walau di sudut hatiku juga ada kekecewaan, sakit dan perih, tapi cintamu mengunci itu semua dalam kotak peti dan menguburnya jauh di sana." Imbuh Bayu dalam hati.
"Rasanya, tak ada satu puisipun di dunia yang dapat menandingi keindahanmu. bahkan aku tak bisa lagi menulis kalimat mesra karena tak mampu menggambarkan kecantikanmu itu." Ungkap Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu memejamkan matanya. Membayangkan Putri di sampingnya dengan gaun putih indah memandangnya sembari membawa ikatan bunga.
"Tingningningning........" Nada dering HP Bayu berbunyi.
"Putri..." kata Bayu.
Bayu segera mengangkat panggilan telepon itu.
"Iya cintaku." Jawab Bayu.
"Kamu sudah sampai rumah.? " Tanya Putri di balik telepon.
"Iya aku sudah di rumah, ini lagi rebahan." Jawab Bayu sambil menempelkan HP itu di telinga.
"Hmmm, iya udah cepet istirahat, kamu pasti capek." Ucap Putri.
"Iya, tapi kamu istirahat juga." Jawab Bayu.
"Oke pacarku, I Love You." Kata Putri.
"I Love You To." Ucap Bayu.
Kemudian sambungan telepon itu terputus.
"Padahal aku pengen ngobrol Put, tapi yasudahlah mau bagaimana lagi, mungkin kamu bener bener lelah." Kata Bayu sambil berbicara pada HPnya.
Bayu menaruh HP itu di dadnya.
Mata Bayu terpejam. Rasanya suara Putri bagai bius untuk pemuda dengan rambut gondrong yang tak diikat itu, karena setelah Bayu mengobrol singkat dengan kekasihnya, kantuk Bayu tak tertahan lagi dan kemudian cowok kasmaran itu terlelap.
...Pagi hari kala matahari belum terbit....
Sepeti biasa Bayu selalu bangun subuh, bila masih sempat dia akan sholat dahulu, kemudian dia akan mengantar Bu De ke pasar, atau bila Pak De yang mengantar Bu De ke pasar, Bayu hanya menyiapkan air panas kemudian olahraga ringan di samping Rumah.
Kebetulan hari ini Bayu yang mengantar Bu De ke pasar, di pasar Bayu sudah sangat akrab dengan para pedagang, bahkan ada salah satu pedagang sayuran yang berusaha menjodohkan Bayu dengan anaknya. Tapi Bayu selalu menganggap itu sebagai candaan.
...Perjalanan saat pulang dari pasar....
Seperti biasa Bu De mampir ke warung Mbak Sum dan membeli nasi untuk sarapan.
"Bu Nur, biasanya ini.?" Tanya Mbak Sum pedagang nasi depan gang.
__ADS_1
"Iya Mbak." Jawab Bu De Nur sambil membayar langsung pesanan nasinya.
"Tak tinggal dulu Yu." Kata Bu De pada Bayu yang duduk di bangku kayu panjang.
"Iya Bu De." Jawab Bayu.
Sudah biasa Bayu menunggu pesanan nasi bungkus sedangkan Bu De duluan pulang dengan membawa belanjaan.
Bu De berlalu masuk gang dengan sepeda motor, sedangkan Bayu menunggu sambil duduk di kursi kayu panjang depan meja dagangan.
"Yu, kamu udah berapa lama di sini bantu bantu Pak Arip." Tanya Mbak Sum
"Lupa e Mbak, tapi belum ada setaun kayak e." Jawab Bayu.
"Lha iya, dulu pas awal awal kamu disini, maaf ya, kan kamu kelihatan kurus agak item mukamu itu lho kucel dulu. Tapi itu dulu Yu, sekarang kamu nguanteng rambut gondrong koyok artis terus kulitmu wes mulai bersih wajahmu auranya udah beda." Kata Mbak Sum sambil menyiapkan pesanan nasi Bu De Nur.
"Iya dulu emang aku berantakan, orang awal kesini pas lagi hancur hancurya hatiku" ucap Bayu dalam hati sambil mendengar celoteh Mbak Sum.
"Halahh..... Bisa ae pean Mbak Sum. Aku malah ngak terlalu pehatiin penampilanku ini kok." Kata Bayu sambil tersenyum GR.
"Kalau kamu mau tak jodohin sama anakku, gimana.?" Tanya Mbak Sum.
"Yo ngak mungkin to, orang anaknya Mbak Sum masih SMP temenya Uswah sekolah." Ucap Bayu sambil menahan tawa.
"Ya kalau kamu mau Yu, kan kamu bisa nunggu sampai anakku lulus SMA. Eh ngomong ngomong udah punya pacar belom kamu di sini.?" Tanya Mbak Sum sambil mengareti nasi bungkus terahir.
"Wooooo ya sudah dong........" Jawab Bayu lantang sambil berdiri dari duduknya.
"Ealah...., ngak ngomong...., tau gtu gak tak jodoh jodohin kamu sama anakku" Ucap Mbak Sum sambil memberikan kresekan berisi empat bungkusan nasi pada Bayu.
"Iya Yu, makasi." Jawab pedagang nasi itu.
Mbak Sum memang orangnya ceplas ceplos cendrung cerewet, tapi sebenarnya beliau orang yang enak di ajak ngobrol.
Kemudian Bayu berjalan memasuki gang.
...Di rumah, 4 jam telah berlalu....
Bayu selesai membantu Bu De, dengan kondisi gerah dan badan penuh keingat, Bayu memutuskan untuk mandi.
Di kamar mandi saa Bayu mandi.
"Tok tok tok." Terdengar suara ketuakan pintu.
"Mas Bayu, ada yang nyariin.!!" Teriak Uswah dari depan pintu kamar mandi.
"Iya iya.!!!!" Jawab Bayu lantang karena suara keran yang tidak kalah berisik.
Tak berapa lama Bayu keluar kamar mandi, dengan hanya mengenakan celana kolor serta kaos.
Bayu mengosokan handuk ke kepalanya sambil jalan, karena bayu selesai mengeramasi rambut gondrongnya itu.
Di ruang TV.
__ADS_1
"Siapa yang nyariin Dek.?" Tanya Bayu.
"Ada deh......." Jawab Uswah.
"Kamu kok ngak sekolah.?" Tanya Bayu lagi sambil mengosok rambutnya dengan handuk.
"Minggu Mas Bayu......" Jawab Uswah sambil memainkan HPnya.
"Owh, iya tah." Kata Bayu sedikit terkejut.
"Pantes, warung Pak De rame sekali kemaren, lha malam minggu." Ucap Bayu dalam hati sambil jalan menuju depan rumah.
...Di depan rumah....
"Lama.........." Ucap Putri duduk di atas motornya sambil cemberut.
"Ealah pacarku. Ngapain siang siang ke sini.?" Tanya Bayu sambil keluar dari pintu rumah.
"Nyari pacarku lah. Kok aneh kata katamu." Ucap Putri.
"Ayokkk......" Imbuh Putri lagi.
"Kemana.?" Tanya Bayu sambil menyelempangkan anduknya di leher.
"Nyari makan. Aku laper." Jawab Putri.
"Owhh yasudah aku masuk dulu." Jawab Bayu yang akan berbalik memasuki rumah.
"Ngak usah ganti baju, langsung aja." Ucap Putri sambil menarik kaos Bayu.
"Iyaa....... masak sambil bawa handuk gini. Kan di taruh dulu cinta.?" Ucap Bayu.
"Hehe, yawes cepet jangan lama lama.?" Ucap Putri sambil melepaskan kaos Bayu.
Bayu kemudian masuk, mengantung anduknya di jemuran sebelah rumah, mengambil helem dan tas selempangnya dan berjalan menuju keluar rumah lagi.
...Saat di depan rumah....
"Ayok." Ucap Bayu pada Putri yang mengenakan celana kolor basket merah dibawah lutut, kaos abu abu dan jaket hujau muda berbahan cotton untuk melindungi tangannya dari sengatan matahari.
"Okesip." Jawab Putri pada Bayu yang hanya mengenakan kolor bola merah dan kaos hitam.
Putri memundurkan duduknya, sedangakan Bayu duduk di depan dan memakai helmnya.
"Grengggg." Suara mesin motor Putri dinyalakan.
"Pegangan." Ucap Bayu sambil menoleh ke belakang.
Putri melingkarkan tangannya ke pinggang Bayu.
Terlihat senyum Putri yang merekah manis.
Kemudian Bayu menarik tuas gas motor itu.
__ADS_1