
...***************...
...Setelah semua yang terjadi,...
...aku berhak untuk memilih kemana rindu ini harus tertambat,...
...Bukan melepasnya pergi bersama angin,...
...dan kembali dengan membawa kecewa....
...***************...
Di dalam bus kota menuju kota kelahiran, Bayu masih bercengkrama santai dengan Putri.
"Owww, ya kalau gitu aku salut sama mereka." Kata Bayu.
"Ya makanya, aku kadang mikir betapa beruntungnya aku, biaya kuliah sudah di tanggung orang tua. Sedangkan Ita harus kuliah dan sambilan jadi pegawai cafe sedangkan Astri harus kerja di mall juga sambil kuliah." Kata Putri menceritakan 2 sahabatnya itu.
"Ya namanya nasib setiap orang ngak ada yang sama Put. Beruntung kamu ketemu orang orang yang baik seperti Ita dan Astri. Bukan orang orang yang pengen buat kamu terjerumus dalam pergaulan bebas di kota." Kata Bayu sambil sekilas terfikirkan Laras.
"Andai Laras mendapat teman teman yang baik seperti Putri, pasti sikapnya tidak akan seperti sekarang ini." Kata Bayu dalam hati.
"Iya andai Juna tidak terpengaruh pergaulan negatif." Ucapan Putri yang tanpa sadar keluar dari mulutnya.
Sepertinya mereka punya masa lalu yang hampir sama.
"Juna,?? Juna yang kemaren.... eh Maaf, harusnya aku ngak perlu ikut campur." kata Bayu yang sebenarnya penasaran dengan Juna.
"Emmm ngak papa aku cerita sedikit tentang kejadian malam kemaren, aku juga ngak mau kamu salah paham dan nyangka aku yang aneh aneh." Ucap Putri.
"Aku ngak ada pikiran seperti itu. Aku yakin kamu cewek baik baik, dan kejadian kemaren murni kejahatan seseorang. Lagian kenapa kamu ngak lapor Polisi aja Put.?" Tanya Bayu.
"Sebelum itu aku mau cerita, Juna itu mantan aku, singkatnya kita sama sama ke kota buat kuliah bersama agar kami tak terpisah jarak. Awalnya aku kira semua akan berjalan baik baik saja, sampai suatu saat Juna berubah, dia lebih tempramental dan dia suka maksa aku buat nglakuin hubungan terlarang. Aku ngak habis pikir, padahal dia dulu baik, pengertian, dan rasa sayangnya tulus." Putri bercerita dengan tatapan kosong.
"Tapi sumpah demi apapun aku ngak pernah mau melakukan hal seperti itu tanpa ikatan pernikahan, hingga ahirnya aku jengah dan putus dengan dia, berharap dia akan berubah kembali seperti Juna yang aku kenal. Tapi semua terlambat, pergaulannya terlalu bebas di Kota. Bahkan aku pernah dengar isu bahwa dia jadi pecandu narkoba." Cerita Putri masih berlanjut.
"Apakah semesta sengaja mempertemukan kita dalam kondisi sama sama terpuruk seperti ini, aku yang di campakan Laras karena alasan yang sama dengan Juna yang berusaha menghancurkan masa depan Putri. Yaitu karena pergaulan bebas." Ucap Bayu dalam hati.
"Kamu bosen ya denger cerita aku,?" Tanya Putri yang melihat Bayu sedikit melamun.
"Ehh. Ngak kok,aku juma berfikir aja. Apa takdir itu bener bener ada.? Andai saat malam itu aku ngak cari makan, dan ngak kehabisan bensin dan ngak kepikiran buat lewat jalan angker itu, mungkin~" Bayu belum sempat menyelesaikan kata katanya.
"Makasi, aku bener bener berhutang budi sama kamu. Bahkan aku sendiri tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi denganku, andai kamu tidak datang di malam itu Bayu, sekali lagi terimakasih." Kata Putri dengan tulus memandang Bayu.
Bayu benar benar merasa malu, hingga pipinya memerah.
__ADS_1
"Eh, sudah sampai mana ini Put.?" Kata Bayu mengalihkan pembicaraan.
Putri sekan ingin tertawa melihat Bayu yang salah tingkah hingga dia terpaksa menutup mulutnya dengan tangan agar tawa cekikikanya tidak terdengar orang.
"Kenapa,? Ada yang salah.?" Tanya Bayu dengan perasaan malu.
Walau Bayu sudah menjadi anak kota, tapi sikapnya menghadapi perempuan sama sekali tidak berubah.
Bukan hanya Laras yang pernah tertawa melihat Bayu yang salah tingkah, tapi Putri pun juga demikian.
Setelah Putri selesai menahan tawanya.
"Aku ngak kenal kamu sebelum ini, bahakan aku baru kenal kamu. Tapi aku tau satu hal, mungkin kamu adalah satu satunya cowok yang sangat sangat polos di muka bumi ini. Tapi ngak papa, aku suka kok." Ucap Putri sedikit keceplosan.
"Suka.?" Tanya Bayu.
"Eh ngak maksutnya aku suka sama cowok yang polos, ngak suka neko neko atau aneh aneh. Gitu......" Jawab Putri.
"Ooooo" Jawab Bayu singkat.
Percakapan yang membuat mereka sekilas lupa akan beban masing masing.
"Huuuuaammmm" Putri menguap dan menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Kalau ngantuk tidur aja, nanti aku bangunin pas mau sampe Jombang." Kata Bayu.
Sepertinya Putri benar benar menahan kantuk dari tadi, dan mengobrol dengan Bayu sedikit menahan kantuknya.
Keadaan jadi sunyi diantara mereka. Tak berapa lama Putri ahirnya tertidur dan bersandar di bahu Bayu.
Bayu memandangi Putri yang bersandar di sebelahnya.
"Apa aku mulai suka sama Putri, mendengar kisahnya yang tak jauh beda dengan kisahku. Dan pertemuan kita yang seperti direncanakan sang semesta. Apakah boleh aku mencintai dia.? Apakah dia benar benar jodoh yang dipersiapkan untukku.? Selepas dari kisah burukku dengan Laras, aku masih takut kecewa aku masih benar benar takut kecewa. Tapi sudahlah, aku akan mengikuti arus ini perlahan demi perlahan dan biarkan ahir tetap menjadi teka teki." Kata Kata Bayu dalam hatinya.
Bayu terus mempeehatikan jalanan lewat cendela dengan menahan bahu yang mulai pegal.
Kemudian.
"Citttttt" suara rem bis yang berhenti mendadak.
Sudah menjadi rahasia umum bis jurusan Surabaya - jogja melaju dengan ugal ugalan. Bahakn tidak sedikit mengakibatkan kecelakaan.
"Ehhhhh.." Putri yang terbangun karena kaget.
"Maaf, aku ketiduran ya. Ini sampai mana?" Ucap Putri.
__ADS_1
"Bentar lagi sampai Jombang. Rencananya aku mau bangunin kamu abis ini, ternyata kamu bangun duluan." Kata Bayu.
"Iya, semalem aku ngak bisa tidur." Kata Putri sambil minum air mineralnya.
"Yaudah tidur lagi aja, nanti aku bangunin." Kata Bayu.
"Ngak perlu, ini udah lumayan ilang kok ngantuknya." Ucap Putri sambil memeriksa HPnya.
"Ting ning ning ning, ting ning ning ning." Suara HP Bayu.
"Darman." Ucap Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu mengangkat telepon itu.
"Halo. Iya Dar, ini aku mau sampek Jombang, kira kira 1 jam Lagi sampak Nganjuk." Kata Bayu pada Darman di balik telepon.
"Ooo, yawes kalau gitu, aku kebetulan lagi di luar desa. Aku ke terminal aja abis ini. Titip pentol bakar ngak.? " Tanya Darman.
"Ya boleh lah, hehe makasi Dar." Ucap Bayu.
"Okesip." Kata Darman.
Kemudian Bayu mematikan HPnya.
"Boleh minta nomermu.?" Tanya Putri.
"Lah, barusan aku mau minta nomermu sebenernya. kok kebetulan di minta duluan." Kata Bayu dalam hati.
"Iya Boleh." Kata Bayu.
Setelah meminta nomer HP Bayu, Putri mencoba misscall.
"Itu nomerku disave ya kalau ngak keberatan." Kata Putri.
"Ngak berat kok, tenang aja." Canda Bayu.
Tak lama setelah itu.
Bus yang ditumpangi mereka masuk wilayah Jombang. Tepat sebelum titik Putri akan turun dia segera pindah ke samping pintu keluar dengan membawa tasnya.
"Aku duluan ya, kalau sampai Surabaya lagi kabarin aku. Nanti aku balikin jaketmu yang aku pinjem." Kata Putri sambil melempar senyum manisnya pada Bayu.
"Iya pasti." Jawab Bayu singkat sambil tersenyum juga pada Putri.
Tepat di depan sebuah pasar, bus itu berhenti dan Putri pun turun.
__ADS_1